
Chapter 2 : Perlengkapan Sihir
Seminggu telah berlalu semenjak Aku menerima surat rekomendasi tersebut. Dan sekarang merupakan waktu yang tepat untuk membeli perlengkapan yang telah di katakan Yuna kepadaku. Seperti buku pelajaran, tongkat sihir, grimoire, jubah sihir, dan sapu terbang.
Dan juga Aku memerlukan beberapa alat sihir untuk membantuku, namun daripada membelinya, Aku lebih memilih untuk menciptakannya. Dan karena itulah Aku memerlukan beberapa bahan tertentu untuk menciptakannya. Alat sihir sendiri merupakan sebuah alat yang mempunyai mekanisme yang menggunakan sihir sebagai tenaganya.
Karena itulah, Aku langsung pergi ke distrik perdagangan yang berada di wilayah kalangan atas. Dari kejauhan nampak berbagai pencahayaan yang menggunakan batu sihir. Meski Aku hanya melihatnya sekilas, Aku langsung mengetahui cara kerjanya.
Alat sihir pencahayaan, yang sekarang dipanggil sebagai lampu. Menggunakan sebuah wadah berbentuk bola dengan inti sihir di bagian bawahnya. Inti sihir itu terdiri dari batu sihir, dan beberapa mantra elemen cahaya. Bisa kukatakan bahwa alat sihir di zaman ini sudah sangat berkembang dibandingkan di zamanku.
Lalu distrik perdagangan juga terbagi menjadi beberapa bagian, termasuk Distrik perdagangan sihir. Disana terdapat berbagai hal yang berhubungan dengan sihir, termasuk dengan barang yang Aku cari. Dan untungnya Ayahku mengetahui tempat ini sehingga Dia memberikanku peta agar tidak tersesat.
Kemudian, Aku tiba di depan toko tongkat sihir yang terlihat tua dan penuh jaring laba-laba. Toko tersebut merupakan rekomendasi dari ayahku, namun Aku merasa kurang yakin akan hal tersebut. Tetapii karena Ayahku yang merekomendasikannya, Aku dengan terpaksa masuk ke toko tersebut.
Dari dalam tercium bau lembab yang menyengat hidungku. Bahkan terdengar suara tikus berlalu lalang kesana dan kemari. Beberapa tongkat sihir patah terlihat dimana-mana. Hingga ketika Aku semakin masuk ke dalam, tiba-tiba sesosok bayangan hitam muncul di hadapanku.
Dengan refleks Aku mengaktifkan perisai sihirku dan segera menghindar. Namun saat kuperhatikan lebih jelas, sosok bayangan hitam itu merupakan pemilik toko.
"Maaf maaf, ini kebiasaanku untuk menakut-nakuti anak-anak yang masuk" Ucap pemilik toko.
"Menakut-nakuti?"Tanyaku sambil memiringkan kepala.
"Ah! Sebenarnya banyak anak-anak yang masuk ke sini dengan maksud uji nyali. Seperti yang anda tahu toko ini terlihat kumuh dan kotor seperti bangunan tidak berpenghuni. Karena itu anak-anak datang untuk uji nyali. Kemudian, Apa yang anda ingin lakukan disini? Dari yang kulihat Anda seperti ingin membeli tongkat sihir" Jelasnya.
"Ya, Aku ingin membeli tongkat sihir disini atas saran dari Ayahku" Balas perkataanku.
"Ayahmu? apa mungkin namanya adalah Albert Astra?" Tanya balik sang pemilik toko yang membuatku terkejut.
"Benar sekali, Aku ingin mengetahui apa hubungan anda dengan ayahku" Balasku.
"Aku dan Ayahmu merupakan teman setim semasa berpetualang. Aku merupakan seorang penyihir sedangkan ayahmu adalah pendekar pedang yang kuat.. Bahkan Aku tidak bisa mengalahkannya. Dia dikhianati oleh rekan tim kami. Karena itu sampai sekarang Aku tidak pernah berani untuk menemuinya. Tapi itu sudah cerita lama, tidak usah kau pikirkan" Jelasnya.
