
...Jil'hal Bros, 16.45 p.m....
Saat kencan bersama Elang..
Helena dan Elang tengah duduk berdua di dalam cafe Jil'hal Bros, salah satu cafe terfavorit yang ada daerah gangnam-gu. Elang sengaja memilih cafe itu sebagai tempat kencannya dengan Helena.
Helena dan Elang saling pandang, "Eng.., Elang. Aku ingin bertanya, kenapa kau memilih tempat ini sebagai tempat kita berkencan ..?" ucap Helena yang membuka obrolan lebih dulu. "Ah, soal itu. Ya.., karena aku suka sekali dengan cafe ini.." ucap Elang datar.
"Apa ngak ada hal yang lebih spesifik? Mungkin saja cafe ini memiliki kesan tersendiri di hatimu..?" ucap Helana. Elang mulai senyum - senyum sendiri sambil mengingat masalalunya, "Sejujurnya.., sebelum aku di terima bekerja di kantor. Aku pernah kerja part time di sini.." ucapnya.
"Wah, berapa lama? Pasti seru ya bisa bekerja di sini, mana makanan di sini enak-enak lagi hehe.." ucap Helena yang sudah tak sabar menanti pesanannya yang akan datang. "Ya lumayan.., adalah sekitar satu tahun.." ucap Elang mengingat masalalu.
Helena tersenyum bahagia sambil memperhatikan setiap sudut cafe, Elang tersenyum penuh arti memandangi wajah Helena.
"Apa kau suka ku ajak ke sini? Ya, Karena setau ku selebriti biasanya lebih tertarik makan di restaurant mewah, beda jauhlah dengan tempat ini.." ucap Elang. Helena terkejut, "Ah.., tidak juga. Aku malah lebih sering makan di tempat seperti ini, apalagi di kedai yang tak jauh dari lokasi syuting.." ucapnya bercerita.
Elang tertegun, "Astaga.., aku sudah salah sangka. Maaf ya, aku fikir kamu orang yang berbeda.." ucap Elang. "It's okay, yang penting kamu sudah tau meski sedikit terlambat.." ucap Helena tersenyum. Elang dan Helena saling pandang, "Hah.., meski sedikit terlambat. Tapi, aku tetap saja suka.. " gumam Elang.
"Helena memang menarik, pantas saja jika jadi idola banyak lelaki.." batin Elang.
"Ternyata Elang orangnya santai, tidak seperti yang ada ku fikirkan..." batin Helena.
5 menit kemudian...
__ADS_1
Seorang pelayan datang menghampiri meja mereka, pelayan itu mulai menyajikan pesanan keduanya ke atas meja. Helena dan Elang lalu berterimakasih pada pelayan itu, setelah itu si pelayan beranjak pergi.
"Selamat makan..!!" ucap Helena sambil meraih sendok. "Ya.., selamat makan.." ucap Elang yang berusaha membuka penutup kaleng Coca Cola miliknya. Helena begitu senang saat menyantap makanannya, sedangka Elang tengah asik menengak Coca colanya tadi.
"Aahh, segarnya.." ucap Elang sambil meletakkan kembali kaleng Coca colanya.Elang mulai menyantap makanannya, Helena menahan tawa melihat cara makan Elang yang begitu berantakan. Pria itu terkesan norak saat makan tetapi Elang juga nampak sexy seperti pria tulen.
"Mengapa kamu diam? Ayo Nona, makanlah lagi. Makan yang banyak ya..." ucap Elang. Helena menganguk sambil menahan tawa, Elang begitu lucu dan mengemaskan di matanya. Helena menuruti perintah Elang dan kembali melahap makannya, Elang terus memperhatikan Helana sambil makan.
Selang beberapa saat..
"Helena..., apa kau menyukaiku..?" ucap Elang. Helena langsung berhenti mengunyah, meminum Coca cola sejenak sambil berfikir. Helena menghela nafas sebelum bicara kembali, "Ya.., aku suka, kau cukup menarik bagiku. Aku suka sekali dengan gaya mu yang apa adanya.. " ucap Helena sambil meletakkan kembali kaleng Coca colanya.
Elang tersipu malu dan jadi salah tingkah di depan Helena. Setelahnya Elang memberanikan diri untuk menyentuh tangan Helena, gadis itu tak berkutik dan membiarkan tangan Elang menyentuh tangannya.
