
Flashback on
Di pagi hari yang sangat cerah Billah sudah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, karena hari ini adalah hari pertamanya naik ke kelas delapan.
Setelah sampai di sekolah, Billah pun memasuki kelas delapan dua.
Bu Riska (wali kelas delapan dua) memilih anggota kelas dan Bimo lah yang menjadi ketua kelas delapan dua.
Makin lama kelamaan Billah mulai mengenal teman sekelasnya (ya walaupun dia tidak terlalu kenal dengan nama teman temannya), di saat ada seorang pria yang ingin berteman dengan dirinya yaitu bimo.
Bimo lah teman pertamanya sebelumnya tidak pernah ada cowo yang ingin bertemanan dengan Billah, namun Bimo yang begitu akrab dengan siapa saja.
"Apaan tuh cowo pake behel idih najis"ktanya yang menghina Bimo
"Eh lu parah banget bil, entar lu suka aja Ama dia"kta temannya yang bernama rindi
"Gw suka Ama dia najis, mana mungkin gw suka sama dia yang pake behel kaya gitu"ktanya yang terus menghina pria itu
"Lu tau gak sih cowo tuh jelek kalo make behel, gw aja gak make behel makanya gw gak mau punya cowo pake behel"ktanya yanv terus menjelek menjelekkan Bimo
Namun tanpa ia tau bahwa orang yang dia hina ada di sampingnya, entah tuh Bimo denger atau gak.
__ADS_1
"Woyy minjam pulpen donk"ktanya ke Billah
Billah pun langsung mengasih pulpen miliknya ke Bimo, dan makin hari Bimo makin akrab dengan gadis itu walaupun Bimo tidak terlalu hafal nama gadis tersebut.
Bahkan dia juga tidak suka kalo Billah bertukar tempat duduk dengan teman sebangkunya.
"Eh, Vio pindah gih lu disini gw di sana"ktanya ke teman sebangkunya menyuruh bertukaran posisi duduk
Vio langsung menuruti apa yang di katakan Billah, mereka akhirnya bertukar tempat duduk namun Bimo langsung memarahi temannya yang duduk di dekatnya.
"Heh, kok lu sih yang duduk di sini kan gw maunya yang duduk di dekat gw kan yang pake kacamata bukan lu"omel Bimo ke Vio
"Lah emang kenapa lagian kan gw maunya duduk di sini?"protesnya ke Vio
"Lu tanya aja Ama orangnya langsung"kta Vio yang sudah cemburu karena dia juga menyukai Bimo
Makin hari Bimo terus mengganggu Billah, dan dia juga selalu mengambil tempat pensilnya Billah agar Billah mau mengasih dia duit.
Namun, disaat Billah ingin mengambil pulpennya tidak sengaja tangannya Billah tergores pulpen dan berdarah, Billah pun menangis Bimo yang panik karena melihat tangan gadis itu berdarah.
"Eh, lu gpp kan?"kta Bimo yang begitu panik melihat gadis itu berdarah
__ADS_1
Namun gadis itu masih saja menangis dan Bimo mengasih pulpen gadis itu, tapi gadis itu langsung membuang pulpen yang Bimo kasih.
"Ini mau gak pulpen lu gw kasih"kta Bimo ke Billah namun pulpen itu terus terusan di buang oleh Billah dan Bimo Langsung mengambil pulpen itu dan menaruhnya di atas mejanya billah.
Billah ternyata hanya berpura pura menangis agar pulpennya di kembalikan, dan dia bertanya kepada dua temannya siapa yang tadi mengembalikan pulpennya.
"Eh, tadi siapa yang mengembaliin pulpennya"ktanya ke dua temannya itu
"Owh itu tadi Bimo sendiri yang mengembalikannya"jwb kedua temannya
Hari dimana billah di ganggu oleh teman sekelasnya yaitu Ryan dia selalu menganggu Billah dan kali ini dia menarik tas nya Billah, namun Bimo yang melihat Billah mengerengkek kepada dua temannya.
Bimo pun langsung mengambil sejadah yang bau dan langsung membekap mukanya Ryan yang sudah memerah karena Ryan tidak bisa bernafas
Ryan pun langsung melepaskan tangannya dari tasnya Billah, dan Billah pun langsung berterima kasih kepada Bimo.
"Makasih ya Bimo"ktanya yang tersenyum kepada Bimo
Bimo hanya tersenyum kepada billah langsung kembali ketempat duduknya.
#Jangan lupa like and komen ya guys biar authornya makin semangat bikin Novelnya 👌
__ADS_1