
*Pagi pun tiba Billah bersiap siap untuk pergi ke sekolah dan dia tau betapa sulitnya klo tidak ada mamanya yang biasa membantunya membuat sarapan.
"Hmm, betapa sulitnya aku hari ini"ktanya sambil memakan roti yang ia bikin
"Apa aku harus menelpon bimo agar dia mengantarkan ku ke sekolah"gumamnya
Akhirnya dia memutuskan untuk menelpon Bimo agar mengantarkan dia ke sekolah, Namun Bimo masih belum bangun dari tidurnya biasa dia selalu telat.
"Akhh dia kemana sih di telepon tidak diangkat, apa Bimo masih tidur y?"pikirnya
Dan akhirnya dia memutuskan berjalan kaki, tidak sengaja dia bertemu dengan Satrio di jalan dan Satrio menawarkan tumpangan kepada Billah.
"Apa kau butuh tumpangan nona?" Ucapnya sambil mengagetkan Billah
"Hah, apa?"tanya Billah yang kaget Krn Satrio
"Butuh tumpangan gk nona?"tanyanya kembali
"Oh y tentu gw butuh tumpangan untuk ke sekolah"jwb Billah tersenyum kepada Satrio
"Naik lah agar kita tidak terlambat ke sekolah"ucapnya
Mereka berdua pun sampai ke sekolah tepat waktu dan tidak sengaja Bimo melihat Billah bersama Satrio, tentu Bimo sangat heran dan bertanya kepada Billah.
"Mengapa kau bisa dengannya?"tanyanya sambil melihat Satrio dengan sinis
"Kau Bimo kemana saja gw telepon mengapa tidak di angkat"kta Billah dengan kesal
"Eh maaf gw gk tau kalo lu nelepon gw, apa mungkin gw masih tidur kali"Ucapnya ke Billah
"Lu tau gk kalo bukan karena gw ketemu sama Satrio mungkin gw sekarang udah telat kali"kta Billah dengan tegas
"Y kan gw udah minta maaf bil, masa lu gk mau maafin gw"ktanya
__ADS_1
Dan Billah meninggalkan Bimo begitu saja dengan mengajak Satrio ke kelas, di situ lah tampangnya Billah sangat bete.
"Ikh gw kesel sama Bimo"ucapnya mengeplak meja
Lia yang tidak tega melihat temannya kaya gitu dia langsung bertanya kepada sahabatnya.
"Lu ngapa sih bil, pagi pagi dah bete kaya gitu"kta Lia sambil menenangkan Billah
"Sini cerita sama gw, lu ngapa?"tanya Lia ke Billah
Billah hanya bisa menghela nafas dan menceritakannya kepada sahabatnya itu.
"Jadi gini loh li, kan gw udah coba telepon Bimo agar dia nganterin gw tapi dia malah gk ngangkat telepon gw"menjelaskannya kepada sahabatnya
"Terus kenapa lagi?"tanya Lia kepada Billah
"Y terus gw tadi gk sengaja di jalan ketemu Satrio dan dia nawarin gw tumpangan, pas sampai di sekolah gw ketemu Bimo. dia langsung ngomel ngomel ke gw"ktanya yang masih menjelaskannya
"Y udah deh habis itu gw tinggalin aja dia habis gw kesel Ama dia Li"ucapnya
"Auu ah males gw sama dia"ucapnya kesel
Pas selama pelajaran berlalu dia tidak ngomong dengan bimo dan Bimo makin cemas kalo Billah tidak memaafkan dirinya.
"Bil gw minta maaf deh"ucapnya sambil memegang tangannya Billah
"Gak usah megang megang dah jijik tau gak" kta Billah yang masih kesel dengan bimo
Lia yang melihat temannya kaya gitu dia langsung membujuk Billah untuk memaafkan Bimo.
"Udah lah bil maafin aja bimo"ucap kata sahabatnya itu
"Tapi li dia tuh nyebelin banget tau gk sih"ucapnya
__ADS_1
"Y udah terus lu mau gimana?"tanya sahabatnya
Akhirnya Billah berusah untuk memaafkan Bimo dan ingin ngobrol lagi dengannya.
"Bim gw mau ngomong sama lu"ktanya ke Bimo
"Ngomong apa sih bil?"tanya Bimo ke Billah
"Gw mau dah maafin lu tapi ada satu syarat"ucapnya ke Bimo
Bimo tau syaratnya bukan lain pasti dia harus membelikan dia es krim.
"Jangan bilang gw harus beliin lu es krim"kta Bimo ke Billah
"Bingo itu lu tau tanpa gw harus kasih tau"ktanya
"Bil apa lu lupa gw udah ngenal lu tiga tahun masa y kali gw gk tau apa yang lu suka"kta bimo.
Memang mereka dah kenal dari kelas 8 dan sekarang mereka udah kelas 10, Mereka juga heran mengapa mereka bisa satu sekolahan lagi.
"Hehehehe"twanya
"Gak usah tawa jelek lu kalo ketawa"Kya Bimo sambil ngeledekin
"Hmm suka suka lu dah Bim"ucapnya judes
Jam pelajaran pertama pun habis dan waktunya buat para murid istrirahat, mereka pun ke kantin barang seperti biasanya.
***Hehehe maaf ya kalo misalnya tidak seru ceritanya karna ini terinspirasi dari diri ku sendiri 🤣🤣🤣
Jangan lupa komen dan like🤣😘🤣🤣😘
__ADS_1
Ini Billah dan Satrio, hayo Billah lebih cocokkan Ama sapa???***