Sistem Asisten : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Asisten : Kekayaan Dan Kekuatan
Bab 10


__ADS_3

Ketika mendengar pernyataan Arya tentang Nadia alami, segera jejak kesedihan di wajah Nadia muncul. Nadia menangis di tempat dan tidak berani melakukannya.


" Arya terima kasih atas pertanyaan. Tetapi kesulitan yang saya alami cukup tidaklah kecil." Ucap Nadia dengan malu.


Jelas Nadia paham Arya ingin membantunya. Tetapi tidak ada pertolongan gratis di dunia ini. Pasti ada imbalan yang sesuai dengan pertolongannya.


" Nadia, tolong katakan kesulitan yang kamu alami, saya benar-benar ingin membantumu. Kamu tidak harus memberikan imbalan kepadaku. Karena semuanya murni ingin membantumu." Ucap Arya dengan senyum.


Nadia tidak bisa berkata-kata. Jika Arya benar-benar menepati perkataannya, Nadia sangat bersyukur. Tetapi apakah Arya dapat dipercayai.??


Nadia bercerita mengenai masalah keluarganya kepada Arya. Nadia menjelaskan beberapa hal bahkan tidak bisa menahan tangisnya dan melupakan kesedihan yang Nadia alami.


Selama ini Nadia memiliki Keluarga yang lengkap dan semua kebutuhan terpenuhi. Tatapi siapa sangka kehidupannya akan berbalik.


Nadia selalu tersenyum ketika menghadiri Universitas itu dengan keadaan yang sangat buruk yang belum Nadia hadapi. Itu ketika kematian Ayahnya 1 tahun yang lalu.


Ternyata Ayahnya memiliki hutang yang cukup besar. Bahkan semua harta henda yang mereka miliki tidak cukup untuk melunasi hutang yang Ayah miliki. Lantas, Nadia mencari pekerjaan sampingan dan berharap bisa melunasi hutang yang Ayahnya miliki.


Tetapi kenyataannya begitu kejam. Dunia pekerjaan dihuni oleh atasan yang cabul yang membuat Nadia beberapa kali mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan. Walaupun Nadia beberapa kali melarikan diri, namum harus merelakan kehilangan pekerjaan.


Segala bidang pekerjaan Nadia coba, tatapi Nadia selalu bertemu dengan kondisi yang sama dan memperihatinkan. Sampai Nadia tidak dapat pilihan lain.


Total hutang yang di miliki ayahnya sebesar Rp 2,5 M. Nadia mendapatkan uang sebanyak itu jika Nadia menjual tubuhnya. Sampai akhirnya Nadia bertemu dengan atasannya bernama Aji yang menyanggupinya selama tidur dengannya, maka uang Rp 2,5 M akan Nadia dapatkan selama Nadia tidur dengan Aji.


" Baik saya udah memahami garis besar cerita kamu katakan, Apakah kamu yakin dia menepati perkataannya.? Aku takut setelah Aji tidur denganmu, dia akan meninggalkan dirimu tanpa memberikan sepersen pun uang kepadamu.?" Ucap Arya yang bersimpati dengan keadaan Nadia saat ini.


Untung Nadia bertemu dengan Arya, kalau tidak kondisi Nadia akan berbeda jauh dan lebih buruk dari yang sekarang.

__ADS_1


Kedua mata Nadia berkilau dan mengeluarkan air. Kemudian Nadia sangat panik dan berkata." Arya, selama kamu memberikan uang Rp 2,5 M kepadaku, aku tidak keberatan tidur denganmu."


Arya terdiam atas perkataan Nadia lontarkan. Hatinya tidak tenang, kondisi biologisnya melonjak.


" Sial aku tidak bisa tenang. Ini adalah ujian. Nadia memang cantik dan menggairahkan dan saya menjadi pria beruntung tidur dengannya. Tatapi wanita didepannya sedang mengalami kesulitan dan tidak seharusnya mencari kesempatan dalam kesempitan."


Pria manapun memiliki banyak uang tidak akan menahan diri dan akan menerima tawaran dari Nadia. Tatapi Arya adalah pria lurus dan polos, jika tindakan itu adalah benar-benar salah. Arya tidak akan menerimanya kecuali Nadia memaksa.


