Singel Mom (Reinkarnasi)

Singel Mom (Reinkarnasi)
Tangisan Zi Han dan Xin Qian


__ADS_3

Xin Qian menatap nanar ke atas nakas, sebuah surat yang harus ia tanda tangani. "Hah."


Ia meneguk segelas anggur merah dekat atas nakas itu. Air matanya tak bisa ia tahan sama sekali. Padahal demi Zi Han ia mempertahankan rumah tangganya, ia yakin ibunya akan tersenyum padanya.


Xin Qian melempar gelas yang masih berisi anggur itu dan mengeluarkan semua unek-unek di hatinya.


"Arkh!!!"


Teriakan yang tertahankan itu, kini ia keluarkan dengan sekuat tenaganya hingga urat lehernya seakan terputus. "Arkh!!!"


Dadanya terasa panas, ia membuang selimutnya ke lantai bawah dan melemparkan lampu tidurnya. Semua kesakitan ia ingin keluarkan hingga rasanya ia ingin membelah dadanya. Dengan kedua tangannya itu ia mengambil foto pernikahannya dan melemparkannya ke lantai hingga kaca itu hancur dan berserakah di lantai.


Ceklek

__ADS_1


Zi Han membatu, anak polos itu mengembunkan air matanya. Ia melihat ibunya berteriak dan tubuhnya terjatuh terduduk di lantai.


Ada rasa takut dan sedih melihat ibunya begitu terpukul. Kedua tangannya menggenggam erat seakan ingin mengambil nyawa boneka panda di tangannya. Ayahnya yang begitu kejam padanya hingga membuat ibunya seperti itu.


Zi Han mendekat dan duduk di samping ibunya. "Mami."


Suara lembutnya membuat Xin Qian menoleh dan langsung memeluknya. Zi Han diam dan hatinya seperti di tusuk melihat air mata ibunya. "Mami jangan menangis. Mami wanita yang kuat." Air matanya mengalir namun suaranya ia tahan. Ia tidak menangis seperti sebelumnya yang seperti berteriak dan menggegerkan seisi rumahnya. "Ayo kita kembali ke rumah nenek dan kakek. Kita temui mereka, mereka pasti merindukan kita."


"Mami." Zi Han merasakan tubuhnya seperti di timpa beban berat. Tubuh Xin Qian melemas dan jatuh ke lantai.


Zi Han mencari ponsel ibunya. Ia mencari di atas ranjang dengan tangan gemetar hingga ponsel di genggamanya jatuh ke lantai. Ia mengambilnya lagi, dalam keadaan mendesak ia hanya mengingat satu nama ayahnya.


'My Husband'

__ADS_1


Zi Han menghubungi nomor ponsel ayahnya, berharap ayahnya mau membantu ibunya yang tak sadarkan diri.


Namun beberapa panggilan ayahnya tak menjawab ponselnya. Ia berlari ke arah ibunya dan menepuk pipinya sambil berteriak memanggil ibunya.


Zi Han mencari beberapa nama kontak hingga jatuh nama Hera.


.....


"Sebaiknya Tuan muda pulang, biar saya saja yang menemani Nyonya," ucap Hera. Dia ingin mengelus kepala Zi Han namun ia tahan. Anak sekecil itu harus menyaksikan keterputuasaan ibunya. Ia ingat saat Zi Han menghibungi dan menangis tersedu-sedu. Setelah sampai di kamar itu ia melihat Zi Han menangis sambil memenggil nama ibunya.


"Tuan muda harus menjaga kesehatan karena saat ini kekuatan Nyonya Xin Qian adalah Tuan Muda."


"Bisakah kau mempercepat perpisahan Mami ku? Aku ingin pergi." Zi Han menoleh, air matanya mengalir deras. "Tolong bawa kami pergi. Aku tidak ingin melihat Mami menangis."

__ADS_1


Hera mengangguk sambil menitikkan air matanya. Ia memeluk Zi Han dan mencium keningnya. Zi Han satu-satunya pewaris majikannya yang dulu. "Tuan Muda harus kuat agar bisa melindungi Nyonya Xin Qian."


Ia bertekad akan mengajari Zi Han ilmu bela diri dan beberapa pengobatan sampai menetralkan racun. Ia bertekad membuat Zi Han sebagai penguasa dunia. Dunia harus tunduk padanya hingga seorang pria yang bergelar ayahnya harus tunduk padanya.


__ADS_2