
Chapter 3 : Ujian Masuk
Tiga minggu setelahnya, tepatnya di hari dimana tes untuk masuk ke akademi di adakan. Dikatakan hanya ada seratus peserta yang berasal dari masyarakat biasa saja yang bisa di terima, berbeda dengan bangsawan yang bisa langsung masuk ke akademi meski tidak melewati ujian sama sekali.
Tepat di depan gerbang masuk akademi, Terdapat banyak peserta yang sudah memakai seragamnya berlalu lalang kesana dan kesini. Tidak hanya itu saja, banyak juga pedagang pedagang kecil berjualan di depan akademi.
"Apa semua yang kau perlukan sudah disiapkan, Loid?" Tanya Ibuku dari belakangku.
"Tentu saja, Aku tidak melupakan apapun. Aku bahkan sudah mempelajari beberapa pelajaran yang berguna bagiku" Balasku.
"Kami akan menunggumu di sini, Jadi Semangatlah! Jangan mudah menyerah saat menghadapi ujian nanti" Ucap Ayahku.
Setelah mendengar perkataan Ayahku, Aku langsung tersenyum dan berkata,
"Ya! Aku akan segera menyelesaikan ujiannya dan menunjukkan hasil yang baik"
Kemudian, selang beberapa menit. Pintu masuk terbuka, dan seluruh peserta yang ingin mendaftar masuk ke dalam, termasuk Aku. Aku berjalan secara perlahan diakibatkan banyaknya orang yang masuk ke dalam. Dan beberapa menit berlalu, Aku akhirnya bisa masuk juga ke dalam ruangan untuk memulai ujian pertama, yaitu mengerjakan soal yang diberikan.
Ruangan yang kutempati sangat luas, bahkan lebih luas dibandingkan rumahku yang sekarang. Aku melihat jendela ruangan ini terbuat dari bahan kaca anti sihir untuk melindungi jendela dari sihir ketika melakukan praktek. Kemudian, Aku melihat ke sekeliling, terlihat banyak sekali orang yang ikut ujian, bila kuhitung jumlahnya terdapat sekitar seratus orang dalam ruangan. Dan saat ini terdapat sepuluh ruuangan yang terpakai,, bisa kukatakan jumlah yang ikut ujian ada seribu orang.
Kemudian tidak lama setelah itu muncul seseorang yang berpakaian rapi di hadapan kami semua, Dia merupakan seorang pengawas yang akan mengawasi kami disaat ujian berlangsung. Dari kejauhan Aku melihat di sekujur tubuhnya terdapat sirkuit sihir yang tidak biasa, tapi Aku tidak begitu peduli akan hal itu.
Dan tepat setelahnya ujian berlangsung. Kami semua diberikan kertas kosong beserta kertas soal yang harus dikerjakan, dan untungnya saja semuanya mudah bagiku. Semuanya kujawab dengan benar, karena banyak sekali pertanyaan yang berujung pada teori yang pernah kuciptakan.
Hingga ke pertanyaan terakhir, "Apa Mungkin Teori Reinkarnasi Yang Diciptakan Oleh Sage Di Masa Lampau Bekerja, Dan Berikan Alasannya!". Pertanyaan itu sangat kuketahui dengan pasti dikarenakan Aku menggunakan sihir reinkarnasi dan juga Aku yang menciptakan teorinya, tapi Aku merasa bahwa itu akan menjadi berbahaya jika di sebar luaskan, jadi Aku menjawabnya dengan seadanya.
"Tidak, Karena Sihir Reinkarnasi Masih Belum Pasti Apakah Itu Aman Atau Tidak, Dan Lagi Menurut Teori Alabara yang menjelaskan bahwa menghidupkan orang yang telah mati itu mustahil dikarenakan jiwanya telah lenyap sepenuhnya, kalaupun bisa, yang didapatkan hanyalah tubuh tanpa jiwa. Itu juga berhubungan dengan reinkarnasi yang juga mengandalkan jiwa seseorang namun dihidupkan kembali dengan cara terlahir kembali." Tulisku di lembar jawaban.
