
. __________\=Skip\=_________
Kembali ke waktu sebelumnya saat masih di kota Harujion.
#Note.. Ada di Chapter sebelumnya.
"Masalah sihir sekarang beres, lalu identitas apa yang harus aku buat di sini..? Apakah aku harus menjadi penyihir Fairy Tail juga..?
Hemm.. Rasanya menarik juga.. " Ucap Zed
Lalu tiba-tiba muncul sosok Zed yang lainnya saat itu di depan Zed yang pertama. Namun Zed yang muncul kali ini memakai pakaian tidak seperti Zed pertama yang masih telanjang dada.
Dia menggunakan t-shirt tanpa lengan berwarna hitam. Dan mengikat rambutnya di belakang. Dan warna matanya pun saat ini berwarna Merah bukan full hitam seperti sebelumnya. Serta tato di tubuhnya pun saat ini berwarna hitam.
"Kau..?? " Ucap Zed yang pertama.
"Yapp.. Seperti yang kita rencanakan, sekarang giliran mu untuk pergi.. " Ucap sosok Zed yang baru saja muncul itu.
"Ohh.. Aku paham sekarang, baiklah silahkan lanjutkan, aku akan pergi sekarang...
Aku harap ini juga petualangan yang menarik.. " Ucap Zed pertama.
"Kau akan melihatnya sendiri, toh aku ini kamu, dan kamu adalah aku.. Jadi rasanya tak perlu aku ceritakan lagi kan.. " Ucap sosok Zed yang baru muncul.
"Tentu.. Kalo begitu aku akan pergi sekarang.. " Kata Zed yang pertama, kemudian sosoknya menghilang dari sana.
Kemudian Zed kembali muncul di atas sebuah hutan di pulau kecil. Di sana juga terdapat sebuah pohon raksasa yang tumbuh membentuk pulau di atas pulau..Tak jauh dari sana terlihat sebuah desa kecil dengan hanya sedikit penduduk dan terlihat juga sebuah bangun yang cukup besar dengan lambang Reptil berwarna merah di bagian depan bangunan itu.
Itu merupakan Lambang dari Guild Red Lizard, dan saat ini Zed berada di Pulau Tenrou yang terletak di kerajaan Fiore. Pada tahun X679.
Ini adalah Timeline dimana Mavis Vermillion yang nantinya akan menjadi Ketua pertama Guild Fairy Tail masa depan pernah menjabat sebagai petugas kebersihan di Guild Kadal Merah. di mana dia akan membersihkan lantai guild, pakaian anggota atau bahkan membuat makanan. I
Itu di lakukan untuk pembayaran hutang orang tuanya yang telah meninggal kepada Zeeself, master dari Red Lizard guild. Namun di sini Guild master bersama putrinya Zera , dan bawahan guildnya memperlakukan Mavis dengan sangat kasar.
Di tahun ini Mavis masih berumur 6 tahun dan belum mempelajari sihir apapun. Ia hanya tertarik dengan membaca buku terutama tentang Peri.
Mavis sangat tertarik dengan semua hal yang berhubungan dengan peri.
"Sepertinya ini lokasi yang benar.. " Ucap Zed.
"Ohh apakah itu Mavis kecil..? Aku akan menemuinya.. " Kata Zed.
Zed saat ini melihat Mavis sedang menyapu lantai di luar Guild, ia terlihat mencoba menahan kesedihannya..
Namun Zed mengurungkan niatnya,
"Sepertinya aku juga perlu berpakaian jika ingin bertemu dengan gadis kecil bukan..? "
Kemudian Zed berubah menjadi seperti orang yang sebelumnya muncul di depan Zed di kota Harujion sebelumnya.
Ia memakai pakaian yang sama dan juga mengubah warna mata serta tato di tubuhnya.
Dan saat ini penampilan Zed sama seperti orang yang datang kepadanya sebelum ini.
"Sepertinya ini memang cocok.. " Ucap Zed sambil memperhatikan tubuhnya saat ini.
Kemudian Zed turun ke bawah masih menaiki Pasir miliknya.
"Yoo gadis kecil, kenapa kau menangis sendirian..?? " Tanya Zed tiba-tiba yang membuat Mavis terkejut.
"Waaaa...!!" Teriak Mavis. Lalu ia berbalik dan melihat tak ada orang di sana, dan ia mulai mencari namun masih tak menemukan siapapun..
"Apa kau mencariku..? Aku ada di sini, di atasmu.. " Ucap Zed
Saat melihat ke atas, Mavis melihat seseorang yang duduk di atas pasir yang melayang di udara.
