Sistem Anime Traveler

Sistem Anime Traveler
F. T 08


__ADS_3

"Bagaimana mungkin seekor Monster bisa keluar dari sebuah seruling.. " Ucap Lucy.


"Sayangnya ini adalah wujud aslinya.. Salah satu iblis dari buku Zeref, Ini karena Living Magic.. " Ucap Zed.


"Baiklah.. Sekarang waktunya pertunjukan lainnya di mulai.. "


"Keluarlah.. " Teriak Zed.


"Shukaku..!!! "


"Ggrrroooowwwww.....!!! "


Sosok yang menyerupai monster lainnya keluar dari badai pasir itu.


Ia memiliki satu ekor panjang di belakangnya dan memiliki wajah Rakun dengan tubuh gemuknya. berwarna cokelat, dengan tanda segel kutukan berwarna hitam di seluruh wajahnya, tubuh, dan ekor.


Memiliki mulut bergerigi dan sklera mata yang berwarna hitam, dengan Iris kuning dan pupil hitam bintang dengan empat titik hitam di sekitarnya


Shukaku yang baru keluar itu langsung mengeluarkan serangan meriam angin dari mulutnya.


Dan langsung menjatuhkan Lullaby ke belakang..


"Dasar rakun sialann..!! " Teriak Lullaby.


Lalu terlihat Lullaby yang masih dalam kondisi berbaring di sana mengeluarkan cahaya di mulutnya dan kemudian ia mengeluarkan "Magic Beam"


Atau semacam tembakan energi yang cukup untuk menghancurkan satu Gunung jika terkena. Dan tembakan itu mengenai Shukaku dan meledakkan bagian atas tubuhnya.


Menyisakan bagian perut ke bawah saja saat ini.


"Hahaha.. Rasakan monster lemah.. " Tawa Lullaby yang melihat Shukaku kehilangan separuh tubuhnya.


"Apakah monster milik Zed itu kalah..?? " Tanya Lucy.


"Sepertinya ini giliran ku menghajar itu.. "Ucap Natsu.


" Tak perlu terburu-buru.. Pertunjukan baru akan di mulai.. "Ucap Zed.


Lalu terlihat pasir di sekeliling Shukaku mulai menggeliat dan bergerak ke arah Shukaku lagi, dan kemudian tubuhnya mulai terbentuk lagi.


"Ggrrroooowwwww.....!!! " Shukaku yang sembuh kembali mengeluarkan Raungan nya.


Lalu ia membuka mulutnya lebar-lebar dan kemudian bola-bola energi kecil berwarna merah dan biru mulai berkumpul di depan mulut Shukaku.


Kemudian Bola itu berubah menjadi bola hitam besar di depannya dan Shukaku melihat kearah Lullaby.


Ia membuat pasir di sana mengikat Lullaby agar tak bisa menghindari serangannya..


"Tutup telinga kalian dan saksikan kembang api yang besar akan terjadi.. " Ucap Zed.


"Bijudama..!! "


"Hahh..?? " Mereka bingung dengan maksud Zed.


Lalu mereka melihat Shukaku menembak bola itu ke arah Lullaby dan kemudian..


"Bbbbooooooommmmmm....!!! "


Ledakan yang sangat besar terjadi di sana membuat semuanya gelap gulita dalam sesaat dan hanya ledakan itu yang bersinar terang. Kemudian ledakan energi besar itu memberikan dampak gelombang kejut angin ke sagala arah.


Awan jamur besar terbentuk di sana membumbung tinggi ke atas langit. Dan itu bisa di lihat sampai kota-kota lainnya di dekat sana.


Terutama kota Clover yang cukup dekat dengan lokasi mereka. Terutama di pertemuan para master Guild yang melihat itu.


Makarov benar-benar ketakutan saat melihat itu, ia berfikir itu mungkin ulah Natsu dan yang lainnya lagi yang telah menghancurkan sebuah kota.


