
Chapter 7 : Pekerjaan
Setelahnya, semua masalah telah selesai. Aku pulang dengan berjalan kaki sendirian dengan rasa senang karena telah mendapatkan uang yang sangat banyak. Tapi diperjalanan, Aku melihat sesosok pria yang mirip dengan orang yang kukenal sedang dihadang oleh preman di sebuah gang.
Orang itu adalah Molda. Aku langsung segera bergegas menuju ke arahnya untuk membantunya. Terlihat ada lima preman dan salah satunya mempunyai badan besar. Tapi untungnya dari mata penilaiku Aku tidak menemukan adanya tanda tanda bahwa mereka merupakan penyihir, dengan kata lain mereka hanyalah preman biasa.
Aku langsung menggunakan sihir peningkatan fisik [Boost] untuk menambahkan kecepatanku dalam bergerak, dan dalam hitungan detik, Aku berada di hadapan mereka dan di saat Aku belum sempat mendaratkan kakiku di atas tanah, Aku menendang kepala dari salah satu preman itu hingga terlempar ke dinding sehingga membuatnya retak.
Kesemua preman itu terkejut dan kini menyadari keberadaanku, pemimpin mereka, yang bertubuh besar itu berteriak dan menyuruh semuanya untuk menyerangku. Aku kemudian melompat ke dinding untuk memberiku ruang bertarung.
Aku kemudian mengaktifkan sihir airku, [Water Ball] bersamaan dengan [Enhance] untuk mengandakan mantraku sehingga Aku bisa menghasilkan sihir lebih banyak dalam satu mantra. Ini sangat berguna jika berhadapan melawan banyak musuh, tapi kontrol sihir juga hal terpenting untuk bisa menggunakan sihir ini.
Aku menciptakan empat bola air secara sekaligus dan menyerang semua preman yang tersisa hingga membuat mereka terlempar ke arah dinding tadi, tapi yang tersisa hanyalah pemimpinnya yang mempunyai fisik yang kuat.
Sekarang Aku harus melawan pemimpin mereka yang terlihat kuat itu. Aku menggunakan sihir airku lagi, [Water Burst] untuk mengalihkan perhatiannya dan segera Aku berlari mendekati preman itu dan mempersiapkan serangan jarak dekatku dengan menciptakan sebuah pedang menggunakan sihir penciptaan [Create].
Dengan begitu Aku bisa menebasnya dengan mudah, apalagi ditambah dengan sihir penguatan [Boost] tadi sehingga membuatku bergerak begitu gesit dan memotong kedua tangan preman itu. Sekarang sudah tidak ada lagi preman yang bisa bertarung sehingga Aku menciptakan sebuah benda pengikat dengan menggunakan [Create] untuk membuat preman itu tidak bisa bergerak sehingga Aku bisa membawanya ke pihak berwajib.
Aku menghampiri Molda yang terlihat dari wajahnya yang begitu murung. Aku membawanya menuju ke tempat yangn sedikit terang dibandingkan di gang itu dan mengajaknya untuk berbicara mengenai kejadian tadi. Aku harus mengumpulkan banyak informasi darinya agar semuanya tidak berjalan lebih buruk.
"Apa yang kau lakukan di gang itu? Bukankah dengan sihirmu Kau bisa mengalahkannya dengan mudah." Tanyaku
"Aku....Aku tidak bisa melakukannya. Kalau kulakukan itu hanya memperburuk keadaanku. Aku mengucapkan terima kasih karena telah menolongku, tapi mereka pasti akan datang kembali, jadi segeralah pergi dariku sekarang." Ucap Molda kepadaku sambil mendorongku pergi.
"Apa maksudmu? Kalaupun hanya seperti itu jangan khawatir, Aku ini sangat kuat loh. Kau hanya perlu menceritakannya kepadaku."
Setelahnya Molda mengatakan semuanya mengenai masalahnya itu. Dirinya merupakan anak dari keluarga penyihir air terkenal di kota Bergain, tapi keluarganya menganggapnya sebagai anak yang tidak berguna dikarenakan tidak mampu menggunakan sihir air dengan baik sehingga Molda memutuskan untuk masuk ke akademi. Tapi yang menjadi masalah adalah, Keluarganya sama sekali tidak ingin membiayainya sehingga Molda mencari cara untuk masuk ke akademi.
