
Saat mereka mulai memasuki wilayah Black-Corner, mereka mulai mengumpulkan informasi pasti dari lelang bersama skala besar.
Ukuran lelang ini pada dasarnya dapat dianggap sebagai masalah besar di ‘Wilayah Black-Corner’. Kelangkaan dan kelangkaan barang-barang lelang cukup untuk menarik sejumlah ahli dan faksi yang tak terhitung jumlahnya di dalam ‘Wilayah Black-Corner’
Lelang kali ini diadakan di sebuah kota bernama Black Emperor City, yang terletak di sisi barat ‘Black-Corner Region’. Pemilik kota ini adalah ‘Black Emperor Sect’..
Keenam orang itu lantas melanjutkan perjalanan mereka, di tengah perjalanan Zed menghentikan langkahnya tiba-tiba...
Mata hitam gelapnya menyipit saat dia melirik hutan gunung yang jauh.
” Apa itu? ” Zi Yan bertanya dengan ragu sambil mengedipkan mata besarnya ketika dia melihat Zed berhenti.
"Ada seseorang di depan yang menuju ke tempat ini. Tampaknya mereka melarikan diri. ” Xiao Yi Xian
" Ya.. Dan itu adalah orang-orang kalian Xiao Yan dan Zi Yan.. Mereka sepertinya dari Jia Nan Akademi.. "Zed
" Apa..?? Kurang ajar.. Siapa yang berani menyakiti mereka..!! "Zi Yan langsung melesat duluan ke depan.
" Mari kita ikuti juga.. "Xiao Yan
Mereka kemudian mengikuti Zi Yan.
Di depan sana..
Dua sosok yang sedang berlari di tepi jalan kecil di dalam hutan gunung dengan cara yang menyedihkan sementara sosok hitam muncul tidak jauh di belakang mereka. Niat membunuh yang padat ditularkan meskipun mereka berjauhan.
Langkah kaki pria itu mengejutkan dan tubuhnya menunjukkan beberapa jejak darah. Jelas, dia terluka.
Mungkin itu karena cedera, tetapi langkah kaki pria itu ceroboh saat dia melarikan diri, karena itu dia hampir jatuh.sendiri. Wanita muda itu dengan cepat mengangkatnya.
" instrutur Mai Di.. Silakan pergi.. Aku akan menahan mereka..!! " Mo Ling, murid akademi Jia Nan
" itu tak ada gunanya, mari kita terus berlari..! " instruktur Yang di panggil Mai Di menolak saran itu, karena dia yakin itu akan percuma saja.
Tiga sosok hitam di belakang tiba-tiba muncul di hadapan kedua orang ini
" Hahahhaa.... Itu benar, kalian takan ada yang bisa lari.!! "
" Murid akademi Jia Nan hanya seperti ini.. Matilahh...!!"
Ketiga orang itu berniat melancarkan serangan lagi ke arah dua orang itu. Namun..
"Siapa yang bilang seperti itu...!! "
Sebuah suara dengn di iringi serangan memotong mereka semua dan langsung membunuh ketiganya seketika.
"Kurang ajar sekali.. Kalian berani menyentuh orang-orang Jia Nan, keberanian kalian pasti sangat besar hah...???" Sosok itu tak lain adalah Zi Yan yang sudah meju duluan..
Melihat siapa yang datang membuat Mai Di cukup senang.
"Zi Yan, Xiao Yan....!!Bagus ada harapan untuk Elder Wu dan yang lainnya...!" Mai Di
’’ Elder Wu? Ada apa? Apa yang terjadi pada Wu Hao..?? ” Xiao Yan
’’ Ini cerita panjang. Akademi kami pada dasarnya akan mengirimkan cukup banyak siswa untuk berlatih setiap setengah tahun. Sebagian besar siswa yang datang untuk berlatih secara diam-diam diikuti oleh orang-orang dari Akademi Batin atau oleh Sesepuh. ’” Mai Di tertawa getir ketika dia berbicara sampai titik ini. Dia segera menghela napas,
” Kali ini, Elder Wu dari Akademi Batin memimpin grup. Awalnya, semuanya berjalan lancar. Namun, informasi akhirnya bocor.