Lalu saat ledakan itu mereda, di tempat ledakan itu berasal sebuah lubang besar terbentuk di sana menjadi lubang setengah lingkaran.


Diameternya sendiri sudah menyamai diameter suatu kota.


"Apakah ini nyata..??!! " Teriak Natsu.


Kekuatan itu sudah melebihi kekuatan ledakan sari sekor Naga yang Natsu tau.


"Itu.. Terlalu kuat.?? "Ucap Gray.


"Ini terlalu di lebih-lebihkan bukan..?? " Ucap Lucy sambil terduduk di tanah.


"Apakah ini kekuatan dari pendiri Guild Fairy Tail kita..?? " Ucap Erza.


Sedangkan untuk Kageyama sudah tak tau harus mengatakan apa sekarang, ia hanya gemetar ketakutan mengingat ia ingin melawan guild yang memiliki monster seperti itu.


"Sekarang urusan di sini sudah beres, lalu.. Bagaimana dengan urusan kalian..?? " Tanya Zed sambil berjalan ke arah Natsu dan yang lainnya..


"Kami sudah mengalahkan semua anggota Guild Eisenwald.. " Ucap Natsu.


"Mengalahkan..?? " Tanya Zed.


"Ya.. Dan hanya Erigor yang sebelumnya berhasil melarikan diri, sedangkan Kageyama. Ia sudah membantu kita jadi kami tak menghitungnya.. " Ucap Gray.


"Zed.. Monster itu..?? " Tanya Lucy.


"Itu bukan monster, itu hanya boneka buatan ku.. " Ucap Zed.


"Lihat.. "


Lalu Zed menciptakan Shukaku versi kecil di tangannya. Dan Shukaku itu pun bergerak seperti ia makhluk hidup sungguhan.


Lalu bentuk Shukaku itu mulai berubah menjadi Nibi kucing ekor dua, Sanbi sangat kura-kura Ekor tiga, Yonbi, Gobi, Rokubi, Shichibi, Hachibi, dan akhirnya berubah menjadi Kyuubi..


Namun semuanya terbuat dari pasir dengan ukuran yang sama namun dengan warna yang berbeda-beda. Lalu Zed juga membuat Juubi si ekor sepuluh dan terkahir Hydra sembilan kepala.


"Lihat.. Ini hanya sebuah boneka, aku bisa mengubah penampilannya sesuai dengan apa yang aku mau.. " Ucap Zed.


Lalu kemudian Zed menjentikkan jarinya dan kemudian sosok Shukaku mulai menghilang menjadi pasir.


Namun sebelum ia menghilang, ia kembali meraung ke atas langit untuk yang terakhir kalinya sebagai tanda kemenangannya sebelum pergi.


"Kembali ke pertanyaan ku sebelumnya..

__ADS_1


Apa maksud definisi dari Kata-kata kalian dengan *Mengalahkan* itu..?? " Tanya Zed sambil menekankan kata *Mengalahkan*.


Mereka terlihat kebingungan dengan pertanyaan Zed itu.


"Haihh.. Maksudnya apakah kalian 'mengalahkan' maksudnya hanya menghajar dan membuat mereka pingsan atau membunuh mereka..?? " Tanya Zed sambil menekankan kata 'Mengalahkan' sekali lagi..


"Tentu saja kami hanya membuat mereka pingsan.. " Ucap Gray.


"Ya.. Karena ada larangan untuk membunuh di Dewan sihir.. " Ucap Lucy.


"Peraturan hanya untuk orang lemah..


Apakah perlu aku menyelesaikan mereka sendiri..?? " Ucap Zed.


"Tunggu. Kau tak bisa membunuh mereka semua.. " Ucap Erza.


"Katakan alasan yang bagus untuk menghentikan ku membunuh mereka.. " Ucap Zed


"Karena kita adalah Guild resmi bukan Guild kegelapan.. " Ucap Erza.


