
Keesokan harinya setelah mendapat kabar dari tanteku . Bundaku datang menjemputku.
Beliau langsung menggendongku dan membereskan pakaianku .
Satu hal yang membuatnya lama berada di rumah . Bunda mencari-cari akte lahirku .
Ya , bundaku tau betapa pentingnya akte buat masa depanku..
Saat itu tante tanteku sedang bekerja sedang nenekku sedang keluar rumah. Bundaku memiliki kunci cadangan rumah utama milik nenekku.
Bunda mencari-cari dilemari nenekku . Tapi sial karena tak kunjung ketemu hingga nenekku pulang.
"Heh ngapain lo ngacak - acak lemari gw ?". Bentak nenekku.
Ya nenekku berwatak sangat keras . Bicaranyapun keras dan kosakata yang dikatakan juga keras.
"Saya mau bawa pulang kaka". Ucap bundaku.
"Jangan . Dia cucuku dan anak dari anakku. Budi memiliki hak buat mengasuhnya". Ucapnya.
"Mas bud gak pernah ada kabar dan kejelasan . Mungkin udah waktunya kita harus pisah". Ucap bunda.
"Biar pengadilan yang menentukan". Ucap nenek.
__ADS_1
Aku masih terbingung apa yang terjadi . Bunda hendak memaksa memabawa ku pergi . Tapi tanganku diraih oleh nenekku . Hingga terjadi rebutan.
Ya akulah obyek yang mereka perebutkan . Karena tak mau ribut bunda akhirnya melepaskanku. Meski beliau tau aku takkan bahagia.
Hari haripun berlalu . Kini nenekku begitu over protektif padaku . Ketika bunda datang mengunjungiku . Nenekku selalu menyembunayikanku dirumah teman atau tetangganya.
3 bulan telah berlalu . Aku hidup berdampingan dengan kekejaman nenekku . Aku masih ingat saat itu usiaku 4,5 th .
Bunda tak kehilangan akal untuk memiliki ku . Akhirnya pada suatu hari pakdhe ku / kaka dari bundaku datang mengunjungiku.
Karena dadakan . Nenekku tak sempat menyembunyikanku .
Pak dheku merencanakan penculikanku karena menurut penuturannya bundaku selalu menangis saat mengingatku .
Saat aku sedang sendiri dan nenekku pergi kedapur . Pak dhe ku langsung menggendongku dan membawaku berlari menuju ke tempat dimana bundaku berada .
Bunda yang melihat pak dheku berlari menggendongku bergegas mencegat bus mayasari untuk segera pulang.
Alhamdulillah usaha bunda dan kakaknya tak sia-sia . Kini aku berada dipelukan bunda.
"Kaka biar dirumahmu dulu ya mas. Kalo dirumahku nanti neneknya nyamperin". Pinta bunda pada pakdheku.
"Iya gampang . Nanti kamu pindah aja ke citeureup". Ucap pakdhe.
__ADS_1
Lalu aku dibawa oleh bunda dan pak dheku menuju ke kontrakan pak dheku yang berada dikampung gudang - Citeureup.
Saat itu pak dheku masih menjabat sebagai mandor bangunan . Karena letak pekerjaan yang tak jauh dari kontrakannya anak buahnyapun tinggal di rumah kontrakannya.
Aku masih belum mengerti apa - apa . Aku melihat pakdheku serta para anak buahnya sedang asik bermain playstasion.
Aku yang hyperaktif berjalan - jalan melihat bagian - bagian rumah hingga aku menemukan kamar mandi .
Didalam kamar mandi yang luas . Terdapat sebuah sumur . Aku yang belum mengerti mencoba melihat kedalam sumur . Apa yang ada disana .
Hingga akhirnya aku iseng. Ya aku iseng mencoba meludah kedalam sumur.
Saat asik meludah salah seorang dari anak buah pakdheku . Sebut saja lek sukir masuk ke kamar mandi.
"Heeyy. Bocah ini gimana . Sumur kok diludahin". Ucapnya.
"Kenapa kir ?". Tanya pak dheku yang menghampiri.
"Ini lho ponakanmu mas . Masa sumur di ludahin. Kalo kecebur gimana ?". Ucap lek sukir.
Lalu pak dheku pun segera menggendongku dan membawanya keruang tivi.
Semenjak peristiwa itu . Gerak gerikku pasti diawasi kemanapun aku pergi.
__ADS_1