Ketika kelompok pelatihan kami ini sedang berburu Magical Beast di gunung ini, Demon Flame Valley meluncurkan serangan menyelinap pada kami. Dalam keadaan darurat ini, Elder Wu berusaha keras untuk menghentikan mereka. Akhirnya, dia memimpin cukup banyak siswa, yang sedang berlatih, untuk bersembunyi di lembah kecil. Namun demikian, mereka benar-benar dikelilingi oleh orang-orang dari Demon Flame Valley. Mo Ling dan aku pergi keluar untuk melarikan diri. Awalnya, kami berharap untuk mencari bantuan tetapi kami ditemukan oleh patroli Demon Flame Valley. Oleh karena itu, mereka mulai mengejar kita … ’"
” Senior Xiao Yan … ada lebih dari tiga puluh siswa yang terjebak di sana. Jika mereka mendarat di tangan «Demon Flame Valley», kemungkinan mereka akan mengalami kesulitan melarikan diri dari kematian. Faksi sialan ini adalah musuh dari ‘Gerbang Xiao’. Mereka sengaja menargetkan Akademi Jia Nan kami."’Mo Ling
Ekspresi Xiao Yan sedikit tenggelam ketika dia mendengar kata-kata dari keduanya.
"Tak usah banyak berfikir, berikan mereka pil penyembuh dulu dasar lamban...!!" Zed yang berdiri di belakangnya memukul Xiao Yan.
"Jika sudah kita harus menuju me arah mereka dan menyelamatkan mereka.. Berani menyentuh Xiao Clan.. Mereka pasti siap di musnahkan.."
"Ehhh.. Senior ini..??" Mai Di yang melihat itu cukup penasaran dengan Zed, karena bagaimanapun saat ini Zed memakai topengnya dan menyembunyikan wajahnya seperti sebelumnya..
"Dia kakak ku.." Xiao Yan kemudian menyerahkan beberapa pil penyembuh ke oada dua orang itu.
Setelah itu, keduanya mulai memimpin zed dan yang lainnya ke arah kelompok akademi Jia Nan lainnya..
.
.
.
. ________\=Skip\=_______
Di suatu tempat di wilayah Black-Corner.
Saat ini sekelompok murid dari Akademi Jia Nan sedang di kepung oleh banyak orang berjubah Hitam..
Di antara para murid itu, ada tetua atau guru yang merupakan teman dan keluarga Xiao Yan.
Itu adalah Wu Hao yang sudah menjadi tetua, dan Xiao Yu yang sudah menjadi guru di akademi Jia Nan.
__ADS_1
Saat ini Ekspresi Wu Hao serius ketika dia menatap salah satu pria tua berjubah hitam di langit. Dia juga cukup akrab dengan pria tua berjubah Hitam ini.
Itu adalah Tetua Keempat dari «Demon Flame Valley». Namanya Xie Zhen dan orang-orang di ‘Wilayah Black-Corner’... Kekuatannya adalah sekitar dari bintang enam Dou Huang...
Cukup banyak ahli dari ‘Xiao Gate’ telah jatuh ke tangan orang ini selama konflik antara ‘Xiao Gate’ dan ‘Demon Flame Valley’ beberapa tahun terakhir ini...
Orang tua berjubah Hitam di langit mengepakkan sayap Dou Qi di punggungnya saat dia perlahan turun. Akhirnya, dia mendarat di sebuah batu gunung di dinding terjal saat dia menatap kelompok Wu Hao yang keras kepala dari atas. Dia segera berbalik ke dua ahli Dou Wangs dan sedikit mengejek, ” Dua Dou Wangs sebenarnya tidak dapat menyelesaikan sekelompok anak-anak ini.. ‘’
Tatapannya beralih ke kelompok Wu Hao saat dia berbicara dengan suara lemah,
” Ini benar-benar tidak mudah untuk dapat mencapai langkah ini pada usia seperti itu.
Bakat para siswa dari Akademi Jia Nan benar-benar menyebabkan seseorang merasa iri.
Karena sebagian besar siswa yang lulus, kemungkinan faksi yang dibuat oleh mereka akan menyebabkan banyak masalah untuk setiap orang di ‘Wilayah Black-Corner’ lebih baik kau menyerah dan ikut dengan kami atau kalo tidak..
Maka lebih baik kalian bersiap untuk mati di sini...."
Wajah Wu Hao tegang. Tangannya dengan erat mencengkeram pedang berwarna darah yang berat itu saat dia berkata..
‘’Xie Zhen, walaupun kamu adalah seorang ahli terkenal dalam’ Wilayah Black-Corner ‘terlepas dari bagaimana aku pasti takan membiarkan mu menyentuh orang-orang akademi Jia Nan hari ini..."’
”Hhheeeheeee... brat, ini adalah ‘Black-Corner Region’, bukan tempat lain. Hanya pemenang yang memiliki suara terbaik di tempat ini …
Aku akan melihat bagai mana kau akan menghentikan orang tua ini... "
Xie Zhen menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan jijik.