"Kami mematuhi peraturan Dewan, itulah yang membedakan kita dengan Guild kegelapan.. Jika kita membunuh mereka, maka kita tak berbeda dengan mereka.."


"Filosofi hidupmu cukup bagus.. Tapi... " Ucap Zed


"Tak menyelesaikan masalah sampai akar hanya akan membuat masalah lainnya di masa depan.. Aku lebih suka menyelesaikan sesuatu sampai akarnya.. "


"Tidak... Aku akan mencegah mu..!!" Ucap Erza. Ia kemudian memakai Armor sayap Hitam yang bisa menambah daya serangnya.


Lalu Erza langsung melompat dan menyerang Zed, ia langsung mengayunkan pedangnya bermaksud memotong ke arah bagian leher Zed.


"Jangan...!! " 2X Teriak Lucy dan Gray.


"Erza..!! Berhenti..!! " Teriak Natsu


Zed hanya tersenyum dan tak bermaksud menghidangkan, kemudian ia mengulurkan tangannya dan setelah itu..


"Aggkkhhh.... !!! "


Tiba-tiba Zed sudah ada di depan Erza dan memegang lehernya, sementara transformasi Erza saat ini sudah menghilang dengan sendirinya.


"Apa yang terjadi..??!!" Teriak Gray.


"Kau...!! Apa yang kau lakukan..?? " Ucap Erza sambil mencoba melepaskan diri.


"Aku hanya mengulang waktu di sekitar mu saja dan membuat semuanya perlengkapan yang kau gunakan menghilang.. " Ucap Zed.


"Jadi kau bisa menghentikan waktu dan berjalan ke arahku..? Lalu kau menghilangkan perlengkapan ku..?? " Tanya Erza.


"Tidak... Aku tak menghentikan Waktu, itu tak perlu.. " Ucap Zed


"Aku hanya bergerak lebih cepat dari kecepatan reflek kalian saja untuk sampai di sini dan kemudian langsung mengulang waktu mu.. "


"Itu tidak mungkin..!! " Ucap Erza.


"Ya aku tak bermaksud membuat kalian percaya, aku hanya menjawab pertanyaan kalian tentang apa yang terjadi saja.. " Ucap Zed.


"Jadi... Apakah kau masih ingin menghentikan ku untuk membunuh mereka semua..?? "


Zed menatap Erza dan suasana berubah menjadi hening saat itu. Lalu Zed tiba-tiba melepaskan Erza dan kemudian sebuah tolakan yang kuat membuat Erza terlempar ke belakang yang kemudian di tangkap oleh Gray dan Natsu.


Lalu Zed berbalik dan mulai berjalan pergi..


"Ya kalian memang anggota Guild yang di asuh oleh Mavis.. Sama saja terlalu baik.. " Ucap Zed.


"Tapi itu membuktikan apa yang Mavis inginkan telah terwujud pada kalian.."


"Aku tidak akan membunuh mereka sekarang, tapi kalian haru menanggung akibatnya sendiri suatu saat nanti.. " Ucap Zed.


"Karena walaupun mereka akan di hukum dan di bubarkan, mereka suatu saat akan menjadi bagian dari Guild kegelapan lagi..


Kalau begitu selamat tinggal.."


"Oh benar.. " Ucap Zed.


"Ryūsa Bakuryū...!!


Lalu gelombang pasir dalam jumlah besar keluar dan kemudian mengubur lubang besar di sana, bahkan Gelombang pasir yang mirip Tsunami pasir itu mengubah seluruh medan di sana menjadi Gurun pasir.


Baik daerah tebing batu atau jurang-jurang di sekitar sana semuanya rata dengan pasir.


Sejauh mata memandang pasir itu menutupi hampir sampai dekat dengan Kota Clover.


Lalu setelah itu Zed pun mulai melayang dan pergi dari sana. Meninggal semua tak tau harus berbuat apa saat itu.


Mereka tak tau apakah harus senang atau sedih karena semua yang terjadi.