Kemudian Molda meminjam uang ke pedagang tapi pedagang itu memberikannya alamat ke sebuah organisasi rahasia dan meminjam uang disana dengan catatan uang itu harus kembali dalam dua bulan. Tepatnya setelah upacara siswa baru dimulai. Tetapi selama dua bulan itu Molda telah bekerja tapi uangnya masih kurang dikarenakan terdapat bunga sebanyak 20% tiap bulannya. Dan karena itu Molda sekarang dikejar oleh organisasi tersebut dan tidak ingin melibatkanku disana.
"Ngomong-ngomong, hutangmu ada berapa?" Tanyaku lagi
"Aku meminjamnya sekitar dua koin emas. Kalau bunganya di hitung sekarang hutangku sekitar dua emas delapan ratus perak." Jawabnya.
"Kalau begitu, biarkan Aku membayarnya" Balasku.
"Tunggu sebentar! Bagaimana bisa Kamu membayarnya, uang sebanyak itu mustahil untuk didapatkan" Kata Molda dengan terkejut.
"Aku baru saja mendapatkan uang kompensasi dari keluarga Dafire. Jadi bukankah tidak masalah?" Tawarku untuk membantunya
"Bukankah lebih baik jika Kamu yang memakainya untukmu dan keluargamu saja. Jangan membuang uangmu kepada orang yang tidak Kamu kenal." Balas Molda untuk menolak uang dariku.
"Bukankah kita ini teman? Sebagai teman kita harus saling menolong satu sama lain, jadi ini tidaklah masalah" Tawarku lagi.
"Tapi tetap saja, Aku tidak bisa menerima uang sebanyak itu." Tolaknya lagi.
Sekarang Aku harus memikirkan cara lain agar membantunya mengurus masalahnya itu. Dan kemudian Aku mengingat sesuatu, dari yang kudengar di akademi banyak murid yang mendaftar sebagai petualang untuk mendapatkan uang tambahan. Dikarenakan biaya akademi yang begitu mahal dan dibayar tiap semesternya, jadinya banyak sekali murid yang bekerja di Guild. Oleh karena itu, Aku berpikir bahwa menjadi Petualang adalah jalan satu-satunya yang tersisa.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita mendaftar sebagai petualang? Kudengar uang yang dihasilkan menjadi petualang cukup banyak dan mungkin bisa membayar hutangmu itu" Ajakku.
"Petualang ya.... kurasa itu bukanlah ide buruk. Baiklah Aku akan mendaftar sekarang."
Setelahnya Aku dan Molda bergegas menuju ke Guild yang ada di kota ini, Guild Talnear. Guild juga terbagi menjadi dua, yang pertama Guild biasa yang isinya kebanyakan dari rakyat biasa, sedangkan Guild Elit yang berisikan bangsawan yang menginginkan berpetualang dengan bebas. Meskipun begitu kedua guild ini saling bertentangan dikarenakan banyak hal terutama kasta.
Dan sudah jelas bahwa Aku akan menuju ke Guild biasa, lagipula tidak mungkin bagiku untuk masuk ke Guild Elit. Tapi memasuki Guild biasa juga biasanya cukup sulit, dimulai dari tes bertarung dan sebagainya, namun untuk murid akademi akan diberikan kemudahan dengan langsung diterimanya tapi dimulai dari peringkat terendah untuk meminimalisir bahaya yang akan terjadi kepada murid akademi.
__ADS_1
Hingga beberapa menit berlalu, Kami tiba di sebuah bangunan yang begitu tinggi dan luas. Mempunyai dinding yang kokoh dan begitu bagus untuk dipandang. Suara meriah terdengar bahkan dari luar. Inilah Guild Petualang. Aku dan Molda memutuskan untuk masuk kedalam, dan untungnya ketika masuk kami disambut oleh salah satu resepsionis sehingga Kami tidak perlu kebingungan dalam mendaftar.
"Apa ada yang bisa kami bantu?" Tanya resepsionis itu.
"Kami ingin mendaftar sebagai petualang" Balasku
"Kalau begitu, Apakah Anda memiliki kartu identitas atau sebagainya?"
"Tentu" Balasku sambil menyerahkan kartu siswaku dan kartu milik Molda juga.
