
Hari berlalu . Aku kini telah memasuki semester 2 kelas 5 sd .
Sebagai seorang anak sd sebagaimana mestinya . Aku lebih banyak menghabiskan waktuku untuk bermain dengan teman sekampungku . Banyak hal-hal konyol kami lakukan bersama .
Seperti suatu ketika desa kami baru usai diguyur hujan . Aku dan teman-teman ku menuju ke hulu sungai . Kami membuat rakit dari pohon pisang untuk kami gunakan mengarungi sungai sampai ke hilir atau keluar desa .
Pohon pisang yang telah usai ditebang oleh pemiliknya adalah sasaran utama kami . Kami menyatukan pohon pisang menggunakan kayu yang dibuat pasak .
Kami membuat rakit yang cukup besar hingga mampu menampung 6-7 orang anak. Lalu bermodalkan bambu sebagai stir rakit kamipun melaju.
Didesaku terdapat 2 sungai yaitu kali kulon dan kali etan. Arus kali kulon lebih deras ketimbang kali etan . Tapi untuk kedalaman kali etan jauh lebih unggul.
Kami lebih suka ke kali kulon karena dengan arus yang cukup deras kami bisa melaju dengan kencangnya.
Dipagi harinya seperti kegiatanku semestinya aku bersekolah . Hari ini dilaksanakan seleksi dari mulai kelas 4 - kelas 6 . Seleksi yang diadakan adalah seleksi tartil qur an dan sholat .
Sebenarnya guru agama disekolahanku hanya ada 1 oleh karenanya untuk mempersingkat waktu pak ali (guru kelas 6) dan pak sudiman (kepsek) . Pun membantu bu siti selaku guru agama.
Satu persatu murid diseleksi hingga dari kelas 4 menyisakan 2 anak. Dari kelas 5 menyisakan 3 anak dan dari kelas 6 menyisakan 6 anak . Kami semua kembali diseleksi oleh bu siti .
Hingga menjelang adzan dzuhur atau waktu pulang . Bu siti memutuskan aku dan risti yang akan mewakili sekolah kami di kancah kecamatan.
Alhamdulillah semenjak kecil memang aku diajarkan agama oleh ibuku . Bahkan saat aku kelas 5 SD seluruh bacaan dalam sholat mampu aku hafal kecuali doa qunut.
Akhirnya bell pulang sekolahpun berbunyi . Seluruh siswa pun berhamburan menuju rumah masing-masing.
Sebelum aku dan risti pulang . Kami dipesan oleh bu siti untuk kerumahnya sehabis ashar guna mengasah lagi kemampuan tartil quran . Aku dan risti hanya menyatakan "sediko dawuh bu guru.
Mungkin aku bisa dikatakan anak yang kurang beruntung dari semua temanku . Karena tak adanya kendaraan aku berjalan kaki menuju rumah bu siti . Jarak sekitar 1 km aku tempuh demi mengharumkan nama sekolahku.
Untuk berjalan dijalan raya aku cukup malu jika orang-orang memperhatikanku . Aku merasa minder dikarenakan saat teman2ku bisa berjalan-jalan dengan motor bersama orang tua mereka . Aku hanya memiliki kaki yang aku andalkan untuk menempuh jarak.
Untuk meminimalisir orang-orang yang melihatku aku putuskan untuk melewati sawah . Aku tau jalan ini memutar sehingga jarak semakin jauh . Tapi bagiku mending agak jauh asal jarang yang melihat.
Sesampainya aku dirumah bu siti . Aku melihat risti baru saja sampai diantar oleh ayahnya . Iri ? Ya aku sangat iri melihat hal itu karena sampe usiaku yang sekarang aku belum lagi melihat wajah ayahku.
"Assalamualaikum bu". Ucapku menyapa bu siti yang hendak menemui risti.
"Waalaikum salam . Wah kebetulan barengan . Yuk mari masuk semua". Ucap bu siti .
__ADS_1
Aku dan ristipun bergegas mencium tangan bu siti bergantian .
Bu siti memang memiliki pribadi yang lemah lembut . Dengan semangat membara akupun memperhatikan apa yang diajarkan bu siti .
Kami diajarkan tentang idzhar . Idgham . Idgham billaghunnah dan lain sebagainya. Itu semua merupakan hukum membaca al quran .
Tak terasa 2 jam lamanya kami belajar jam pun menunjukkan pukul 17:17 wib . Bu sitipun mengakhiri pelajaran dan akupun pulang menuju rumahku.
Setelah seminggu lamanya aku dan risti mendapat pelajaran agama tambahan dari bu siti . Kini waktunya kami untuk menghadapi pertarungan .
Entah berapa puluh sekolah dalam satu kecamatan yang mengikuti lomba ini . Hingga pelataran masjid didepan kantor KUA penuh sesak oleh peserta maupun oleh guru pendamping .
