SI CANTIK BERKEPALA KARDUS

SI CANTIK BERKEPALA KARDUS
3


__ADS_3

"Anya, Hei! Kok melamun"ucap aditya sambil melambaikan tangannya di hadapan wajah Anya. Anya yang tersadar pun langsung menggelengkan kepalanya.


"Masa sih. Nihh ini buat lo, dimakan ya" ucap Aditya.


Dan lagi-lagi Anya hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya. "Aku udah sarapan dirumah" ucap Anya pada akhirnya.


"Udah ambil aja, buat jaga-jaga siapa tau nanti lo lapar lagi" ucap Aditya. "Makasih" ucap Anya mengambil makanan tersebut.


"By the way ngak nyangka ya kita bisa sekelas, lo masih ingat kan sama gue? Ucap Aditya. Dan Anya menjawabnya dengan anggukan kecilnya.


" Siapa nama gue, kalau lo ingat." tanyanya kembali.


"Nama kamu Aditya kan? Ucap Anya.


"Benar, ingatan lo bagus juga ternyata gue pikir lo lupa sama gue" ucap Aditya. "Yaudah, gue tadi cuman mau ngasih itu aja sama lo, karna lo udah terima pemberian gue, gue mau lanjut basket lagi sama yang lain" ucap Aditya pergi meninggalkan kelas yang kini tampak sunyi karna hanya Anya yang ada di kelas tersebut.


*******


Bel pulang sekolah telah berbunyi,tidak lama itupun seluruh siswa langsung berhamburan keluar kelas untuk segera pulang kerumahnya masing-masing. Tak terkecuali Anya yang kini sedang merapikan barang-barang dan memasukkan kedalam tasnya, lalu segera bergegas pulang.


"Anya! Mau pulang bareng? Rumah lo dimana biar gue antar" tawar Aditya kepada Anya, yang kebetulan berpapasan di pintu gerbang sekolah saat ingin pulang. Dan lagi-lagi hanya gelengan kecil yang Aditya dapatkan dari Anya sebagai bentuk penolakan terhadap tawaran yang ia tawarkan kepada Anya.


"Okedeh. gue balik duluan ya " ucap Aditya yang kemudian melajukan motornya kembali. Setelah Aditya pergi Anya kembali melanjutkan perjalanannya, Jarak rumah Anya dengan sekolah tidak terlalu jauh sehingga ia memutuskan untuk berjalan kaki saja selain menghemat pengeluaran berjalan kaki juga membuat badan menjadi lebih sehat. Setelah lima belas menit ia berjalan Anya akhirnya tiba di rumahnya.


"Assalammualaikum ayah! Anya pulang" ucap Anya setelah sampai dirumahnya. Seperti biasa ayahnya selalu menunggu kepulangan anak gadis kesayangannya itu. Rumah Anya tidak terlalu besar, Namun sangat nyaman. Ayahnya memiliki 2 toko serba guna yang menjual berbagai jenis barang mulai dari barang kebutuhan pokok seperti barang sembako, kosmetik, hingga makanan ringan lainnya di jualnya itu dan setiap harinya toko tersebut selalu ramai dikunjungi para pembeli.


"Waalaikumsalam, Anak ayah yang cantik udah pulang, gimana hari ini sekolahnya? Seru ngak?" ucap Ayahnya Anya, Bagas Prasetyo atau biasa di panggil Bagas.Seorang ayah yang hebat dan sempurna dimatanya,ia adalah ayah sekaligus sosok ibu baginya karena ayah Bagas inilah yang merawatnya dari kecil hingga saat ini,semenjak kepergian ibunya yang telah lama meninggalkannya.


Lantas bagaimana dengan sosok peran ibu yang asli sebenarnya? Ia tidak pernah merasakannya sejak ia lahir. Ayahnya bilang jika ibu adalah sosok wanita tangguh yang pantang menyerah dan tidak kenal putus asa selama hidupnya ia adalah sosok wanita yang akan memperjuangkan apa yang di inginkannya tanpa peduli apapun itu resikonya termasuk kehilangan nyawa nya sendiri demi membiarkan bayi cantiknya lahir untuk melihat dunia.


"Ada apa? Kok keliatan murung gitu" ucap Bagas Ayah Anya.


"Anya capek, Anya langsung ke kamar ya" ucap Anya dan langsung bergegas menuju kamarnya.Bagas yang melihatnya pun hanya dapat menghela nafasnya.Bagaimana tidak anak semata wayangnya selalu terlihat murung dan tidak memiliki semangat hidup, tentu saja Bagas tau dan mengerti apa yang dirasakan Anya terutama setelah kejadian Anya di permalukan di di depan seluruh murid sekolahnya ketika ia duduk di bangku SMP saat itu.