"Baiklah, kau ingin membeli tongkat sihir bukan? Aku punya salah satu tongkat sihir terbaik yang pernah ada. Tongkat ini terbuat dari bulu pheonix, tanduk unicorn, serta nafas naga. Dan juga tongkat sihir ini ditempa oleh seorang penyihir blacksmith terhebat pada masanya. Aku sudah lama menyimpangnya karena tongkat ini memilih pemiliknya sendiri. Aku akan memberikanmu harga 10 perak saja." Sambungnya.
Tongkat sihir yang memilih pemiliknya sendiri, Aku yakin itu adalah tongkat sihir yang memiliki ego. Jika seperti itu,, maka tongkat tersebut merupakan tongkat yang sangat bagus, terutama untukku. Meski Aku tidak terlalu memerlukannya tetapi tongkat sihir berfungsi sebagai alat untuk mengontrol sihir agar tidak lepas kendali, Aku bisa mencobanya jika menggunakan sihir rank S.
"Apa tidak masalah jika Aku membeli tongkat berharga itu?" Tanyaku.
"Tidak masalah, Aku menjualnya kepadamu karena tongkat itu sama sekali tidak laku. Zaman sekarang orang-orang lebih memilih tongkat sihir yang indah dibandingkan tongkat sihir yang berguna. Dan lagi, karena Kau adalah anak dari orang itu, sudah pasti Kau sangat berbakat dalam bidang sihir." Jelasnnya sambil mengambil sebuah kotak berdebu di rak dekat kasir.
"Orang itu? Apa maksudmu adalah Ibuku?" Tanyaku lagi.
"Itu benar, Seseorang sekuat dia seharusnya tidak diperlakukan seperti itu. Setelah dipecat sebagai penyihir kerajaan, Dia benar-benar beruntung bertemu dengan ayahmu." Ucapnya sambil mengusap tongkat sihir tersebut.
__ADS_1
Ibuku merupakan penyihir kerajaan terkuat pada masanya. Itu yang sering diceritakan oleh orang tuaku. Dikatakan bahwa Ibuku melakukan kesalahan yaitu gagal mendidik pangeran untuk menggunakan sihir air, tetapi atribut pangeran merupakan non-elemen. Karena itulah Ibuku dipecat dan langsung dikenakan sanksi hingga membuatnya menjadi warga kalangan bawah.
"Kalau begitu, akan kubeli tongkat itu" Jawabku.
"Paling tidak, cobalah terlebih dahulu untuk mengetahui apakah Kau layak diakui oleh tongkat itu." Balasnya
Aku mengambil tongkat itu dan mengayuhnya secara perlahan. Aku mencoba merasakan sensasi dari tongkat itu, dan mulai merapalkan mantra cahaya.
"Wahai Cahaya!, Terangkan, Sekitar, [Light]" Kemudian bola cahaya yang terang muncul dari ujung tongkat.
Aku menggerakkan tongkat tersebut, dan bola cahayanya juga ikut bergerak sesuai apa yang kuinginkan. Kemudian Aku menggerakkannya kedepan untuk mencoba menyerang, dan dengan mudahnya bola cahaya itu bergerak dengan cepat.
"Sepertinya Aku menyukai tongkat ini. Akan kubeli sekarang" Ucapku sambil mengeluarkan uangku.
Setelahnya Aku meninggalkan toko itu dan bergegas menuju ke toko grimoire. Grimoire sendiri merupakan buku yang memiliki batu sihir di sampulnya. Grimoire digunakan untuk menyimpan mantra di dalamnya dan dapat digunakan dengan mudah meski tanpa menyebutkan mantranya lagi. Sama halnya dengan pedang sihir yang bisa ditanamkan beberapa mantra seperti mantra penguatan, ataupun sihir api dan dapat aktif ketika disalurkan energi sihir dan mengucapkan nama mantranya.