”Baiklah.. Aku tidak akan banyak berbicara omong kosong denganmu. Apakah Kamu akan menyerah hari ini atau melanjutkan perlawanan ini.. ?" Xie Zhen melambaikan tangannya dengan agak tidak sabar..
” Akademi Jia Nan tidak memiliki siapa pun yang akan menyerah... ” Wu Hao
Para siswa dari Akademi Jia Nan di belakangnya mengertakkan gigi mereka sambil berdiri di belakang Wu Hao. Mereka bukan orang bodoh.
Karena itu mereka tahu bahwa, bahkan jika mereka menyerah akhir cerita mereka tidak akan ada gunanya.
Dalam hal ini, mereka mungkin juga pergi keluar dan berjudi.
” Hei, orang-orang dari Akademi Jia Nan memang sekelompok orang dengan tulang keras..
tapi …
ini hanya mencari untuk menderita.. ”
Xie Zhen
” Dikabarkan bahwa Pedang Darah Wu Hao bahkan dapat mengabaikan hidupnya dalam pertempuran...
Hari ini, aku yang lama akan mencoba dan melihat seberapa banyak kau bisa berjuang. ” Xie Zhen
Melihat itu Wu Hao mulai bersiap, bagaimana pun caranya dia harus menghentikan orang tua ini, karena di sini hanya dia yang bisa..
Kedua tangannya dengan erat mencengkeram pedang berwarna darah. Sesaat kemudian, dia tiba-tiba mengaum dengan marah ketika kakinya menginjak tanah. Tubuhnya melesat ke depan dan pedang darah di tangannya mengarah ke jantung Xie Zhan.
Xie Zhen yang melihat bahwa Wu Hao tak mau menyerah dan sebenarnya telah memilih untuk melepaskan serangan terhadapnya. Dia berdiri diam dan kemudian tangannya yang besar melengkung sedikit dengan cara yang tiba-tiba. Ini segera meniru cakar elang.
Akhirnya, lima jarinya dikunci ke depan. Mereka menyebabkan momentum ke depan dari pedang darah, yang mengandung aura kuat, untuk benar-benar menangkapnya...
Wajah Wu Hao berubah sedikit saat pedang darah berhenti bergerak. Dia mengatupkan giginya dan dengan kasar menarik pedang darah.
Namun, lima jari yang keriput pihak lain seperti penjepit besar yang menahan pedang darah sepenuhnya.
Xie Zhen melirik Wu Hao yang mengertakkan gigi dan menarik pedang darah. Xie Zhen tiba-tiba mengangkat tangnnya yang lain. dan itu mulai menyerang dan menabrak Wu Hao dengan keras dengan kekuatan besar. Kekuatan yang kuat tiba-tiba meletus!
Tubuh Wu Hao terbang kembali ke belakag dengan sangat cepat menabrak bebatuan keras di belakangnya..
"Aaakkhhhh....." Wu Hao
Tangannya yang memegang pedang berwarna darah tebal berulang kali bergetar saat seutas darah segar merembes keluar. Akhirnya, itu mengikuti bilah pedang darah dan menetes ke bawah.
"Wu Hao.." Xiao Yu
’’ Elder Wu! ’’
Para wanita dan pria muda di belakangnya buru-buru berteriak ketika mereka melihat Wu Hao dipaksa kembali dengan cedera.
"Hheemmm.. Wu Hao si Blood Sword ternyata cuman segini saja.." Xie Zhen
"Haiii.. Brandalan.. Kalau kalian tau apa yang terbaik, lebih baik kalian menyerah saja kepada kami. Dari pada kami harus menyiksa kalian semua.." ucap salah seorang dari Demon flame
"Itu benar, akan sangat di sayangkan jika kami harus menyakiti kecantikan dan kelembutan seperti kalian.. Hahhahahaaa..." sambung yang lannya..
"Akademi Jia Nan kami hamya punya jiwa yang kuat dan bertarung sampa mati.. Tak ada orang di sini yang mau menyerah.." Xiao Yu yang berdiri di sana mencoba melindungi para murid pun bersikukuh untuk berjuang..
"Langkaahi dulu mayat ku kalau kau mau menyentuh siswa Jia Nan..!!!"
"Guru Xiao Yu..!!!" para murid pun mendukungnya
"Cihhh.. Kau sendiri yang meminta, padahal kami sedang baik.." Xie Zhen yang mendengar jawaban Xiao Yu bersiap untuk menyerang mereka karena sudah tak sabar lagi..
__ADS_1
"Lepaskan mereka....!!" Wu Hao mencoba untuk bangkit kembali..
"Aku masih belum menyerah...!! Pak tua..!! Ayo kita bertarung ulang...!!"