"Kamu siapa..? "Tanya Mavis.
" Namaku Zed.. Kobayakawa Zed..
Aku Seorang penjelajah.. " Ucap Zed
"Penjelajah..? Apakah maksudnya pemburu harta karun atau petualang..? " Tanya Mavis.
"Bukan.. Aku hanya penjelajah yang berpergian ke berbagai tempat-tempat baru setiap saat..
Aku bukan pemburu harta karun dan juga tidak bergabung dengan Guild manapun.." Ucap Zed.
"Lalu apa yang kamu lakukan di sini..? " Tanya Mavis.
"Aku hanya kebetulan lewat dan tertarik dengan pohon besar itu, lalu aku melihat mu yang sepertinya sedang bersedih itu saja.. " Ucap Zed
"Jadi Apakah orang-orang di dalam membuatmu bersedih.?? Aku bisa memusnahkan mereka jika kau mau..."
"Tidak.. Aku tidak bersedih. Kalo aku bersedih kata ayah dan ibu, Peri takan mau menemui ku lagi.. " Ucap Mavis.
"Peri..?? Apa kau tertarik dengan peri..? " Tanya Zed.
"Ya.. Aku sangat tertarik.. Salah satu keinginan ku adalah bertemu dengan peri.. " Ucap Mavis.
"Peri kah..? Aku tak tau peri yang kamu maksud itu sama dengan apa yang aku tau atau tidak, namun aku tau yang mirip dengan itu, itu di sebut spirit.. " Ucap Zed.
"Spirit..?? Bisakah Anda mau menceritakan tentang itu.. " Tanya Mavis.
Namun sebelum Zed menjawab, terdengar teriakan dari dalam Guild yang sepertinya memanggil Mavis.
"Ehh itu... " Mavis ragu-ragu.
Ia ingin mendengar tentang apa yang di sebut spirit itu, namun ia juga harus kembali bekerja.
"Mereka sangat menyebabkan.. Apa kamu yakin tak ingin aku memusnahkan mereka saja..
__ADS_1
Itu takan lama, hanya satu kedipan mata sudah beres... " Kata Zed.
"Tidak.. Mereka bukan orang jahat..
Tapi terimakasih sudah baik pada ku.. " Ucap Mavis kecil itu.
"Kau ini sangat baik.. Kalo begitu.. " Ucap Zed,
Setelah itu ia mengulurkan tangannya dan beberapa pasir mulai muncul dan mulai membuat suatu bentuk.
Itu seperti manusia kecil atau lebih tepatnya perempuan muda mungil dengan sepasang sayap mirip serangga dan telinga lancip. Dia mengenakan gaun pendek tanpa lengan dan tanpa alas kaki.
"Ini untuk mu.. Ini adalah Spirit elemental Angin. Atau kau bisa menyebutnya sebagai peri Angin *Sylph* .. " Ucap Zed sambil memberikan patung kecil yang terbuat dari pasir itu.
"Dan lain kali kita bertemu, aku akan menceritakan tentang Peri.. "
"Terimakasih.. " Ucap Mavis.
Kemudian ia mulai berlari menuju ke dalam Guild sambil menyembunyikan patung kecil itu di dalam bajunya.
"Ya untuk pertemuan pertama aku kira ini sudah cukup baik.. Tapi maaf mungkin kau akan menderita sedikit mulai sekarang..
Karena aku tak terlalu ingin merubah timeline asli di dunia ini.." Kata Zed saat melihat Mavis yang terlihat senang ketika ia berlari.
Kemudian zed mulai melayang dan membuat dimensi lain di sana untuk mengamati semuanya
.
.
. __________\=Skip\=_________
Keesokan harinya Mavis terbangun dan menemukan bahwa guildnya, Red Lizard, sedang diserang oleh Guild lain Blue Skull .
Mavis yang melihat itu pun Berlari melalui medan perang dengan ketakutan, Mavis menemukan putri Ketua Persekutuan Zera yang terjebak di bawah tumpukan bangunan yang telah runtuh.
Mavis membebaskan Zera dan dengan cepat membawa mereka ke hutan terdekat, meskipun Zera ragu-ragu untuk pergi dan tidak ingin meninggalkan guild atau ayahnya.
Mavis Meyakinkan gadis itu bahwa dia dapat hidup dengan ingatannya tentang mereka di dalam hatinya dan bahwa hidupnya lebih penting, Mavis terkejut ketika Zera yang terluka tiba-tiba bertanya apakah mereka bisa berteman, karena dia tidak pernah memiliki teman sejati sejak orang tuanya meninggal sebelumnya.