Bahkan setelah kejadian itu ia hampir memutuskan untuk berhenti sekolah, Namun Bagas melarangnya karena saat itu Anya tengah duduk di bangku kelas akhir yang berarti Anya akan segera menghadapi ujian akhir sekolah.Dan pada akhirnya Anya mengikuti ke inginan ayahnya tersebut.


" Yaudah kamu istirahat. terus jangan lupa makan ya nak, ayah harus kembali ke toko lagi." ucap Bagas ayahnya Anya. Seperti itulah kegiatan yang dilakukan Bagas setiap harinya, walaupun ia sibuk di toko akan tetapi ia selalu menyempatkan waktunya untuk pulang kerumah hanya untuk sekedar menyambut anaknya yang baru pulang dari sekolahnya tersebut.


*******


"Baik anak-anak pelajaran hari ini kita cukupkan sampai disini dulu. Dan ingat tugas terakhir dikumpulkan besok pagi jam 08.00 sebelum jam pelajaran pertama kalian di mulai tugas tersebut sidah harus di ruangan saya, tapi sebelum itu silahkan kumpulkan terlebih dahulu dengan ketua kelas kalian agar tugas kalian tidak berantakan. Dan ketua kelas yang akan menaruhnya di meja ruangan saya." ucap seorang guru bahasa inggris tersebut."

__ADS_1


"Baik miss!" ucap para murid secara serentak.


" Ingat! jangan sampai terlambat mengumpulkan tugasnya. Jika ada yang terlambat dari batas waktu yang telah saya tentukan, tugasnya tidak akan saya nilai sama sekali."


Tak terasa kini sudah berjalan satu bulan lamanya Anya bersekolah di SMA Garuda ia sudah mulai bisa beradaptasi dengan suasana sekolah tersebut.


"Hai, gue boleh duduk disini?" ucap seseorang yang kemdian di balas anggukan sebagai balasan dari pertanyaan orang tersebut.


"Anya! Lo lagi ngapain?" tanya Aditya. Namun seperti biasanya tak ada sahutan apapun dari Anya.


"Rajin banget lo, tugasnya kan di kumpul besok santai-santai aja dulu kali masih banyak waktu juga" ucap nya lagi sambil melihat apa yang sedang di kerjakan Anya.


"Aku takut lupa kalau di tunda-tunda lebih baik di kerjain sekarang daripada nanti kelupaan malamnya".


"Cakepp ciri-ciri murid teladan nihh".


" Kamu ngapain kesini?" tanya Anya yang sedari tadi penasaran dengan kedatangan Aditya secara tiba-tiba tersebut.


"Gue lagi gabut ngak tau mau ngapain, gue temenin lo aja ya ngerjain tugasnya, kek nya ini juga bakalan jadi jamkos pelajaran pak Bayu".


Perkataan Aditya tersebut mampu membuatnya penasaran seketika. Namun, Anya tak menjawabnya ia memutuskan untuk kembali fokus terhadap kegiatannya itu.


"Nihh ya gue kasih tau pak Bayu itu udah kelihatan dari kebiasaanya yang jarang masuk,suka makan gaji buta dia itu buktinya aja jarang masuk tapi sekalinya masuk langsung ngasih kita tugas banyak banget".


Anya yang mendengar itupun hanya bisa tersenyum di balik kardus yang menutupi wajah nya itu, bagaimana tidak sangat jarang sekali laki-laki yang banyak bebicara seperti Aditya terlebih lagi yang ia bicarakan itu adalah gurunya sendiri.


Tak lama itupun ia seperti mendengar suara denguran halus di sebelahnya, rupanya laki-laki itu tertidur di sebelahnya dengan posisi kepala menghadap bawah meja itu. Tak terlalu mempedulikan hal itu Anya kembali melanjutkan kegiatannya itu yang sebelumnya sedikit terhenti karna ulah seseorang di sebelahnya itu.


Sepertinya benar dugaan Aditya kepada pak Beni tersebut, kini jam pelajaran telah berganti dengan waktu istirahat. Semua murid berhambur keluar kelas untuk menuju tempat favorit mereka, yaitu kantin.


"Hoammmm...udah istirahat ya?" ucapnya yang terbangun dari tidur singkatnya itu.


"Udah"


"Akhirnya istirahat juga. Gue mau ke kantin lo mau ikut ngak?" ucap Aditya dan mendapatkan gelengan kecil dari Anya yang berarti "Tidak".