"Helena.., aku tau ini terlalu mendadak dan kau hanya menginginkan sandiwara percintaan saja. Tapi.., sebelum memulainya. Apa kau mau belajar menyukaiku..?" ucap Elang yang menatap Helena dengan begitu serius.
Helena tertegun melihat bagaimana keseriusan Elang padanya. Helena mengurai senyum, "Aku bisa saja belajar menyukaimu, tapi.. aku tak bisa berjanji tentang perasaanku.. " ucap Helena menjelaskan.
"Kau tak perlu berjanji padaku, aku tak akan memaksa. Kau masih punya banyak waktu untuk memfikirkan hal ini baik - baik..." ucap Elang yang berharap agar Helena mau menyambut perasaannya tanpa paksaan.
Helena mengangguk, "Yeah.., aku akan mempertimbangkannya nanti..." ucapnya sambil tersenyum.
___________________________________________
__ADS_1
...Pelabuhan Sungai Han, 19.01 a.m....
Saat kencan bersama Kenzo..
Helena dan Kenzo tengah berjalan di pelabuhan sambil menikmati view indah sungai Han saat malam hari.
"Hah..., rasanya senang sekali bisa berjalan santai seperti ini.. " ucap Helena merasa bahagia. "Apa kau tak merasa lelah, mau ku gendong..?" ucap Kenzo sambil menatap Helena yang tengah berjalan di sampingnya.
Helena melihat Kenzo, "Jangan meremehkanku ya, kita baru saja berjalan sekitar 7 menit yang lalu. Mana mungkin aku sudah lelah.. " ucap Helena. Kenzo tertawa, "Siapa tau kan, kau pura-pura kuat saat ini... " ucap Kenzo meledek.
Helena tersenyum tipis, "Dengar ya, meski pun aku nampak lemah. Tapi asal kau tau saja, aku ini mantan atlet renang.. " ucap Helena membanggakan diri. Kenzo tertawa, "Benarkah? Lalu, apa hubungannya renang dengan jalan kaki..?" ucap Kenzo yang tiba-tiba berjalan mundur sambil menatap Helena.
"Ada lah hubungannya, renang juga bisa melatih otot kaki. Kakiku ini kuat ya meski ukurannya lebih kecil dari kakimu.." ucap Helena membela diri. Kenzo menghentikan langkahnya, "Mantan atlet renang.., mumpung kita sedang berada di sungai Han. Bagaimana kalau kita berenang..?" ucap Kenzo.
Helena terkejut, "Kau, kau bilang apa..?" ucap Helena tak percaya akan ucapan Kenzo barusan. Kenzo dan Helana saling pandang, "Aku bilang berenang. Katanya kau atlet renang, masak ku ajak berenang di sungai han kau jadi takut..?" ucap Kenzo.
"Berenang? Di sungai Han? Ah, kau sudah gila ya. Malam - malam begini ingin mengajak ku berenang di sini..?" ucap Helena memarahi Kenzo. "Kenapa? Kau pasti takut ya, aku saja berani berenang di sini.." ucap Kenzo membanggakan diri.
Helena tersentak, "Bu, bukannya aku takut. Tapi ini kan sudah malam, kau ingin aku menggigil karena kedinginan begitu..?" ucap Helena yang tak habis fikir dengan fikiran Kenzo. "Bilang saja kalau kau takut, ayo. Ikut aku sekarang..!" ucap Kenzo yang tiba-tiba saja menarik tangan Helena.
"Hey! Kau.., kau mau membawaku kemana?Lepaskan tanganku, lepaskan.. " teriak Helena berusaha menghentikan Kenzo. Kenzo tak bergeming mendengar teriakan Helena, ia sengaja membawa Helena ke arah dermaga.
Helena celingukan melihat sekitar, ia semakin panik dan cemas saat mendapati mereka yang sudah sampai di dermaga. Helena langsung teringat akan ucapan Kenzo, "Apa Kenzo begitu serius dengan ucapannya. Hah..., kenapa aku harus terjebak dengan pria ini. Ibuuu.., Ayah.., aku tak mau mati konyol di sungai han..." batin Helena tertekan.
__ADS_1