Singel Mom (Reinkarnasi)

Singel Mom (Reinkarnasi)
Surat Perceraian


__ADS_3

Xin Yi tersenyum kecut, sekalipun nyeri ia akan bertahan demi mengalahkan cinta Xin Qian. Ia yakin bisa menggantikan Xin Qian di hati Xin Yi. Mulai saat ini, tidak ada lagi yang namanya Xin Qian di rumah ini.


"Aku tau, tapi kau harus memberikan aku kesempatan. Kau tidak mungkin melawan ibu dan ayah mu. Aku percaya pada mu Zi Rui kau tidak akan mengecewakan mereka." Xin Yi beranjak dari ranjang Zi Rui dan melangkah.


"Zi Rui." Xin Yi menoleh, kedua netranya melirik Zi Rui. "Kau boleh menganggap ku Xin Qian."


Bahkan ia rela menjadi pengganti Xin Qian demi bisa bersama dengan Zi Rui. Ia tidak ingin mengecewakan hatinya jika harus menghentikan keputusannya.


Ceklek


"Xin Yi, kau sudah berbicara dengan Zi Ru? Bagaimana? Apa yang dia katakan?" tanya Nyonya Yan. Wanita itu berharap mendapatkan kabar baik.


"Zi Rui masih sedih Mam, tapi aku yakin. Kita bisa menyembuhkan luka di hatinya. Xin Qian tidak pantas untuknya, apa yang telah di lakukan oleh kedua orang tuanya tidak bisa di maafkan."

__ADS_1


Nyonya Yan membenarkan yang di katakan Xin Yi. Seharusnya ayah Xin Qian tidak perlu membunuh suaminya.


"Mama, apa Mama masih menyayangi Xin Qian dan anaknya?" tanya Xin Yi.


"Hais, kau tenang saja. Tidak-tidak, hati ku sudah kecewa. Aku tidak mungkin memiliki menantu pembunuh suami ku." Nyonya Yan menggenggam tangan Xin Yi. "Xin Yi, kau harus membuat Zi Rui bergantung pada mu. Aku yakin kau bisa melakukannya. Aku akan menyayangi putri mu seperti cucu ku sendiri."


"O iyah, aku sudah menghubungi pengacara. Pengacara ku akan memproses secepatnya perceraian Zi Rui dan Xin Qian, kau jangan khawatir." Nyonya Yan mengelus lengan Xin Yi dan wanita itu pun mengangguk.


.....


"Selamat pagi Nyonya Xin Qian." Sapanya dengan tersenyum ramah.


Xin Qian tersenyum dan menyuruh pengecara Li masuk. Dia membuatkan kopi dan duduk di depan pengacara Li, pria setengah baya itu terlihat serius. Dia membuka tas kerjanya dan menaruh sebuah Map di atas meja kerjanya.

__ADS_1


"Nyonya kedatangan saya ke sini ingin mengurus surat perceraian Nyonya dan Tuan Zi Rui."


Bagaikan di hantam petir, hati Zi Rui terasa hancur berkeping-keping. Mulutnya sedikit terbuka, bibirnya bergetar, sebuah kata dan kalimat sangat sulit di ucapkan. "A-apa?"


Xin Qian mengambil map itu dan membacanya, suaminya ternyata sudah mengajukan surat perceraian. Ternyata pernikahannya selama lima tahun ini tidak pantas untuk di pertahankan. Tidakkah suaminya berpikir sedikit saja demi Zi Han.


"Nyonya Yan, saya harap kerja samanya." Pengacara itu pun bangkit dan membungkuk hormat.


Xin Qian menaruh map itu dengan kasar. Padahal ia berharap Zi Rui masih memiliki hati untuknya, kalau bukan untuknya setidaknya untuk Zi Han.


"Mami, Mami menangis? Apa Papi mengatakan sesuatu?" tanya Zi Han.


Xin Qian bungkam, ia memilih memeluk Zi Han. "Sayang, apa kau rela lepas dari ayah mu? Kita tidak bisa mempertahankan ayah mu. Mami tidak bisa mempertahankannya untuk mu."

__ADS_1


Zi Han mengepalkan kedua tangannya. "Mami tidak perlu menderita lagi. Zi Han tidak ingin Mami menangis terus-menerus hanya demi Papi."


__ADS_2