Sihir Elemen

Sihir Elemen
Chapter 8 : Organisasi Rahasia


__ADS_3

Chapter 8 : Organisasi Rahasia


Keesokan harinya, seperti biasa Aku membantu Molda mendapatkan uang dengan cara menjadi petualang. Sepulang dari sekolah Aku dan Molda langsung bergegas menuju ke Guild dan mendapatkan misi.


Kami mengerjakan banyak misi kemarin sehingga tanpa sadar peringkat kami meningkat dari Rank F menjadi Rank E. Sehingga Kami sekarang bisa mengerjakan misi peringkat E seperti [Musnahkan Lima Goblin - E] [Mengalahkan Serigala Abu-abu - E] dan sebagainya.


Kira-kira pendapatan rata-rata misi Rank E adalah sekitar seratus perunggu hingga satu perak. Namun itu masih belum termasuk dengan pendapatan menjual bagian monster yang rata-rata kudapatkan sekitar sekeping perak hingga sepuluh perak.


Itu jumlah yang masih sedikit dengan jumlah yang kubutuhkan. Oleh karena itu Kami membutuhkan waktu hingga sebulan untuk bisa melunasi hutang tersebut. Dan juga dalam sebulan Kami berhasil naik Rank lagi menjadi Rank D.


Kemudian di misi terakhir, [Mengalahkan Orc - D] dengan bayaran lima puluh perak. Setelah mengajukan misi tersebut, kami langsung bergegas menuju ke lokasi untuk memburunya. Aku tidak menyangka bahwa akan memakan waktu selama ini untuk mendapatkan uang sebanyak itu. Tetapi yang terpenting, Aku harus segera menyelesaikan misinya dan kembali.


Di hutan, seekor orc berjalan dengan membawa tongkat kayu besar di tanganya. Meskipun tubuhnya yang besar, tapi sihir masih mempan padanya sehingga Aku mencoba untuk menyerangnya dengan sihir api [Fire Chain] dan rantai api itu akan mengikatnya hingga mati.


Lalu setibanya di kota, Aku melaporkan misi telah selesai dengan menunjukkan bukti tubuh orc yang masih utuh yang bisa dijual lebih mahal karena memiliki banyak bagian penting.


"Terima kasih karena sudah menolongku untuk membayar hutangku" Ucap Molda sambil menundukkan kepalanya kepadaku.


"Sudah-sudah, Aku membantumu agar Kau tetap menjadi temanku" Balasku.


"Kalau begitu, Aku akan segera untuk membayar hutangku. Apakah Kamu mau ikut?" Tanya Molda untuk mengajakku.


"Tentu saja Aku akan ikut. Siapa tahu kau akan dalam masalah lagi." Ucapku.


Dari awal Aku merasa ada hal buruk yang akan terjadi karena instingku yang begitu kuat. Aku tidak boleh melepaskan pandanganku darinya sekarang karena dari awal Kami telah diikuti semenjak hari kemarin. Aku tidak tahu apakah mereka ada hubungannya dengan organisasi itu.


Setibanya di sebuah tempat yang berlokasikan di dalam gang yang begitu gelap dan dipenuhi dengan sampah. Aku melihat bangunan tua dengan jendela yang rusak dan terpapan dengan berantakan. Aku dan Molda memasuki tempat itu dengan perlahan.


Kulihat dari kejauhan terdapat banyak sekali preman yang berkumpul di sebuah ruangan yang terlihat seperti bar. Dan seseorang tiba-tiba berdiri menghampiri kami.


"Jadi Kau sudah tiba, apakah sekarang kau mempunyai uangnya?" Tanya orang itu yang kemudian membawa kami ke sebuah ruangan yang berbeda.


Aku dan Molda tentu saja ikut dengan Dia dan di sebuah ruangan itu terlihat banyak perabotan yang terlihat mewah dan seseorang duduk di sana. Aku melihat tubuhnya yang begitu besar dan matanya mengalami cedera di sebelah kanan karena pedang.


"Molda! Aku berpikir Kau kabur karena tidak bisa membayar hutangmu, tapi melihatmu disini sudah jelas Kau akan membayar hutangmu kan" Kata Pria bertubuh besar itu.


"Lalu kau? Siapa kau ini?" Tanya Dia kepadaku.


"Maaf, Dia adalah temanku, Dia yang membantuku untuk membayar hutang." Balas Molda.


"Begitu ya, Jadi sekarang sudah tiga bulan, maka dari itu hutangmu ada 3 emas 200 perak kan." Ucapnya


"Kalau begitu, ambil ini" Balas Molda sambil memberikan sekantung uang kepadanya.


