Si Bolang

Si Bolang
last episode of SD


__ADS_3

Hari itu sepulang sekolah aku , ni'am , jiteng dan koko berniat untuk pergi ke sungai .


Siang itu mungkin sekitar pukul 14:22 wib kami menuju ke jembatan .


Ya , jembatan yang digunakan sebagai akses utama penduduk desa di kawasan timur sungai .


Seperti biasa kami berjalan kaki . Niat hati hanya ingin bermain-main saja tapi ada sesuatu yang kami lihat.


"Eh tuh liat ada si antin". Ucap jiteng.


Antin adalah seorang warga berusia sekitar 20th nan . Berbadan bongsor tapi memgalami keterbelakangan mental . Menilik dari situ muncullah ide gilaku.


"Cari pelepah pisang yang kering teng . Kita kerjain". Ucapku.


Tanpa banyak tanya jitengpin mencari pelepah pisang yang sudah kering lalu dilemaskan agar terlihat seperti ular.


Perlahan kami mendekati tempat dimana antin mandi . Hitungan ketiga.....


"Ulaar.... Ular....". Seru kami bersamaan setelah jiteng melempar pelepah pisang kedalam air.


Sontak saja antin naik keatas tanpa mengenakan sehelai benang pun . Kami dengan segera berlari sambil terpingkal-pingkal.


Setelah usai acara mengerjai antin kami berempatpun menuju ke hulu sungai . Ya , tempat rahasia dimana kami sering melaksanakan SMACKDOWN.


"Woyy... Mau kemana kalian ??". Ucap seorang kakek memanggil kami .


Tanpa rasa curiga kamipun menghampiri kakek tersebut.


"Tuh nangka udah mateng tuh . Ambil aja". Ucap sang kakek pemilik sawah.


Tanpa aba-aba jiteng langsung memanjat belum ada 10 menit nangka sudah jatuh dibawah pohon.


Lalu kakek tersebut membelah nangka yang benar sudah matang.


Sial bagiku yang sama sekali tak doyan dengan nangka . Jangankan memakan . Mencium baunyapun sudah sanggup membuat kepala pusing.


Timbullah niat iseng teman-temanku . Dengan berbekal kulit nangka mereka mengejarku dan berniat meletakkan diwajahku agar tercium aromanya .


Aku yang malas untuk menciumnyapun berlari menyusuri persawahan . Dan aku dikejar hingga kami semua kelelahan.


Bosan berkejaran kami kembali ke niat semula . Tapi sebelum itu kami menghampiri kakek tadi .


"Kalo pengen nangka itu ngomong aja . Jangan maling . Kalian kan masih kecil . Kalo kayak gini siapa yang salah". Ucap sang kakek.


Kami yang tak merasa NYOLONG pun mengelak tudingan si kakek.


"Lah . Kita mah dari rumah kek . Baru kesini mau mandi". Ucapku.


"Alah gausah boong deh . Saya ini kan orang tua . Mana bisa kalian boongin . Tuh bekasnya masih ada di sana". Ucap kakek sembari menunjuk bagian tengah sawah yang ditanami kacang tanah.


Kami berempat hanya diam saja karena tak merasa bersalah dan akhirnya kami meninggalkan sang kakek untuk melaksanakan ritual sore yaitu SMACKDOWN.

__ADS_1


Hari itu aku telah resmi menjadi kelas 6 SD . Seperti biasa aku duduk disebelah sahabat baikku Ni'am .


"Selamat pagi anak-anak . Perkenalkan saya Ali syamsudin atau bisa kalian panggil pak Ali . Selama setahun kedepan saya akan mengajar dikelas kalian ". Ucap pak Ali sang guru kelas .


Setelah pak Ali berkenalan kami satu per satu diabsen . Selain bertujuan untuk memastikan seluruh murid Hadir pak Ali pun belum sepenuhnya mengenal anak kelas 6 yang baru naik .


Setelah kami di absen kini saatnya memilih petugas kelas .


"Siapa yang mau jadi ketua kelas ?". Tanya pak Ali kepada seluruh murid .


