Simpanan Selebriti

Simpanan Selebriti
Bab 8


__ADS_3

...Kapal pesiar, 19.54 a.m....



"He, Helena. Sa, sarangheo ... ." ucap Kenzo sambil menatap Helena dengan mata yang berbinar. Helena tertegun, ia sudah menduga jika Kenzo akan menyatakan cinta padanya seperti yang di lakukan Elang.


Kenzo tersipu malu setelah mengutarakan perasaannya. Kenzo menjadi sangat gugup di hadapan Helena dan juga cemas memfikirkan jawaban gadis itu. Kenzo takut membayangkan penolakan Helena, ia ingin yang sebaliknya.


5 menit berlalu..


"Ba-gaimana, Helena. Apa kau mau menerima perasaanku?" ucap Kenzo. "Maafkan aku, kenzo ..." ucap Helena.


"Maaf, maksudnmu?" ucap Kenzo yang tak mengerti akan maksud Helena. "Maaf, aku tak bisa menjawab pertanyaanmu sekarang. Tolong ..., beri aku waktu sampai besuk!" ucap Helena. Kenzo merasa lega karena Helena tidak menolaknya, gadis itu hanya meminta waktu hingga esok hari.


"Tak apa, kamu bisa berfikir dulu. Aku akan setia menunggu jawabanmu, semoga keputusanmu besuk adalah yang terbaik untuk kita berdua ya ... " ucap Kenzo, Helena terdiam.


"Kenzo, kamu dewasa sekali ..." batin Helena.


____________________________________________


...Kantor Damkar, 07.01 p.m....



Kenzo


Keesokan harinya...


Kenzo sedang membantu Raga mencuci mobil Damkar. Setip hari, mereka berdua selalu rutin mencuci si merah sebelum di ajak bertugas pada pukul 08.00 nanti.


"Ken, aku ke belakang dulu ya! Ngambil pelicin, sepertinya habis nih ..." ucap Raga sambil menekan-nekan botol yang ada di tangannya. "Ya, pergilah!" ucap Kenzo yang saat itu tengah membasahi mobil. "Okay, sebentar ya. Aku tidak akan lama kog ..." ucap Raga yang mulai berlari ke arah belakang.


Selang beberapa saat..


Di saat Kenzo tengah asik membersihkan kaca mobil, ponselnya tiba-tiba saja berbunyi. Kenzo langsung menghentikan aktivitasnya, merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya yang sejak tadi berdering.


Kenzo melihat layar ponsel sesaat, tertera nama Helena di sana. "Helena?" gumam Kenzo yang dengan cepat mengeser panggilan ke mode on. Kemudian Kenzo mendekatkan ponselnya ke telinga dan mulai berbicara dengan Helena.


Panggilan terhubung...


'Ha, Hallo Kenzo?' ucap Helena senang.


'Ya, Hallo. Ada apa, Helena? Mengapa kamu menelfonku sepagi ini?' ucap Kenzo dengan nada lembut.

__ADS_1


'Tidak ada, maaf ya. Maaf, karena aku menelfonmu sepagi ini. Apa kamu merasa terganggu, jika kau merasa terganggu aku akan menutup telfonnya sekarang juga?' ucap Helena merasa tak enak.


'Ah.., tidak. Jangan di putus telfonnya ya. Aku tak merasa terganggu olehmu ...' ucap Kenzo mencegah Helena yang hendak memutuskan sambungan telfonnya.


'Iya, ya. Aku tak jadi menutup telfonnya, tapi syukurlah ... jika kau tak merasa terganggu olehku ...' ucap Helena.


'Iya, Nona. Lalu, ada apa? Kenapa kamu menelfonku? Apa ada yang ingin kau bicarakan kalau, iya. Katakan saja!' ucap Kenzo yang teringat akan ucapan Helena tadi malam. Gadis itu sudah berjanji padanya hendak menjawab pertanyaannya besuk.


'Ah, iya. Aku memang ingin mengatakan suatu hal padamu, aku ingin memberitahumu jika ...' ucap Helena yang tiba-tiba saja berhenti di kalimat terakhir.


'Jika apa, Helena?' ucap Kenzo begitu penasaran, terdengar Helena baru saja menghela nafas.


'Jika..., jika aku mau menerimamu menjadi kekasihku, Kenzo!' ucap Helena.


Kenzo tertegun. 'Kau, kau serius? Kau tak sedang bohong, kan. Jadi.., aku yang di pilih?' ucap Kenzo sambil menutup mulutnya tak percaya.


'Iya, selamat ya, kau yang ku pilih. Aku sudah memfikirkannya baik-baik dan kau lah yang ku terima untuk menjadi kekasih sewaanku ...' ucap Helena.