Dia kemudian membuka dan mengeluarkan uang di dalam kantung itu dan menghitungnya satu per satu. Dalam beberapa menit, Dia berhasil menghitung semuanya. Lalu memasukkannya kembali ke dalam kantung tersebut dan menatap kami.


"Aku dengar Kau sudah menjadi petualang ya, pasti uang yang Kau hasilkan itu banyak" Ucap Pria itu.


"Ya...Kurasa benar" Balas Molda


Aku merasa ada sesuatu yang aneh dari perkataannya barusan. Tapi sebelum itu Aku tidak boleh melakukan pergerakan yang mencurigakan, terlebih lagi Aku tidak mempunyai bukti yang kuat.

__ADS_1


"Kalau begitu, karena telat membayar hutang, Kau dikenakan denda sebanyak satu koin emas." Katanya


"Jadi begitu ya, Ambil ini" Ucapku dengan melempar sekeping emas kepadanya.


"Ya, ya sekarang sudah cukup. Tapi biaya uang mukanya masih belum. Kalian perlu membayarku lagi sekitar lima keping emas" Ucapnya untuk meraup lebih banyak uang.


"Tunggu Sebentar! Ini sudah sangat berlebihan. Kenapa harus ada uang muka juga? Bukankah dari perjanjian awal tidak ada yang mengatakan tentang uang muka?" Tanya Molda dengan sedikit emosi.


"Tenang Molda, lebih baik kita pergi sekarang" Ucapku untuk menenangkannya.


Aku dan Molda kemudian berbalik arah dan mencoba untuk meninggalkan ruangan. Tapi tiba-tiba pintunya terhalang oleh dua preman. Aku kemudian menoleh melihat kebelakang, terlihat senyum licik pria itu.


"Kalian tidak akan bisa kabur dari sini. Lagipula seharusnya Kau Molda menjadi budak yang akan kugunakan untuk memeras uang keluargamu. Tapi siapa yang akan menyangka Kau bisa mengembalikan uang tersebut. Dan lagi Kau Bocah! Dilihat dari perlengkapanmu, Kau pasti anak dari orang kaya. Jadi Kalian akan sangat menguntungkanku."


Memang benar jika dilihat dari perlengkapan yang kukenakan terlihat seperti barang mewah karena Aku telah menciptakannya dengan sihir yang berkualitas dan sihir peningkatan untuk membuatnya lebih bagus.


Tapi terlebih daripada itu, Aku harus melawan mereka. Aku menggunakan sihir pendeteksi dan memeriksa jumlah musuh yang ada. Jika di hitung terdapat sekitar seratus preman yang berada di dalam bangunan. Namun hanya terdeteksi sepuluh preman yang bisa menggunakan sihir.


"Jika itu yang kau inginkan. [Water Cannon]" Sihir Air Rank C.


Dengan memanfaatkan tekanan air dan menciptakan sebuah ledakan, maka preman yang ada di hadapannya akan terlempar dan membuat jalan sehingga Kami bisa dengan mudah untuk kabur. Tetapi di pintu keluar, terdapat lima penyihir yang menutup pintunya.


Kemudian Pria tadi datang dan mengatakan bahwa Kami tidak akan bisa menang karena penyihir yang ada di hadapan kami itu adalah penyihir tanah Rank C. Tapi itu tidak cukup untuk membuatku takut dan tetap mencoba untuk menerobos.


"Wahai Tanah Yang Pemberani!, Dengan Tekad Yang Kuat, Dan Kekuatan Yang Murni, Pinjamkan Kami Kekuatanmu Untuk Mengguncangkan Mereka. [Earth Spike]" Rapal mereka dengan bersamaan.


[Earth Spike] itu adalah sihir tanah Rank C yang mengendalikan tanah murni dan membentuk sebuah tanah runcing dan akan menusuk target. Tapi Aku bisa menghalaunya dengan menggunakan sihir tanah juga, [Earth Shield] yang kugunakan untuk menyelimuti tubuhku dengan tanah sehingga Aku bisa terhindar dari tusukan, begitupula dengan Molda yang bisa mengikuti mantraku.


Kalau dilihat dari situasinya, seharusnya Kami tidak kabur namun menyerang mereka. Karena itu Aku mulai berpikir untuk melakukan serangan balas dendam setelah mengalahkan penyihir mereka yang begitu lemah. Aku memandang ketua mereka dengan senyum licik untuk membuatnya takut.


"Ayo Molda, kita ambil kembali uang yang tadi" Ucapku.


Ketuanya tersebut langsung berlari menuju ke sebuah ruangan, tapi Aku langsung mengejarnya dengan meningkatkan kecepatanku dengan sihirr [Boost] hingga Dia tidak sempat menuju ke ruangan tersebut. Dari raut wajahnya terlihat Dia begitu ketakutan tapi Aku merasakan ada yang aneh.


