Siapa Calon Suamiku?

Siapa Calon Suamiku?
part 11.


__ADS_3

"ahhh .... " teriak Lisa dan langsung di bekam oleh Larry.


"apa kau tidak bisa diam!" ketus Larry dan melepaskan tangannya dari bibir Lisa.


"tuanku, jika anda tidak menarik tangan saya dengan tiba-tiba, saya tidak akan berteriak, dan tadi ketika saya panggil tuan, kenapa tuan tidak menyahuti nya." ucap Lisa yang begitu lembut dengan senyumanya Yeng terpaksa. tapi di dalam hati Lisa, Lisa mengumpat habis-habisan melihat tingkah laku tuanya yang kurang ajar.


"aku tidak ingin mendengarkan ocehan mu, yang aku ingin tau, kenapa kau menyamar sebagai pelayan ku, apa kau mau balas dendam dengan kejadian di restauran!" bentar Larry dan mencengkram tangan Lisa


" sttt .... Argghhh ...." pekik Lisa


"lagi-lagi ia mencengkram tangan ku, ini sakit" batin Lisa dan menahan kesakitan


"jawab pertanyaan ku!" bentak Larry yang menatap tajam Lisa


"tuan, saya datang kesini untuk bekerja dan membantu orang tua saya" jelas Lisa yang Manahan kesakitan


"heh, untuk membantu orang tuamu? bukannya kau dengan teman mu pergi ke restauran ternama, sekarang apa kau bangkrut hingga berkeja di rumah ku sebagai pelayan!" ketus Larry dengan menunjukkan wajah sombongnya


Lisa yang mendengar kan itu, ia tidak berkutip sedikit pun, tapi ia malah semakin tidak menyukai tuanya yang bersikap arogan dan sombong.


" tuan, saya datang kemari hanya untuk memanggil tuan makam malam, bukan menjawab pertanyaan tuan." cetus Lisa dan menunjukkan senyuman terpaksa nya


"dan satu lagi tuan, apa tangan tuan ingin mencengkram tangan saya terus ?" tanya Lisa .


Larry yang melihat itu langsung melepaskan tangannya


"baiklah tuan saya izin keluar" lirih Lisa sedikit membungkukkan tubuhnya, ia keluar dari kamar Larry dan membanting pintu kamar.


"brukkk .... " seketika Larry langsung kaget dengan Tingkah laku pelayan nya, yang begitu cepat berubah.


"dasar pria brengsek " umpat Lisa dengan wajah nya sudah mulai memerah


"sampai kapan pun, aku tidak ingin memiliki suami seperti dia." umpat Lisa yang semakin kesal


disisi lain Larry yang masih terdiam di dalam kamar dan melihat pelayan nya membanting pintu kamar nya, ia merasa heran.


"sebenarnya dia marah atau tidak, tadi di hadapan ku, dia berbicara masih sopan walaupun aku mencengkram tangan nya." lirih Larry


"sekarang aku harus tau identitas wanita itu, lagian kenapa papa mencarikan pelayan untuk ku." gerutu Larry dan turun kebawah untuk makan malam


^


sampainya di meja makan, Lisa langsung menyiapkan makanan untuk tuannya, ia mengambil piring dan diisikan lauk makan.


"baiklah tuan, kamu undur diri" ucap Lisa dan Bi Liza serentak


"tidak usah Bi, bibi makanlah disini bersamaku." pinta Larry kepada bi Liza


"tidak usah tuan, saya akan makan di dapur saja." ucap bi Liza yang merasa tidak enak

__ADS_1


"tidak apa-apa bi, makanlah bersama ku" pinta kembali Larry


" baiklah tuan." ucap bi Liza dan duduk Untuk makan


" dan kau ....?" cetus Larry menatap tajam Lisa yang ingin ikut duduk bersama bi Liza.


"kau makan lah di dapur." tegas Larry dan melanjutkan makannya


" Lisa tenangkan diri mu, jangan sampai tanganmu ini melayang di pipinya." umpat Lisa kesal dan tidak jadi untuk duduk, Lisa pergi ke dapur untuk makan malam sendirian.


******


pagi harinya,


Lisa bangun dari tidurnya, ia mulai bersiap-siap untuk bekerja, ia mengkucir satu rambut nya, dan tak lupa ia selalu merapikan poni nya.


ia langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi,di sana ia melihat bi Liza yang sudah mulai memasak.


"pagi bi." sapa Lisa dengan senyumannya yang begitu ramah


"pagi." saut bi Liza


"nak Lisa, soal tadi malam, bi Liza minta maaf karena perlakuan tuan." tutur bi Liza


"tidak apa-apa Bi." jawab Lisa yang senyumannya begitu merekah.