"Zed sudah memperbaiki tanah yang hilang, tapi sekarang semuanya menjadi Gurun pasir.. Apakah ini akan mendatangkan masalah..?? " Ucap Lucy memecahkan keheningan di sana saat ia menunjuk ke Gurun pasir di depan mereka..


"Jadi ini kekuatan dari sang pendiri..?? " Gumam Erza.


"Ada apa Erza..?? Apakah kau terluka..?? " Tanya Gray.


"Tidak.. Tapi. " Ucap Erza.


"Apa yang Zed lakukan sebelumnya tak sesederhana seperti apa yang terlihat dan ia katakan.. "


"Ia mengatakan bahwa ia mengundurkan waktu pada perubahan ku sebelumnya, tapi..


Apakah kalian pernah mendengar atau melihat sihir yang bisa memundurkan waktu sihir lain..?? " Ucap Erza.


"Biasanya Arc of Time yang merupakan sihir hilang pun hanya akan bisa mempengaruhi waktu benda mati, lalu ada pembatal sihir.. Itu mirip dengan membatalkan secara paksa sihir yang di pakai.. "


"Tapi.. Apa yang Zed lakukan bukan keduanya..


Itu benar-benar memundurkan waktu sihir ku, karena aku bisa merasakan baik perlengkapan ku atau kekuatan sihir ku kembali seperti saat sebelum aku mencoba menyerangnya.. "


"Dan saat aku tertangkap.. Aku tak bisa menggunakan perlengkapan lainnya atau kekuatan sihir ku sama sekali.." Ucap Erza.


"Itu seperti ia benar-benar mengunci kekuatan sihir dan perlengkapan ku di satu waktu, tak dapat maju atau mundur."

__ADS_1


"Kekuatan sihir ku masih sama atau baik-baik saja, dan perlengkapan milikku juga terasa terkunci. Karena aku bisa merasakannya namun tak bisa memanggilnya.. Ini adalah sesuatu yang sangat aneh.. "


"Ini bagaikan ia membekukan waktu pada semua sihir dan perlengkapan ku.. "


"Apa maksudnya..? " Tanya Natsu.


"Artinya adalah.. Sekuat apapun musuhnya, itu akan menjadi manusia biasa di depannya..


Dan terutama semua iblis yang terbuat dari Etherious, Zed bisa menyegel sesukanya atau bahkan mengulang waktu sampai mereka menghilang... " Ucap Erza.


"Lupakan.. Mari kita kembali.. "


"Sihir Pasir.. Sihir waktu.. Dan dia sepertinya menggunakan sihir Gravitasi..


Jadi.. Sebenarnya berapa banyak jenis sihir yang ia miliki.. " Gumam Erza.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Setelah kejadian itu, Natsu dan yang lainnya kembali..


Kali ini tak ada peristiwa Erza harus di tahan karena bangunan untuk tempat pertemuan para Guild Master tak hancur..


Hanya ada peristiwa Natsu yang kembali menantang Erza, yang pada akhirnya Natsu dapat di kalahkan dengan mudah.


Sementara itu Zed saat ini ada di kediamannya memikirkan apa yang perlu ia lakukan lagi.


"Setelah ini sepertinya tak ada yang menarik, seharusnya beberapa hari lagi Natsu, Lucy, dan Gray akan pergi untuk misi Rank S yang di curi oleh Happy ke Pulau Galuna.


Di sana Gray akan bertemu teman atau murid Gurunya yang lain siapa itu..?? Oh benar, Lyon.. "


"Sayangnya Iblis Deliora sudah mati, jadi sepertinya tak perlu bagiku pergi ke sana juga..


