Siapa Calon Suamiku?

Siapa Calon Suamiku?
part 1.


__ADS_3

Malam itu ialah malam yang dingin, desiran angin masuk kecelah-celah jendela yang terbuka lebar. Arnalisa yang berbaring di tempat tidur dan merasa hawa dingin nya hingga ke pori-pori, ia mendekati ke arah jendela dan merasakan hembusan desiran angin yang sangat kencang. Dengan sekejap ia memejamkan kedua matanya dan terbayang apa yang di katakan oleh Dady nya ( Arlan hou).


flashback


"Lisa .... Dady hanya ingin yang terbaik untukmu, sampai kapan kau akan melajang dan terus-menerus sibuk dengan pekerjaan perusahaan." ketus Arlan dan menatap wajah Lisa anaknya yang hanya memasang wajah memelas.


"Dady .... Lisa mohon, lisa tidak ingin menikah." rengek Lisa dan mengatup kedua tangan nya untuk bermohon kepada dady nya.


"Lisa .... kau putri tunggal Dady , dan semua aset perusahaan Dady, serahkan kepadamu, dan Dady sudah tua, sampai kapan Dady akan terus menjagamu, dady hanya ingin Lisa menikah dan tanggung jawab Dady sudah lepas." ucap Arlan terpotong dan di saut oleh lisa


"maksud Dady .... Dady tidak sayang dengan Lisa dan Dady akan menyerahkan Lisa dengan orang asing yang Lisa tidak kenal." saut Lisa dan butiran air matanya jatuh membasahi pipinya


"bukan seperti itu sayang." lirih Arlan dan mendekati putrinya


"bagaimana cara menjelaskan nya." gumam Arlan dalam hati dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal


"Lisa .... dengarkan ayah, umur Lisa berapa?" tanya Arlan dan mengajak lisa untuk duduk di sofa


"25" imbuh lisa dan menghapus kan air matanya


"apa Lisa tidak ingin menikah?" tanya Arlan dan memandang wajah Lisa dengan intens


" Lisa ingin menikah, tapi ini bukan waktu yang tetap Dady, Lisa ingin mengurus perusahaan yang Dady sudah berikan kepada Lisa" tutur Lisa dan wajahnya sedikit di tekuk


"sampai kapan ....?" tanya Arlan kembali


" Lisa .... Dady hanya ingin Lisa menikah dengan anak sahabat Dady dan hidup bahagia" tutur Arlan dan memegang kedua tangan putrinya


" Dady .... " rengek Lisa dan matanya sudah berbendung air mata yang akan jatuh


" Lisa .... Dady tidak mau tau, Lisa harus menikah dengan anak dari sahabat Dady" pungkas Arlan dan memandang Lisa dengan tatapan tajam


"tapi Lisa tidak mencintai dia" teriak Lisa yang menggema seisi ruangan, Arlan yang mendengar Lisa yang membantah dan berteriak, ia langsung berdiri dan menatap tajam lisa

__ADS_1


"Lisa ....! sejak kapan Dady mengajarkanmu untuk berteriak di hadapan orang yang lebih tua darimu" teriak Arlan yang tidak kalahnya dengan Lisa


"maaf .... " lirih Lisa yang terlontarkan di bibirnya dan menundukkan kepalanya


Arlan yang melihat putrinya yang merasa bersalah, ia merasa tidak tega dan mengusap Kapala Putri nya itu.


"sekarang pergilah tidur " pinta Arlan dan memegang dagu Lisa yang hanya tertunduk.


Lisa yang mendengarkannya ia langsung berjalan dan masuk kedalam kamar nya dengan tatapan kosong


flash on


Lisa yang memejamkan kedua matanya dengan merasakan desiran angin yang sangat kencang, dia membuka kedua matanya dan kembali berbaring di tempat tidur, ia mengusap wajahnya dengan kedua tangan.