Dan tanpa berpikir lama, Aku menangkap ketuanya tersebut dan meminta uang kami kembali. Untungnya tanpa negosiasi yang panjang Dia langsung menyerahkan tersebut. Karenanya Aku melepasnya dan mengajak Molda untuk meninggalkan tempat itu.


Kurasa sekarang Aku tidak perlu memikirkan tentang hutangnya, tetapi bisa saja mereka melakukan sesuatu yang mecurigakan, tapi Aku akan memanfaatkan hal tersebut sehingga mungkin saja ada anggota mereka yang bersembunyi dan akan keluar ketika ingin melakukan hal buruk kepada kami.


Yah seharusnya ini tidak ada masalah apapun hingga keesokan harinya. Di kelas seperti biasa, Pak Guru Larn mengajari kami, namun kali ini Dia mengatakan bahwa akan memberitahu sesuatu yang penting kepada kelas ini.


"Sudah sebulan lamanya kalian bersekolah disini, belajar bersama, dan melakukan pelatihan. Dan inilah saatnya untuk menunjukkan hasil dari semua itu. Seminggu dari sekarang, Akademi ini akan melakukan turnamen antar kelas. Jadi kalian semua diwajibkan untuk mengikuti acara tersebut." Jelasnya.


"Tunggu dulu pak, Bagaimana cara kita memenangkan turnamen ini, sementara Kami semua adalah pengguna sihir Null yang tidak bisa digunakan untuk bertarung." Kata seorang siswa yang berada di depanku.


Siswa itu, Arez Levitear. Dia merupakan putra dari seorang bangsawan viscount dengan sihir non-elemen andalannya yaitu [Strength]. Meskipun begitu, dia cukup terampil dalam ilmu berpedang sehingga sihirnya sangat berguna.


"Yah kalian berusaha saja semaksimal mungkin, lagipula Kalian bisa belajar dari Loid untuk sihir Null bertarung." Ucapnya sambil menatapku.


Pak guru itu, dia melimpahkan semua tanggung jawab kepadaku untuk mengajari mereka cara bertarung dengan sihir non-elemen. Lalu semuanya yang ada di kelas memandangiku seakan-akan ingin meminta bantuanku. Sungguh hari ini akan menjadi hari yang berat.


Sepulang sekolah, kembali seperti biasanya. Aku mengajak Molda untuk berlatih sihir kembali, namun kali ini Aku mengajak Shasa untuk berlatih juga karena sebelumnya Ayahnya memintaku untuk menjadi temannya dan sudah sebulan semenjak saat itu. Shasa juga sudah mulai akrab dengan kami sehinggga Aku mengajaknya untuk berlatih bersama.

__ADS_1


Bukan karena apa, tapi kulihat potensi sihir apinya sangat tinggi dan bahkan hampir mencapai Rank S. Meskipun begitu, Shasa mengatakan bahwa sihirnya tidak bisa berkembang lagi karena Dia tidak mampu menghafal mantra yang begitu panjang namun mengaktifkan mantra panjang di grimoire akan memakan banyak energi sihir.


Dan karena alasan itulah Aku mengajaknya berlatih bersama. Namun di perjalanan pulang, kami dihadang oleh sekelompok penyihir yang memakai jubah hitam dengan wajah yang tertutup. Terlihat sekitar puluhan penyihir berada di hadapan kami.


Namun dari belakang juga muncul sekelompok penyihir yang sama dengan jumlah yang juga sama banyaknya sedang mengepung kami. Karena itu, Kami terkepung dan tidak punya jalan keluar selain bertarung melawannya.


Lalu dari balik sekelompok tersebut, terlihat sesosok orang yang kukenali. Dia adalah pria yang Aku kalahkan kemarin. Namun Aku langsung tersenyum begitu menyadarinya, karena ini juga termasuk dalam rencanaku sehingga organisasi tersebut langsung mengerahkan seluruh anggotanya dan Aku bisa mengalahkan mereka semua.


"Molda, Shasa! Kalian urus di belakang. Biar Aku yang mengurus di depan." Perintahku.


"Wahai Air!, Menarilah Dalam Ketenangan, Hujan Akan Mengurus Segalanya, [Rain Dance]" Sihir Rank C yang digunakan Molda.


Sebuah hujan terbentuk membasahi segalanya, Molda bergerak menuju ke arah musuh dengan kecepatan yang tinggi dan berhasil menghindari segala serangan yang ada karena tariannya. Bahkan air hujan sekalipun tidak bisa mengenainya.


"Wahai Api! Bakar Segalanya, Dengan Api Yang Membara, [Burning]" Dan kemudian Shasa langsung menyerang dengan membakar segalanya yang berada di hadapannya.


