Siapa Calon Suamiku?

Siapa Calon Suamiku?
prat 2.


__ADS_3

Lisa yang sedang duduk di meja kerjanya, ia seketika memejamkan kedua matanya dan berfikir apa yang di katakan oleh Dady nya.


"kenapa Dady selalu memintaku untuk menikah" gerutu Lisa dan mengusap wajahnya dengan kasar.


dret .... dret .... dret ....


Lisa yang melihat ponsel yang bergetar , ia langsung mengambilnya dan dilihatnya Sahabatnya yang mengirim pesan.


" *Lisa apa kita bisa berjumpa, aku sudah ada di depan perusahaan mu"~ Nana


" naiklah ke atas, aku ingin bercerita denganmu " ~ Lisa


"Baiklah "~ nana*


Lisa meletakkan handphone nya di meja dan memejamkan kedua matanya, selang beberapa menit Nana sudah sampai di depan ruangan direktur, Nana mengetuk pintu dan masuk ke dalam.


"Lisa .... " teriak Nana yang seperti tidak pernah berjumpa dengan sahabat nya.


Lisa yang melihat Nana berteriak sudah jadi kebiasaannya ketika Nana datang Lisa menutup kedua telinganya.


"apa kau tidak bisa diam" ketus Lisa dan menatap wajah Nana dengan tatapan yang dingin


"ayolah Lisa, kenapa kau begitu dingin, walaupun ini di kantor, tapi kita hanya berdua saja, tidak ada orang lain" imbuh Nana dan duduk di sofa


Lisa mendengar apa yang di katakan sahabat nya ada benarnya, Lisa Langsung menghampiri Nana dan duduk di sofa, ia menyandarkan kepalanya dua bahu Nana.


"are you okay?" tanya Nana yang melihat wajah Lisa yang begitu lesu dan banyak pikiran.


"hmm .... entahlah, Dady ingin menjodohkan ku dengan anak sahabat nya" gumam lirih Lisa dengan wajahnya sedikit di tekuk.


"apa! itu bagus dong, berarti sahabat ku tidak melajang lagi" seru Nana yang begitu bahagia, ia langsung berdiri dan menatap wajah Lisa dengan begitu bahagia.


Lisa yang sedang bersandar di bahu Nana, langsung kepalanya terpental dan tubuhnya sedikit miring, Lisa heran dengan sahabat nya yang begitu senang, ia pikir Nana akan ikut bersedih dengan dia, ternyata sebaliknya.


" anak ini, kalau bahagia ya boleh, tapi mikir? kepalaku langsung terpental" gerutu Lisa dalam hati


" Lisa .... " panggil Nana dan menggoyang tubuh Lisa.


Lisa yang dari tadi termenung ia tidak menyadari nana memanggilnya.


"ha apa?" tanya Lisa yang sedikit linglung


"cik .... kau ini "


"oh iya, siapa calon suamimu, dan apa dia tampan" goda Nana dan menyenggol bahu Lisa.

__ADS_1


"aku tidak tau calon suamiku, lagian aku tidak menyetujui kalau di jodohkan" imbuh lisa dengan kesal


"kenapa kau tidak setuju" cetus Nana dan duduk di samping Lisa.


"sekarang yang ingin menikah aku atau kau?" umpat Lisa kesal dan memalingkan wajahnya


"ya kau lah yang nikah, masa aku" imbuh Nana dan ikut kesal dengan perilaku sahabat nya.


" lupakan " lirih Lisa dan mengusap wajah nya dengan kasar.


"Lisa sayang, kalau Dady mu ingin menjodohkan mu dengan anak sahabat nya, berarti dady mu ingin yang terbaik untukmu, sampai kapan sahabat aku ini akan terus melajang" tutur Nana dan mengusap rambut Lisa dengan lembut.


"tapi aku tidak mencintai nya" imbuh Lisa dengan wajahnya sedikit ditekuk.


"Lisa .... cinta itu bisa datang setelah kau menikah, dan itu akan tumbuh dengan sendirinya" jelas Nana dan memegang kedua tangan Lisa.


"cik .... kau ini tidak mengerti aku?" gerutu Lisa


"tidak mengerti gimana" tanya balik Nana dan mengerutkan dahinya


"lupakanlah" seru Lisa dan memejamkan kedua matanya


"baiklah" balas Nana dan ikut memejamkan kedua matanya.