Dengan begitu, semuanya telah selesai kukerjakan dan menunggu waktu habis untuk mengumpulkan jawabanku. Aku melihat ke sekeliling, Semua raut wajah orang menjadi kebingungan dan wajahnya pucat berkeringat. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada mereka sehingga membuat mereka terlihat seperti mayat hidup.
Setelahnya Aku mengumpulkan kertas jawabanku ke pengawas dan Kami langsung diarahkan ke luar ruangan sembari menunggu hasil dari tes tersebut dan menentukan siapa yang berhak untuk melanjutkan ujiannya. Karena itu Aku memanfaatkan waktu itu untuk berkeliling di luar sekolah dan membeli beberapa makanan dan membaginya dengan orang tuaku.
Selang beberapa jam, hasilnya akan segera di umumkan, karena itu banyak sekali peserta yang lainnya berkumpul di sebuah papan mading. Namun saat ini masih terlihat kertas putih saja, dan hasilnya akan diumumkan menggunakan sihir dan akan muncull di kertas putih tersebut.
Dan dalam hitungan detik, tulisannya perlahan mulai muncul, dan terlihat ada lima ratus peserta yang lulus dalam ujian tertulis, dan Aku segera mencari namaku secara satu persatu, dan hasilnya tidak kutemukan sama sekali. Aku yang merasa bahwa Aku tidak lulus dalam ujian tiba-tiba mendengar suara orang-orang yang berada di bagian sepuluh besar berteriak dan berkata
"Lihat Ini! Dia Mendapatkan Nilai Lebih Satu Juta Poin!!" Tepat setelah dia mengatakan itu, banyak orang yang langsung mengepung papan mading sepuluh besar itu.
"Wah Ini Benar-Benar Gila! Siapa Sebenarnya Loid Itu" Ucap Seorang peserta.
Mendengar namaku disebut, membuatku bergegas mengeceknya, dan ternyata yang berada di urutan pertama ialah Aku dengan nilai poin sebanyak 1.681.445. Dan yang lain hanya mendapatkan seribu poin saja. Aku langsung terkejut karena nilai yang besar itu, karena dari awal tidak memungkinkan untuk seseorang mendapatkan nilai lebih dari yang seharusnya.
"Mungkin saja dia melakukan hal curang seperti menukar lembar jawabannya dan memberikan nilainya sendiri" kata seorang peserta yang iri.
"Itu benar, orang sepertinya akan sebentar lagi diusir karena melakukan kecurangan" Balas peserta lainnya.
Tidak lama, muncul pengawas baru dan menyuruh semua peserta yang lulus untuk berkumpul di lapangan sejenak untuk menyiapkan ujian berikutnya. Kemudian seorang peserta maju ke depan dan berteriak ke pengawas tersebut, dan berkata
"Pak! Ada Yang Melakukan Kecurangan Di Ujian Sebelumnya! Namanya Loid! Bagaimana Bisa Dia Mendapatkan Nilai Sebanyak Itu?!" Teriaknya ke pengawas.
"Jadi maksudmu adalah penilaian dari pengawas adalah hal yang salah? Lalu apa kau tahu bahwa pengawas yang mengawas tiap ruangan itu merupakan penyihir rank B? Kalaupun curang, pasti akan segera ketahuan karena seluruh ruuangan telah diberikan pendeteksi mantra aktif. Bahkan juga ada alat sihir yang merekam tiap ruangan, dan hasilnya Loid Astra Dinyatakan Tidak Melakukan Tindakan Kecurangan! Kau Paham?!" Jelas pengawas itu dengan panjang dan lebar.
"Tapi! Tidakkah aneh jika mendapatkan nilai lebih satu juta poin itu?" Kata peserta itu lagi.
"Asal Kau Tahu, Yang memeriksa jawabannya adalah semua guru yang mengajar di akademi, dengan begitu Semua Guru Mengatakan Bahwa Jawabannya Semuanya Benar! Apa Kau Mengerti?! Aku tahu kenapa kau seperti itu, apa mungkin karena kau mendapat peringkat sebelas?" Balas Pengawas itu.