"bagaimana aku menjelaskan kepada dady, bahwa aku tidak ingin menikah, aku tidak ingin menikah dengan anak sahabat Dady, bisa saja dia pria yang hanya memandang harta " gumam Lisa dan mengusap wajahnya dengan kasar


"Lisa hanya ingin menikah dengan pria pilihan lisa, yang tidak memandang harta, tapi .... itu tidak mungkin, jaman sekarang pria itu sama saja, yang hanya memandang harta dan kecantikan. " lirih Lisa dan menutupi wajahnya dengan bantal


****


Rambut yang panjang dan sedikit bergelombang, ia mengikatnya karena Lisa tidak menyukai rambut nya yang terurai, poni yang sedikit pajang ia rapikan dan terlihat mungil ketika melihat wajah Lisa.


Lisa menuruni anak tangga dan menghampiri dadynya di meja makan, disitu sudah tersedu makanan yang disiapkan oleh kepala pelayan ( bibi sara).


" good morning Dady " sapa Lisa dan mencium pipi Dady nya


" morning sayang" balas Arlan dan mengusap rambut Lisa


Arlan dan Lisa memakan makanan yang sudah di sediakan, ketika makanpun mereka tidak lupa menyelipkan sedikit pembicaraan dan canda.


" Lisa, bagaimana? apa kau menyetujui nya" tanya Arlan dan memandang wajah Lisa dengan intens


"menyetujui apa Dady?' tanya balik Lisa dan masih fokus dengan makanan nya

__ADS_1


" astaga anak ini , padahal tadi malam baru saja di bicarakan, dia sudah lupa" gumam Arlan dalam hati dan menggeleng-gelengkan kepalanya


" Tentang pernikahanmu dengan anak sahabat Dady" imbuh Arlan dan masih memandang wajah Lisa dengan serius


Lisa yang mendengar apa yang di katakan oleh Dady nya langsung tersedak " uhuk ...."


Arlan yang melihat itu langsung menuangkan air ke gelas dan diberikan oleh Lisa.


" apa sudah membaik?" tanya Arlan khawatir yang melihat Lisa tiba-tiba tersedak,


Lisa yang mendengarkan itu hanya menganggukkan kepalanya.


"Dady .... ayolah jangan membahas tentang pernikahan" seru Lisa dengan kesal dan meninggalkan Dady nya di meja makan sendiri.


Lisa berjalan dengan langkah yang besar dan pergi ke perusahaan grub hou.


disisi lain Arlan yang melihat tingkah laku putrinya yang keras kepala, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya


"sampai kapan putri ku akan terus melajang" gumam lirih Arlan dan meneruskan makanan nya


*****


Arnalisa Hou sering di panggil Lisa , berumur 25 tahun, lahir di Paris. bekerja sebagai penerus perusahaan Dady yang bernama Arlan Hou, tinggi badan 165cm dengan rambut panjang yang berwarna sedikit pirang, dan bergelombang di bawah dan poni yang sedikit panjang membuat Lisa terlihat menggemaskan. rambutnya selalu di kucir satu yang jadi kebiasaannya. warna mata hitam yang melekat di matanya, bentuk tubuh seksi bak gitar spanyol, bersifat penurut, mandiri dan keibuan,berbeda ketika di perusahaan grub hou, Lisa bersikap dingin dan selalu waspada.


umur 10 tahun Lisa di tinggalkan oleh ibunya karena penyakit jantung, semenjak itu Lisa di jaga dan di kasi sayang oleh dadynya, dan ketika keluar Kemana pun selalu di jaga oleh dua pengawal, karena Arlan takut putrinya terluka dan Arlan sangat menyayangi putri tunggal nya.


*****


Lisa yang sudah sampai di perusahaan grub hou, ia masuk kedalam dan di sapa oleh para karyawan nya, Lisa yang melihat itu hanya melontarkan sedikit senyum. ia menuju lift khusus untuk direkrut, Lisa menekan tombol lantai 20 yang paling teratas.


setelah sampai lantai teratas, Lisa di sapa oleh sekertaris nya yang bernama (Fifi).


"Fifi Atur jadwal hari ini, saya hari ini tidak mau di ganggu" pinta Lisa kepada Fifi dan masuk kedalam ruangan nya

__ADS_1


"baik nona Lisa " ucap Fifi dan sedikit membungkukkan badannya, Fifi hafal betul dengan sikap nona nya, jika tidak mau di ganggu maka jangan di ganggu.


bersambung .....


__ADS_2