Walaupun salah satu anggota dewan sihir ada yang menyamar di sana, tapi sihir Arc of Time tak menarik lagi bagiku.. "


"Oh benar.. Guild Phantom Lord seharusnya akan membuat masalah dengan memulai Perang Guild dengan Fairy Tail bukan..?? "


"Kalau begitu lebih baik aku tak pergi, dan tinggal di sini saja menunggu Guild phantom Lord datang. Jadi aku bisa mendapatkan hiburan.. "


"Selain dari Jose Porla Ketua serikat saat ini dan mereka yang di sebut group Empat Element peringkat S Rank, sepertinya tak ada yang menarik lagi.. "


"Oh benar juga masih ada Gajeel Redfox Penyihir Kelas S, penyihir pembunuh naga besi sama seperti Natsu.. Biar aku ingat dulu, di empat element ada Aria element Angin, Juvia Lockser Penyihir element Air. Sol Penyihir element Tanah dan Totomaru Penyihir element Api.. "


"Namun Hanya Totomaru yang sepertinya menarik karena memiliki kemampuan berpedang cukup bagus.. "


"Pertanyaan selanjutnya adalah.. Apakah aku harus membunuh mereka..?? " Gumam Zed.


"Hemm tapi seingat ku dalam pertempuran terakhir mereka membantu fairy tail mengalahkan tubuh naga Acnologia bukan..? Ya aku rasa aku bisa mengampuni nyawa mereka.. "


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu hari berikutnya Natsu mengajak Lucy untuk menjalankan Quest Rank S yang telah di curi oleh Happy dari lantai Dua Guild.


Dan mereka bertemu dengan Gray yang akhirnya berpergian bersama untuk menyelesaikan Quest itu.


Sehari selanjutnya Erza yang tau itu akhirnya menyusul mereka pergi ke pulau Galuna.


Dan tepat pada hari selanjutnya, Guild Phantom Lord datang dan merusak bangun Guild Fairy tail.


Terutama Gajeel yang menggunakan sihir pembunuh Naga Besi miliknya untuk menusukan besi besar di atas bangun Guild sebagai profokasi awal.


"Apakah sudah di mulai..??" ucap Zed saat memperhatikan semuanya dari kediamannya.


"Sepertinya ini saatnya mencari hiburan lainnya.. "


Lalu sosoknya kembali menghilang dari sana dan muncul tak jauh dari lokasi Guild berada. Dan sudah banyak kerumunan di depan Guild.


"Bisakah kalian memberikan ku jalan..?? " Ucap Zed.


"Siapa kau..?? Cari jalan sendiri.. Kami sedang melihat apa yang terjadi di sini.. " Ucap seseorang di depan Zed yang sedang menyaksikan Guild Fairy tail.


Zed hanya menggelengkan kepalanya dan kemudian ia menghembuskan nafas dan semua orang di depan Guild mulai berjatuhan dan pingsan di tempat.


Zed melewati mereka dan masuk ke dalam Guild dan langsung ke ruang bawah Guild. Semua anggota Guild berkumpul di sana, namun tak ada Laxus, dan Mistogan.


"Apakah kalian akan membiarkan penghinaan ini..?? " Ucap Zed memecahkan keheningan yang terjadi di sana..


"Oh.. Anda sudah kembali.. " Ucap Makarov.


"Tak perlu di permasalahkan.. Ini hanya perbuatan bodoh phantom Lord.. "


"Kau ini memang terlalu lunak.. " Ucap Zed.


"Karena adanya aturan Dewan kau takut mengalami masalah..??


Aku sudah mengatakan, Kita Fairy tail tak suka membuat masalah namun kita tidak takut dengan masalah.. "


"Jika kau tak mau bertindak.. Biar aku saja yang melakukannya...


Dan jika Dewan ingin protes.. Katakan untuk datang ke hadapan ku.. " Ucap Zed.


Kemudian ia berbalik pergi dari sana dan menuju Guild Phantom Lord..


.


.


. Bersambung.


#Note. seperti biasa minta dukungan Like, Coment dan Vote kalau bisa..


terutama untuk Dua Novel Baru Thor..

__ADS_1


terimakasih..


__ADS_2