Si Bolang

Si Bolang
awal petualanganku


__ADS_3

Aku sudah mendekati kenaikan kelas 4 . Hari itu aku amin dan ridwan pergi ke hutan untuk mencari sarang burung.


Ya aku untuk pertama kalinya pergi kehutan sesangkan amin dan ridwan sudah beberapakali.


Kami berjalan menyusuri jalan setapak yang terdapat pada persawahan . Dengan semangat 45 kami terus berjalan.


Sekitar 5 km kami berjalan . Akhirnya hutan yang kami tuju telah terlihat.


"Eh itu diatas ada satang tekukur". Ucap amin sang pemimpin petualangan .


"Panjat kek". Ucap amin yang menunjuk ridwan . Ya kami sering memanggil ridwan dengan sebutan tokek.


Lalu ridwanpun naik keatas .


"Baru ada telur 2". Ucapnya diatas sana .


"Yaudah biarin aja dulu. Ntar kita lihat lagi". Ucap amin .


Lalu tokekpun turun dan kami melanjutkan mencari .


"Aku kemarin udah lihat ada sarang pentet disana . Kemarin sih masih telur. Coba lihat yuu". Ajak amin.


Lalu kamipun menuju kesebuah pohon mahoni yang terdapat sarangnya.


Benar . Diatas sana ada sebuah sarang pentet.


"Dik panjat giih". Ucap amin .


Lalu aku memanjatnya . Lumayan tinggi juga menurutku . Sekitar 3 meter dari permukaan tanah .


"Dik lo liat dulu ya . Gw sama tokek lihat yang satunya disana". Ucap amin.


Lalu akupun telah sampai diatas . Tapi aku kecewa . Ternyata sarangnya kosong . Mungkin sudah diambil orang.


Memang waktu aku kecil kami anak-anak sebaya sering berebut sarang burung. siapa cepat dia dapat meskipun orang lain yang lihat pertama kali .


Karena kecewa aku turun. dengan berhati-hati akhirnya aku telah sampai dipermukaan tanah.


Aku mencari kedua teman-temanku . Tapi mereka tiada menyauti panggilanku . Aku putus asa untuk mencari mereka hingga aku putuskan mencoba mengingat jalan pulang .


Aku berjalan mengikuti instingku. Aku yang masih belum tau seluk beluk hutan ini pun kesasar.


Jalanku terhalang tanaman jagung yang tingginya melebihi tinggi badanku . tapi aku tak patah arang . Aku menerobos kedalam jejagungan . Walau jarak pandang yang minim . Aku tetap memaksakam instingku . Hingga aku menemukan tepian jagung.


Aku masih berjalan entah kemana . Aku yakin aku berangkat tak melewati jalan ini .


"Hoiii. Lo nyolong jagung ya". Suara pemilik ladang yang jagungnya aku lewati .


Karena beliau mengacung kan parangnya . Aku spontan berlari . Ya aku berlari entah kemana. Hingga aku jatuh tersandung pembatas sawah .


Bukan hanya tersandung . Ternyata aku menghantam sarang tawon madu. . Aku hanya biasa berdiam dan menangis saat ratusan tawon menyerangku .


Akhirnya aku mencoba bangkit dan jalan perlahan . Meski aku masih merasakan tawon-tawon menyerangku tapi aku sudah tak peduli .

__ADS_1


"Kamu kenapa lee ?". Tanya seorang nenek yang sedang mencari rumput.


Akupun menghampirinya dengan masih menangis.


"Sini nenek obatin". Ucapnya.


Lalu nenek itu nampak mengambil kembang . Entah kembang apa dan lalu ia mengusapkannya kewajah serta badanku yang penuh dengan sengatan tawon.


"Kamu anaknya siapa ?". Tanya nenek itu . Mungkin aku yang asing dimatanya.


"Aku anaknya ibu yuli mbah . Orang xxxxx". Ucapku seraya mengucap desaku.


"Owalah . Kalo desamu nenek tau tapi kalo ibumu nenek ga tau". Ucapnya.


"Yaudah ikut nenek aja . Nanti biar dianter anak nenek". Tambahnya .


Tanpa curiga aku mengikuti nenek . Kali ini aku sudah tenang hingga sampailah dirumah nenek itu.


Aku melihat langit sudah senja . Nenekku pasti khawatir karena aku belum pulang .


"Di..... kamu lagi ngapain ?". Tanya nenek tadi kepada seorang laki2 yang mungkin berusai 25th nan.


"Kenapa bu ? Aku mau mandi". Ucap sang anak .


"Jangan mandi dulu . Anterin dulu ini anak kesasar di sawah tadi". Ujar sang nenek.


"Emang kamu anaknya siapa ?". Pertanyaan yang terulang lagi .


Akhirnya aku menjawab.


"Aku cucunya xxxxx (nama nenekku).". Ucapku.


"Owalah.... kalo itu nenek tau ". Ucap nenek tadi.


Ya . Simbahku memang seorang pengepul hasil pertanian didaerahku . Simbah juga sering keluar desa untuk membeli hasil pertanian .