Dibandingkan dengan Grimoire, Grimoire sendiri dapat menampung banyak mantra dibandingkan pedang sihir, sehingga sangat berguna bagi penyihir untuk mengaktifkan sihir yang kuat meski tidak menghafal mantranya. Paling tidak Dia telah mampu mengaktifkan mantranya baru bisa ditanamkan di grimoire.
Namun Grimoire sendiri ditemukan olehku, Aku yang awalnya mengandalkan kertas untuk menuliskan mantra dan mengaktifkannya ketika pertarungan membuatku berpikir untuk menciptakan buku berisikan mantra. Hingga akhirnya Grimoire tercipta.
Meskipun Aku yang menciptakannya, tapi Aku jarang memakainya dikarenakan Aku telah menemukan hal lain yang lebih efisien yaitu menggunakan ingatan. Tapi ingatan tersebut harus di berikan mantra khusus yang menyusun ingatan dan mengelompokkannya, dengan begitu Aku bisa menulis mantranya di tiap ingatan yang dikelompokkan.
Dan hasilnya, Jika Aku membayangkan sihir api, maka Aku secara otomatis akan mengingat sihir api tersebut dan akan aktif ketika kuucapkan nama mantranya. Namun itu juga telah kutingkatkan lagi sehingga Aku tidak perlu mengandalkan cara itu dan menggunakan sihir ingatan untuk meciptakan ingatan baru yang mengandung mantra-mantra yang pernah kurapalkan dan waktu pengaktifkannya juga lebih efisien.
Yaitu, Aku bisa mengaktifkan mantra tanpa perlu membayangkannya lagi, Aku tinggal menyebutkan nama mantranya saja. Namun yang menjadi masalah adalah. Saat bereinkarnasi, mantra tersebut menghilang bersama dengan tubuh lamaku. Sehingga Aku memerlukan waktu untuk menulis kembali mantra tersebut di ingatanku.
Kemudian, kembali ke tujuan awal, Aku harus bergegas pergi ke toko Grimoire untuk membeli Grimoire tersebut. Dan lagi Ayahku juga merekomendasikan salah satu toko Grimoire yang dia ketahui. Kali ini tempatnya sangat mewah dan penuh dengan pembeli.
Kali ini Aku merasa tidak yakin, dan memutuskan untuk ke toko lain, namun seseorang menarikku masuk ke dalam toko tanpa kuketahui sama sekali. Aku melihat wajahnya, dia terlihat tua namun pakaiannya sangat mewah. Aku kebingungan dengan perbuatannya yang menarikku seenaknya masuk kedalam toko.
"Maafkan Aku, tadi Aku melihat wajahmu mirip dengan seorang yang kukenal, jadi Aku menarikmu untuk masuk kedalam tokoku." Ucapnya sambil menundukkan kepalanya.
"Apa mungkin Kau kenalan ayahku? Ayahku merekomendasikan tempat ini untuk membeli grimoire" Balasku.
"Ayahmu? Apakah namanya adalah Albert Astra?" Tanya sang pemilik toko.
"Itu benar, jadi Kau mengenal ayahku. Apa mungkin Ayahku itu terkenal? Bahkan tadi pemilik toko tongkat sihir saja mengenalnya" Balasku sambil berpikir.
"Hahaha! Dia tidak menceritakannya yah. Siapa juga yang tidak mengenalnya. Ayahmu itu petualang terhebat yang bahkan sangat berani untuk terjun ke medan perang dan melawan ribuan monster sekaligus. Hanya saja, Dia tertipu oleh rekan timnya." Kata Sang Pemilik Toko.