Mavis dengan cepat menyetujui permintaan Zera, dia berbalik untuk melihat bahwa gadis muda itu telah jatuh ke tanah.
Mavis mencoba mengguncang tubuh Zera, namun Zera tetap diam tak bergerak.Mavis yang melihat itu pun menangis dengan putus asa.
"Maaf Mavis, aku bisa saja menghidupkan Zera, namun ini akan mengubah sejarah yang tak perlu..
Namun.. " Kemudian Zed mengulurkan tangannya dan di sana muncul sebuah bola seukuran kepalan tangan, dan di dalam bola itu terlihat Zera yang diam meringkuk.
Zed tersenyum melihatnya, lalu ia menyimpan kembali bola itu dan kembali memperhatikan Mavis.
.
.
. __________\=Skip\=_________
Ia berencana untuk tetap diam sampai saatnya tiba ia akan keluar dan bertemu dengannya lagi beserta calon anggota lainnya.
Sementara itu saat Mavis dan Zera bekerja membersihkan perpustakaan mereka, Tiba-tiba mereka ditemukan oleh Yuri yang baru saja datang ke pulau itu.
Yuri Dreyar adalah salah satu yang akan menjadi anggota pendiri Fairy Tail nantinya. Dan ia juga ayah dari Makarov Dreyar dan merupakan pemburu harta karun.
Setelah mendengar bahwa Mavis mengetahui lokasi relik yang timnya cari di pulau itu, Yuri mengusulkan permainan akal untuk mengetahui keberadaannya, hanya untuk dikejutkan oleh kelicikan dan taktik muda Mavis.
Mavis berhasil memenangkan permainan kecerdasan dengan mengakali Yuri dengan taktik yang tidak biasa.
Namun, kemenangannya terbukti tidak berguna, ketika Warrod dan Precht tiba untuk mengungkapkan bahwa Tenrou Jade telah dicuri.
.
.
. __________\=Skip\=_________
Warrod Sequen adalah salah satu dari Sepuluh Orang Suci Penyihir dan di antara mereka, ia berada di peringkat keempat dalam hal kekuatan Empat Dewa Ishgar dan Orang Suci Penyihir pada umumnya.
Dia juga salah satu calon anggota pendiri Fairy Tail, dan sekarang menjabat sebagai salah satu dari delapan anggota Dewan Sihir yang direformasi , bersama dengan para Orang Suci Penyihir lainnya, kecuali Makarov dan God Serena .
Sementara Precht Gaebolg adalah salah satu calon pendiri Fairy Tail , dan akan menjadi Guild Master kedua dari guild fairy tail. Dan ia adalah orang yang akan mewariskan gelar tersebut kepada Makarov Dreyar nantinya.
Setelah meninggalkan Fairy Tail, Precht Gaebolg kemudian menjadi pendiri dan pemimpin Guild Kegelapan , Grimoire Heart. Dan ia akan di kenal dengan nama Hades nantinya.
.
. __________\=Skip\=_________
Kemudian Kelompok itu bersama-sama menuju ke tempat di mana Tenrou Jade itu seharusnya berada, dan sesampainya di sana dipastikan bahwa jade itu hilang.
Mavis Berpikir bahwa dia tahu pelakunya, jadi Mavis meminta kelompok itu untuk membawanya dan Zera bersama mereka saat Precht dan Warrod menyatakan bahwa mereka berencana untuk kembali ke daratan untuk mencari intelijen mengenai keberadaannya.
Meskipun Mavis mengatakan kepada kelompok itu bahwa dia percaya Tengkorak Biru mencuri harta itu tujuh tahun sebelumnya dalam serangan mereka.
Kelompok itu tampaknya tidak puas dengan gagasan harus menjatuhkan serikat Mage untuk mendapatkan item tersebut.
Mavis memberi tahu mereka bahwa dia telah mempelajari sihir dan strategi perang selama bertahun-tahun. dan meminta mereka untuk membawanya, karena dia ingin memulihkan peninggalan orang-orangnya. dan mengembalikannya ke tempat yang seharusnya.
Yuri mengingatkan gadis itu bahwa dia dan teman-temannya adalah pemburu harta karun dan tidak berniat mengembalikan batu giok itu ke pulau, Mavis mengatakan bahwa meski demikian saat ini mereka memiliki tujuan yang sama.