"Benar!! Seharusnya Aku Masuk Sepuluh Besar! Karena Orang Curang Itu Aku Malah Tidak Mendapatkan Sepuluh Besar Sama Sekali, Ini Tidak Adil" Teriak Peserta Itu Dengan Raut Wajah Yang Memerah Karena Marah.
"kalau kau masih bersikeras untuk itu, maka Aku akan segera mendiskualifikasimu segera" Tepat setelah pengawas barkata demikian, peserta itu langsung kembali berbaur dengan peserta lainnya.
"Yah, karena orang bego itu, kita malah menunda lebih banyak waktu" bisik peserta lainnya.
__ADS_1
Tapi tepat setelah kejadian tersebut, kami diarahkan ke sebuah arena praktek dan tiap arena akan dipanggil lima orang untuk melakukan tes, dan salah seorang dari kelima tersebut akan dinyatakan lulus ketika berhasil memenuhi ekspektasi.
Kemudian, seorang pengawas perempuan yang memakai topi penyihir menghampiri kami, Dia menggunakan sapu terbangnya sambil menjelaskan di hadapan kami berlima.
"Sekarang adalah ujian praktek. Ujiannya cukup simpel, yaitu menyerang target dengan sihir serangan. Jika salah seorang dari kalian berhasil menyerangnya dan memiliki daya serang lebih baik dari peserta lainnya, maka akan lulus. Karena itu, kalian harus mengerahkan kemampuan penuh kalian untuk lulus ujian ini, dan hanya seorang yang bisa lulus loh!" Jelasnya.
"Baiklah, sekarang waktunya untuk memulai ujian, yang pertama adalah Pazur Anure" Lanjutnya
Kemudian, peserta bernama Pazur itu maju ke depan dan mempersiapkan sihirnya untuk menyerang target yang jaraknya 50 meter darinya.
"Wahai Para Air Yang Tenang, Atas Apa Yang Telah Diberikan Kepada Kami, Atas Kekuatan Yang Anda Miliki, Gunakanlah Untuk Melindungi Ketenangan. [Water Ball]" Ucap Pazur untuk mengaktifkan mantranya.
'Apa Apaan itu? Mantranya terlalu panjang, dan lagi hasilnya akan sangat buruk' Pikirku.
Dan benar saja, bola air yang dihasilkan hanya satu per sepuluh dari bola air yang biasa kuciptakan, tidak hanya itu saat bola air itu mengenai target, hasilnya malah membasahi target dan bukan menghancurkannya sama sekali.
"Bagus, baik dalam mantra maupun pengendalian, nilainya 90" Kata pengawas itu.
'Apa pengawas itu tidak bisa memberikan penilaian yang benar? Mantra lemah seperti itu tidak mungkin dipakai menyerang musuh' Pikirku lagi.
Kemudian tesnya terus berlanjut, dan keempat peserta itu mengeluarkan sihir yang sangat lemah. Namun nilainya sangat tinggi. Dan lagi mantra panjang itu seharusnya tidak ada, karena Aku di masa lalu telah menciptakan buku dengan mantra yang pendek dan kuat.
"Selanjutnya, Loid Astra" Kata Pengawas itu yang kemudian membuat keempat peserta tadi menjadi terkejut.
Tidak lama, Aku mulai mendengar suara bisikan dari keempat peserta itu yang mengatakan bahwa "Lihat, dia bukannya orang yang melakukan kecurangan di tes sebelumnya?","Aku yakin dia tidak akan berhasil di ujian kali ini","benar-benar, tidak pantas baginya untuk masuk di akademi ini".
"Apa yang kau tunggu? cepatlah atau tidak Aku akan mendiskualifikasi" Ucap pengawas itu.
Kkarena itu Aku mulai berfokus kembali ke arah target itu dan memikirkan mantra dan elemen apa yang tepat untuk kugunakan kali ini, dan hasilnya adalah Aku akan menggunakan elemen air karena dari keempat elemen dasar hanya elemen air yang aman serta terlihat dengan jelas.
