
Yusri menghembus nafas nya dengan berat dan termenung mengingat jelas bagaimana tuan Arlan yang membantu ia di saat sedang kritis.
flashback
malam yang terasa dingin dengan badai hujan yang begitu deras sehingga angin meniup beberapa pohon yang ingin tumbang.
di rumah sakit banyak sekali orang yang berjalan sehingga rumah sakit itu terlihat ramai sekali, disisi depan ada seorang pria yang tengah berteriak memanggil dokter.
"dokter .... dokter .... tolongin saya, ibu saya sedang kritis" teriak pria itu yang sudah ketakutan melihat ibu nya menderita sakit.
pria yang berteriak itu tak lain adalah Yusri yang masih berumur 18 thn.
Dokter Langsung menghampiri Yusri dan membawa keruangan periksa, Yusri yang sedang duduk di ruang tunggu, wajahnya terlihat pucat yang melihat ibunya menderita sakit, apalagi keluarganya tinggal ibunya saja, ayahnya sudah meninggal karena mengalami kecelakaan dan itu pada saat Yusri yang masih berumur 5 thn.
^
Dokter yang sudah memeriksa ibunya yusri, ia keluar dan menemui Yusri.
"dok .... dok .... ibu saya terkena penyakit apa, ibu saya baik-baik aja kan."tanya Yusri yang begitu ketakutan, air matanya yang tidak bisa ia tahan terus-menerus keluar.
"ibumu terkena penyakit tumor, dan itu harus segara operasi, jika tidak di operasi kondisi pasien akan semakin memburuk." jelas dokter
"A-apa di-di operasi" lirih Yusri dan langsung terduduk lemas, kepalanya langsung pusing dan ingin bangkit kembali ia menahan tangannya di suatu benda supaya tubuhnya tidak sempoyongan.
" Anda harus menandatangani berkas persetujuan opersi dan sediakan uang untuk operasi." pinta dokter
"baiklah saya permisi" ucap dokter itu dan langsung berlalu pergi meninggalkan Yusri.
Yusri yang mendengar perkataan dokter, ia tidak tau harus berbuat apa, ia melihat ibunya dari luar, Yusri menangis sejadi-jadinya yang melihat ibunya tertidur dan ada beberapa selang yang menusuk di tubuh ibunya.
"ibu .... kau harus baik-baik saja, Yusri akan mencari uang untuk ibu Operasi" lirih Yusri dan mengusap air matanya yang terus-menerus keluar.
Yusri keluar dari rumah sakit dan melihat hujan yang begitu deras dan angin yang begitu kencang, ia berjalan tak tentu arah dengan tatapan mata yang kosong, air mata yang terus mengalir dan bibir sudah pucat, ia terus berjalan dan menerjang badai hujan.
ia duduk di kursi kosong di tepi jalan dan mengusap wajah nya dengan kasar.
"Argghhh .... Tuhan kenapa kau begitu tidak adil kepadaku, kau sudah mengambil ayahku, dan sekarang kau pun ingin mengambil ibuku" teriak Yusri yang suaranya serak.
"hiks .... hiks ... hiks .... aku harus berbuat apa, aku tidak memiliki uang untuk ibu Operasi, dimana aku harus mencari nya." Isak tangis Yusri , ia tidak tau harus harus berbuat apa dengan kondisi ibunya sekarang.
disisi lain ia melihat seorang laki-laki paruh baya yang sedang keluar dari mobil yang meminta pertolongan, Yusri yang melihat itu langsung menghampiri laki-laki paruh baya itu.
laki-laki paruh baya itu tak lain adalah Arlan hou.
__ADS_1
" nak .... tolongin paman, istri paman terkena penyakit jantung, paman ingin membawanya ke rumah sakit, tapi mobil paman mogok, dan jarak rumah sakit masih jauh" ucap Arlan yang meminta pertolongan kepada Yusri.
Yusri yang melihat itu langsung memperbaiki mobil dan dalam sepuluh menit mobil itu sudah bisa menyala kembali.
"terimakasih nak, paman akan membalas budi mu tapi tidak sekarang, paman harus membawa istri paman ke rumah sakit" ucap Arlan dan langsung masuk kedalam mobil, ia terus melajukan mobilnya dan meninggalkan Yusri.
Yusri yang tidak menyadari berjalan yang sudah Sangat jauh, ia berjalan kembali untuk menemui ibunya di rumah sakit, walaupun jarak nya sangat jauh, tapi Yusri tetap menempuh jalan itu untuk melihat ibunya.
^
sampainya di rumah sakit Yusri duduk di ruang tunggu, ia menyandarkan kepalanya di kursi itu dan menutup wajahnya.
disisi lain Arlan yang sudah melihat pria yang menolong nya tadi, ia menghampiri Yusri dan duduk di samping nya, Yusri yang melihat di samping nya dan seseorang, ia menurunkan tangannya dan melihat siapa di sampingnya.