Malam itu, Precht dan Warrod menunggu keduanya di perahu mereka, membicarakan ide membawa serta Mavis saat Yuri membantu gadis kecil itu berkemas.
Melihatnya memasukkan koper, pria itu menunjukkan bahwa Mavis bahkan tidak menyadari bahwa Tenrou Jade telah hilang selama tujuh tahun, dan bertanya apakah dia benar-benar peduli tentang itu..?
__ADS_1
Mavis menjawab bahwa itu adalah barang penting, tetapi dia juga berpikir itu akan menjadi kesempatan yang baik baginya dan Zera untuk bepergian dan melihat dunia luar.
Yuri bertanya siapa Zera dan Mavis memperkenalkan gadis itu kepada Yuri yang membuatnya terkejut.
Yuri bingung dan mencoba memberi tahu Mavis sesuatu, meskipun gadis itu menyela dengan menyuruh Zera pergi berkemas.
"Sepertinya mereka akan segera pergi..
Mungkin lebih baik aku menunggu mereka di Kota Magnolia saja.. " Ucap Zed saat ia melihat mereka mulai menyiapkan perjalanan mereka.
Kemudian sosok Zed menghilang dari dimensi itu dan pergi ke kota Kota Magnolia.
Sementara itu kelompok Mavis telah sampai di Hargeon Town ,
Precht memutuskan untuk mencari informasi tentang Blue Skull di bar lokal sendirian,namun tiba-tiba Mavis mengikutinya dan berkata akan bersamanya.
Setelah sampai di bar dan bertanya kepada Bartender, mereka diberitahu bahwa guild Tengkorak Biru tidak diketahui di daerah tersebut. Dan bahwa mereka harus mencari di tempat lain.
Saat pria itu juga menyatakan bahwa ada terlalu banyak guild Mage untuk dilacak, Precht berbalik untuk pergi.
Namun Mavis tak mempercayai perkataan bartender itu. Dan kemudian Mavis mendekati bartender sekali lagi, dan menunjukkan bahwa dia tahu Tengkorak Biru adalah guild Mage ketika dia sebelumnya menyatakan bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang mereka.
Tidak nyaman, bartender mencoba untuk menyangkal klaimnya, tepat ketika dua pria di kedai itu menyelinap mencoba menyerang Mavis dan Precht.
Namun Precht memperhatikan tindakan dan aksi mereka, Precht meraih Mavis dan mengeluarkan keduanya dengan beberapa tendangan cepat sebelum dia meminta bartender menjelaskan apa yang terjadi.
Tender menolak untuk mematuhi dan malah memanggil orang-orang lain di bar, menuntut agar mereka mengeluarkan Precht dan Mavis.
Mavis dan precht saat ini dikelilingi oleh sekelompok orang di bar itu, Precht mengaktifkan perangkat di pergelangan tangannya yang menembakkan rantai besar dan memegang Mavis di bawah lengannya yang lain.
Kemudian precht mulai memukul mundur orang-orang itu, dan menjatuhkan mereka dengan rantai tunggal saja.
Akhirnya sekarang mereka menemukan bahwa mereka saat ini berada di Bar yang merupakan cabang dari Persekutuan Tengkorak Biru itu sendiri.
Bartender itu terkejut melihat kemampuan Precht, lalu ia menarik tuas di belakang konter yang menyebabkan lingkaran Sihir muncul di sekitar Mavis dan Precht.
Bartender menegur mereka karena mencoba melawan Mage dengan senjata belaka, dan menjelaskan bahwa keduanya akan terpesona jika mereka keluar dari lingkaran sihir itu,
Dan ia secara bersamaan mengungkapkan tanda serikat Tengkorak Biru di dadanya saat dia berbicara. Saat Precht mengutuk pria itu, bartender menuangkan minuman untuk dirinya sendiri dan menjelaskan kepada keduanya bahwa Blue Skull adalah guild gelap, dengan dia menjadi operator intelijen utama bagi mereka.
Precht menanggapi dengan menggoda pria itu karena posisinya yang rendah di guild, meskipun kemudian memperhatikan bahwa Mavis berlutut mengamati lingkaran Sihir, dan mempertanyakan apa yang dia lakukan.
Namun Mavis Tampaknya tenggelam dalam pikirannya, Mavis menunjukkan bahwa dia percaya bahwa salah satu huruf yang membentuk lingkaran Sihir tidak benar dan sebelum berkonsultasi dengan Precht, melangkah keluar dari lingkaran sihir itu.