"Wahai Air! [Water Ball]" Ucapku untuk mengaktifkan mantra.
Kemudian bola air yang ukurannya setara dengan ukuran kasur itu muncul dari telapak tanganku dan Aku mulai mengendalikannya dan menggerakkannya kedepan dan menyerang target. Tepat setelah bola airku mengenai target, muncul ledakan yang amat besar, dan menghasilkan sebuah hempasan udara yang amat besar.
Kelas di akademi terbagi menjadi empat, yaitu kelas air, kelas api, kelas angin, dan kelas tanah. Meskipun Aku bisa menggunakan keempat elemen, tetapi tiap siswa hanya boleh mendapatkan satu kelas saja. Namun pemilihan kelasnya tergantung dari alat sihir bola elemen yang berfungsi untuk mengetahui elemen seseorang dan menempatkan kelasnya sesuai dengan elemennya.
Aku berjalan menuju ke aula yang sangat besar, dan terlihat peserta lainnya telah berkumpul dan duduk di tempat yang telah di tentukan oleh panitia dan pengawas. Aku duduk di bagian belakang karena hanya itu yang tersisa, kemudian di sampingku terdapat seorang lelaki berambut biru cerah dengan mata hitam pekat sepertiku terlihat sangat panik. Karena penasaran, Aku bertanya kepadanya mengenai apa yang terjadi kepadanya.
"Apa Kau baik-baik saja? Aku lihat wajahmu sangat pucat" Tanyaku ke lelaki disampingku.
"Ha! Uh.... Apa Kau bertanya kepadaku?" Tanya balik dengan gugup.
"Ya, Aku bertanya kepadamu" Balasku.
"Aku khawatir dengan pemilihan kelasnya, Apa kau tahu tentang kelas ke lima?" Tanya balik.
"Kelas ke lima ya.... Itu kelas yang berisikan siswa non-elemen bukan? Itu sangat bagus kurasa" Balasku balik.
"Bagus darimana? Itu Adalah Kelas Buangan. Dibandingkan Keempat Kelas Lainnya, Siswa Yang Masuk Ke Kelas Non-Elemen Itu Sangat Lemah Dan Pelajaran Sihirnya Terbatas!! Karena Itu Kelas Non-Elemen Sangat Tidak Bagus." Tiba-tiba saja Dia marah kepadaku.
Dari ingatanku, seharusnya sihir non-elemen adalah sihir terkuat dibandingkan keempat elemen dasar dikarenakan banyak sekali jenis sihir non-elemen yang sangat berguna, misalnya saja Invisible Barrier yang dapat memunculkan sebuah penghalang tak terlihat dan tidak bisa hancur meski di serang dengan sihir terkuat. Ada juga Non-Elemen Enchant seperti yang kulakukan dulu. Karena itu Sihir Non-Elemen adalah Sihir Terkuat.
"Begitu yah, Kalau dari sudut pandangku, Non-elemen itu tidaklah buruk." Balas Ucapanku.
"Kalau untukmu itu tidak masalah, tapi Aku akan sangat dalam masalah jika masuk ke kelas non-elemen itu. Keluargaku merupakan penyihir elemen air terbaik di kota Bergain, kalau Aku sampai tidak masuk ke kelas air maka Aku akan di cap sebagai penyihir cacat dalam keluargaku, apalagi warna mataku bukanlah warna biru."
Memang benar bahwa warna mata itu sangat identik dengan elemen sihir seseorang, seperti ibuku yang memiliki mata berwarna biru, sehingga Dia mampu menggunakan sihir air, berbeda dengan ayahku yang mempunyai warna mata hitam yang lebih ke non-elemen. Seharusnya apapun warna mata seseorang dapat menguasai elemen apapun, tetapi kekuatannya akan lebih kuat jika warna matanya sama dengan elemennya. Kalau kasusku cukup berbeda, warnanya hitam karena campuran dari berbagai warna.
