Si Bolang

Si Bolang
perpisahan termanis


__ADS_3

Aku masih ingat . Hari itu adalah hari sabtu. Bundaku berniat membawaku pulang kekampung halamannya .


Ya . Aku akan berkumpul dengan adik - adikku . Bersama dengan pak dhe ku kami berangkat menuju pool garuda mas yang berada di cakung.


"Assalamualaikum yah. Kaka hari ini mau aku bawa pulang . Kalo kamu mau lihat kaka , aku di pool garuda". Itulah pesan sms yang dikirimkan bundaku kepada ayahku .


Yups , walaupun ayahku jarang pulang dan terkesan menelantarkan anak istrinya . Tapi sebagai istri yang berbakti . wajib hukumnya bagi bundaku mengabari ayahku.


Jam menunjukkan pukul 12 siang . Aku bunda dan pak dhe ku telah sampai di pool garuda .


Tiket telah dipegang oleh pakdheku . Tak lama berselang nenekku bersama dengan ayahku dan tante yani menghampiri kami di pool.


Sial bagi bundaku . Nenekku bersikeras membawaku kembali ke cempaka putih . Saling tarik pun tak ter elakkan . Tapi dengan sigap pakdheku membawaku masuk kedalam bus yang hendak kami tumpangi .


Memang jadwal keberangkatan pukul 13:00wib. tapi demi keamananku pakdheku terpaksa sabar menunggu didalam bus.


Tak disangka . Ayahku dan nenekku membeli tiket bus yang sama denganku . Nenekku bilang walau tak bisa membawaku lagi . Tapi beliau hendak mengantarkanku menuju kamoung halaman bundaku .


Setelah menempuh perjalanan cukup panjang . Kamipun akhirnya sampai dikota purwodadi . Ya kota dimana aku dibesarkan . Kota dimana andik kecil tumbuh dan berkembang .


Sesampainya dikampung halaman . Nenekku dan ayahku membelikan beberapa buah mainan serta pakaian . Andik kecil yang biasanya tak melihat pelataran yang begitu luas . Cukup senang berlarian dipelataran rumah .


Para tetangga nenekku (ibu dari bundaku) cukup welcome denganku . Saat itu aku masih berkulit putih dan bundaku selalu memanggilku dengan sebutan kakak.


Orang kampung yang tak terbiasa dengan sebutan kakak (sebutan lain dari mas ) pun mengikuti panggilan bunda.


Dari berbagai latar entah anak2 sebayaku . Remaja . Hingga dewasapun semuanya memanggilku dengan panggilan kakak.


Saking terkenalnya panggilanku . Bahkan jarang orang yang tau nama asliku .

__ADS_1


disaat bunda , kedua nenekku , ayahku , pakdheku dan para tetangga sibuk berbincang. Aku berjalan2 berkeliling rumah .


Aku yang belum tau kacang panjang merasa kagum . Bukan karena pohon atau buahnya . melainkan penyangga yang terbuat dari bambu sebagai tempat merambatnya kacang panjang .


Andik kecil memang hyperaktif . Akhirnya aku cabut bambu tersebut dan membawanya ke jalanan .


Aku mencegat para pengendara motor yang hendak lewat . Mungkin mereka merasa bingung dengan tingkahku . Tapi mereka dengan sabar memberitahuku agar tak bermain dijalanan.


Aku memang keras kepala . Aku tak mengindahkan apa kata pengendara tadi . Aku masih bermain dijalanan dan masih mencegat orang2.


"Kakak. Jangan main dijalan . Sini pulang". Panggil bundaku .


Tapi aku tak mendengarkan . Aku malah berlari menjauh . Akhirnya ayahku mengejarku hingga aku terjatuh.


Namanya anak kecil kalo jatuh ya pasti nangis . Hahahha.


Setelah aku dibopong pulang oleh ayahku . Lukakupunn diberikan obat betadine oleh bundaku.


2 hari lamanya ayahku dan nenekku (ibu dari ayahku) berada dikampung halamanku . Akhirnya merekapun memutuskan untuk kembali kejakarta karena negosiasi dengan bundaku tak dimenangkan oleh mereka.


