Simpanan Selebriti

Simpanan Selebriti
Bab 9


__ADS_3

"Raga, kamu sedang apa di sini?" ucap Kenzo yang baru saja datang. Raga seketika terkejut, "Kenzo..?" gumam Raga yang dengan cepat menyembunyikan ponsel nya ke belakang .


Raga langsung membalikkan badanya, lalu tersenyum manis pada Kenzo yang saat ini sedang berjalan ke arahnya. Kini sudah sampai di hadapan Raga, "Ada apa, Kenzo. Apa kau perlu sesuatu..?" ucap Raga sambil cengar- cengir.


Kenzo menggeleng, "Ah.., tidak. Aku ke sini karena aku mencarimu, ada yang ingin aku beritahukan padamu..?" ucap Kenzo begitu bahagia dengan apa yang ia rasakan saat ini.


Raga berpura-pura terkejut, "Be-berita apa itu, kau kelihatan senang sekali, Kenzo. Apa kau baru saja menang lotre..?" ucap Raga tersenyum penuh arti. "Tidak, bukan itu. Kau tau, ini adalah berita yang sangat bagus. Aku.., aku baru saja di terima oleh Helena... !" ucap Kenzo yang langsung heboh.


Raga pun ikut-ikutan heboh agar Kenzo tak mencurigainnya. Raga dan Kenzo mulai melompat-lompat kegirangan sambil berteriak merayakan kemenangkan Kenzo. Ada satu orang petugas Damkar yang baru saja keluar dari toilet. Ia hanya geleng-geleng kepala saat melewati Raga dan Kenzo yang sedang heboh sendiri.


Selang beberapa saat..


"Hah.., capek juga ya lompat-lompat kayak gitu.." ucap Raga dengan nafas tersengal. "Iya." ucap Kenzo sambil mengatur nafasnya. Raga dan Kenzo menegapkan tubuh mereka, mereka saling pandang.


Raga langsung memeluk Kenzo, "Selamat ya, Ken..!" ucap Raga sambil menepuk punggung Kenzo. Kenzo membalas pelukan Raga. "Ya.., termakasih. Aku di terima, ini semua juga berkat saran dari mu.. " ucap Kenzo. Kenzo dan Raga mulai melepas pelukan mereka, "Kita balik ke kamar yuk, siap-siap. Bentar lagi, jam kerja nih.." ucap Raga. Kenzo mengangguk.


___________________________________________


...Apartemen Helena, 19.24 a.m....


Kenzo


"Semoga Helena tak marah padaku, karena aku baru bisa datang.." gumam Kenzo yang hendak memencet bel apartemen Helena.


Ting.. Tong..

__ADS_1


Ting.. Tong..


Klek..!


Nampak dari ambang pintu, Helena baru saja membukakan pintu untuk Kenzo. "Hey! Kenzo, ayo masuklah. Jangan sampai ada orang yang melihatmu.." ucap Helena lirih sambil mengayunkan tangannya meminta Kenzo agar segera masuk.


Kenzo menurut, ia mulai melangkah masuk ke dalam apartemen Helena. Setelah Kenzo masuk, Helena langsung menutup pintunya kembali. Helena menghela nafas lega, "Semoga saja, tidak ada orang yang melihatnya tadi.." batin Helena sambil menyentuh dadanya yang berdesir.


Setelah itu Helena kembali melihat Kenzo, pria itu mungkin tengah bingung dengan sikapnya barusan. Helena menghampiri Kenzo, "Lain kali, jika kau mau datang ke sini.Tolong.., pakai masker dan topi ya. Supaya orang luar tak mengenali wajahmu.. " ucap Helena.


"Ah, iya. Baiklah, lain kali aku akan memakainya. Maaf ya, untuk yang kali ini.. " ucap Kenzo sambil memperhatikan Helena yang terlihat begitu cantik malam ini. Helena tersipu malu karena Kenzo terus memperhatikan, "Kau melihat apa, kenapa melihatku seperti itu..?" ucap Helena yang salah tingkah.


"Memangnya kenapa, apa salahnya jika aku melihatmu. Kita kan pacaran dan pacarku saat ini nampak cantik .." ucap Kenzo yang mulai mengurangi jaraknya dengan Helena. Helena jadi gugup saat Kenzo mendekatinya, "Be - begitu ya, aku memang sudah cantik dari dulu. Jadi.., kau tak perlu memuji hingga terlalu sering ya .." ucap Helena cengengesan.


Kenzo tersenyum tipis, "Baiklah.., aku janji tak akan memujimu lagi. Takutnya nanti kau jadi besar kepala ya, kan?" ucap Kenzo menggoda Helena. Helena tersentak, ia memandangi wajahnya Kenzo. "Besar kepala? Siapa yang besar kepala.. " fikir Helena sambil manyun.


Kenzo tersenyum menatap kepergian Helena, gadis itu nampak mengemaskan setelah kedapatan salting di depannya. Kenzo mulai melangkahkan kakinya ke arah ruang tamu, ia menyusul Helena.