Resepsionis itu memandangi kartu tersebut dengan seksama untuk memastikan apakah kartu itu asli atau tidak dan selang beberapa detik, Dia mengembalikan kartu kami kembali.
"Pengecekan sudah selesai, Tuan Loid, dan Tuan Molda. Kelas Non-elemen. Selamat kalian diterima untuk menjadi petualang, tapi sebelum itu Saya ingin menjelaskan mengenai hal ini."
"Menjadi petualang bukanlah hal mudah, hal yang pertama yang perlu diperhatikan adalah keselamatan. Bagi siswa seperti kalian, jika bertemu dengan monster yang kuat harap segera kembali untuk melapor, dan jangan melawannya. Kedua jangan mengerjakan misi di atas peringkat kalian, untuk permulaan kalian akan diberikan peringkat F dan itu akan naik seiring banyaknya misi yang telah selesai. Dan terakhir jangan berbuat kekacauan dalam melakukan misi." Sambungnya
"Selanjutnya Aku akan menjelaskan tingkatannya, Di sini terdapat sebuah sistem peringkat, dimulai dari terendah yaitu peringkat F dan tertinggi yaitu peringkat A. Tapi dulu pernah ada yang sampai Peringkat S dan sampai sekarang masih belum ada yang mencapainya. Dan kemudian, Kalian bisa mengambil misi yang ada di sana sesuai dengan peringkat kalian, untuk siswa seperti kalian juga dilarang mengambil di atas peringkat kalian, kecuali jika ada petualang veteran yang menemani. Baiklah, sudah tidak ada hal lain yang perlu kujelaskan, tapi Aku akan memberikanmu sebuah buku panduan monster."
"Terima kasih atas penjelasannya."
Setelahnya Aku dan Molda berjalan menuju ke tempat untuk mengambil misi yang tadi ditunjukkan oleh resepsionis tadi hingga Kami tiba di sebuah tempat yang berisikan banyak papan dengan berbagai huruf di atasnya mulai dari A hingga F. Kami tahu bahwa papan yang berisikan kertas yang terpajang itu adalah misi yang diberikan kepada petualang dan Aku dan Molda berjalan ke arah papan yang bertuliskan F di atasnya.
Aku memperhatikan papan itu dengan jelas, terlihat ada banyak sekali misi yang terpajang, dimulai dari memetik daun herbal hingga mengalahkan [Sewer Rat - F]. Tapi Aku melihat bayaran dari misi itu hanya sekitar 10 hingga 50 perunggu.
"Bayarannya sangat sedikit, jika seperti ini akan sangat lama untuk bisa membayar hutangmu" Kataku.
"Lebih baik Aku menyerah saja" Balas Molda dengan ekspresi murung.
"Tunggu dulu, meskipun biayanya rendah, tapi monster yang dikalahkan itu adalah milik petualang, dengan kata lain Kita bisa menjual bagian monster." Balasku.
Tetapi dengan begitu, Aku bisa mencari sesuatu yang sedikit berharga daripada itu, seperti [Slime - F] Cairannya bisa digunakan sebagai pelembab, inti sihirnya bisa dipakai untuk menciptakan sebuah alat sihir ataupun keperluan sihir. Namun menurut buku kelemahan Slime adalah api, tapi elemen air dan angin tidak begitu mempan.
"Kalau begitu, bagaimana kalau mengambil misi ini?" Tanyaku sambil memegang selembaran kertas misi yang tadinya tertempel di papan.
[Mengalahkan 10 Slime - F]
Pengirim : Arkea (Petani)
Syarat : Petualang Penyihir Rank F
Min Party : 1-2 Anggota
Penyelesaian : Mengalahkan 10 Slime
Lokasi : Padang Rumput Sebelah Barat Kota Talnear
Hadiah : 50 Perunggu
Deskripsi :
Disaat musim panas banyak Slime berkumpul di padang rumput, tidak jarang mereka bergerak menuju ke ladang petani dan memakan habis banyak panen sehingga bisa menyebabkan petani mengalami gagal panen yang parah. Jika tidak segera di selesaikan, maka krisis makanan bisa saja terjadi.
"Kurasa..... Itu tidak masalah" Kata Molda setelah melihat misi tersebut.
Dari yang kulihat, misi ini bukanlah misi yang buruk, terutama syaratnya yang khusus untuk penyihir seperti kami. Dan lagi jika di lihat dari penyelesaiannya yang mengatakan untuk mengalahkan dan bukan menyerahkan, dengan kata lain bagian monster yang kami kalahkan itu adalah hak kami.