Memang simbahku cukuplah terkenal . Sebelum alm.simbah kakung meninggal . Mereka adalah satu-satunya pengepul yang berjaya . Bahkan orang pertama yang memiliki mobil bak terbuka didaerahku.


Akhirnya sesuai permintaan nenek tadi . Sang anakpun mengantarkanku pulang .


Ditengah perjalanan aku mendengar kumandang adzan maghrib .


"Udah saya antar sampe sini aja ya . Nih buat kamu". Ucapnya.


Ya. Pak paidi mengantarkanku sampai didesaku . Tak jauh dari rumah dan lalu beliau memberikanku uang 1rb rupiah.


Aku lalu berjalan untuk pulang.


Setelah kejadian aku ditinggal oleh amin dan tokek . Aku dilarang untuk berteman dengan mereka lagi . Akhirnya akupun mencari kawan lagi.


Tak perlu susah payah mencari aku mendapat seorang kawan bernama niam . Niam memiliki badan sedikit lebih tinggi dariku . Tapi dia jauh lebih kurus dariku .


Seperti biasa . Pagi hari aku bersekolah . Aku memasuki ruang kelas biasaku.

__ADS_1


Karena aku berangkat pagi . Aku memilih bangku paling belakang. Ya . Aku memang hobby duduk dipaling belakang .


5 menit sebelum bell masuk . Seorang murid kelasku memasuki ruangan . Dengan langkah sok dia mendatangi tempat dudukku.


"Lo pindah depan . Gw duduk disini". Hardiknya.


"Siapa elo merintah2" . Tolakku.


"Anji** lo". Teriaknya yang lalu memukul wajahku .


aku berdiri dari dudukku . Kami terlibat adu jotos . Tapi sialnya aku kalah. Meskipun pertarungan cukup sengit . Tapi harus aku akui dia jauh lebih lincah.


Aku mendapat beberapa luka memar diwajahku . Bahkan hingga menyebabkan bawah mataku membengkak.


Aku pulang kerumah dengan perasaan was2 takut jikalau nantinya nenekku tau dan memarahiku.


"berantem lagi ka ??". Tanya nenekku.


Ya aku memang sudah beberapa kali berantem dan pasti berakhir dengan kekalahanku.


"Kenapa ?". Tanya nenekku lagi .


Akupun menjelaskan hal ihwal masalahku . Nenekku tak terima dan berniat esok harinya hendak memarahi orang yang membuat aku bonyom.


Aku sempat melarang nya . Tapi nenekku bersikeras untuk melabrak anak itu .


Hari ini aku berangkat ke sekolah diantarkan oleh nenekku . Sesampainya disekolah nenekku menunggu sampai bell masuk agar semua murid berkumpul .


Benar saja . Setelah ditengah pelajaran nenekku menghampiri kelasku mencari aku . Mencari anak yang kemarin membuatku bonyok dan setelah mendapat persetujuan dari guru kelas nenekkupun memanggil anak itu.


tanpa kompromi gurupun menghukum anak itu dengan cara berdiri didepan dengan menjewer kupingnya sendiri sambil berkata takkan mengulangi perbuatannya lagi .


Singkat cerita waktu pulang sekolahpun tiba . Aku pulang sendirian . Temanku kini memang berbeda sekolah dengan ku karena sekolahku di MI sedangkan teman-teman sekampungku bersekolah di MI .


Pulang sekolah . Makan . Dan mandi . Lalu aku berangkat bersekolah ngaji .


Ya . Bunda memang memaksaku untuk sekolah ngaji agar agamaku terpondasi. Agar aku tak menjadi anak yang bandel dan rajin ibadah . Tapi cita-cita itu tak pernah terwujud karena bahkan aku tak pernah melaksanakan puasa .


sekolah mengaji menurutku sekolah yang cukup menyenangkan . Disaat anak-anak kota mungkin sedang tidur siang aku masih menuntut ilmu..


Pelajaran yang diberikanpun seputar fauhid dan nahwu serta pengetahuan agama yang lebih mendetail.


Pak kin adalah guruku saat aku bersekolah ngaji . Beliau adalah sosok guru yang berwibawa hingga anak didiknyapun menurut.


Yang mengajakku sekolah mengaji adalah niam . Dialah yang menyemangatiku agar aku mau sekolah ngaji.


Sepulang sekolah mengaji . Aku pulang bersama niam . Kami saling bercanda tawa .


sesampainya di jembatan . Niam mengisengiku dengan menggunakan ulat bulu. Ya ulat yang menyebabkan gatal-gatal hingga seluruh badanku bentol-bentol.


Sesampainya dirumah nenekku kembali murka . Luka kemarin yang belum pulih kini ada lagi kejadian yang membuatnya sakit hati hingga nenekku naik pitam dan melabrak niam dirumahnya.


Aku tak mau menyaksikan . aku tak tega satunya sahabatku diamuk oleh nenekku . Tapi apalah dayaku untuk melarang nenekkupun aku tak kuasa.

__ADS_1


__ADS_2