Simpanan Selebriti

Simpanan Selebriti
Bab 7


__ADS_3

...Dermaga Sungai Han, 19.10 a.m....



Helena celingukan melihat sekitar, ia semakin panik dan 'cemas saat mendapati mereka yang sudah sampai di dermaga. Helena langsung teringat akan ucapan Kenzo, "Apa Kenzo begitu serius dengan ucapannya. Hah..., kenapa aku harus terjebak dengan pria ini. Ibuuu.., Ayah.., aku tak mau mati konyol di sungai han..." batin Helena tertekan.


Kenzo menghentikan langkahnya, otomatis Helena pun ikut berhenti. "Lepas, lepaskan tanganku!" ucap Helena yang berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Kenzo. Kenzo tersadar dan perlahan mengendurkan genggamannya pada tangan Helena."Ah, maaff." ucap Kenzo.


"Kau apa-apaan sih, seenaknya saja menarik- narik tanganku. Kau ingin tanganku jadi lecet ya, sakit nih!" gertak Helena sambil mengusap- usap tanganya, Kenzo tersenyum tipis. "Baru begitu saja sudah mengeluh, toh cuma ku tarik tadi..." ucap Kenzo dengan nada mengejek.


Helena tersentak, "Tapi tanganku memang sakit, lihat saja kalau tidak percaya. Siapa pun wanita yang di perlakukan seperti ini, dia akan marah sama sepertiku ..." ucap Helena membela diri. "Tidak juga, kamu saja yang terlalu berlebihan. Gadis manja!" ucap Kenzo.


Helena mengernyit, "Gadis manja katamu? Huh, segampang itu kau mengataiku gadis manja. Asal kau tau saja ya, aku sudah hidup mandiri selama lima tahun terakhir!" ucap Helena membanggakan diri. Kenzo mengernyit, "Benarkah? Kenapa bisa begitu?" ucap Kenzo penasaran.


"Tentu saja bisa! Aku sudah lama hidup sendiri tanpa adanya keluargaku ..." ucap Helena dengan nada sedih di akhir kalimat. Kenzo merasa bersalah pada Helena karena ia sudah menyinggung perasaannya.


"Aku tidak tau, tolong. Maafkan aku ..." ucap Kenzo sambil mengusap tengkuknya. Helena menghela nafas, mengatur fikiran dan hatinya agar ia tak bersedih. Kenzo mendekati Helena, "Helena, tolong maafkan aku. Sungguh, aku tak tau soal ini. Jika aku tau, aku tak akan mengataimu gadis manja ..." ucap Kenzo meminta maaf dengan tulus.


Helena melihat Kenzo, "Yeah.., kau ku maafkan." ucapnya. Kenzo tersenyum kembali, "Te.., terimakasih, Helena. Sekali lagi, aku minta maaf atas kesalahanku ya ..." ucap Kenzo begitu senang.


"Ya, ya." ucap Helena sambil tersenyum kikuk. Helena mulai celingukan, gadis itu memperhatikan sekeliling ternyata dirinya dan Kenzo sudah berada di dermaga. Awalnya Helena merasa takut mendengar ajakan Kenzo saat di pelabuhan tadi, ia sempat berfikir jika Kenzo berniat menceburkannya ke sungai han.


"Wah.., tempat ini jadi cantik sekali. Sudah lama aku tak berkunjung lagi ke sini. Ah ..., senangnya!" ucap Helen yang terkagum-kagum melihat keindahan di sekitar dermaga. Kenzo tersenyum puas melihat Helena yang nampak bahagia saat ini.


"Apa kau senang sekarang?" ucap Kenzo, Helena menganguk. "Ya, aku senang sekali. Ini sangat indah, terimakasih ya sudah mengajakku ke sini ..." ucap Helena. Kenzo mengangguk, "Syukurlah jika kau senang. Asal kau tau, aku menarik tanganmu tadi karena aku ingin membawamu ke sini ..." ucap Kenzo.


"Jadi.., aku sudah salah paham padanya. Aku fikir pria ini ingin berniat jahat padaku, tak ku sangka dia memiliki sisi romantis.." batin Helena.


Bheeemmm...

__ADS_1


...Bheeemmm.....



Suara klakson yang berasal dari kapal pesiar yang hendak menepi ke dermaga. Kapal pesiar adalah salah satu akomodasi bagi parawisatawan yang hendak menikmati view indah sungai han dari jarak dekat.


Bheeemmm..


...Bheeemmm.....


"Kenzo, Kenzo, lihatlah! Ada kapal pesiar ..." ucap Helena begitu antusias sambil mengoyah - goyahkan tangan Kenzo. Kenzo tersenyum lebar, "Akhirnya, yang ku tunggu datang juga.." batin Kenzo.


