Si Bolang

Si Bolang
ayahku dipecat


__ADS_3

Kesibukan kedua orang tuaku untuk bekerja , memaksa mereka menitipkan ku pada nenekku . Meski mereka tau nenekku sangatlah galak . Tapi mereka tak memiliki pilihan lain . Beruntung bagiku memiliki 2 orang tante yang sangat sayang padaku . Disaat nenekku hendak berbuat kasar . Tanteku selalu membelaku dan membawaku keluar.


Pagi itu adalah hari minggu . Ayah dan bundaku sedang berkumpul dirumah . Pukul 5 pagi . Mereka berdua mengajakku untuk pergi.


Kami menuju pacuan kuda . Ya , andik kecil sangat senang menaiki kuda . Raut keceriaan yang ditunjukkannya mampu menghapus lelah mereka .


Haripun berlalu . Aku masih ingat hari itu adalah hari kerja . Tapi disiang hari ayahku telah pulang .


Beliau mengajakku bermain sebentar dan lalu meninggalkanku untuk tidur.


Sore harinya bundaku telah pulang dari kerjanya.


"Bun . Maafin ayah . Ayah baru aja di PHK". Ucap ayahku .


Andik kecil tak mengerti apa itu PHK . Yang ia tau hanyalah jajan dan bermain .


"yang sabar yaah . Coba aja masuk - masukin lamaran lagi". Ucap bundaku.


"Iya bund ". Jawabnya.


Hari haripun berlalu ayahku sudah menganggur selama sebulan . Pesangon yang didapat ayahkupun kian menipin.

__ADS_1


"Yah . gimana ya ? Kalo ayah gak kerja terus gini repot kita yah kalo cuma ngandelin gaji bunda yang ga seberapa. Ayah cobalah cari alternatif kerjaan lain yang penting menghasilkan dan halal". Ucap bundaku.


"Apa gini aja ya bund . Pesangon ayah kan masih cukup tuh. Ayah mau beli motor buat ngojek". Ucap ayahku.


"Yaudah gapapa yah . Selama itu benar dan ga merugikan orang lain bunda dukung". Ucap bundaku.


Akhirnya keesokan harinya ayahku membeli sebuah motor bermerk yamaha keluaran 75. Motor berbody mungil yang akan digunakan sebagai alat mencari uang ayahku.


Hari pun berganti minggu. Ternyata menjadi seorang tukang ojek tidaklah mudah. Ayahku bahkan sering pulang malam .


Meski ayahku pergi pagi pulang malam . Penghasilannya hanya cukup untuk makan saja . Andik kecil yang tumbuh begitu banyak jajanannya . Apalagi berkumpul dengan para tetangga yang notabene anak konglomerat.


Andik kecil gamau tau tentang kondisi keuangan keluarganya . yang ia tau hanyalah minta jajan dan mainan saja .


Disisi lain nenekku tak mau ambil pusing . Ketika ayahku curhat kepadanya.


"Kalo ribet tinggalin aja bud . Masih banyak cewe ini". Itulah kalimat sakti nenekku yang begitu sayang putranya.


Karena desakan dari bundaku serta kalimat sakti nenekku . Ayahku mulai jarang pulang . Ia beralasan bahwa dirinya mencari uang agar memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya .


Saat ayahku tak berada dirumah nenekku mencemooh bundaku.

__ADS_1


"lu tu gapantes buat budi . Lu cuma orang kampung bisa apa ?". Itulah cemoohan nenekku.


Kejam ? Ya sangat kejam . Tapi bundaku masih kuat menghadapi terpaan angin yang melanda bahtera rumah tangganya.


6 bulan telah berlalu . Bundaku sedang hamil muda tak mau terbebani oleh cemoohan nenekku .


Ya . Aku dan kedua adikku masing2 hanya terpaut 2 tahunan saja. Jadi saat aku berusia 4 th aku telah memiliki 2 orang adik.


"Tante. Aku titip kaka yaa. tante tau kan gimana ibu sama aku . Ayahnya juga jarang pulang sekarang. Aku mau kebogor aja tee. Mau ketempat kakakku". Pamit bundaku kepada tanteku.


"Yaudah mba . Nanti kaka biar aku sama yani yang jagain". Ucap tante yati.


Akhirnya bundaku meninggalkan aku . Aku memang belum mengerti . Aku lebih dekat dengan tanteku karena bunda sering meninggalkanku untuk bekerja . Jadi aku tak menangis saat bunda meninggalkanku.


Singkat cerita andik kecil tumbuh diantara kekejaman nenekku . Ya nenekku sangatlah killer . Salah sedikit pasti sapu lidi menghantam bokongku.


Hari haripun berlalu. Kini andik kecil telah berusia 4 th . Andik kecil tumbuh dengan pigmen kulit yang tipis sehingga kulitnya berwarna putih . Mata sipitnya membuat andik kecil sering disebut etnis lain.


Bundaku hanya sesekali menengokku . Beliau harus pintar membagi waktu antara aku dan kedua adikku . Adikku yang terakhir masih bayi . Bahkan saat kelahirannya . Ayahku tak ada disamping bundaku.


Andik kecil makin bertambah nakal sehingga membuat geram nenekku.

__ADS_1


Aku dicubiti hingga seluruh pinggangku memerah.


"Hallo mbaa. Mba bisa ambil andik gak ? Tapi pas ibu gaada biar gaada yang melarang. Soalnya bulan depan aku mau menikah mbaa". Ucap tanteku ditelefone.


__ADS_2