__ADS_1
Kemudian Aku dan Molda berjalan menuju ke meja resepsionis tadi dan mengatakan akan mengajukan misi ini, dan langsung di terima. Tapi resepsionis itu memanggilku ketika hendak berbalik.
"Tunggu sebentar, Saya lupa mengatakan bahwa di kartu identitas akademi kalian secara otomatis sudah ditambahkan kartu identitas petualang dengan menekan tombol di kartunya. Jadi dengan kartu itu kalian bisa mendaftarkan party sehingga monster yang dibunuh oleh salah satu dari kalian akan tercatat sebagai party. Dan disana ada banyak fitur yang berguna tertanam. Itu saja, selamat memulai pemburuan pertama kalian." Jelasnya.
Setelahnya Aku dan Molda keluar dari bangunan Guild dan langsung mengecek kartu identitas akademi yang diberikan ketika upacara siswa baru, dan terlihat kartu tersebut telah berubah. Ketika di aktifkan dengan mengalirkan sihir terdapat dua tombol. Yang pertama itu Kartu Identtias Akademi, dan kedua Kartu Identitas Petualang.
Aku mencoba menekan Kartu Identitas Petualang dan menemukan bagian atas berisikan namaku beserta peringkatku. Dan dibagian bawah terdapat tombol lagi dan tombol itu terdiri dari jumlah monster yang dikalahkan, party, map, bank, dan sebagainya. Tetapi sebelum memeriksanya Aku lebih baik membuat party dengan Molda terlebih dahulu.
Setelahnya Aku dan Molda memutuskan untuk segera bergegas untuk menyelesaikan misinya dengan cepat dan beralih ke misi lain. Aku membuka map dan menemukan sebuah titik merah yang berada di bagian barat kota yang artinya tempat itu adalah tempat dimana kami akan memulai misi yang kami dapatkan tadi.
Dengan membuka peta Aku mencari jalan pintas dari arah atas, berkat sihir pendeteksiku juga Aku menemukan jalan yang sepi dan tercepat. Aku berlari bersama dengan Molda yang telah kuperkuat dengan sihir [Boost] untuk mempercepat perjalanan.
Hingga beberapa detik kemudian Kami akhirnya tiba di tempat tanpa ada masalah sama sekali. Dan untuk pertama kalinya Aku keluar dari kota karena telah mendapatkan kartu identitas yang bisa digunakan untuk keluar kota.
Lalu berfokus ke misi, Kami tiba di padang rumput sesuai dengan apa yang di perlihatkan di peta dan kulihat terdapat banyak Slime berkumpul dan ketika ku deteksi terdapat hampir ratusan slime disana. Dengan begitu, Sumber uang sudah ada di depan mata.
Aku menarik Molda untuk menunduk sebentar dan membisikkan rencana untuk membasmi semuanya. Aku menjelaskan bahwa Slime itu tidak terlalu mempan jika berhadapan dengan sihir air. Tapi tidak mempan bukan berarti tidak bisa, Aku mengatakan untuk tetap menyerangnya dengan cara membuatnya tengelam dengan bola air yang besar.
Meskipun Slime terlihat seperti bola berair, bukan berarti Slime itu tidak bernapas. Dengan kata lain, dengan membuatnya tidak bernapas bisa membunuh Slime itu. Ini adalah cara termudah untuk mengalahkan Slime di masa lalu karena sudah sering merusak tanaman. Tetapi terkadang Aku memeliharanya juga di kamarku pada masa itu.
Molda kemudian menciptakan sebuah bola air satu persatu kearah Slime itu dan mempertahankan bentuknya sehingga ketika mengenai Slime bola air itu tidak pecah dan menghisap Slime dan membuatnya tenggelam. Tapi jika dilakukan satu satu akan memakan waktu yang lama, Maka dari itu Aku menggunakan sihir airku bersamaan dengan [Enhanced] untuk memperbanyak bola airkku.
Aku kemudian menggandakan mantrarku sebanyak seratus kali dalam sekali mantra. Meskipun itu hanya memakan sedikit energi sihirku karena hanya sebatas elemen rendah. Dengan begitu, dalam sekali serangan Aku membuat semua Slime langsung mati tenggelam.