" kali ini tahan emosi mu Lisa, kau harus membiasakan sikap tuanku yang brengsek ini." batin Lisa dan mengembuskan nafas nya dengan kasar


Lisa mengetuk pintu kamar Larry, dan langsung di buka. Lisa masuk kedalam kamar dan meletakkan teh di meja, setelah itu ia menuju lemari untuk menyiapkan pakaian tuanya dan tak lupa ia juga merapikan tempat tidur yang berantakan.


"baiklah sudah selesai, syukurlah hari ini tidak mengajak berkelahi" batin Lisa dan langsung keluar dari kamar.


baru saja Lisa melangkahkan kakinya untuk keluar, ia langsung di panggil oleh Larry.


"hey, kau mau kemana." teriak Larry yang baru selesai mandi


" astaga pria brengsek ini, baru saja aku ingin keluar, sudah di panggil lagi." batin Lisa dan membalikkan tubuhnya dan menunjukkan senyuman terpaksa nya


"mau keluar tuan." jawab Lisa


"sekarang, bantu aku untuk memaki pakaian." pinta Larry dengan senyuman liciknya


"A-apa bantu memakai pakaian." ucap Lisa gugup


"iya, sekarang kemari lah." pinta Larry dengan senyumannya yang menggoda


" apa-apaan ini, dasar pria brengsek, aku bukan istrimu yang seenaknya kau suruh untuk membantu kau memaki pakaian mu" umpat Lisa dalam hati yang begitu geram.


"apa kau tidak dengar, aku menyuruhmu membantu ku memakai pakaian." cetus Larry

__ADS_1


"tuan, saya disini hanya seorang pelayan, saya tidak pantas untuk membantu tuan memakai pakaian, apalagi saya ini wanita" imbuh Lisa dan tidak bergerak dari posisinya


"yang bilang kau pria Siapa?, sudah cepat kemari." cetus Larry


Lisa melangkahkan kakinya dan mengambil pakaian yang ia letakkan di tempat tidur, ia mendekati tuanya dan menyerah kan baju nya.


"tuan ini pakaian nya, tidak mungkin kan saya membantu anda untuk memakai CDL." ucap Lisa yang menekankan intonasinya


Larry mengambil pakaian yang diserahkan oleh Lisa, ia masuk kedalam kamar mandi untuk di pakai nya, setelah ia memakai CDL dan celana, ia kembali keluar tanpa memakai baju kemeja nya.


"sekarang pakailah" pinta Larry tanpa menunjukkan ekspresi nya.


Lisa mendekati Larry dan mulai memaki kemejanya, ia merasa gugup, karena bagi dia ini pertama kali nya ia melayani seorang pria, apalagi melihat tubuh Larry dari dekat yang begitu kekar.


ia mengkancingkan baju kemeja itu, seusai itu ia mengambil jas dan memakai nya ditubuh larry.


"sudah selesai tuan" ucap Lisa dan mundur dua langkah untuk tidak terlalu dekat dengan tuannya.


"pakaian dasinya." pinta Larry dan menyerahkan dari kepada Lisa.


Lisa kembali dekat dengan larry dan sedikit berjinjit untuk menyamakan tubuhnya dengan Larry.


Larry yang melihat itu ia sedikit membungkukkan tubuhnya, Lisa yang merasa wajah majikannya begitu dekat dengan wajah nya ia semakin gugup, dan wajah nya memerah seperti tomat.


" ia kalau dilihat dari dekat, lumayan juga" batin Larry yang memandang wajah Lisa terus-menerus


Lisa yang merasa di lihat oleh tuannya, ia semakin mempercepat memakai dasinya, ia tidak berani mendungakkan kepalanya, jika ia mendungakkan kepalanya, jarak wajah nya hanya satu cm dengan majikannya.


" ayolah Lisa, jangan gugup " batin Lisa yang fokus dengan dasinya


Larry yang tanpa sengaja, ia memainkan poni lisa, ia merasa gemas dengan poni lisa yang berantakan.


disisi lain Lisa yang melihat tuannya memainkan poni nya, ia langsung mendungakkan kepalanya, dan seketika bibir larry menyentuh ujung bibir lisa.


Lisa langsung membulatkan kedua matanya dengan sempurna, ia terkejut bibir larry yang menyentuh ujung bibirnya, ia langsung mundur beberapa langkah dan pamit keluar.


"sa-saya pa-pamit keluar tuan" lirih Lisa yang wajahnya begitu merah dan merasa malu.


_


_


_


_


**bersambung ....


jangan lupa berikan komen, like, dan vote nya❤️ dan berikan saya dukungan, supaya saya lebih semangat untuk melanjutkan Cerita Selanjutnya** ....

__ADS_1


__ADS_2