
Aku telah usai melewati masa liburanku . Masa liburan yang hanya aku isi dengan bermain dan menonton tivi . Eits jangan salah walau aku tak pernah belajar. Nilaiku cukup kuat untuk mengantarkanku masuk 3 besar .
Kini saatnya aku kembali kesekolah . Sebuah tempat berkumpul bagi anak-anak kampung . Aku melihat kakak-kakak kelasku yang melaksanakan olah raga.
Ya . Waktu itu aku sedang izin kekamar mandi . Aku melihat kakak kelasku yang mendapatkan mata pelajaran olahraga dilapangan .
Aku merasa sedikit aneh karena pelajaran olah raga yang aku tau adalah bermain sepak bola ataupun voly atau bulutangkis . Tapi kali ini kakak kelasku melompat lompat .
Ada sebagiam yang melompat ke pasir tanpa penghalang dan ada juga yang melompati pengahalang dan beralaskan matras.
Aku masih bingun apa olah raga yang dilaksanakan kakak kelasku tapi hingga aku kelas 3 sd pun aku tak mendapat jawabannya.
Diruang kelas ku sedang duduk seorang guru yang usianya sudah cukup senja. Mungkin beberapa tahun lagi akan pensiun .
Yups. Dia adalah pak sukudi . Guru kelas pembimbingku . Waktu aku masih MI satu kelas yang mengajar seluruh pelajaran kecuali agama dan olah raga adalah satu orang yaitu pak sukudi .
Aku tak terlalu menghiraukan pelajaran . Aku malah asik membuat perahu kertas yang akan aku hanyutkan kedalam got pas istirahat nanti.
Karena seringnya aku membuat perahu kertas yang bahannya menggunakan buku pelajaranku memaksaku boros buku . Tak jarang nenekku yang mengasuhku jengkel dengan tingkahku yang setiap seminggu sekali ganti buku. Haha.
Duduk dikelas 2 MI tak membuatku merasa terbebani maupun tertekan . Teman sekelasku masih itu itu saja sehingga aku tak perlu mengkhawatirkan pesaingku dalam 3 besar .
Mega adalah seorang murid wanita yang menyabet gelar terbaik dikelas 1 kemarin . Wajar sih dia anak yang sangat rajin . Belakangan aku tau julukan untuknya yaitu kutu buku.
Kebutuhan sekolahku serta jualan yang mulai sepi membuat ibundaku pergi merantau kembali . Ya . Entah kemana beliau pergi . Yang aku tahu dia akan pulang jika aku libur semester maupun lebaran .
Bunda menghidupi aku nenekku dan kedua adikku seorang diri . Beliau adalah seorang wanita yang kuat fikirannya . Meski beliau hanyalah lulusan SMP tapi tekadnya sangat bukat untuk memenuhi kebutuhan kami berempat.
Ditinggal bunda tak membuatku merasa kehilangan . Kini aku sudah lumayan memiliki teman . Meski hanya 1 / 2 orang tapi kami seringkali melakukan hal bodoh yang menurut kami menyenangkan .
Akupun mulai kenal yang namanya kelereng . Aku riyan ilham dan aris seringkali main kelereng bersama .
Aku paling payah dalam memainkan kelereng sehingga memaksaku seringkali membeli kelereng diwarung.
Jaman dulu harga 10buah kelereng hanyalah 500rupiah . Jika aku menghendaki membeli kelereng maka aku harus ikhlas aku tak jajan disekolah karena uang sakuku hanya 500.
__ADS_1
Singkat cerita semester 1 pun usai . Seperti biasa aku masih mendapat 3 besar . Ya dalam semester ini aku mendapat ranking 3 dikelas.
Aku cukup bangga dengan raihanku. Meski aku tau itu kurang tapi aku harus berpuas diri dengan hasilku.
Aku memang tipe anak yang susah untuk belajar . Menurut minsedku belajar hanyalah sebuah kegiatan tak berguna karena seringkali aku pasti lupa walau semalaman telah mebacanya .
Selerti biasa ketika aku masuk 3 besar bundaku selalu memberikanku reward. Kali ini aku dibelikan sebuah mainan robot-robotan . Robot jaman dulu belum sebagus sekarang yang bisa bergerak dengan remot . Jaman dulu adalah robot yang hanya seperti pajangan saja . Jika kita menginginkan ia bergerak maka kita harus menggerakkannnya dengan tangan kita.
