Si Bolang

Si Bolang
pindah sekolah


__ADS_3

Hariku sangat indah . Sebagaimana anak kelas 3 MI , aku menikmati hari dengan sekolah . Makan bermain .


Hari itu adalah hari rabu. Aku masih ingat saat itu sore hari kawan-kawan sepermainanku mengajakku bermain sepeda .


Sial bagiku aku belum memiliki sepeda . Sehingga aku memaksakan diri menaiki sepeda jengki milik bundaku .


Ya . Karena kebutuhan yang mendesak . Memaksa bunda kembali merantau ke bogor . Bunda adalah tulang punggung bagi kami sekeluarga .


Bundaku adalah sosok wanita yang kuat . Karena paras yang menawan. Tak sedikit pria-pria sekampung yang mencintainya . Tapi bundaku tak mau tergesa-gesa memilih laki-laki . Nampaknya luka yang kemarin ia terima memaksanya menutup hati erat-erat.


Aku . Aldi . Ni'am dan fitri bermain sepeda menuju ke jalan yang menanjak . Yups . Jalan desaku memang terdapat tanjakan yang cukup tinggi sehingga akan terasa asik ketika menuruni tanjakan karena kita tak perlu mengkayuh sepeda kami .


Kondisi jalanan desa memang masih berbatu .tapi tak menghalangi niat kami untuk bermain sepeda .


Aku mencoba meluncur pertama kali . Dengan penuh percaya diri serta kecepatan tinggi aku menuruni tanjakan . Tepat sebelum jembatan apes menerpaku .


Aku menabrak sebuah batu yang cukup besar sehingga membuat sepeda yang aku naiki oleng kekanan dan akupun terjatuh.


Aku menangis sejadi-jadinya saat aku melihat lututku robek menganga. Beruntungnya ada seorang tetanggaku sedang lewat dan menolongku.


"YaAllah kamu kenapa lee ?". Tanya mbah pariyono.


Aku diam... dan tetap menangis .


Mbah pariyonopun mendirikan sepedaku dan lalu menggendongku .


Aku tak sanggup rasanya untuk berjalan sehingga mbah pariyonopun menaikkanku keboncengan sepeda dan lalu mengantarkanku pulang.


Seperti biasa nenekkupun langsung saja memarahiku . Aku diam saja dan lalu meninggalkan nenek yang masih ngomel menuju kekamar.


Aku didalam kamar merasakan kakiku yang begitu nyeri . Aku memikirkan bagaimana aku bersekolah besok . Aku meresapinya hingga aku tertidur .


Keesokan harinya aku berangkat sekolah dengan tertatih-tatih . Aku tak mau sedikitpun tertinggal pelajaran . Walau luka dikaki masih menganga . Aku tetap nersemangat sekolah .

__ADS_1


Waktu istirahatpun tiba . Aku mengerjakan PR yang kemarin dari bu tuminah . Dan seperti biasa teman-temanku berkumpul disekitarku untuk mencontek .


Selesai mengerjakan PR aku berniat menuju ke kantin sekolah . Sebelum keluar pintu aku dicegat oleh teman sekelasku yang bernama ulil.


"Mana buku lo . Gw mau nyontek ". Ucapnya.


Ya , ulil memang salah satu murid badung yang berada sekelas denganku.


"Fikir aja sendiri . Gw mau kekantin". Jawabku ketus .


"Sialan lo berani ama gw ?". Ucapnya .


Lalu ulil menendang luka dilututku . Akupun tersungkur jatuh dan merasakan nyeri yang teramad sangat . Aku tak bisa bergerak hingga arif menolongku dan memapahku.


Aku meminta arif untuk mengantarkanku menuju ke kantor guru guna meminta izin pulang . Setelah mendengar alasanku . Gurupun mengizinkanku pulang .


izim telah kukantongi . Dan tanpa banyak bertanya akupun pulang diantarkan oleh arif.


"Kok udah pulang ka ?". Tanya nenekku.


"Besok nenek antar . Nenek pindahin aja sekolahmu". Ucapnya.


Akupun beristirahat dikamarku.


Keesokan harinya nenekku benar-benar datang kesekolahku .aku dilarang untuk masuk kekelas dan nenekku lalu mengajakku menuju ruang kepala sekolah.


"Permisi pak ". Ucap nenekku .


"Oh iya silahkan duduk bu . Ada apa gerangan kemari?". Tanya pak kepsek .


"Saya mau minta surat pindah sekolah untuk cucu saya pak". Ucap nenekku.


"Loh kenapa ? Sayang banget bu padahal dia anak yang cerdas loh". Ucap kepsek .

__ADS_1


"Disini dia dimusuhi terus pak sama teman-temannya . Belum ada sebulan aja udah 3x berantem". Ucap nenek.


"Tunggu sebentar ya". Ucap kepala sekolah yang lalu keluar dari ruangan .


Aku dan nenekku masih menunggu di ruang kepsek . Tak lama kemudian pak kepala sekolah kembali bersama dengan pak abdul.


Pak abdul adalah salah satu keluarga nenekku . Karena pak abdul adalah adik dari ibu nenekku.


"Kenapa to bu kok mau dipindahin ? Sayang banget kan . Kalo disini dia mendapat pendidikan agama ". Ucap pak dul .


"Gak bisa pak . Saya tetep pengen memindahkan sekolahnya". Ucap nenekku yang bersikeras ingin meindahkan aku .


Akhirnya setelah negosiasi yang alot. Pihak sekolahkupun memberikan surat pengantar serta dokumen pendukung untuk kepindahan sekolahku.


Aku cukup senang dipindah sekolah karena nantinya aku bersekolah bersama dengan ni'am teman ngajiku.


Setalah proses pencabutan berkas usai aku dan nenekku pun pulang kerumah .


Keesokan harinya aku mendaftar disekolah baru . Aku memang seorang anak yang pendiam diawal . Jika aku tak ditanya terlebih dahulu maka aku takkan menyapa. Tapi ketika aku disapa 1 kata . Maka aku akan membalas puluhan kata.


Ya . Aku tergolong anak yang CEREWET ketika sudah kenal . beruntung bagiku karena aku satu kelas dengan ni'am . Tak perlu bersusah payah aku dengan mudah menyesuaikan diri.


Hari pertama disekolah baru memang menjadi sebuah tantangan tersendiri . Apalagi basic ku yang tadinya bersekolah di MI yang lebih banyak pelajaran agamanya menjadi SD yang lebih banyak akademiknya.


Akupun mulai menulis jadwal serta mencatat kebutuhan buku tulisku yang masih berkurang .


Singkatnya . Aku telah sebulan bersekolah di SD ini . Aku mendekati salah satu teman sekelasku cewe yang berbody paling bongsor . Ya dia adalah alfi . Seorang wanita tinggi besar yang lebih cocok menjadi anak SMA .


Saat itu hari senin . Aku ni'am alfi serta ambar sedang berbincang . Tak lama berselang kami mencium bau yang teramat busuk . Sontak kami berempat saling tuduh karena tak merasa buang angin.


Sesaat kemudian aku memperhatikan seisi kelas . Ternyata cukup sepi dan hanya ada tresno yang berada dibagian kiri meja kami berempat .


Aku mencoba mengendus ternyata benar bau busuk berasal darinya . Sontak saja aku meneriaki dan menertawakan tresno . Ternyata dia berak di celana . Dan lalu ia menangis karena seisi kelas menertawainya .

__ADS_1


Entah karena malu atau bagaimana tresno meminta pulang kepada guru kelas dan akhirnya tresno dipulangkan .


Sontak seisi kelas membicarakan tresno karena berak dicelana .


__ADS_2