" Ehem.!! Tidak perlu melakukan semua itu, Nadia kamu adalah seorang wanita dan berikan pertamamu kepada orang yang kamu cintai." Ucap Arya yang tersenyum dan tidak untuk Nadia yang tertegun di tempat.


Suara Arya kembali terdengar." Nadia, aku akan memberikan uang sebanyak 2,5 M kepadamu, tolong jangan menolaknya.! saya berharap kamu melanjutkan studi di Universitasmu."


Perkataan Arya di sertai tindakan, Arya meminta langsung nomor bank yang terdaftar milik Nadia. Kemudian mentransfer uang 2,5 M begitu cepat.


Kleng..!


Ketika keduanya hendak berpisah, Nadia terlihat ragu-ragu tetapi Nadia tetep berkata." Bisakah kamu memberikan nomor WA kepadaku.? Tolong jangan salah paham, Di masa depan biarkan aku meneraktir makan siang kepadamu."


" Hmmm.! Tidak masalah." Ucap Arya memberikan nomor WA kepada wanita tercantik di Universitas Kota A.


Nadia begitu senang mengeluarkan hpnya dan menambah nomor Arya di WA-nya


" Baiklah aku tidak akan mengambil banyak waktu darimu. Selamat tinggal." Ucap Nadia yang melambaikan tangan kepada Arya setelah meminta pertemanan dengan Arya.


" Ya, selamat tinggal." Ucap Arya, Nadia melihat Arya untuk terakhir kalinya sebelum berjalan jauh dari Vila laut barat.


Setelah itu Nadia meninggalkan Vila laut barat. Nadia masih belum menerima kenyataan dan Nadia benar-benar mendapatkan uang tanpa harus menjual tubuhnya.

__ADS_1


Ketika Nadia sampai di rumah, Nadia masih di sambut oleh ibunya yang menangis di sudut ruangan. Nadia mendekati dan berkata." Ibu, tolong berhenti menangis, Nadia memiliki uang untuk melunasi semua hutang milik kita."


Ibu Nadia masih sulit untuk mempercayainya." Sayang kamu tidak menjual tubuhmu kan."


Jika itu semua benar, Ibu Nadia akan sedih dari sebelumnya. Ibu Nadia sampai jauh sakit gara-gara beban pikirannya begitu berat.


" Itu tidak benar ibu, ada seseorang yang memberikan uang itu kepadaku. Di masa depan aku akan mengembalikan uang yang ia berikan." Ucap Nadia


Seketika Ibu Nadia sangat bahagia, tidak begitu peduli dengan kondisi keluarganya. Selama putrinya tidak lagi berada dalam kondisi kesulitan, ia akan senang.


" Itu sangat bagus. Temanmu sangat baik. Di masa depan kamu harus mengundangnya untuk bermain di rumah." Ucap ibunya sangat bahagia.


" Tentu saja, aku akan melakukannya." Ucap Nadia, tidak ada hal yang membuat Nadia bahagia selain tertawa bersama ibunya. Sudah 1 tahun Nadia dan ibunya mengalami kesulitan, bahakan mereka berharap di masa depan tidak ada hal yang menyulitkannya.


" Ibu, aku akan melanjutkan studiku di universitas lagi." Ucap Nadia telah mengambil keputusan.


" Sayang, ibu senang mendengarnya." Ucap ibunya


Setelah itu Nadia kembali ke kamarnya. Suasana hati nya berbeda dari sebelumnya. Nadia duduk di tepi ranjangnya dan mengingat apa yang telah terjadi sebelumnya.


Sosok Arya yang tampan dan baik mulai mengisi pikirannya.


" Apakah aku kehilangan pesonaku." Ucap Nadia yang menyentuh wajah, sambil mengingat Arya yang menolak dirinya. Mungkinkah ia memiliki pacar.?" Nadia bergumam kepada dirinya.


" Jika ada pria lain membantuku, mungkin ada keinginan mereka berkencan denganku. Sungguh pria yang unik."


Nadia ragu-ragu sebelumnya mengeluarkan hpnya untuk menghubungi teman Universitasnya yang berada di fakultas kedokteran.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2