Singkatnya . Kini aku telah memasuki semester 2. Aku semakin aktif bermain karena memang aku memilkki teman2 yang menurutku cukup baik. Kami selalu bermain bersama meski tak jarang pertengkaran terjadi diantara kita.
Kini saatnya aku menempuh ulangan akhir semester 2 dikelas 2.
Raihanku yang cukup memuaskan sebelumnya membuatku sombong. Ya aku bukan lagi di taraf percaya diri tapi aku lebih condong kepada kesombongan .
Dalam hatiku saat aku melihat teman yang lain belajar aku tertawa . Ya hanya orang bodoh yang belajar. Itu isi otakku.
UAS pun selesai dilaksanakan . Saat pembagian rapotpun tiba. pak sukudi membagikan rapot masing2 anak.
Setelah mendapat pembagian rapot aku memang tak langsung membukanya . Karena aku percaya paling juga dapet ranking 2 fikirku.
Sontak saja aku menangis. Aju menyesal terlalu menyepelekan . Aku takut jika nanti bunda tau dan ia kecewa lalu memarahiku habis-habisan .
Mendengar aku menangis sanak family yang tinggal disekitar rumah nenekku berdatangan . Mereka fikir ada sesuatu yang berbahaya denganku.
"Kayak gitu gausah dimarahin yul. Mungkin dia sanggupnya dapet ranking segitu". Celetuk adik nenekku.
"Loh engga ko siapa yang marahin . Dianya aja nangis sendiri". Ucap bundaku .
Aku mencoba meredam ketakutanku setelah mendengar ucapan bunda dan aku berangsur-angsur tenang .
Hari hari pun berlalu . Karena aku telah menerima raport kini sudah waktunya aku memasuki liburan .
Seperti biasa agenda wajibku adalah menonton tivi. Serial kartun yang membuatku anteng didepan tivi.
Acara kartunpun telah habis aku memutuskan bermain dengan bolaku. Bosan bermain dengan bola aku memanjat pohon mangga yang ada didepan rumah nenekku.
__ADS_1
Pohon mangga yang berada didepan rumah belum terlalu tinggi . Mungkin sekitar 2 meter. Karena diatasnya terdapat sambungan kabel listrik.
Pohon mangga tersebut berbentuk huruf Y mirip ketapel . Aku baru sekali memanjatnya dan kini aku penasaran untuk memanjat lagi.
Dengan percaya diri aku memegang batang pohon dan mulai merangkak naik . Dengan susah payah akhirnya aku sampai diatas.
aku tak memiliki tujuan apapun memanjat pohon ini . Tujuanku hanyalah sampai diatas dan menakhlukkan pohon tersebut.
Aku melihat keadaan sekelilingku dari atas pohon . Aku cukup bangga karena aku bisa sampai diatas sini. Ya aku sangat senang .
Bosan berada diatas pohon akupun berniat untuk turun . Sialnya aku terperosok dan pahaku terjepit diantara batang pohon.
Sontak aku menangis dan seperti biasa tetanggaku pada respect dan menghampiriku.
Nenekku meminta tolong kepada tetanggaku sebut saja pak mul.
"Pak . Ini gimana cucu saya kejepit". Ucap nenek.
Pak mul mencoba mengeluarkanku dari jepitan pohon . Tapi sialnya kakiku terlalu dalam kejepit hingga susah untuk dikeluarkan.
"Ambil gergaji aja . Digergaji". Ucap pak mul .
Aku menangis lebih kencang . Aku takut jika kakiku akan digergaji.
"Hahahah dikira mau gergaji kaki kamu ??". Ejek pak mul .
Setelah gergaji berada ditangannya pak mul pun menggergaji batang pohon hingga kakiku dapat terlepas dari cengkraman batang pohon.
akupun dibawa kedalam rumah dan mengalami shock yang cukup berat . Akhirnya aku putuskan untuk istirahat dan tidur.
Haripun berlalu . Aku sedang bermain kerumah amin . Ya amin adalah salah satu teman baikku. Kita seringkali mandi disungai bareng .
"Ndik . Mau bubur ga ?". Tanya amin .
Ya amin melihat sebuah bubur bayi jatah dari pemerintah . Aku hanya mengikuti apa maunya . Sehingga kamipun menyeduh bubur. Hahaha anak kelas 3 sd makannya bubur bayi.
__ADS_1