
"menyetujui apa?" tanya balik Lisa yang pura-pura tidak tau dan bersikap cuek.
"menyetujui pernikahanmu dengan anak sahabat Dady" imbuh Arlan
" Dady .... apa tidak ada pembicaraan lain, selain pernikahan Lisa " lirih Lisa dan menghentikan makannya
"Lisa .... ini demi kebaikanmu" ketus Arlan
"tapi Lisa tidak mau menikah Dady, Lisa ingin mencari calon suami Lisa sendiri, Lisa tidak mau di jodohkan" imbuh Lisa
"apa Lisa ,yakin akan mencari sendiri calon suami lisa, bukannya Lisa tidak pernah bergaul dengan laki-laki" ledek Arlan dan sedikit senyum yang di bibir Arlan.
"si-siapa bilang Lisa tidak pernah bergaul dengan laki-laki" imbuh Lisa dan memalingkan wajahnya dari Dady nya
"aduh .... dari mana Dady tau, kalau begini kan lebih sulit untuk tidak menyetujui pernikahannya" gumam Lisa dalam hati dan selalu menggerutu habis-habisan
"apa Lisa yakin" ledek Arlan dan menahan tawanya melihat wajah Lisa yang mulai kesal
"ya-yakin lah " kesal Lisa dan wajahnya sedikit di tekuk
__ADS_1
"Lisa sudahlah .... jangan mengelak lagi, intinya Lisa harus menikah dengan anak sahabat Dady" tutur Arlan dan memandang wajah Lisa dengan intens
"tapi Lisa tidak mau .... ayolah Dady, Lisa ingin mencari calon suami Lisa sendiri" rengek Lisa dan memegang kedua tangan Arlan
"tiga bulan, dalam waktu tiga bulan Lisa harus sudah mendapatkan calon suami pilihan Lisa" ketus Arlan dan memandang wajah Lisa dengan tatapan yang dingin
"apa! tiga bulan, Dady ini bukan permainan" cetus Lisa dengan kesal
"siapa yang bilang ini permainan, dady tidak mau tau, kalau dalam tiga bulan Lisa belum mendapatkan calon suami Lisa, Lisa harus menerima pernikahan dengan anak sahabat Dady." tegas Arlan dan meninggalkan meja makan
"Dady .... " teriak Lisa dan memegang tangan Dady nya.
"Dady, tiga bulan itu waktu yang singkat, dan ini bukan permainan, ini masalah menyangkut hidup Lisa, ayolah Dady ....jangan seperti ini " rengek Lisa dan memasang wajah sedihnya
"Lisa .... Dady sudah mengatakan itu, jadi tidak boleh di ubah sedikit pun" tegas Arlan
" dan satu lagi, jika Lisa ingin mencari calon suami Lisa, lisa harus bekerja sebagai pembantu di Jerman dan Lisa berkerja sebagai pembantu hanya tiga bulan, dan dalam tiga bulan juga Lisa sudah mendapatkan calon suami, dan satu lagi indentitas Lisa di ganti sebagai gadis biasa tidak bermarga HOU " tegas Arlan dan berlalu meninggalkan Lisa sendiri
"Dady .... apa tidak bisa di ubah perjanjian nya" teriak Lisa dengan wajah kesalnya, Arlan yang mendengarkan perkataan putrinya yang berteriak, tidak menghiraukan sedikit pun dan terus berjalan meninggalkan putrinya
__ADS_1
" Argghhh .... Dady kau curang" teriak Lisa dan menggema seisi ruangan , Lisa terduduk lemas dan mengusap wajahnya dengan kasar
"sisi baiknya kalau identitas ku akan di ganti sudah bagus, aku akan mencari calon suami ku yang menerima ku apa adanya, bukan karena harta dan pewaris." gumam lirih Lisa dan wajahnya sedikit di tekuk
" tapi .... kenapa Dady menyuruhku menjadi pembantu?" lirih Lisa dan mencerna apa yang dikatakan dadynya barusan
"aihss entahlah .... yang penting aku tidak di jodohkan dengan anak sahabat Dady, lagian bagaimana aku mau menyetujui, kenal ajak enggak, apalagi sifatnya? kalau sifatnya jahat .... mati lah aku." imbuh Lisa yang wajahnya sudah linglung yang memikirkan karekte anak sahabat Dady nya jika Jahat
" Argghhh lupakan lah, permintaan dady ini sangat aneh, besok aku pikirkan, sekrang lebih baik aku istirahat" gumam Lisa dalam hati dan masuk menuju kamarnya
^
Lisa merebahkan tubuhnya di ranjang dengan posisi terkungkung dan menutup wajahnya dengan bantal.
bersambung ....
hai kakak²👋❤️
jangan lupa like dan berikan vote nya❤️
__ADS_1