"Omong-omong, Kau datang kesini untuk membeli Grimoire kan, Aku akan memberikanmu Grimoire yang bagus secara gratis. Tidak perlu sungkan menerimanya, lagipula jasa ayahmu lebih besar dibandingkan sebuah Grimoire" Sambungnya.
"Kalau begitu, Akan kuterima tawaranmu tersebut" Jawabku.
__ADS_1
Setelahnya Sang Pemilik Toko mengajakku untuk masuk ke ruangannya dan membuka sebuah brankas. Dibaliknya terdapat sebuah buku tua namun aliran sihirnya terasa sangat kuat. Bisa kusimpulkan bahwa Grimoire tersebut merupakan Grimoire terbaik yang pernah ada.
"Grimoire ini adalah peninggalan dari murid seorang sage yang terkenal. Sampulnya terbuat dari kulit Minotaur dan intinya berasal dari naga. Tidak hanya itu saja, didalamnya terdapat banyak mantra mantra rank A, bahkan terdapat juga elemen cahaya dan kegelapan. Tetapi tenang saja, masih banyak halaman kosong di Grimoire ini sehingga Kau dapat menulis mantramu sendiri." Jelasnya sambil mengusap sampul grimoire tersebut.
"Apa ini tidak masalah? Menerima barang berharga seperti itu dengan gratis?" Tanyaku dengan gelisah.
"Tenang saja, lagipula akan berbahaya jika jatuh di tangan yang salah. Aku bisa mempercayaimu karena Kau adalah anak dari kedua orang itu. Ada pepatah mengatakan bahwa anak adalah cerminan dari orang tua." Ucapnya sambil menyerahkan Grimoire tersebut.
Aku mengambil Grimoire tersebut dan membuka tiap lembarannya untuk memastikan isinya, hingga tanpa kusadari Aku telah mencapai di bagian akhir buku tersebut. Di lembaran terakhir, tertulis nama dari pemilik Grimoire tersebut, Emily Delia, Dia adalah murid terbaikku. Lalu tepat di sebelah namanya, tertulis nama lamaku dan sebuah pesan.
"Guru, jika anda membaca ini, Aku mungkin sudah tidak ada, Tapi Sudah bertahun-tahun semenjak Anda menggunakan sihir reinkarnasi, tapi tetap saja Anda belum kembali sama sekali. Aku membuat buku ini khusus untuk Anda, karena Aku tahu tentang mantramu akan menghilang ketika Anda terlahir kembali. Meski tidak sehebat Guru, tetapi Aku telah menuliskan beberapa mantra tersulit di dalamnya sehingga Guru tidak perlu merapalkan mantranya lagi. Tertanda Emily Delia" Pesan yang tertulis di Grimoire tersebut.
"Apa kau bisa membacanya? Katanya itu ditulis menggunakan bahasa kuno. Sampai sekarang tidak ada yang tahu arti dari kalimat panjang itu." Kata Sang Pemilik toko.
"Tidak-tidak, Aku tidak mengetahuinya, Hanya saja tulisan kuno ini membuatku sedikit tertarik." Bohongku untuk menutupi kemampuanku.
Aku tahu jika mampu membaca bahasa kuno akan berbahaya di zaman ini dikarenakan banyak reruntuhan kuno yang menggunakan bahasa kuno. Aku takut jika penemuan reruntuhan itu akan memberikan dampak negatif bagi semua orang. Tidak hanya itu, jika ketahuan Aku mungkin akan menjadi buronan diakibatkan dipaksa untuk menerjemahkan bahasa kuno. Meskipun Aku bisa melawannya, tapi orang tuaku tidak. Memikirkannya saja sudah membuatku merinding.
"Begitu yah, Jadi bagaimana pendapatmu mengenai Grimoire itu?" Tanya Sang Pemilik Toko.
"Ini sangat menarik, Aku sangat berterima kasih padamu karena telah memberikan grimoire ini." Ucapku.