"Elemen tidak seharusnya dikaitkan dengan warna mata. Bukankah Kau bisa menggunakan sihir air meski warna matamu hitam kan." Kataku.
"Itu benar, tetapi sihirku sangatlah lemah dan hanya bisa mengaktifkan beberapa sihir air dan kemudian kehabisan energi sihir." Balasnya.
__ADS_1
"Kupikir Kau perlu melatih sihirmu. Yah...Kalau berusaha mungkin bakalan berhasil." Ucapku untuk memberinya semangat.
"Apa kau tidak khawatir mengenai kelas apa yang akan Kau tempati? Kalau dilihat dari warna matamu Kau akan masuk ke kelas Non-Elemen" Katanya.
Aku tersenyum ke arahnya dan berkata, "Tenang Saja, Apapun kelas yang akan kutempati, Aku tetap akan baik baik saja. Lagipula hanya berada di kelas non-elemen tidak akan membuatku menjadi lemah ataupun sebagainya."
"Kau sangat percaya diri.... berbeda denganku, Aku malah khawatir jika masuk ke kelas Non-Elemen. Kalau begitu, akan kuperkenalkan diriku. Namaku Adalah Molda Nearia, kuharap kita bisa berteman."
"Kalau Aku, Loid Astra, Salam kenal" Balasku sambil menjabat tangannya.
Beberapa saat kemudian, seseorang pria yang merupakan pengawas di saat ujian pertama tadi muncul dan berdiri di panggung yang berhadapan langsung dengan seratus siswa. Kemudian Dari belakangnya banyak sekali panitia dan pengawas yang berdiri secara sejajar dan seseorang yang kukenal membawakan sebuah alat sihir bola elemen. Orang itu adalah kepala sekolah yang memberikanku rekomendasi.
Lalu pengawas tadi memulai pembicaraan, dan berkata " Selamat bagi semuanya yang telah menyelesaikan ujiannya. Sekarang adalah waktunya untuk memilih kelasnya masing-masing, dimulai dari kelas api, air, angin, dan tanah. Dan juga kelas Non-Elemen bagi orang yang tidak mempunyai elemen sama sekali. Oleh karena itu, Aku harap semuanya masuk ke kelas yang diinginkan."
Setelahnya Semuanya dipanggil satu persatu sesuai dengan absen yang telah ditentukan oleh panitia, dan Aku berada di urutan ke 47. Dan Aku menunggu dengan waktu yang lama untuk itu, tetapi Molda telah lebih dulu dipanggil daripada Aku.
Aku melihat dari kejauhan, Molda mendapatkan kelas Non-elemen seperti apa yang Dia takutkan, oleh karena itu selama dari tadi Dia duduk kembali ke tempatnya terlihat murung dan enggan untuk berbicara sama sekali. Dan selang beberapa saat kemudian, Aku akhirnya dipanggil dan berdiri tepat di depan alat sihir tersebut.
Aku meletakkan tanganku sesuai apa yang mereka jelaskan kepadaku bahwa dengan meletakkan tangan dan mengalirkan sihir ke bola elemen maka hasilnya akan bersamaan dengan tingkatannya, serta memilih kelasnya. Dan ketika Aku meletakkan tanganku di atas bolanya, terjadi beberapa selang waktu sebelum bolanya bercahaya, kemudian bola tersebut bercahaya berwarna abu-abu yang artinya Non-elemen. Dan juga tertulis tingkatannya yaitu Rank A. Yang aneh adalah Bola Elemen tersebut tidak mendeteksi elemen dasarku, padahal Aku bisa menggunakan keempat elemen dasar hinga Rank S.
"Namamu, Loid Astra bukan? Aku tidak tahu harus senang atau tidak, karena Kau baru saja mendapatkan Rank A yang merupakan Rank Paling Tinggi yang pernah ada. Tetapi Sayang sekali karena Kau hanya mendapatkan Non--Elemen yang merupakan kelas terendah" Ucap pengawas itu yang sontak menarik perhatian banyak orang.
