
Apartement Helena, 16.54 p.m.
Helena
Helena baru saja tiba di apartemen nya, ia baru saja pulang dari lokasi pemotretan. Helena tengah duduk sendirian di sofa ruang tamu. Helena menghela nafas sejenak, ia begitu lelah setelah seharian bekerja. "Huft, akhir nya sampai juga di rumah. Ya tuhan, capek banget hari ini.. " ucap Helena.
Helena terdiam sesaat, lalu memperhatikan sekitar, semua tempat nampak sama. Helena berubah murung, segala sudut ruangan ini terasa sunyi. "Andai saja, ada orang lain di sini. Pasti, aku tak merasa kesepian.. " batin helena.
"Ah, sudahlah! Aku tak boleh mengeluh, aku memang hidup sendirian selama ini.." gumam Helena. Helana berdiri, lalu berjalan masuk ke dalam kamar.
Klek..
Helena berjalan gontai memasuki kamarnya. Ia mulai meletakkan tas nya ke atas meja, kemudian mencopot sepatu nya sendiri. Setelah itu, helana beranjak ke kamar mandi berniat membersihkan diri.
___________________________________________
...Bar Andalas, 19.08 a.m....
Kini Helena berada di private Room di salah satu Bar terkenal yang ada di kota nya. Helena tengah janjian dengan 3 orang pria, ketiga pria itu hendak mencalonkan diri sebagai kekasih sewaan Helena.
Sejujurnya, ada sekitar 23 orang yang mendaftar tempo hari. Namun hanya 3 orang saja yang lulus dan mampu memenuhi sejumlah syarat yang di ajukan Helena.
Kekasih sewaan ? Helena memang sengaja memasang iklan kekasih sewaan lewat aplikasi dating online yang sedang ngetren saat ini. Tentu nya Helena lakukan mengunakan akun fake agar publik tidak mengetahui identitas nya. Sejujurnya tak sulit bagi Helena untuk menperoleh seorang kekasih, apalagi dengan kecantikan dan kepopuleran nya selama ini.
Selama Helena berkarir sebagai aktris, ia belum pernah sekali pun menjalin hubungan dengan pria. Faktor utama yang membuat nya enggan memiliki kekasih ialah pekerjaan nya sendiri. Helena selalu di sibukkan dengan drama, film, dan job model yang sering di lakoninya.
Sembari menanti kedatangan ke tiga pria itu, Helena membuka akun sosmednya sejenak.
Ting..
[Kamu sedang apa di Bar, aku melihat mobil mu tadi..?] dari Selin.
"Gadis ini, kapan ya dia berhenti penasaran dengan hidupanku. Dasar, nenek-nenek..!" cibir Helena. Helena mulai mengetik balasan untuk selin.
__ADS_1
Tak.. Tak.. Tak..
[Apa urusan mu, kenapa kamu menanyakan hal ini setiap saat..??] dari Helana.
Ting..
[Memang bukanlah urusan ku, tapi aku ini kan saudara mu. Sudah sewajarnya, aku peduli dengan apa yang di lakukan oleh artis top..?] dari Selin.
Helena mendegus kesal, ia merasa muak saat membaca balasan dari Selin. Helena mengetik balasan kembali sambil mengurutu.
Tak.. Tak.. Tak..
[Saat ini aku sedang menghibur diri. Bukankah, kita hampir sama selin bedanya mungkin saja kamu yang lebih sering datang ke club..] dari Helena.
Ting..
[Jaga ucapanmu ! Memang apa salahnya jika aku sering ke club. Aku datang ke sini karena ingin bertemu dengan teman-teman ku, tidak seperti dirimu yang tak punya teman haha.. ] dari Selin.
Helena terkejut membaca balasan Selin, "Hey, apa yang dia fikirkan? Seenaknya saja mengataiku tak punya teman, apa dia serius mengatakan hal ini. Hih, menyebalkan.. " batin Helena.
Tok.. Tok.. Tok..
Helena menoleh ke ambang pintu, terlihat sosok tiga pria berjas yang hendak masuk ke dalam. Helana menyungingkan senyum, "Ah, akhir nya kalian sampai juga. Ayo, masuk..!" ucap Helena.
"Selamat malam, nona.. !" ucap ketiga pria itu bersamaan. "Selamat malam juga.. " ucap Helena, "Silahkan, duduk..!" ucap Helena. Mereka mulai melangkah masuk, kemudian duduk di depan helena.
"Nona Helen, kamu terlihat cantik malam ini. Aku merasa senang bisa bertemu dengan mu.." ucap Alex. Helena menyimpan ponsel nya lalu melihat Alex, "Aku memang cantik, jadi tak usah di puji..." ucap Helena dengan bangga.
