Siapa Calon Suamiku?

Siapa Calon Suamiku?
prat 7.


__ADS_3

Lisa yang sudah pulang dari Restauran ia langsung pulang ke rumah, ia langsung membersihkan dirinya di bathub, seusai mandi Lisa memakai baju kaos dan celana pendek, ia turun kebawah menuju Dady nya tengah duduk di sofa sambil meminum kopi.


"Dady .... " panggil Lisa dan duduk di samping dady nya


"iya sayang" saut Arlan menoleh ke arah putri nya


"Hmmm .... tentang Lisa jadi pembantu selama tiga bulan dan identitas di ganti, Lisa setuju" tutur Lisa dan memandang wajah dady nya dengan intens


" kalau putri Dady setuju, besok kita berangkat ke Jerman." imbuh Arlan dengan senyumannya


" itu bukan nya kecepatan ya Dady." gumam Lisa dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal


"tidak sayang, lebih cepat itu lebih baik." tutur Arlan dan mengusap rambut Lisa


"Hmmm baiklah .... oh iya dady, majikan ku itu seorang yang berumah tangga atau cuman tinggal sendiri dan di layani pelayan?" tanya Lisa dan memandang wajah dady nya dengan intens


"majikan mu itu punya villa sendiri, ia di layani oleh pelayan, dan satu lagi ia seorang pria." jelas Arlan dengan senyumannya


"oh" ucap Lisa dan membulatkan bibir nya


"baiklah dady, Lisa pergi ke kamar dulu, Lisa mau menyiapkan baju Lisa" pamit Lisa yang hendak berdiri


"tidak perlu Lisa, pakaian mu sudah di siapkan oleh Yusri." imbuh Arlan

__ADS_1


"paman Yusri? kapan Dady" tanya Lisa heran


"sebelum Lisa menerima persetujuannya, Dady sudah menyiapkan pakaian mu yang sesuai dengan identitas mu yang hanya gadis biasanya." jelas Arlan


" aihhh .... ternyata Dady sudah merencanakannya dari awal, pantas saja Dady santai dan dady pun sudah tau kalau aku akan menyetujui nya." gumam Lisa dalam hati yang menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal


"baiklah Dady.. Lisa ingin istirahat dan tidur" lirih Lisa dan mencium pipi Dady nya


Arlan yang melihat kebiasaan Lisa yang sebelum tidur mencium pipinya, ia tersenyum begitu merekah, Arlan yang melihat Lisa sudah masuk kedalam kamarnya, ia mengambil handphonenya dan menelpon Yusri.


^


Yusri adalah tangan kanan Arlan, usianya yang sudah masuk kepala tiga, tapi itu tidak membuat wajahnya tua, wajahnya yang terlihat muda dan dengan kelembutan nya membuat wanita manapun tergoda dengan nya dan ingin sekali menjadi istri Yusri.


^


"baik tuan " seru Yusri


*****


pagi harinya, Lisa bangun dari tidur nya dan bersiap-siap pergi ke Jerman, seusai Lisa bersiap ia menemui dadynya untuk berpamitan, setelah berpamitan Lisa langsung di antar oleh Yusri untuk menaiki pesawat pribadi.


^

__ADS_1


sampainya di Jerman Yusri Langsung menyiapkan mobil untuk mengantar Lisa ke rumah majikannya.


"paman Yusri, apa aku boleh meminta tolong kepada mu. " pinta Lisa dan menandakan wajah Yusri yang sedang fokus mengemudi


"katakan saja Nona, saya akan melakukannya." imbuh Yusri dan sekilas melihat Lisa


"ketika aku sudah sampai di rumah majikan ku, paman jagalah Dady, jangan sampai dia kenapa-kenapa, karena cuma Dady yang sangat menyayangi ku dan cuma Dady yang mengerti aku." tutur Lisa yang merasa sedih karena jauh dari dadynya


" baiklah nona, saya akan menjaga tuan Arlan dengan apa yang nona perintahkan, tapi apa saya juga boleh minta tolong kepada nona." pinta Yusri dan memandang wajah Lisa sekilas


" apa itu paman?" tanya Lisa heran


" apa nona bisa memanggil saya dengan nama saya saja, apa wajah saya terlihat tua sampai nona memanggil saya paman." lirih Yusri dengan senyumannya yang begitu merekah


" Lisa makanya memanggil paman Yusri " paman" karena umur paman itu sudah kepala tiga dan paman belum menikah, dan satu lagi seharusnya Lisa sudah punya keponakan." imbuh Lisa yang menahan tawanya


"saya bukan tidak ingin menikah dan memiliki keluarga yang bahagia, tapi saya masih ingin di sisi tuan Arlan, tuan Arlan sudah banyak membantu saya, jadi saya tidak tau cara membalas Budi dan saya pikir saya lebih baik saya ada disisi tuan Arlan " jelas Arlan dan memandang wajah Lisa sekilas, ia masih teringat jelas bagaimana tuan Arlan membantu dia saat kritisnya, yusri menghembuskan nafas nya dengan berat dan termenung membayangkan apa yang terjadi pada dia waktu kritis.


bersambung ....


terimakasih sudah berkunjung ☺️


jangan lupa like, komen dan berikan vote ☺️😘🙏

__ADS_1


__ADS_2