"Lalu apa masalahnya pak?" Tanyaku balik
"Karena Non-Elemen adalah Sihir yang tidak dapat digunakan dalam bertarung. Jadi Itu sangat tidak berguna untuk melawan monster. Apalagi sekarang jumlah monster semakin meningkat, Dan Apa yang bisa dilakukan Non-Elemen? Tentu saja, menciptakan sesuatu, mengantar barang, ataupun hal lainnya yang digunakan sebagai pendukung." Jelasnya.
Aku langsung merasa penjelasannya sangat tidak masuk akal, karena dari apa yang kuketahui bahwa Sihir Non-Elemen adalah sihir terkuat dikarenakan bisa digunakan bertarung, bertahan, dan mendukung. Untuk bertarung bisa menggunakan sihir yang berhubungan dengan peningkatan sihir, peningkatan stamina, peningkatan kemampuan, dan hal apapun yang berhubungan dengan peningkatan. Dan juga bisa menggunakan sihir pengganda, Sihir Telekinesis, penciptaan, dan hal lainnya.
Bertahan juga sama, menggunakan sihir pelindung, sihir penyembuhan, Dispell, dan lainnya. Kalau sihir pendukung antara lain adalah Enchant, Sihir Penciptaan, Sihir Penilai, dan sebagainya. Intinya Sihir Non-Elemen adalah sihir terkuat yang pernah ada dibandingkan keempat elemen dasar yang merupakan dibawah sihir elemen lainnya. Dan lagi Elemen yang kuat juga masih belum pasti karena terdapat banyak sekali elemen yang bisa di ciptakan dari keempat elemen dasar.
Misalnya saja [Lava Element] Yang terbuat dari campuran elemen tanah dan elemen api. Meskipun begitu, campuran elemen tanah dan api juga bisa menghasilkan elemen lain seperti [Metal Element]. Dan lagi masih banyak elemen baru yang bisa dicampurkan, dan bahkan tiga elemen disatukan akan menghasilkan elemen lain juga, misalnya saja elemen air, api, dan angin akan menghasilkan [Thunderstorm Element] Yang dikatakan sebagai sihir bencana badai petir yang dahsyat.
"Kalau begitu, tidak masalah bukan?" Balasku lagi
"Ya, ya, Kau boleh pergi sekarang. Dan perlu kukatakan bahwa kelasmu adalah Kelas Non-Elemen." Ucapnya
Setelahnya Aku pergi meninggalkan panggung dan turun ke kursi kembali disamping Molda yang mulai terlihat sedikit tenang dibandingkan sebelumnya. Kemudian Dia menjelaskan bahwa dirinya ikut masuk ke kelas non-elemen sepertiku tetapi dirinya merasa sedikit frustasi karena sihir airnya hanya sampai ke Rank D dan sihir non-elemennya adalah Rank C. Tapi Aku menjelaskan bahwa dirinya tidak perlu khawatir akan hal itu sehingga Dia sedikit terbuka kepadaku.
Kemudian Aku kembali bertemu dengan orang tuaku di luar akademi yang tengah menikmati santapan di sana. Aku memanggil mereka sambil melambaikan tanganku kearahnya dan berlari ke arah mereka berdua. Setelahnya Aku menjelaskan apa yang terjadi barusan, seperti ujian tulis dan praktek dan juga waktu pemilihan kelas. Untungnya dari yang kulihat, raut wajahnya bukanlah kekecewaan, melainkan kebahagiaan.
Lalu dari belakang, muncul kepala sekolah yang menghampiriku dan terlihat ingin membicarakan sesuatu. Aku menoleh kebelakang dan bertanya ke Yuna tentang maksud kedatangannya disini, dan dia berkata
"Kau Seharusnya Masuk Di Jalur Khusus! Tinggal menunjukkan suratnya ke pengawas dan langsung diterima, seharusnya itu hal yang mudah. Lalu mengapa kau ikut ujian? Dan lagi apa-apaan non-elemen itu, dan juga kenapa Kau tidak memiliki sihir air? Bukankah waktu itu kau bertarung menggunakan sihir air yang bahkan bisa mengalahkan siswa kelas air Rank B dengan mudah? Atau mungkin, sihir elemen airmu termasuk Rank S, kalau begitu, Aku memiliki Artefak Kuno yang bisa mendeteksi elemen hingga Rank S" Tanya Yuna sambil mengeluarkan sesuatu dari sihir ruangnya.