Hal tersebut Sangat mengejutkan Precht dan bartender itu bahwa lingkaran itu gagal diaktifkan, dan Mavis mengungkapkan bahwa dia juga seorang Mage yang telah mempelajari Sihir selama bertahun-tahun.
Dan dengan itu gadis muda itu memanggil serigala raksasa di tengah kedai, dan menggunakannya untuk mengintimidasi pengetahuan tentang Tengkorak Biru dari bartender.
Dan dari bartender itulah akhirnya mengungkapkan lokasi sebenarnya markas Tengkorak Biru itu ada di Kota Magnolia.
Setelah kejadian itu Mavis dan Precht kembali ke teman-teman mereka, dan dalam perjalanan pulang Mavis mengungkapkan bahwa Sihirnya sebenarnya untuk menciptakan ilusi, dan bahwa serigala di bar itu palsu.
Precht sangat Terkejut dengan bakat yang dimiliki Mavis dalam mengatur siasat, Precht menatap gadis itu dengan tidak percaya ketika Mavis menyatakan bahwa mereka sekarang memiliki tujuan baru, yaitu mereka akan langsung menuju Kota Magnolia untuk menemukan Persekutuan Tengkorak Biru dan mengambil Giok Tenrou.
Mavis sangat Bersemangat untuk pergi, dan Mavis sepanjang jalan itu melompat-lompat saat kembali ke penginapan mereka dengan Precht di belakangnya.
keduanya tanpa sadar melewati seorang pria muda saat mereka pergi. Dan pria itu adalah orang yang akan mengajarkan mereka sihir nantinya. Itu adalah Zeref sang penyihir hitam.
Kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka ke Kota Magnolia , dan di sana saat mavis dan Zera sedang mandi bersama tiba-tiba Zera menceritakan kepada Mavis bahwa dia ingin belajar Sihir untuk menjadi lebih kuat.
Dan sementara itu Yuri dan teman-temannya mendiskusikan apakah akan memberikan Tenrou Jade kepada Mavis atau tidak ketika mereka menemukannya.
Setelah tiba di Magnolia, kelompok tersebut menemukan bahwa tempat itu benar-benar telah di hancurkan, dengan kerangka Naga raksasa yang berada di atas kota.
Terkejut melihat kehancuran Magnolia dan Kerangka Naga Tengkorak Biru yang mengesankan , kelompok Precht disambut oleh seorang lelaki tua yang memberi tahu mereka situasi kota.
Namun Tiba-tiba laki-laki tua itu dibunuh secara brutal oleh beberapa anggota Tengkorak Biru yang mencoba menyerang kelompok itu, tetapi dengan mudah dikalahkan oleh precht dan lainnya.
Tak lama kemudian hanya bala bantuan tengkorak biru datang. Mavis mencoba untuk mengintimidasi mereka menggunakan ilusi , tetapi ini dengan mudah dihilangkan oleh Guild Master lawan dan anggota Tengkorak Biru mulai mengalahkan kelompok dengan Sihir dan jumlah mereka.
Precht terluka di mata kanannya karena serangan sihir anggota tengkorak biru, dan Yuri terluka karena Bom yang ia lemparkan di kembalikan oleh Master guild tengkorak biru itu.
Dan hanya menyisakan Warrod yang masih baik-baik saja. Saat Warrod hendak membawa kedua temannya pergi, Tiba-tiba terdengar suara seseorang di sana..
"Ini kedua kalinya kita bertemu, dan lagi-lagi kau dalam keadaan sedih seperti itu gadis kecil.. "
"Zed..?! " Ucap Mavis saat melihat Zed datang.
Namun saat melihat penampilan Zed yang masih sama dengan Tujuh tahun lalu tanpa ada perubahan apapun membuat Mavis sedikit penasaran.
"Kali ini apa tak masalah jika aku memusnahkan mereka..? " Tanya Zed sambil tersenyum.
.
.
.
.
.
. Bersambung
#Novel fanfic ini adalah novel cadangan, jadi ga bisa update setiap saat. Hanya di sela-sela waktu saja, dan juga bergantian biar otaknya ga bleng kelamaan ga di lanjut salah satu novelnya. Jadi update nya bergantian.
Dan di sini Thor lebih fokus ke novel Ori thor
Jadi mohon dukungannya juga untuk Novel Thor yang satunya yah.
Isekai. The legend of supereme magus beginning.
__ADS_1
Silakan masukan dftar favorit juga, like coment.
Terimakasih.