Singel Mom (Reinkarnasi)

Singel Mom (Reinkarnasi)
Kepergian Di Iringi Permintaa Maaf


__ADS_3

Xin Qian mengemasi barang-barang Zi Han. Dia mengepak semua pakaian Zi Han dan tidak menyisakannya sedikit pun. "Sayang kamu tunggu di sini?"


Xin Qian menutup pintu kamar Zi Han lalu menuju ke arah kamarnya. Ia mengambil pakaian yang menggantung di dalam lemarinya dan menaruhnya di atas ranjang kemudian mengambil koper di dalam lemarinya itu.


Sret


"Kau mau kemana?" tanya Zi Rui. Kedua netranya melihat ke arah koper.


Xin Qian menurunkan kopernya dan menatap wajah Zi Rui yang merah padam. "Aku akan pergi dengan Zi Han. Kau tidak membutuhkan kami lagi, kau hanya sudah menemukan pengganti ku yang lebih baik dari ku. Aku tidak bisa mengobati luka mu dan mungkin dia bisa mengobati luka mu."


Hati Zi Rui berdenyut nyeri, sakit tapi tak berdarah. "Siapa yang menyuruh mu pergi?" Pertanyaan Zi Rui menekan. Dia merampas koper dari tangan Xin Qian dan membukanya.


Xin Qian menahannya dan malah menutup resleting kopernya itu. "Aku akan pergi dari sini."


"Apa ini juga bentuk rencana mu menarik perhatian ku? Heh, baiklah. Kalau kau ingin pergi, silahkan pergi. Aku tidak akan menahan mu."

__ADS_1


Xin Qian menurunkan kopernya dan menariknya ke luar. Ia melihat Zi Han yang menarik koper kecilnya. Xin Qian mengambil alih kopernya itu dan keduanya pun menuruni anak tangga.


Di lantai bawah, Xin Qian dan Zi Han di sambut oleh Xin Yi dan putrinya Luna.


"Kau mau pergi? Xin Qian aku tau tidak mudah bagi mu. Tetapi aku dan Zi Rui saling mencintai, bisakah kita berteman?"


"Xin Yi aku titip Zi Rui." Xin Qian menghela nafas panjang. Ia pun menarik kopernya dan Zi Han yang berada di sampingnya sambil menggendong boneka pandanya.


"Sebelum kalian pergi, Zi Han harus meminta maaf pada Luna."


Deg


Zi Han mengepalkan kedua tangannya. Ia menoleh dan menatap ayahnya dengan penuh kebencian.


"Zi kau tidak perlu seperti ini, Zi Han masih kecil." Xin Yi menolak, ia tidak ingin Zi Han meminta maaf pada Luna. Karena memang Luna dan dirinya yang bersalah, tapi demi cintanya ia akan melakukannya.

__ADS_1


"Baik, aku akan meminta maaf." Zi Han melangkah ke arah Luna. Kemudian membungkukkan tubuhnya. "Saya minta maaf."


Luna berdecih, "Baiklah aku akan memaafkan mu demi ayah ku."


Xin Qian memalingkan wajahnya, ia tersenyum pada putranya yang melangkah ke arahnya. Setiap langkah Xin Qian terasa berat, kenangan indah menemani tiap langkahnya. Banyak sekali kenangan indahnya bersama Zi Rui. Hingga sampai di ambang pintu kenangan itu hancur dengan kehadiran Xin Yi.


Sama halnya dengan Zi Han, kenangannya bersama sang ayah membuat hatinya hancur berkeping-keping. Ayahnya tidak pernah memarahinya dan selalu memanjakannya. Kini ayahnya membuangnya hanya demi anak tirinya.


Zi Rui mengepalkan kedua tangannya, Zi Han dan Xin Qian tidak menoleh sedikit pun hingga punggung putra dan istrinya menghilang. Rasa cinta dan benci kini bercampur aduk.


"Zi Rui."


"Papi."


"Aku ingin sendiri, malam ini kalian tidurlah lebih awal," ucap Zi Rui melangkah ke lantai atas. Dia menuju ruang kerjanya dan melihat sebuah foto Xin Qian. Ia langsung melemparkan ke lantai hingga pecahan kaca itu berkeping-keping dan berserakah di lantai.

__ADS_1


Bruk


"Ahrk ...." Zi Rui memukul meja kerjanya dengan keras. Ia ingin menangis dan ingin marah. Kepergian Xin Qian membuat hatinya sakit sekaligus membencinya.


__ADS_2