Untuk hal ini aku sangat antusias . Ya , aku selalu berambisi untuk menjadi pemimpin . Tapi sayang aku belum pernah sama sekali terpilih menjadi ketua kelas .


Selain aku . Ada pula teguh yang mengacungkan tangannya . Teguh adalah mantan ketua kelas kami saat kami kelas 5 kemarin dan aku hanyalah wakil ketua .


Setelah menimang-nimang . Akhirnya pak Ali memilihku untuk menjadi ketua kelas . Ya , selain prestasiku yang tak pernah mendapat ranking 4 akupun dianggap mampu untuk memimpin kelas ini nantinya.


Singkat cerita , jabatanku sebagai ketua kelas sangatlah mudah untuk aku lakoni . Dan semester pertama kelas 6 berakhir dengan rapotku yang bertuliskan angka 1 .


Bangga ? Ya pasti aku bangga . Ini pertama kalinya RISTI kalah denganku . Padahal biasanya aku hanya mendapat ranking 3 / 2.


Skip......


Hari itu kelas 6 sedang jam kosong karena pak Ali ada rapat diluar . Seluruh murid laki-laki kelas 6 bertandang menuju ke SD 3 untuk menantang bertanding bola .


Tanpa banyak babibu . Kami yang membawa squad 30 anak dari kelas 6 dan sedikit kelas 5 pun menuju ke SD 3.


Seperti yang sudah ku duga . Ketika kami ataupun musuh kalah dalam pertandingan . Permainan pasti akan berubah menjadi adu kaki. Aku yang berposisi sebagai penjaga gawang pun tak terlalu khawatir . Tapi aku melihat diseberang sana jumlah pemain team lawan nampak bertambah .


Walau pemain cadangan telah masuk semua hingga teamku 30 orang tapi kami masih tetap kalah jumlah . Permainanpun memanas . Faizin si pentolan kelas nampak sudah emosi dan lalu melempari team lawan menggunakan pasir .


Sontak seluruh pemain kami melakukan hal yang sama hingga saling lemparpun tak terelakkan .


Lemparan pasir yang mengawali tapi batulah yang mengakhiri . Hingga kaca salah satu kelas sekolah lawan ada yang pecah , kamipun berhamburan meninggalkan sekolah itu.


Aku tak risau dengan hal ini . Aku tau teman-temanku sedang dikejar para guru dari sekolah sebelah . Dengan santai aku bersembunyi disalah satu rumah warga dengan dalih meminta air minum.


Saat kondisi sudah lumayan kondusif . Akupun keluar dan kembali menuju kerumah . Itulah pertama kalinya aku tawuran beramai-ramai. Hahahha.


Keesokan harinya aku bersekolah seperti biasa . Yang tak biasa adalah wajah kemarahan dari pak ali wali kelas kami .


Benar saja pak Ali memanggil seluruh siswa kelas 6 dan menanyakan perihal apa yang terjadi kemarin .


Tanpa menutup-nutupi aku menjawab semua pertanyaan pak Ali dengan jujur . Karena tak satupun murid yang berani menajawab .


Akhirnya karena aku sang ketua kelas . Aku dianjurkan untuk memimpin semua anggota yang terlibat insiden untuk mendapat hukuman .


Yups , kami dihukum dengan disuruh hormat didepan tiang bendera hingga bell istirahat berbunyi .


Hari itu aku telah selesai menempuh ujian . Semua soal aku jawab dengan sebaik dan sebisa mungkin . Yah walau memang banyak soal yang susah tapi aku tetap PD untuk memdapat hasil terbaik .


Setelah mendapat hasil yang kurang menguntungkan (aku berada diposisi 5). Liburanpun telah tiba .

__ADS_1


Bundaku telah berjanji jika aku liburan aku hendak disunatkan . (Loh kok baru sunat ?) tradisi di kampungku memang sunat terbaik itu pada kelas 5 - 6 sd karena akan cukup berani untuk disunat .


Hari itu aku pak dheku (kakak ibuku) beserta bunda mengantarkanku untuk sunat . Bunda mengajak kami ke tempat dokter sunat yang baru membuka praktek beberapa minggu yang lalu .