Setelahnya Aku meninggalkan toko grimoire tersebut dan melanjutkan ke toko berikutnya, Aku kemudian membeli jubah sihir yang biasa, terus ke toko sapu terbang dan membeli yang biasanya juga. Serta terakhir, Buku pelajaran sihir. Aku membeli banyak karena di akademi akan ada banyak mata pelajaran yang wajib dipelajari.
Dan sekarang, Uang yang kumiliki sudah habis, yang tersisa hanya uang yang kudapatkan dari bekerja. Tapi tenang saja, karena Aku memiliki tabungan yang awalnya ingin kupakai untuk membayar masuk akademi. Jika kuhitung jumlahnya, tabungan ku itu ada seratus koin emas. Aku akan tetap menyimpannya karena akan berguna di kemudian hari.
Sekarang semua yang kubutuhkan sudah lengkap. Dan juga langit sudah mulai gelap sehingga membuatku bergegas untuk pulang. Tapi sebelum itu, Aku membeli sate lagi 10 tusuk. Dan setelahnya Aku bergegas untuk pulang dan mempersiapkan diri sebelum hari tes masuk akademi dimulai.
Sesampainya dirumah, Aku meletakkan semua barang yang kubeli di meja untuk meningkatkan efisiensinya dengan sihir peningkatan, Enchant ke tiap barang tergantung kegunaannya. Yang pertama adalah tongkat sihirku, Aku berpikir untuk memberikannya peningkatan daya serang, daya tahan, percepatan sihir, pengendalian, penghematan energi sihir. dan penggandaan sihir.
"[Enchant] Attack Power, Durability, Magic Acceleration, Controller, Magic Saving, Multiplier" Rapalku untuk mengaktifkan mantra.
Tepat saat Aku mengatakan Enchant, sebuah cahaya biru kecil terbang di sekeliling tongkat sihirku dan mulai menulis mantra mantra enchant yang kusebutkan dan langsung tertanam di dalam tongkat sihir tersebut. Dengan begitu, tongkat sihirku telah di perkuat atau ditingkatkan dan ketika kusentuh, terasa sangat familiar di tanganku.
Selanjutnya, Aku tidak akan melakukan enchant ke Grimoire karena Grimoire itu adalah buku yang menampung mantra sihir. Jadi Aku akan enchant jubah sihirku dengan Shield, Magic Protection, Pyshical Protection, Mental Protection, Magic Regeneration, Auto Recovery, Strength Boost, Speed Boost.
Kemudian selanjutnya, sapu terbang, kali ini peningkatannya cukup sederhana, yaitu Levitating, Controller, Speed Boost, Flying, Shield, Auto Repair. Dengan begitu, ketiga perlengkapanku telah ku enchant sepenuhnya. Untuk Grimoire dan buku pelajaran akan tidak berguna jika di enchant begitu saja, sehingga Aku hanya melakukan enchant ke tiga perlengkapanku saja.
"Hei Loid, Sekarang sudah waktunya tidur" Kata Ibuku dari bawah.
"Aku akan segera tidur" Sahutku.
Masih ada waktu tiga minggu sebelum hari tes dimulai. Jadi akan kumanfaatkan waktu itu untuk mempersiapkan mantra terbaikku, yaitu Memory Grimoire, Mantra yang kugunakan di masa lalu untuk menyiimpan mantra lainnya melalui ingatanku.
__ADS_1
Karena ini akan tidak mudah untuk menyelesaikannya dalam waktu singkat, namun berkat pesan yang diberikan muridku di masa lalu yang menjelaskan teori Memory Grimoire lebih jelas dibandingkan hasil penelitianku. Itu bisa terjadi mungkin karena Dia bereksperimen selama bertahun-tahun.
Dan setelahnya Aku tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Semuanya demi kehidupanku yang damai, Aku harus mendapatkan sertifikat penyihir dan membantu ekonomi keluargaku. Aku harus berjuang mulai dari sekarang untuk menjadi penyihir terhebat di zaman ini.