
...Cafe 20 Space, 12.01 p.m....
Elang tiba lebih awal di cafe 20 Space, tempat janjianya bersama Helena. Elang begitu bersemangat dan berharap agar secepatnya bisa berjumpa dengan aktris cantik itu.
"Hah, aku tidak sabar lagi. Akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan Nona Helen. Apa mungkin..., aku yang akan di pilih?" gumam Elang sambil mengingat perkatan Helena tadi malam. Gadis itu bilang bahwa ia akan memberitahukan jawabannya besuk.
"Wah, jika memang benar aku yang di pilih. Aku pasti akan punya banyak kesempatan mendekati aktris cantik itu secara langsung. Siapa tau kan, aku bisa menjadi kekasihnya betulan hehe.. " batin Elang berhayal.
Seorang pelayan menghampiri meja Elang, pelayan itu mulai menanyakan apa yang ingin di pesan oleh Elang. Elang pun menjawab,
"Satu lemon tea ice.." ucapnya. "Lalu makannya, Tuan?" tanya pelayan. Elang menggeleng, "Tidak, itu saja dulu.." ucap Elang. Pelayan mengangguk dan berlalu meninggalkan meja Elang.
5 menit kemudian ....
Elang masih duduk sendirian di cafe itu, tentunya di temani segelas lemon tea ice yang ia pesan tadi. Elang mulai celingukan melihat sekitar sambil mengaduk-aduk minumnya.
"Mengapa Nona Helen belum juga datang, ya ?" gumam Elang yang mulai cemas. Elang menarik sedotan dan perlahan meminum lemon tea icenya.
Krincing..
__ADS_1
Suara lonceng pintu terdengar saat seorang pemuda baru saja memasuki cafe. Ya, pemuda itu tak lain adalah Kenzo. Tadi pagi sekitar pukul 08.45 p.m. Kenzo mendapat sebuah pesan dari Helena. Gadis itu ingin mengajaknya bertemu di Cafe 20 Space yang terletak di jln. Hangeul no.5.
Kenzo berdiri di ambang pintu sambil memperhatikan setiap sudut cafe, ia mencari batang hidung Helena namun gadis itu tak terlihat dimanapun. Kenzo mengernyit, "Tadi bilangnya janjian di sini, tapi kenapa orangnya tidak ada? Apa aku salah tempat?" batin Kenzo.
Elang menoleh ke arah pintu masuk cafe, lalu ia memicingkan matanya mengamati sosok familiar yang kala itu tengah berdiri di dekat pintu. Elang tertegun, "Loh, itu kan cecunguk yang kemarin. Kenapa bisa dia datang ke sini? Apa dia juga di undang?" batin Elang penasaran.
Kenzo yang masih kebingungan, ia segera mengeluarkan ponsel yang ada di saku celananya. Kenzo mengecek kembali isi pesan Helena, gadis itu memang menulis Cafe 20 Space jln. Hangeul no.5.
"Ini benar, berarti aku tidak salah tempat. Ah, iya. Mungkin saja Helena masih dalam perjalan ke sini, tak apa aku akan menunggunya.." batin Kenzo.
Kenzo menutup ponselnya, lalu menghampiri satu meja yang kosong. Di saat Kenzo hendak duduk, matanya menangkap sosok Elang yang sedang mengawasinya sedari tadi. Mereka saling melihat, "Hah, itu kan Elang..!" batin Kenzo terkejut.
"Hey, kau! Kemari, aku ingin bicara denganmu.." panggil Elang sambil melambaikan tangannya 3 kali. Kenzo mengangguk, ia mengurungkan niatnya untuk duduk di meja tadi. Kini Kenzo sudah beralih ke meja Elang, lalu duduk di hadapannya.
Kenzo terkekeh, "Jangan berkhayal dulu, aku saja tak sampai begitu. Toh, Nona Helen belum mengatakan apa pun. Kita tunggu saja sampai dia datang, nanti juga di beri tau.." ucap Kenzo menenangkan Elang.
Elang tersenyum tipis, "Lalu, kenapa kau datang? Seharusnya kau tak perlu datang dan biarkan aku saja yang menang.." ucap Elang berniat mengusir Kenzo secara halus.