Kenzo tertawa keras, ia masih tak menyangka bahwa dirinya yang di pilih oleh gadis itu. Kenzo sempat meragukan dirinya, apalagi mengingat bahwa ia harus bersaing dengan Elang yang lebih sempurna darinya.


'Kenzo?' ucap Helena saat Kenzo belum juga menjawab ucapannya.


'Ya, Helena. Maaf ya, tadi aku tertawa karena begitu senang. Aku tak menyangka jika kau akan memilihku, aku sangat senang. Terimakasih ...' ucap Kenzo.


'Sama, aku juga menyukainya. Kemarin malam sangat menyenangkan ya ... ,' ucap Kenzo sambil membayangkan moment kencan kemarin.


'Hm ..., Kenzo. Apa kau ada waktu nanti malam, bisakah kau datang ke apartemenku untuk mengurus kontraknya?' ucap Helena.


'Ya, ya. Tentu saja bisa, aku akan datang ke sana. Kamu tinggal shareloocks saja alamatnya ya ...' ucap Kenzo antusias.


'Baiklah, nanti akan ku kirimkan alamatnya padamu. Ya sudah, kalau begitu aku tutup dulu ya telfonnya ...,' ucap Helena.


'Ya, tutup saja. Sampai ketemu nanti malam, ya!' ucap Kenzo.


'Ya, sampai bertemu lagi,' ucap Helena.


Panggilan berakhir..


Helena memutus sambungan telfonnya, Kenzo menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku. Kenzo tersenyum puas, matanya kini berbinar- binar selepas berbicara dengan Helena. Gadis itu sukses membuatnya menjadi jadi pria yang paling bahagia.


"Akhirnya, aku lah yang memenangkan hati Helena. Hah.., ternyata saran dari Raga tidak lah buruk. Aku harus berterimakasih padanya ..." gumam Kenzo.


Kenzo beranjak dari tempatnya dan mulai mencari keberadaan Raga. Kenzo mulai bertanya kepada temannya yang masih berada di garasi mobil Damkar. Kemudian, temannya itu mengatakan bahwa ia melihat Raga tengah berjalan ke arah toilet. Kenzo pun berterimakasih kepada temannya, lalu berjalan kembali ke arah toilet untuk mencari sosok Raga.

__ADS_1


___________________________________________


...Di Toilet, 07.21 p.m....



Raga


[Nona Helen, apa nona sudah memberitahu Kenzo bahwa dirinya yang terpilih?] dari Raga.


5 menit kemudian..


Ting..


[Sudah, baru saja aku memberitahunya lewat telfon.] dari Helena.


Raga tersenyum puas membaca pesan dari Helena.


Tak.. Tak.. Tak..


[Terimakasih, Nona. Terimakasih ya, karena Nona sudah mau mengabulkan permintaan saya. Semoga hubungan anda dan Kenzo berjalan dengan baik. Aku tutur bahagia atas hubungan kalian...!] dari Raga.


Ting..


[Ya, aku juga senang. Aku juga berterimakasih padamu, karena kau sudah menemuiku dan mengatakan segalanya padaku. Jika kau tak datang, belum tentu pilihanku adalah Kenzo.. ] dari Helena.


Tak.. Tak.. Tak..


[Ya, Nona. Sama-sama, sekali lagi aku ucapkan terimakasih ya..] dari Raga.


Ting..


[Ya.. ] dari Helena.


Raga begitu senang karena Helena mau mendengarkan ucapannya. Tadi pagi sebelum Kenzo bangun, Raga sengaja mendatangi apartemen Helena. Setelah Raga berhasil menemui Helena, Raga mulai menceritakan masalah yang di hadapi oleh Kenzo saat ini.


Raga menceritakan segalanya, hingga membuat Helena luluh dan percaya begitu saja dengan cerita yang sudah di karang oleh Raga. Raga sedikit melebih-lebihkan ceritanya sambil memasang tampang sedih dan memelas di hadapan gadis itu.


Helena hampir menangis di buatnya, tak berselang lama gadis itu pun setuju untuk memberikan kontrak kekasih sewaan pada Kenzo. Raga tersenyum puas dan bangga dengan dirinya yang berhasil memperdaya Helena.


"Raga, kamu sedang apa di sini?" ucap Kenzo yang baru saja datang. Raga seketika terkejut, "Kenzo?" gumam Raga yang dengan cepat menyembunyikan ponsel nya ke belakang.


Raga langsung membalikkan badanya, lalu tersenyum manis pada Kenzo yang yang saat ini sedang berjalan ke arahnya.

__ADS_1


__ADS_2