Dengan setelan koko warna hitam dan sarung motof kotak-kotak biru putih aku dengan percaya diri penuh memasuki aula masjid .
Seluruh peserta sudah bersiap untuk bertanding semaksimal mungkin .
Aku mendapatkan nomer undian 7 sedangkan risti yang berada di seberang sana entah mendapat undian nomer berapa .
Ya , lomba diadakan terpisah antara peserta laki-laki dan perempuan membuatku sedikit gugup karena memang tak ada yang aku kenal sama sekali .
Sembari aku menunggu nomer giliran . Aku mengobrol dengan anak sebayaku yang duduk disebelahku .
Dia adalah rifai anak asal SD n 5 xxxxxxxx . Bertubuh kecil nan pendek membuat ia lebih pantas untuk jadi murid kelas 3 sd .
"Sudah siap ?". Tanya panitia .
"InsyaAllah siap". Ucapku mantap.
Ya jika seperti ini aku sudah tak bisa mengelak lagi . Siap tak siap aku harus siap dan beban terberatku adalah aku menggenggam harga diri sekolahku.
Mula-mula aku disuruh untuk memperagakan sholat . Mulai dari takbiratul ikhram hingga salam .
Dengan suara lantang aku membaca setiap bacaan dalam sholat . Tak ada satupun yang terlewat . Hanya ada sedikit terpeleset pada tasyahud akhir dan itu bukanlah masalah yang serius .
Setelah usai memperagakan sholat . Dilanjutkan dengan tartillun quran . Dengan panitia yang berbeda aku menghadapi lomba ini dengan sedikit gugup .
Tak aku sangkal jika kegugupanku ini disebabkan oleh banyaknya orang yang menjadi saksi perlombaan ini. Dari mulai peserta hingga guru pendamping serta panitia .
Dengan kegugupan yang mencapai puncak aku tetap berusaha semaksimal mungkin untuk membaca surat ali imron yang menjadi surat yang dilombakan .
__ADS_1
Aku yang hanya terbiasa membaca surat-surat pendekpun sedikit kikuk sehingga tak bisa sebaik teman yang lainnya.
Singkat cerita penilaianpun telah ditentukan .
"Baik . Kini saya bacakan pemenang dari lomba sholat kali ini". ucap panitia
"Ahmad rifai dari SDN 5 xxxxxxxx mendapatkan juara 3". Ucap pantia lalu diiringi tepuk tangan peserta .
"Untuk juara 2 ada aris sasongko dari MIN xxxxxxxxxx". Lanjut panitia.
"Daaan juara 1 jatuh pada..... Andika syahputra dari SDN 2 xxxxxxxxxx". Ucap panitia .
Sontak aku kaget dibuatnya . Antara bahagia dan gak percaya tapi inilah hasil yang aku dapat atas usaha kerasku selama ini.
"Untuk lomba tartillun qur'an sebagai juara 3 jatuh pada Andika Syahputra". Ucap panitia.
Ya , aku sedikit kecewa karena hanya mendapat juara 3 pada tartil qur'an . Tapi hanya inilah yang sanggup aku dapatkan untuk sekolahku.
Bu siti dan pak ali yang mendampingi kami tetap menunjukkan kebanggaannya kepada aku dan risti karena hanya inilah yang sanggup kami persembahkan .
Setelah penyerahan hadiah berupa buku tulis dan kitab turutan serta alat tulis kamipun pulang.
Ternyata kami tak langsung pulang melainkan bu siti mengajak kami ke warung bakso yang berada diterminal .
Yups , kalian tentu tau . Bakso jaman dulu merupakan makanan yang mewah yang sangat jarang aku rasakan . Sungguh bahagia menjadi aku saat itu.
Singkat cerita kami telah sampai di sekolahan . Walau KBM masih berlangsung aku dan risti diperbolehkan untuk pulang terlebih dahulu.
Tanpa banyak tanya akupun meluncur pulang dengan membawa hadiah dari panitia lomba dan guru2ku.
"Gimana ka lombanya ? Menang ?". Tanya nenekku.
"Kalah mbah . Cuma dapet juara 3". Ucapku.
"Kamu sih males-malesan belajarnya . Sekolah sore pun kamu jarang masuk". Lanjut nenek.
Sekolah sore adalah sekolah di madrasah ibtidaiyyah yang mengajarkan pendalaman agama islam . Orang dikampungku sering menyebutnya sekolah sore karena KBM dilaksanakan di siang - sore hari.
"Nanti pokoknya kamu kalo sunat harus mbancah ya". Imbuh nenek .
__ADS_1
"Iyya nek". Jawabku
Mbancah adalah sebutan untuk syukuran sunatan yang dipadukan dengan pembacaan surat-surat pendek mulai dari ad duha hingga alfatihah. Selain itu penganten sunatpun diiring dengan menaiki kuda dan teman-teman madrasah berbaris rapih dibelakang