" paman .... " gumam Yusri dan kaget melihat paman yang ia bantu
"Nak, terimakasih sudah membantu paman, dan sekarang keadaan istri paman baik-baik saja dan nak-?"
"Yusri paman, baguslah kalau istri paman baik-baik saja, itu sudah kewajiban saya untuk membantu orang" imbuh Yusri dengan senyumannya yang begitu ramah.
"kau anak yang sangat baik,dan nak yusri ngapain ke rumah sakit?" tanya Arlan
"ibu saya masuk ke ruang sakit paman." ucap Yusri dan menahan air matanya yang sudah terbendung
tiba-tiba terdengar dering suara handphone, Arlan yang melihat itu langsung merogoh saku celananya.
Arlan berjalan sedikit jauh untuk mengangkat telpon itu, disisi lain Yusri yang tengah duduk sendirian ia di hampiri seorang dokter.
"Sepertinya kita tidak bisa menunggu lama lagi, ibumu harus segera di operasi, pada saat saya memeriksa kondisi tubuh pasien, kondisi pasien semakin memburuk dan waktunya kamu hanya satu Minggu" jelas dokter
"A-apa se-seminggu" ucap Yusri yang tak kala terkejutnya, ia terduduk lemas dan air matanya terus-menerus membasahi pipinya.
Arlan yang sudah selesai menelpon dan mendengar pembicaraan Yusri dan dokter, ia merasa kasian dengan pemuda yang baru berumur 18 thn, ia merencanakan untuk membayar biaya operasi ibu Yusri karena sudah menolongnya.
ketika dokter itu sudah pergi dari Yusri, Arlan langsung menghampiri dokter itu dan membicarakan pembayaran operasi.
^
keesokan paginya Yusri yang tertidur di kursi tunggu, tiba-tiba ada beberapa dokter berseragam sama yang ingin operasi seseorang.
"ada apa ya dok?" tanya Yusri yang masih mengerjapakan kedua matanya
"Anda harus menandatangani ini, dan kami bisa mengoperasi ibu anda." pinta dokter itu
__ADS_1
" tapi, bukannya saya belum membayar biaya operasinya" tanya Yusri
"ada seseorang sudah membayar operasi ibu anda, katanya balas Budi karena sudah membantu dia" jelas dokter
"apa paman itu" gumam lirih Yusri
Yusri langsung menandatangani berkas persetujuan opersi dan langsung mencari paman yang sudah membayar biaya operasi ibu nya.
Yusri berlari sekeliling ruangan rumah sakit untuk mencari Arlan, Yusri berhenti di suatu ruangan VVIP dan langsung menghampiri nya.
"loh nak yusri ...." lirih Arlan dan mendekati Yusri
" apa paman yang sudah membayar biaya operasi ibu saya" tanya Yusri yang masih ngos-ngosan.
Arlan yang mendengar itu ia menganggukkan kepalanya.
"terimakasih paman, terima kasih, saya tidak tau harus membalas Budi kepada paman, saya ucapkan terima kasih " ucap Yusri yang begitu bahagia dan berulang-ulang berucap terimakasih.
"sudahlah, tentang membalas Budi, apa nak yusri ingin membalas Budi" tanya Arlan dengan senyumannya yang begitu merekah
" iya paman, apapun itu Yusri akan mengerjakan nya." ucap Yusri yang begitu bersemangat
"berkerja lah sebagai asisten paman, apa kau mau?" tanya Arlan
"mau paman." imbuh Yusri yang begitu bersemangat
semenjak itu Yusri bekerja sebagai asisten Arlan dari umur 18 thn, ibu Yusri yang sudah membaik dan sering berbincang kepada putranya, tak lupa mereka menyelipkan sedikit canda, Yusri yang sudah melihat ibunya sehat ia begitu bahagia, tali tidak dengan Arlan, penyakit istrinya semakin parah dan itu tidak bisa di selamatkan.
flash on
"paman Yusri, kenapa paman melamun." lirih Lisa dan melambaikan tangannya
"eh iya Nona." ucap Yusri yang sudah sadar dari lamunannya
"paman ini .... " lirih Lisa dan mengerucutkan bibirnya
" nona Lisa, saya kan meminta nona untuk memanggil saya dengan nama saya, kenapa nona masih memanggil saya dengan sebutan" paman"." imbuh Yusri
ia yang melihat Lisa mengerutkan bibirnya , membuat Yusri gemas dengan tingkah Nona nya.
"baiklah paman Yusri, eh maksudnya Yusri." gumam Lisa cengengesan
bersambung ....
__ADS_1
terimakasih sudah berkunjung ❤️
jangan lupa berikan like,komen, dan vote 😉😘🙏