Alex tersenyum kikuk, "Iya, saya tau Nona. Kamu pasti sudah terbiasa di puji cantik selama ini. Tapi, kalau aku yang memuji. Mana mungkin Nona tidak senang..?" ucap alex.
Helana menghela nafas, ia merasa muak mendengar ocehan Alex yang terdengar sok akrab dengannya. "Wah, aku merasa tersanjung. Ah, tidak.., aku bohong.." ucap Helena. Alex tercengang, 2 orang lain-nya tertawa.
"Sudahlah! Tak usah usah cari muka di depan Nona Helen. Malu-maluin aja, tau ngak?" sindir Elang. Alex menatap tajam elang, "Brengsek kau, lihat saja nanti.." ucap Alex kesal.
"Hm, Nona Helen. Bagaimana kabarmu hari ini..?" ucap Refan. Helen tersenyum, "Kabar ku baik, bagaimana dengan kalian semua..?" ucap Helena. "Saya baik, nona.. " ucap Refan, "Aku juga baik.." ucap Alex, "Baik, nona.. " ucap elang.
"Syukurlah, ya sudah. Mari, kita mulai pertemuan hari ini..!" ucap Helena, mereka mengangguk tanda setuju. "Aku sengaja mengumpulkan kalian di sini, agar kita bisa berkenalan secara langsung. Kalian bertiga adalah 3 pria yang lulus dan sanggup memenuhi ke 3 syarat yang aku ajukan tempo hari. Kalian memang pantas menjadi kandidat kekasih sewaan ku, terimakasih ya atas kerjasamanya.. " ucap Helena.
__ADS_1
"Sama-sama, Nona.." ucap mereka ber-tiga sambil tersenyum. "Hm, Nona Helen. Lalu siapa di antara kami yang akan Nona pilih..?" ucap Alex, Helena melihat alex. "Maaf ya, aku belum bisa memutuskan nya sekarang, jadi tolong. Jangan mendesak ku, tapi aku janji. Aku akan memberitahu kalian jawabannya besuk.. " ucap Helena.
"Ah, iya. Baik nona.. " ucap alex, "Ya, nona.. " ucap elang, "Baik, nona.. " ucap Refan. "Iya, bagaimana jika kita sekarang makan malam dulu..?" ucap Helana, mereka bertiga saling pandang kemudian mengiyakan ajakan Helena.
Selang beberapa menit..
Drapp..
Drapp..
Drapp..
Brakk...!!
Pintu ruangan Helena di buka oleh sesorang, Helana dan ke-tiga pria tadi begitu terkejut melihat kedatangan seorang pria, pria itu tengah menampakkan diri di ambang pintu.
"Permisi nona, maaf jika saya lancang masuk begitu saja. Saya ke sini karena ingin mencalonkan diri menjadi kekasih sewaan, Nona. Apa saya masih bisa mencalonkan diri..?" ucap kenzo dengan nafas tersengal.
Helena mengurai senyum, "Tentu saja, mari bergabunglah dengan kami..!" ucap Helena, Kenzo tersenyum puas. Ke-tiga pria tadi begitu tak suka melihat kedatangan Kenzo, mereka mulai menatap nyalang Kenzo.
"Eh, kamu siapa..?. Main masuk aja, apa kau tak punya sopan santun..!" gertak Alex. "Ya, benar. Ngapain kamu ke sini, di sini ruangan khusus untuk kami. Seenaknya saja kamu main gabung..!!" gertak Elang. Refan dan Helena saling pandang, mereka masih berdiam dengan fikiran masing-masing.
"Memang apa salah nya jika aku bergabung, aku datang ke sini baik - baik ya. Nona Helena saja tidak mempemasalahkan kehadiran ku, kalian mau bicara apa lagi..?" gertak Kenzo mencoba melawan.
Alex dan Elang saling pandang, mereka hendak menghampiri Kenzo. Namun dengan cepat Helena mencegah mereka, "Sudah, sudah. Jangan bertengkar, kalian berdua duduk lah kembali..!" ucap Helena pada Alex dan Elang. Alex dan Elang pun menahan diri dan kembali duduk di tempat nya.
Alex memukul meja pelan, "Cecunguk ini, bisa- bisa nya mau ikutan. Hah, saingan ku jadi tambah satu kan.. " batin Alex menahan kesal.
"Penampilannya biasa saja begitu, berani sekali dia mau bersaing dengan kami. Palingan, nanti dia akan kalah telak.. " batin elang tersenyum licik.
Helena melihat kenzo, "Kamu, duduklah. Tak usah dengarkan ucapan mereka, kamu juga tamuku di sini. Selamat datang, ya.. !" ucap Helena. Kenzo tersenyum lebar, "Terimakasih, atas keramahnya.." ucap Kenzo.
NB : Visual Helena dan Kenzo
__ADS_1