"Letakkan tanganmu disini untuk dinilai kembali, tidak hanya elemen dasar saja, ada juga elemen lainnya yang bisa di deteksi oleh artefak ini." Sambungnya.
Aku meletakkan tanganku sesuai apa yang dijelaskan dan mengalirkan energi sihirku di bola elemen itu. Hasilnya adalah bola itu bercahaya dengan berbagai warna yang bahkan membuat mataku sedikit silau. Dan tertulis [Fire Element Rank S] [Water Element Rank S] [Wind Element Rank S] [Earth Element Rank S] Dan cahayanya masih berlanjut dan tertulis [Ice Element Rank A] [Ice Storm Element Rank A] [Snow Element Rank A] Dan seterusnya hingga membuat artefaknya tidak bisa lagi mengeluarkan tulisan.
"Luar biasa, memiliki 1 elemen bisa dikatakan penyihir hebat, kalau 2 elemen disebut jenius, dan 3 elemen yang dikatakan sebagai keajaiban. Dan terakhir 4 elemen yang bahkan dikatakan sebagai penyihir pilihan dewa. Kalau menguasai semua elemen tingkatan atas seperti itu, Aku tidak tahu harus berkata apa. Aku bisa memindahkanmu ke kelas lain, tetapi akan ada banyak masalah seperti...." Jelasnya
Singkatnya, Yuna menjelaskan bahwa karenaku yang mendapatkan nilai terbaik di dua ujian yang membuat semua peserta berpikir bahwa Aku curang, atau jalur orang dalam. Dan lagi karena efek dari pemilihan kelas yang hanya menunjukkan Aku menggunakan sihir Non-Element yang membuat orang tidak akan percaya jika Aku pindah ke kelas elemen. Kalau Aku pindah, maka orang-orang berpikir Aku menggunakan orang dalam, yaitu kepala sekolah. Dan itu akan berakibat sangat buruk bagiku, dan Aku akan di cap sebagai penyihir orang dalam.
"Karena itulah, Aku menyarankanmu untuk masuk ke Non-Elemen, meski tidak sebagus kelas lainnya, tetapi Aku akan berusaha untuk meningkatkan kinerja kelas itu. Dan itu saja yang perlu kusampaikan, sampai ketemu di hari upacara" Katanya lalu pergi masuk ke akademi kembali.
Setelah itu Aku memutuskan untuk pulang bersama dengan orang tuaku. Dan dari apa yang kuketahui bahwa sekolah akan dimulai dua bulan lagi. Jadi Aku harus mempersiapkan segala hal yang kuperlukan. Dan lagi Aku harus mempersiapkan apa yang harus kukatakan ketika bertemu dengan teman baru di sekolah.
Karena itu Aku menghabiskan 2 bulanku hanya belajar cara berbicara di hadapan orang-orang saja. Meski begitu, Aku berhasil menciptakan sihir non-elemen baru yaitu [Talk] yang membuatku bisa berbicara sesuai dengan apa yang kuinginkan. Terlebih lagi Aku telah mencoba banyak eksperimen dengan sihir itu, seperti mengendailkan suara dari jarak jauh, mengubah suara, dan sebagainya sehingga sekarang namanya telah berubah menjadi [Sound].
Dan sekarang, adalah waktunya untuk memulai kehidupan sekolahku di kehidupan kedua. Dan kali ini Aku harus memperbaiki semua kesalahan yang pernah kulakukan di masa lalu.
Bersambung....
__ADS_1
NT : Kesalahan apakah itu? Nanti ada penjelasannya di suatu chapter di masa depan.