"Kau, duduklah! Aku mau ke belakang dulu ya, ambil minum. Tunggu sebentar di sini, aku tak akan lama.." ucap Helena. "Ya.." ucap Kenzo, Helena tersenyum sesaat lalu beranjak pergi ke belakang, tepatnya ke arah dapur.


5 menit kemudian...


Helena kembali sambil membawa nampan berisi 2 cangkir teh dan kue muffin coklat. Kenzo tak berdiam diri, dengan perhatian ia langsung menghampiri Helena lalu membantunya meletakkan bawaannya ke atas meja.

__ADS_1


Helena dan Kenzo duduk kembali, mereka saling melirik. "Ayo, cicipi. Maaf ya, hanya ada teh di dapur, tak apa kan..?" ucap Helena yang berfikir jika Kenzo mungkin lebih menyukai kopi. "Tak apa, sejujurnya kau tak perlu sampai repot - repot begini, Helena. Cobalah, lebih santai saat bersamaku .." ucap Kenzo.


"Ya.., aku akan mencoba lebih santai." ucap Helena cengengesan. Helena meraih cangkir tehnya, entah kenapa sejak tadi ia merasa gugup dan jadi salah tingkah di hadapan Kenzo.


"Ayo, minumlah teh nya atau kau mau makan cemilan..." ucap Helena ramah menyuruh Kenzo agar mencicipi sajian yang ada di meja. Kenzo menurut, ia meraih cangkir tehnya kemudian meminumnya. Tak, di letakkannya kembali cangkir teh yang ada di tangannya. Helena melakukan hal yang sama.


"Kenzo, kau tak ada acara kan malam ini? Aku tadi khawatir, saat memintamu datang ke sini.." ucap Helena. Kenzo menggeleng, "Tidak.., aku sedang free malam ini. Jika aku ada acara, aku pasti sudah memberitahumu .." ucap Kenzo.


"Hm, syukurlah." ucap Helena senang, Kenzo tersenyum. Kenzo mengamati sekeliling, apartemen Helena sangatlah luas dan mewah. Kehidupan Helena sangat berbanding terbalik dengan kehidupannya, Kenzo tiba-tiba merasa minder.


"Kenzo.." panggil Helena, Kenzo menoleh. "Ya.." ucapnya yang kini menatap Helena."Ini, lihatlah! ini adalah surat kontrak kekasih sewaan untuk mu.." ucap Helena sambil menyerahkan map kontrak itu kepada Kenzo. Kenzo meraih map kontrak itu, lalu membuka dan mulai membaca isi nya.


"Bacalah dulu, baca dengan teliti. Jika ada keluhan, jangan sungkan untuk mengatakannya pada ku.." ucap Helena, Kenzo hanya mengangguk. Kenzo terkejut, ia langsung menutup mulutnya saat membaca hal yang tak terduga di dalam surat kontrak itu.


Kenzo melihat Helena, "Ya Tuhan.., ada apa dengan gadis ini? Apa dia sudah tak waras lagi. Mengapa dia meminta hal ini padaku..?" batin Kenzo ysng saat ini tengah panas dingin memfikirkan permintaan Helena.


Helena melirik Kenzo, "Apa kau setuju dengan isi dari surat kotrak itu. Jika kau setuju, kau bisa langsung tanda tangan di bagian bawah kontrak.." ucap Helena sambil memainkan ponselnya.


Kenzo tersenyum tipis, ia kesal lalu membuang map kontrak yang ada di tangannya ke atas meja. Helena terkejut, ia langsung menutup ponselnya kemudian mengambil map kontrak yang baru saja di buang oleh Kenzo.


Helena kembali melihat isi map kontrak itu, ia tertegun karena tak ada tanda tangan kenzo di dalamnya."Kau belum tanda tangan juga, kenapa?" ucap Helena sambil menatap bingung Kenzo.


Kenzo tersenyum tipis, "Aku tak suka dengan isi nya, kau fikir. Aku ini pria yang seperti apa? Pemuas nafsumu begitu? Apa yang kau fikirkan tentangku, huh...!" cecar Kenzo.


Helena terdiam, "Jujur, aku tak pernah berfikir apa pun tentangmu. Di sini, aku hanya ingin memintamu menjadi kekasih sewaanku karena aku kesepian. Aku kehilangan kekasihku tujuh tahun yang lalu dan aku berharap agar kau mau mengisi posisinya meskipun hanya sebentar saja .." ucap Helena begitu sedih di akhir kalimat.

__ADS_1


Kenzo tertegun, "Dengan senang hati, aku mau menjadi kekasihmu.Tapi kenapa.., kenapa kau sampai berfikir untuk menjadikanku kekasih di ranjang juga? Kau masih gadis kan, apa kau tak malu saat meminta hal ini padaku..?" ucap Kenzo geram.


__ADS_2