Karena jarak hanya 1 KM tak butuh waktu lama kamipun sampai ditempat yang kami tuju .


Kami masih menunggu antrian karena ada pasien yang hendak di sunat pula .


Aku mendengar jeritan serta tangisan dari dalam ruang sunat membuatku hendak membatalkan sunatku . Aku takut , ya bahkan sangat takut . Saat aku hendak berlari pak dheku dengan sigap menangkapku.


Sampailah saatku memasuki ruangan sunat , masih dipegang oleh pak dheku kami bertigapun masuk ruangan.


"Gak perlu takut , gak sakit kok". Ucap sang dokter .


Aku melihat gunting serta alat-alat sunat lainnya disana dan yang membuatku paling takut adalah dokter itu sedang membawa suntikan . (Setelah gw fikir ternyata ini awal mulanya gw phobia jarum suntik . Walau dulu sudah sering diimunisasi tapi dulu dokternya selalu cewe . Haha).


Aku menjerit sangat keras dan memberontak saat dokter mengarahkan jarum suntik ke bagian bokongku . Karena tak sanggup berontak hanya air mata yang keluar membasahi pipiku .


Aku mencoba menahan sekuatku . Tapi aku masih bocah . Aku terus menangis walau prosesi sunat telah selesai .


Setibanya dirumah aku diam untuk sesaat . Tapi beberapa saat kemudian aku kembali menangis . Ya , kerjaanku hanya menangis dan menangis hingga bundaku merasa sangat sedih .


Singkat cerita 3 hari lamanya aku masih saja sering manangis . Hingga tetanggaku banyak yang mencemoohku.


"Masa anak bandel disunat nangis" . Dan lain sebagainya .


Aku merasa malu , tapi apalah daya setiap aku teringat masa sunatku aku tetap menangis.


Seminggu lamanya setelah aku sunat akupun sudah sembuh . Hari itu adalah hari rabu , aku masih ingat hari yang paling aku tunggu2 karena hari itu aku akan menampilkan hasil belajarku selama 3 bulan ini .


Yups , hari ini aku hendak MBANCAH menurut orang kampungku . Mbancah merupakan ajang adu kepintaran mengaji dari anak-anak seusiaku.


Tenda serta sound sistem telah siap , apa aku merasa gugup ? Gak , aku gak pernah merasa gugup , aku malah sangat semangat karena aku akan menunjukkan kelihaianku membacakan ayat suci al-Qur'-an.


Akupun dirias selayaknya seorang penganten , ya aku jadi penganten sunat .


Waktu maghrib pun tiba , aku telah sampai disekolah madrasahku beserta teman-temanku yang akan mengiringku sampai dirumah .


Akupun dinaikkan keatas kuda oleh pemilik kuda yang disewa bundaku . Dengan berbaris rapi dan melantunkan sholawat nabi rombonganpun berjalan menuju kerumahku.


Keadaan jalanan yang sepi dan gelap memaksa seluruh teman-temanku membawa obor sebagai alat penerangannya , jadilah konvoi obor malam itu .


Sesampainya dirumahku , pertama-tama aku disambut oleh nenekku , ritual pemberian minum yang bertujuan untuk meminimalisir kegugupan hatiku.


Dengan diiring nenekku dan bundaku aku menuju kursi yang telah tersedia . Setelah MC memberikan isyarat bahwa sudah saatnya membacakan surat-surat pendek dengan mantap aku membuka kitab yang bertuliskan surat-surat pendek beserta isinya .


Tanpa melihat , aku membacakan surat , aku melihat seluruh teman-teman dan keluarga serta tetangga mendengarkan lantunanku dengan seksama . Tapi disaat aku membacakan artinya aku melihat kitab karena memang tak hafal .


Dengan riuh tepuk tangan serta bacaan alfatihah acarapun telah usai . Setelah acara usai , kini saatnya mengabadikan moment ini , ya , moment yang tak akan terulang lagi sepanjang hidupku .


Setelah sesi foto-foto usai aku berganti pakaian dan langsung menuju teman-teman dekatku yang masih ada disitu .

__ADS_1


__ADS_2