"Okedeh" ucap Aditya dan berlalu pergi meninggalkan kelas.


Keadaan kelas saat ini terasa sangat sunyi, tidak ada satu orang pun yang berada di kelas kecuali Anya.


"Huh! Akhirnya selesai juga tugas bahasa Inggris dari miss Aulian, Ngapain lagi ya.....Sepi banget ini kelas" sambil melihat seluruh sisi ruangan yang tampak sunyi tersebut." " kapan ya Anya punya banyak teman. Pasti rasanya seru banget bisa ketawa bareng-bareng, pergi kemanapun bareng-bareng. sedangkan Aku ngak ada satu pun orang yang mau berteman denganku." monolognya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Kayaknya waktu istirahat masih lama, ke toilet aja dulu mungkin ya, sekalian cuci muka biar pas belajar ngak ngantuk." monolognya kembali.


*******


Suara kran air menyala dengan derasnya, membasahi muka gadis tersebut untuk menghilangkan rasa kantuk yang kini sedang melandanya.


"Segar banget. Sekarang aku ngak bakalan ngantuk lagi pas belajar, memang benar kata orang-orang obat ngilangin ngantuk itu cuci muka" ucap Anya yang kini membasuh wajahnya tersebut. Namun, gerakannya terhenti karena pandangan matanya terhenti di depan cermin.


"Apa aku sejelek itu ya? Semua orang menghindar dari ku karna fisik ini yang tak sempurna. Apa aku semenjijikkan itu?" ucap Anya kepada cermin di depannya itu.


"Noah, aku sempat berpikir hanya kamu satu-satunya orang yang tak memandangku seperti itu. Namun ternyata aku salah justru kamulah menjadi luka terdalam aku saat ini, bahkan hanya untuk bertemu dengan orang-orang rasanya sangat


menakutkan bagiku. " Anya kembali terisak saat mengingat kejadian itu, dan itu tak akan pernah terlupakan baginya seumur hidup.


Namun ketika Anya sedang asik termenung. ia mendengar suara langkah kaki mendekat,terdengar suara-suara gaduh para wanita sedang mendekat kearah toilet wanita tersebut.


" Ehhh kita jalan yukk bertiga, udah lama banget kita ngak jalan-jalan bertiga."


" Ya...gimana kita mau jalan bertiga kalau yang satunya selalu sibuk."


" Tau tu Gretha. sibuk banget sampai ngalahin pak presiden, kitanya aja di lupain." Siapa lagi kalau bukan ke-3 cewek populer di SMA Garuda, Gretha Halina Kartikasari, Zoya Rosalind dan Gempita Cindy Wulandari. Mereka di kenal sebagai bintangnya sekolah karena mereka sendiri berisikan gadis-gadis yang sangat populer disekolahnya. Gretha sebagai wakil ketua osis, serta kedua temannya Zoya sebagai ketua Band Satage Revolution yang sangat terkenal di SMA Garuda serta Gempita sebagai ketua cheerleaders di SMA Garuda tersebut. Selain itu mereka juga terkenal dengan memiliki paras yang sangat cantik karena itulah yang membuat mereka di juluki sebagai bintang sekolah.


" Iya. Mentang-mentang udah jadi waketos sampai ngak ingat teman."


"Lo pada apaan sihhh...ngak mungkin lah gue lupain kalian. Cuman kemaren.memang lagi sibuk aja ngurusin ospeknya anak baru."


" Alasan lo. Ini itu udah mau hampir sebulan mereka sekolah,ngapain lo masih ngurusin mereka."


"Awww... Kok lo jitak gue! walaupun mereka udah selesai ospek masih banyak peraturan-peraturan yang harus mereka ketahui. Ini aja tadi pagi gue jaga gerbang depan banyak banget anak baru yang ngelangar aturan sekolah, Makanya mereka masih gue awasin."


"Iya- iya kita nurut aja sama kanjeng ratu."


"Monyet! Kalian ngeledeg gue nihh." ucapnya sambil mengerjar ke dua temannya itu.


" Hahahh... Ampun kanjeng ratu."


Suara kenop pintu mulai diputar menandakan jika seseorang akan masuk kedalamnya. Betapa kagetnya Anya saat mengetahui ada yang datang, ia buru-buru memakai kardus tersebut. Beruntungnya ketika mereka hendak memasuki toilet itu Anya sudah memakai kembali kardus itu dengan sempurna dan dapat di pastikan tidak ada yang bisa melihat wajahnya.


Tak lama kemudian....


Ceklekk

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2