
pagi harinya
Lisa bangun dari tidur nya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, seusai mandi Lisa keluar dengan menggunakan handuk yang melintir di tubuhnya, ia memilih baju dress yang berwana hitam dan ada sedikit corak berwarna putih, seusai itu Lisa mengikat rambutnya dengan rapi dan merapikan poninya, Lisa terlihat menggemaskan dengan poni nya.
"tas ku kemarin mana ya?" gumam lirih Lisa dan mencari tasnya yang kemarin ia lemparkan ke sembarang tempat.
"aduh mana ya? Lisa .... Lisa .... kebiasaan mu yang selalu melemparkan tas ke sembarangan tempat dan sekarang kau juga yang mencarinya" gerutu Lisa ke diri sendiri dan menggaruk-garuk leher nya yang tidak gatal.
"astaga ini dia .... " lirih Lisa dan mendapatkan tas nya di bawah tempat tidur, Lisa memungut tas itu dan mengambil handphone di tasnya.
"tas .... jika aku melemparkan mu ke sembarangan tempat, kau harus tau diri, kau harus ada di mana aku mudah mencari nya" gerutu Lisa habis-habisan kepada tasnya.
"astaga tas ini kan benda, mana bisa bergerak" imbuh Lisa dan tidak bisa menahan tawanya, Lisa tertawa lepas dan menepuk dahinya. " Oon sekali" lirih Lisa dan tertawa kembali
^
Lisa menuruni anak tangga dan menemui Dady di sofa
"Dady, dimana bibi sara?" tanya Lisa dan melihat sekeliling ruangan
"sara meminta izin untuk pulang kampung, katanya ia rindu dengan keluarga nya" imbuh Arlan
"hmm .... apa sarapan sudah di siapkan oleh pelayan lainnya" tanya balik Lisa
"belum .... Dady meminta para pelayan untuk tidak memasak, Dady hari ini kepingin masakan mu, sudah lama Dady tidak merasakan masakan mu, semenjak Lisa mengurus perusahaan grub hou" tutur arlan dan senyum yang begitu merekah kepada Lisa.
__ADS_1
"ahh Dady .... " ucap Lisa dan mendekati Dady nya , Lisa memeluk Dady dan di balas oleh Arlan.
^
Lisa memasak Foie gras, Soupe a l' orgnon, bouillabai Sse, setelah matang Lisa menghidangkan kemeja makan dan sudah ada Arlan yang menunggu masakan oleh putrinya.
Lisa dan Arlan melahap makanan mereka dan tidak lupa menyelipkan sedikit pembicaraan dan canda.
seusai makan Lisa membersihkan bekas makanan mereka dan meletakkan di tempat piring, setelah bersih semua, Lisa menemui Dady nya yang duduk di sofa untuk pamit berkerja.
"Dady, lisa berangkat kerja" lirih Lisa dan memeluk dadynya
"baiklah sayang dan jangan lupa apa yang Dady katakan kemarin" imbuh Arlan
^
setelah sampai nya di perusahaan Dady nya, Lisa di sambut oleh karyawan-karyawan nya dan Lisa melontarkan sedikit senyuman dan tidak lupa wajahnya yang tidak menunjukkan ekspresi.
"*lihatlah itu, baru saja keponakan tuan Arlan sudah Sombongnya minta ampun" ~ ucap salah satu karyawan
"betul, diakan cuma di perintahkan oleh tuan Arlan untuk mengurus perusahaan sementara" ~ saut karyawan lainnya
"cik .... aku tidak ingin menghormati nya jika
dia begitu angkuh dan sombong, sedangkan pemilik perusahaan ini sangat ramah" ~ imbuh karyawan dan menatap tidak suka kepada lisa*
__ADS_1
Lisa yang mendengar apa yang dilontarkan karyawan-karyawan , ia tidak menggubriskan nya sama sekali, Lisa terus berjalan dan menghiraukan siapapun.
disisi lain Fifi yang melihat bawahan nya membicarakan nonanya dan memakinya, Fifi tidak ambil diam, Fifi langsung berjalan mendekati karyawan yang membicarakan nonanya.
"Brukkk ...."
Fifi menghempaskan dokumen yang ia pegang kehadapan bawahnya.
karyawan yang melihat itu langsung kaget dan menundukkan kepala mereka, mereka langsung ketakutan yang melihat Fifi wajahnya yang memerah menahan amarahnya.
"apa kalian tidak ada pekerjaan lain, selain membicarakan orang lain!" bentak Fifi dengan rahangnya yang sudah mengeras.
"ma-maaf Bu" ucap karyawan dengan ketakutan
"pergi kalian Bekerja! jika saya melihat kalian membicarakan orang lain, kalian di pecat!!!! " tegas Fifi dan meninggalkan bawahnya yang tidak berguna.
"*dasar bawahan tidak berguna, mereka tidak tau identitas asli nona Lisa dan seenaknya membicarakan Nona yang tidak-tidak" gumam Fifi dalam hati dan masih geram dengan bawahannya.
"Hmmm .... Sudahlah, lagian tuan Arlan sudah berpesan kepadaku untuk tidak mengungkapkan identitas Nina Lisa yang sebenarnya, tuan Arlan sangat menyayangi Nona, Samapi identitas putrinya pun tidak ada yang tau, selain kerabat-kerabat nya" gumam Fifi dalam hati*.
bersambung .....
terimakasih sudah berkunjung ☺️❤️
jangan lupa like dan berikan vote😘😊
__ADS_1