Kehidupanku dikampung sungguh berbeda dengan dijakarta . Kalau dijakarta aku hanya memiliki ruang bermain yang sempit . Disini aku memiliki ruang yang cukup .


Aku semenjak kecil selalu ingin menguasai semua hal . Karena aku seorang laki-laki bundaku membelikanku bola plastik kecil . Ya . aku menyukainya saking sukanya aku dengan bola . Setiap bangun tidur pasti yang dicari adalah bola.


karena aku dan kedua adikku sudah berkumpul dikampung . Ibuku tak lagi merantau . Beliau memutuskan untuk menjadi reseller baju keliling kampung . Panas hujan ia terpa demi sesuap nasi untuk anak2nya.


Sisa kejayaan dari nenekku hanya tinggal sedikit . Selain berpenghasilan sebagai reseller . Keluargaku mengandalkan uang pensiunan dari kakek buyutku .


Aku saat itu telah berusia 5 th . Bundaku akhirnya memasukkanku kesebuah taman kanak - kanak yang berada dikampungku .

__ADS_1


Aku senang bisa berkumpul dengan orang banyak . Kami bermain sambil belajar . Background teman-temanku yang mayoritas hanya anak dari petani membuat kami tak manja . Kami berangkat serta pulang sendiri . Berbeda dengan jaman sekarang yang anak TK selalu ditunggui oleh ibu mereka.


Aku bukan tipe orang yang pemalu . Aku tipe orang pemberani . Oleh karena nya aku bisa berkenalan dengan banyak teman di TK .


Siang hari seusai aku pulang dari sekolah . Aku menyempatkan diri bermain bola. Ya aku bermain seorang diri dengan menendang2 bola menuju dinding rumah nenekku yang terbuat dari kayu.


Haripun berlalu . Aku yang masih belum tau malu sering kali pipis didepan pintu rumah. aku tak peduli dengan adanya kamar mandi . Aku lebih suka yang dekat dan mudah.


Andik kecilpun tumbuh . Kini usiaku sudah 6 th . Akupun dimasukan ke sebuah madrasah ibtidaiyah didaerahku .


Aku masih ingat . Jamanku kelas 1 MI . Usiaku masih 6th tapi usia mayoritas kawan-kawanku 7th . Karena kesenjangan usia . Aku terpaksa diharuskan tinggal kelas .


Bundakulah yang meminta hal itu . Takut nanti anaknya tak mampu mengikuti pelajaran . Padahal saat itu nilaiku tidaklah terlalu buruk karena semua mapel mendapat nilai diatas 7. Tapi tak ada 1 pun yang mendapatkan nilai 9.


Setahun kemudian . Aku sudah menempuh catur wulan terakhir . Alhamdulillah aku mendapatkan ranking 2 dari 40 murid dikelasku . Aku sangat bangga dengan hasilku tersebut.


Aku masih diawasi dengan ketat oleh nenekku serta sanak family dari bundaku .


Aku masih ingat waktu itu aku berada dipertengahan kelas 1 MI . aku terserang demam . Ibundaku membawaku puskesmas terdekat .


Sesampainya dipuskesmas. Bundaku mengurus administrasi terlebih dahulu. Bundaku lengah dalam mengawasiku . Akupun berjalan keluar puskesmas.


Aku melihat sebuah selokan air . Ya . Aku kagum dengan adanya air menggenang seperti itu . Aku penasaran dan akhirnya aku menceburkan diri.


Sial bagiku aku tak dapat naik keatas lagi karena selokan / got yang aku ceburi lebih tinggi dariku.


Bundaku mencari-cariku . Aku mendengar suaranya memanggil namaku. Karena aku merasa malu karena aku sangat kotor . Akhirnya aku putuskan untuk diam . Ya aku berdiam didalam got hingga seorang pria dewasa mengetahui keberadaanku .


Entah siapa beliau yang lalu mengangkatku dari dalam got . Bundaku yang tau akan hal tersebut bergegas menghampiri kami dan mengomeliku

__ADS_1


Ya . Bundaku adalah orang yang galak. Garang . Seringkali beliau mengomeli kenakalanku . Tapi aku tak sekalipun menghiraukan . Aku masih ingin tau tentang banyak halĀ .


__ADS_2