Si Bolang

Si Bolang
menculik anak sendiri


__ADS_3

Keesokan harinya setelah mendapat kabar dari tanteku . Bundaku datang menjemputku.


Beliau langsung menggendongku dan membereskan pakaianku .


Satu hal yang membuatnya lama berada di rumah . Bunda mencari-cari akte lahirku .


Ya , bundaku tau betapa pentingnya akte buat masa depanku..


Saat itu tante tanteku sedang bekerja sedang nenekku sedang keluar rumah. Bundaku memiliki kunci cadangan rumah utama milik nenekku.


Bunda mencari-cari dilemari nenekku . Tapi sial karena tak kunjung ketemu hingga nenekku pulang.


"Heh ngapain lo ngacak - acak lemari gw ?". Bentak nenekku.


Ya nenekku berwatak sangat keras . Bicaranyapun keras dan kosakata yang dikatakan juga keras.


"Saya mau bawa pulang kaka". Ucap bundaku.


"Jangan . Dia cucuku dan anak dari anakku. Budi memiliki hak buat mengasuhnya". Ucapnya.


"Mas bud gak pernah ada kabar dan kejelasan . Mungkin udah waktunya kita harus pisah". Ucap bunda.


"Biar pengadilan yang menentukan". Ucap nenek.

__ADS_1


Aku masih terbingung apa yang terjadi . Bunda hendak memaksa memabawa ku pergi . Tapi tanganku diraih oleh nenekku . Hingga terjadi rebutan.


Ya akulah obyek yang mereka perebutkan . Karena tak mau ribut bunda akhirnya melepaskanku. Meski beliau tau aku takkan bahagia.


Hari haripun berlalu . Kini nenekku begitu over protektif padaku . Ketika bunda datang mengunjungiku . Nenekku selalu menyembunayikanku dirumah teman atau tetangganya.


3 bulan telah berlalu . Aku hidup berdampingan dengan kekejaman nenekku . Aku masih ingat saat itu usiaku 4,5 th .


Bunda tak kehilangan akal untuk memiliki ku . Akhirnya pada suatu hari pakdhe ku / kaka dari bundaku datang mengunjungiku.


Karena dadakan . Nenekku tak sempat menyembunyikanku .


Pak dheku merencanakan penculikanku karena menurut penuturannya bundaku selalu menangis saat mengingatku .


Saat aku sedang sendiri dan nenekku pergi kedapur . Pak dhe ku langsung menggendongku dan membawaku berlari menuju ke tempat dimana bundaku berada .


Bunda yang melihat pak dheku berlari menggendongku bergegas mencegat bus mayasari untuk segera pulang.


Alhamdulillah usaha bunda dan kakaknya tak sia-sia . Kini aku berada dipelukan bunda.


"Kaka biar dirumahmu dulu ya mas. Kalo dirumahku nanti neneknya nyamperin". Pinta bunda pada pakdheku.


"Iya gampang . Nanti kamu pindah aja ke citeureup". Ucap pakdhe.

__ADS_1


Lalu aku dibawa oleh bunda dan pak dheku menuju ke kontrakan pak dheku yang berada dikampung gudang - Citeureup.


Saat itu pak dheku masih menjabat sebagai mandor bangunan . Karena letak pekerjaan yang tak jauh dari kontrakannya anak buahnyapun tinggal di rumah kontrakannya.


Aku masih belum mengerti apa - apa . Aku melihat pakdheku serta para anak buahnya sedang asik bermain playstasion.


Aku yang hyperaktif berjalan - jalan melihat bagian - bagian rumah hingga aku menemukan kamar mandi .


Didalam kamar mandi yang luas . Terdapat sebuah sumur . Aku yang belum mengerti mencoba melihat kedalam sumur . Apa yang ada disana .


Hingga akhirnya aku iseng. Ya aku iseng mencoba meludah kedalam sumur.


Saat asik meludah salah seorang dari anak buah pakdheku . Sebut saja lek sukir masuk ke kamar mandi.


"Heeyy. Bocah ini gimana . Sumur kok diludahin". Ucapnya.


"Kenapa kir ?". Tanya pak dheku yang menghampiri.


"Ini lho ponakanmu mas . Masa sumur di ludahin. Kalo kecebur gimana ?". Ucap lek sukir.


Lalu pak dheku pun segera menggendongku dan membawanya keruang tivi.


Semenjak peristiwa itu . Gerak gerikku pasti diawasi kemanapun aku pergi. 

__ADS_1


__ADS_2