"Kalau seperti itu semuanya menjadi sangat mudah ya" Kata Molda.
"Aku akan mengajarimu itu besok, pertama-tama pisahkan bagian tubuhnya dan ambil bagian terpentingnya seperti lendir, kulit, inti sihirnya." Perintahku.
Dengan begitu, Aku dan Molda bergerak dengan cepat untuk mengumpulkan tubuh Slime satu persatu dan memulai untuk mengeluarkan bagian-bagian terpentingnya yang dapat dijual seperti inti sihir, kulit, lendir. Dan semua bagian itu kumasukkan kedalam sihir ruangku yang kubuat secara khusus untuk menyimpan bagian tubuh monster.
Dan dalam beberapa menit, Kami akhirnya menyelesaikan semuanya dan kulihat di sihir ruangku telah terkumpul sekitar 94 Inti Sihir berserta dengan bagian lainnya. Aku dan Molda memutuskan untuk segera kembali dan melaporkan misi telah selesai.
Setibanya di Guild, Aku berjalan menuju ke arah resepsionis dan mengatakan bahwa misinya telah selesai. Resepsionis tersebut kemudian meminta kartu guildku dan memeriksa jumlah monster yang telah kami kalahkan. Dan terkejutnya Dia ketika melihat jumlah Slime yang kami kalahkan. Tapi setelahnya Dia memberiku uang lalu mengembalikan kartuku dan mengatakan bahwa misinya telah di konfirmasi.
Aku kemudian menanyakan dimana Aku bisa menjual bagian monster yang telah dikalahkan, dan Resepsionis itu menunjuk ke arah lantai dua. Dan Aku kemudian menaiki tangga tersebut dan menemukan sebuah ruangan yang begitu ramai dan terlihat sebuah meja resepsionis lagi dengan tulisan di atasnya yang mengatakan Guild Perdagangan.
Karena penasaran Aku mencoba mendekat dan dihampiri oleh salah seorang resepsionis yang ada di sana.
"Apa ada yang bisa kubantu?" Tanya resepsionis tersebut.
"Aku ingin menjual bagian monster yang sudah kukalahkan. Salah seorang resepsionis di lantai bawah mengatakan bahwa disini tempat untuk menjual bagian monster tersebut" Balasku
"Benar sekali, Disini adalah Guild Perdagangan yang mengatur segala transaksi yang terjadi di kota ini termasuk membeli dan menjual barang." Jelasnya
"Kalau begitu, Aku ingin menjual bagian slime ini" Jawabku sambil mengeluarkan semua bagian Slime yang kukumpulkan bersama Molda.
Karena jumlahnya yang banyak sehingga membuat barang yang kukeluarkan memenuhi meja resepsionis tersebut sehingga Aku menaruh sisanya di atas meja lain.
"Tunggu sebentar, Kami akan memeriksa kualtias dan kuantitasnya" Katanya.
Aku kemudian menunggu sebentar dan dalam beberapa menit semuanya telah selesai di periksa dan dihitung satu persatu oleh resepsionis itu.
"94 Inti Sihir Slime, 24 Liter Lendir Slime, 94 Kulit Slime. Untuk harganya satu Inti Sihir Slime sekitar 5 Perunggu, 1 Liter Lendir Slime itu 10 Perunggu, dan satu kulit Slime itu 2 perunggu. Totalnya 898 Perunggu." Jelasnya sambil menyerahkan sekantung yang berisikan ratusan keping perunggu.
Aku menerima uang itu dan langsung pergi menemui Molda. Ini jumlah yang masih sedikit jika dibandingkan dengan apa yang dibutuhkan. Jadi Aku mengatakan kepada Molda untuk terus mengambil misi, dimulai dari [Mengumpulkan Tanaman Herbal - F] yang dengan mudah kami selesaikan dengan menggunakan sihir pencari dan mendapatkan sekitar 60 dari misi dan 540 dari menjual sebagian karena Kami mengambil cukup banyak tanaman herbal.
__ADS_1
Tapi tetap saja itu masih kurang. Uang yang kami miliki sekarang masihlah 1 Perak 548 Perunggu. Namun sekarang hari sudah mulai gelap, jadi Kami memutuskan untuk melanjutkan besok karena Kami juga harus belajar di malam hari.