****


"apakah Nona akan pulang, boleh saya mengantarkan nona ke depan " pinta Fifi dengan nada lembut dan sedikit membungkukkan tubuhnya


"ya silahkan" jawab Lisa dan sedikit tersenyum kepada Fifi,


mereka memasuki lift dan menekan tombol lantai satu.


" sebenarnya Nona Lisa ini ramah dan lembut, tapi jika di kantor, nona bersikap dingin dan selalu waspada, sebaliknya jika di luar kantor nona bersikap ramah dan lembut, nona Sangat profesional" gumam Fifi dalam hati dan sangat bangga dengan nona nya itu.


"Fifi, apa saya boleh bertanya" tanya Lisa kepada Fifi dan memandang wajah Fifi dengan intens


"boleh Nona" balas Fifi dan menganggukkan kepalanya


"jika kau di jodohkan, apa kau akan menerima nya?" tanya Lisa dengan wajah datarnya


" kenapa nona berkata tentang perjodohan, emang nya Nona mau di jodohkan" gumam Fifi dalam hati dan sedikit binggung dengan pertanyaan nona nya itu.


" kalau Fifi di jodohkan oleh kedua orang tua Fifi, Fifi akan menerima nya mungkin itu yang terbaik buat Fifi" jelas gitu dengan senyumannya yang begitu ramah.


Lisa yang mendengarkan perkataan Fifi, ia tidak menjawab nya, ia hanya memilih diam membisu dan mengalihkan pandangan ke arah lain.

__ADS_1


"apa ada yang mau nona tanyakan lagi" tanya Fifi dengan nada lembut.


"tidak ada" jawab singkat Lisa dengan wajahnya yang tidak menunjukkan ekspresi.


lift sudah sampai kelantai paling bawah, Lisa dan Fifi keluar dari lift dan menuju keluar, di luar sudah di siapkan mobil untuk Lisa pulang.


"baiklah nona, hati-hati di jalan" lirih Fifi dengan senyum nya yang tidak di buat-buat nya


Lisa yang mendengar perkataan Fifi, hanya melontarkan senyuman yang begitu ramah, ia pun masuk kedalam mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan standar.


^


sampai nya di rumah, Lisa di sambut oleh Dady nya dengan hangat.


"kau sudah pulang dayang" tanya Arlan dan mengusap rambut Lisa


"sudah Dady" jawab lisa lembut dengan seyumannya yang begitu merekah.


"pergilah ke kamar, bersihkan dirimu, setelah itu kita akan makan bersama" pinta Arlan dengan nada lembut


"baiklah Dady" seru Lisa dan meninggalkan dadynya.


Lisa Menaiki anak tangga dan menuju ke kamar, sampai nya di kamar luas melemparkan tasnya ke sembarang tempat dan merebahkan tubuhnya di ranjang, Lisa melepaskan kuciran satu di rambutnya dan membiarkannya tergerai.


Lisa beranjak dari ranjang dan pergi ke kamar mandi ia merendamkan tubuhnya di bathub, seusai mandi Lisa keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah dan handuk yang melintir di tubuhnya.


ia memilih baju kaos yang berwarna putih dan menggunakan celana pendek, seusai itu Lisa mengeringkan rambutnya dan membiarkan tergerai panjang, ia merapikan poni nya yang sedikit berantakan dan turun kebawah menemui Dady nya di meja makan.


^


Lisa dan Arlan melahap makanan mereka tanpa berbicara sedikit pun, Arlan yang melihat putrinya yang hanya diam dan fokus ke makanannya, Arlan langsung memulai percakapan.


" Lisa .... " panggil Arlan dan memandang wajah putri nya


" iya Dady" saut Lisa dan masih fokus dengan makanan nya


"apa kepada kantor baik-baik saja?" tanya Arlan


"keadaan kantor baik-baik saja Dady, tidak ada masalah sedikit pun, Lisa sudah menangani semua itu" tutur Lisa dan memandang wajah dady nya .


"bagus kau putri Dady yang sangat Dady sayangi." imbuh Arlan dan mengusap rambut Lisa dengan lembut dan tak lupa dengan senyumannya yang begitu merekah


"hmm Lisa .... apa Lisa sudah menyetujui yang Dady minta" tanya Arlan dan memandang wajah Lisa dengan intens.


"menyetujui apa?" tanya balik Lisa yang berpura-pura tidak tau dan bersikap cuek.

__ADS_1


bersambung .....


__ADS_2