Keduanya menyerang secara bersamaan disaat para penyihir musuh masih sibuk merapalkan mantra. Kemudian Aku juga langsung menyerang mereka dengan sihir [Boost] untuk memperpendek jarak. Namun ketika Aku hendak menyerang ketuanya, tiba-tiba muncul perisai yang begitu kuat dan berasal dari puluhan mantra penyihir yang ada di hadapanku.


"Muhahahaha! Asal Kau tahu bahwa pelindung ini dibuat oleh puluhan penyihir, yang artinya Kau tidak akan bisa menembus pertahanan ini meskipun Kau penyihir yang kuat." Kata Orang itu.


"Pelindung yang lemah. Bahkan seekor lalatpun bisa menembusnya." Ejekku untuk membuatnya sedikit kesal.


"Hahaha! Kau sangat berisik, kalaupun tidak bisa ya tetap tidak bisa. Tidak mungkin Kau bisa menghancurkan perisai yang bahkan monster Rank B pun tidak bisa menembusnya." Ucapnya.


"Wahai Ketiadaan! Hilangkan Sihirnya, Dengan Ketiadaanmu, [Dispell]" Dengan cepat perisai itu langsung menghilang begitu saja.


Sekarang sudah tidak ada lagi yang melindunginya, sementara penyihir lainnya sedang merapalkan mantra pelindung lagi. Dan Aku langsung menyerangnya dengan membuatnya pingsan terlebih dahulu, kemudian mengurus penyihir yang tersisa.


Semua penyihir yang ada tengah merapalkan suatu mantra. Namun Aku langsung menyerangnya tanpa menunggu mereka menyelesaikan mantra tersebut. Dan tentunya Aku menggunakan [Enhanced] untuk menggandakan mantraku sehingga Aku bisa menyerang mereka dengan [Water Arrow] secara bersamaan dan itu sudah cukup untuk membuat mereka pingsan.


Dan sekarang Aku bisa saja membunuhnya tapi semenjak Aku menjadi petualang. Secara tidak sengaja Aku menemukan sebuah poster buronan yang menunjukkan wajah pria itu yang artinya Aku bisa menukar ketuanya dengan uang.


"[Magic Rope]" Salah satu mantra non-elemen yang berguna untuk mengikat apapun dan tidak mudah lepas.


Aku kemudian mengikat ketuanya dan disusul ke seluruh anggotanya yang barusan Aku kalahkan. Lalu Aku menoleh kebelakang untuk memastikan apakah mereka sudah melakukan apa yang kuperintahkan. Dan ketika kuperhatikan, mereka berdua berhasil mengalahkan ke semua penyihir itu.


"Kerja bagus, sekarang mari bawa mereka ke Guild." Ucapku.


"Guild? Kenapa mereka harus dibawa kesana?" Tanya Molda.


"Apa kau tidak pernah melihat daftar buronan? Orang ini mereka diberikan harga sekitar sepuluh emas, dan lagi organisasi yang dibawah kekuasaannya tiap kepalanya akan diberikan sekitar satu perak. Dan jika dihitung jumlahnya, kita bisa menghasilkan banyak sekali uang." Jelasku.


"Sungguh? Kalau begitu Ayo cepat ikat mereka dan langsung serahkan ke Guild." Kata Molda dengan semangat.


Shasa yang tidak paham hanya berdiam diri saja dan menyaksikan kami mengikat seluruh anggota penyihir itu dan selang beberapa saat. Kami membawanya ke Guild dan di terima. Serta Kami juga mendapatkan uang sekitar sebelas emas dan tiga ratus perak.


Dan setelahnya Kami memutuskan untuk membagi uang tersebut. Namun mereka berdua berkata untuk memberikan 500 perak kepadaku dan mereka mengambil 400 perak saja dengan alasan Aku yang mengalahkan pemimpinnya dan banyak pasukan penyihir sendirian.


Dan tentu saja, Aku mengambilnya tanpa ada masalah sama sekali. Lalu kemudian Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju ke lapangan untuk berlatih sihir yang biasa Kami lakukan tiap harinya. Aku melatih Shasa untuk menggunakan sihir api secara efisien dan juga begitu pula dengan Molda.


Namun yang terpenting, Aku mengajarinya beberapa sihir non-elemen yang kurasa cukup penting untuk mereka seperti sihir ruang dan penyembuhan. Serta juga sihir pelindung untuk melindungi mereka jika berhadapan dengan penyihir.

__ADS_1


Akan tetapi, tanpa Aku sadari. Sesosok bayangan hitam menyaksikan pertarungan kami barusan dan langsung segera menghilang setelah pertarungan tersebut berakhir.


__ADS_2