Kapal pesiar itu mulai berhenti tepat di dermaga, masih terdengar suara klakson yang sengaja di bunyikan oleh awak kapal. Tak berselang lama, rombongan wisatawan mulai beranjak keluar dari kapal. Mereka berjalan beriringan hendak melewati Helena dan Kenzo yang tengah berdiri di dermaga.


Ada seorang wanita berbadan gemuk yang tak sengaja menyenggol Helena saat mereka baru saja bersimpangan. Helena langsung hilang keseimbangan dan hampir terjatuh, Kenzo yang ada di dekatnya dengan sigap menangkap tubuhnya.


"Ah, syukurlah. Aku tak sampai jatuh ..." gumam Helena saat tak sengaja melihat ke bawah dermaga. "Kau.., kau tak apa-apa kan?" ucap Kenzo khawatir sambil memegangi tubuh Helena. Helena menggeleng "Aku tak apa, termakasih ya. Kau tangkas sekali tadi ..." ucap Helena. "Ya, sama-sama," ucap Kenzo sembari mengulas senyum.


Kenzo dan Helena saling pandang, kemudian Kenzo meraih tangan Helena lalu mengadengnya masuk ke dalam kapal. "Eh.." Helena terkejut saat Kenzo menarik tangannya begitu saja. Namun kali ini Helena tak menolak sedikit pun dan menurut saja saat di bawa masuk oleh Kenzo.


Helena mulai mensejajarkan posisinya dengan Kenzo, ia berjalan di sampingnya sambil menggengam tangan pria itu dengan erat. Kenzo tersenyum puas mengetahui Helena yang tak canggung lagi padanya.


"Helena, mari kita ke sebelah sana! Viewnya akan terlihat lebih jelas ..." ucap Kenzo, Helena mengangguk. Kenzo membawa Helena hingga ke tengah kapal, kemudian mengajaknya duduk di salah satu bangku yang kosong.


Bheeemmm..


...Bheeemmm......


Setelah awak kapal membunyikan klaksonya, kapal pesiar pun mulai bergerak. Kenzo dengan perhatian memegangi tubuh Helena agar gadis itu tak hilang keseimbangan.

__ADS_1


Helena menoleh ke kiri dan mendapati tangan Kenzo tengah merangkulnya. "Maaf jika aku tak sopan, aku hanya ingin menjagamu ..." bisik Kenzo di telingan Helena. Helena melirik Kenzo, mereka saling pandang. Helena mengulas senyum termanis, Kenzo membalas senyumannya.



Dentuman kembang api mulai terdengar dengan jelas mengiringi moment romantis yang tengah di rasakan Helena dan Kenzo. Mereka sama-sama terhanyut akan suasana malam itu, bagaikan sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara.


"Tak ku sangka, aku melakukan adegan romantis yang ada di film bersama pria ini.." batin Helena.


"Ternyata, kencan tak seburuk yang ku fikirkan.." batin Kenzo.


Selang beberapa saat..


Kenzo mulai menurunkan tangannya dari bahu Helena, "Helena, coba perhatikan jembatan itu. Akan ada bagian menyenangkan, lihatlah!" ucap Kenzo sambil menunjuk ke arah jembatan sungai han.


Helena menurut dan mulai memperhatikan jembatan itu. Kenzo juga melakukan hal yang sama. Kapal pesiar yang membawa mereka kini berhenti di tengah-tengah, tepatnya tak terlalu jauh dari jembatan itu.


Bheeemmm...


...Bheeemmm.....



Setelah kapal pesiar berhenti, tak berselang lama jembatan yang di maksud Kenzo menngeluarkan air yang berwarna-warni seperti pelangi yang berjajar mengikuti panjang dari jembatan tersebut.


"Ya tuhan ... ini sangat indah!" ucap Helena begitu gemas sambil menghentakkan kakinya. Kenzo menatap Helena, gadis itu nampak imut meski dari usia lebih tua darinya. "Iya, kamu benar. Apalagi, aku sedang melihatnya bersamamu ..." ucap Kenzo yang terpesona menatap kecantikan Helena.


Helena menoleh, "Ma, maksudmu apa?" ucap Helena bingung. "Aku tak mengerti ini salah atau benar, tapi aku harus melakukannya ... ." batin Kenzo.


"Kenzo kenapa ya dan maksudnya apa barusan... ?" batin Helena.

__ADS_1


"He-Helena. Sa-sarangheo ... ." ucap Kenzo sambil menatap Helena dengan mata yang berbinar. Helena tertegun, Helena sudah menduga bila Kenzo akan mengutarakan cintanya sama seperti yang di lakukan oleh Elang.


Kenzo tersipu malu setelah mengutarakan perasaannya. Kenzo menjadi sangat gugup di hadapan Helena dan juga cemas memfikirkan jawaban gadis itu. Kenzo takut membayangkan penolakan Helena, ia ingin yang sebaliknya.


__ADS_2