Kenzo tertegun, "Seenaknya saja dia menyuruhku mengalah, memangnya dia ini siapa?" batin Kenzo menahan kesal. Kenzo menghela nafas nya, "Ayolah, tak usah bersikap begitu padaku. Kita bersaing saja secara sportif, lagi pula aku tak ada masalah bersaing denganmu..." ucap Kenzo.
Elang terdiam, meraih gelas lemon teanya lalu meminumnya hingga sisa setengah. Tak, Elang meletakkan kembali gelapnya kemudian terdiam seribu bahasa. Elang memandangi Kenzo dengan tatapan tak suka, Kenzo menahan dirinya agar tak terpancing akan sikap Kenak-kanakan Elang.
__ADS_1
"Cih, beraninya dia bersikap sok di depanku, awas saja. Kau pasti akan kalah dari ku, dasar cecunguk brengsek..!!" batin Elang sambil menatap sinis Kenzo.
"Apa gunanya bersikap seperti itu, dia fikir aku akan takut dengan sikapnya. Hah, fikirannya memang sempit.. " batin Kenzo yang berusaha mengacuhkan sikap tak suka Elang padanya.
Selang beberapa saat..
Elang dan Kenzo memilih bungkam satu sama lain. Mereka hanya diam sambil melempar tatapan tak suka. Keheningan dan sedikit ketegangan terjadi di antara mereka. Namun tak berselang lama, gadis yang mereka tunggu akhirnya datang dengan mengenakan pakaian yang serba tertutup.
Helena pun duduk di tengah-tengah mereka, ia letakkan tas nya ke atas meja. Elang dan Kenzo saling pandang, mereka belum bereaksi akan kehadiran Helena. Helena nampak berbeda dari sosoknya semalam, tentu saja berbeda karena saat ini Helena tengah menyamar menjadi sosok gadis biasa.
Saat Helena membuka maskernya, Kenzo dan Elang seketika terkejut. "Helena.. " ucap Kenzo dan Elang bersamaan. Helena tersenyum, "Ya, ini aku. Pelankan suara kalian, jangan sampai ada yang dengar.. " bisik Helena sambil memandangi kedua pria di sampingnya.
"Ya, baiklah.." ucap Elang, "Maaf ya, aku akan berbicara lebih pelan.." ucap Kenzo. "Ya, tak masalah.. " ucap Helena. Elang merasa bahagia karena akhirnya bisa melihat Helena lagi. Sosok gadis yang ia idolakan selama ini, Elang memberanikan diri menyentuh tangan Helena.
Namun tak sampai di sentuh, Helena langsung menyembunyikan tangannya. "Maaf ya, aku baru datang. Pasti kalian sudah lama menunggu ya, tolong maafkan aku.. " ucap Helena merasa bersalah.
"Tak masalah, Nona.. " ucap Elang, "Iya, tak apa, Nona. Kami juga baru datang tadi.. " ucap Kenzo. Helana tersenyum, "Syukurlah kalau begitu. Maaf ya, aku tak bisa lama-lama di sini, aku harus segera kembali ke lokasi syuting.." ucap Helena.
"Tapi sebelum itu, aku ingin memberi selamat pada kalian. Selamat, karena kalian masih lolos ke tahap selanjutnya .. " ucap Helena. "Ma, maksudnya Nona?" ucap Elang yang belum paham akan ucapan Helena.
"Begini, tadi malam aku sudah berfikir baik - baik. Kalian berdua ini adalah kandidat yang paling unggul di antara yang lain, nah. Sekarang kalian akan masuk ke tahap penyisihan, kalian akan ku beri kesempatan untuk berkencan denganku besuk..." ucap Helena.
__ADS_1
Kenzo dan Elang tertegun, mereka saling pandang. "Nona Helen, kenapa kamu tak mengambil keputusan saja sekarang. Kamu bisa langsung memilih di antara kami berdua, apa masih perlu berkecan..?" ucap Elang.
Helena terkekeh, "Dengar ya..., aku tak mau asal pilih, aku ingin proses agar aku lebih yakin. Aku ingin kita berkencan lebih dulu untuk menentukan siapa di antara kalian yang paling pantas menjadi kekasihku. Sudah paham belum, apa masih perlu ku jelaskan lagi..?" ucap Helena.