"Blood Sword ScariFice...!!"
Pedangnya mulai bersinar merah darah, dan Wu Hao mulai bersiap menyerang Xie Zhen sekali lagi..
”Hah? Kamu terlalu menganggap tinggi di rimu..!! ” Xie Zhen segera merubah kedua tanggannya menjadi cakar.. .
’’Aku akan membiarkan Kamu melihat apa yang disebut kekuatan Dou Huang..!!"
Dou Qi putih padat muncul di telapak tangannya dengan cepat, di atas kukunya yang tajam sambil membawa aura yang padat dingin..
Kedua serangan mereka akhirnya bertemu di udara, namun terlihat jelas perbedaan Kekuatan mereka, Wu Hao sama sekali tak bisa melukai Xie Zhen..
Sedangkan Tubuh Wu Hao segera mengeluarkan darah segar setelah mengalami pertukaran pukulan berat seperti itu.
"Jia Nan memang mengumpulkan orang-orang berbakat, namun sayang sekali..
Orang yang tak tau batasannya di takdirkan mati muda..!!" Xie Zhen
"Siapa yang bilang..??"
Sebuah suara terdengar dengn tiba-tiba sosok muncul menangkap Wu Hao yang mulai terjatuh..
"Siapa kau...??!!" Xie Zhen
"Tanpa seizinku.. Tak ada yang boleh mengambil nyawa saudaraku.."???
"Xiao Yan...!!"
"Itu senior Xiao Yan.. Pahlawan kita telah kembali.."
"Kita selamat...!!"
Melihat orang yang datang, Xie Zhen sedikit khawatir
"Xiao Yan.. Pemimpin keluarga Xiao..??"
"Hehheeheee tapi sia-sia.. Lembah demon Flame ku dan permusuhan Jia Nan akademi berasal dari keluarga Xiao...
Karena kau sudah ada di sini.. Biarkan pak tua ini mengakhiri mu di sini..!!" Xie Zhen bersiap menyerang Xiao Yan, namun..
"Ohh.. Benarkah..??"
Sebuah suara lain muncul di belakangnya dan langsung memukul bagian belakang kepalanya, yang membuat Xie Zhen langsung jatuh tersungkur di tanah..
"Tetua...!!!"
Para pengikut dari Demon Flame terkejut melihat betapa mudahnya orang berpakaian putih dan bertopeng menjatuhkan seorang tetua Dou Huang bintang Enam hanya dengan sekali pulul.
"Egghhh... Kakak...!! Ini seharusnya bagianku agar terlihat keren.." Xiao Yan yang melihat itu sedikit mengeluh..
"Kau selalu saja mengambil bagian yang bagusnya dan aku hanya mengurus sisa-sisa saja.."
"Eehh.. Itu salahmu sendiri, kenapa kalian selalu saja suka banyak omong.." Zed
"Kalo ingin bertarung yaa tinggal pukul dan bunuh saja, kenapa harus terlalu banyak drama dan omongkosong..
Lagian itu tak memperbarui hasil pertempuran bukan..?? "
"Tapi mereka benar-benar berani bukan...
Apa kehadiran ku tak mereka hiraukan kah..?? Atau aku perlu mengunjungi mereka sekarang dan memusnakannya..??" Zed.
"untuk hal ini, tolong serahkan padaku saja kak.." Xiao Yan
"Biar bagaimanapun, saat ini kau sudah menyerahkan posisi kepala keluarga kepadaku.. Jadi ini adalah tanggung jawab ku memusnahkan mereka yang berani mengganggu keluarga Xiao..!!"
Mendengar jawaban Xiao Yan, Zed cukup senang dia menampar pundak Xiao Yan sampai membuatnya tersungkur..
"Hoohooooo.. Kau bocah kecil.. Kau sudah berfikiran dewasa juga sepertinya.." Zed
"Baiklah.. Aku akan menyerahkan masalah ini padamu.."
"kakak.. Apa kau ingin memujiku atau membunuh ku...!!!" Xiao Yan
"Sudah.. Sudah.. Itu hanya hal kecill lupakan saja, lagian jika kau mati cuman gara-gara hal itu.. Itu hanya berarti kau lemah.." Zed
"Lemah apanya..?? Kau itu seorang Dou Sheng sialan...!!" Xiao Yan
Sementara Zed dan Xiao Yan masih bercanda, ya walaupun yang bercanda Zed dan Xiao Yan hanya menjadi bahan bulian. Yang lainnya saat ini sedang mengurus sisa-sisa dari anggota Demon Flame yanh ada di sana..
.
.
. BERSAMBUNG
__ADS_1