Sistem Asisten : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Asisten : Kekayaan Dan Kekuatan
Bab 9


__ADS_3

Dengan gerakan yang begitu cepat, Arya langsung berdiri di vila laut barat. Arya sendiri cukup terkejut atas kekuatan dan kecepatan yang Arya miliki.


Di saat ini, Arya berdiri di sana seolah gunung tidak bisa digerakan. Arya menatap Aji begitu tajam sebenarnya memukul dirinya.


" Tuan Arya, kamu mengejutkanku sepertinya saya harus memukul dirimu sekali lagi agar kamu menyerah." Ucap Aji yang tidak tinggal diam, walaupun Aji berusia 40 tahun, tapi dirinya adalah mantan atlit MMA.


Menghadapi pria culun seperti Arya, tidak akan menyulitkan sama sekali. Segera dengan senyum percaya diri, berjalan lebih dekat dan berdiri di depan Arya, kepala tangannya hendak kemukul.


" Apa.??" Ucap Aji yang tidak memercayai ketika tangannya di hentikan oleh Arya.


Sebelumnya Aji memukul Arya begitu mudah. Aji menjatuhkan Arya dengan keadaan yang buruk tapi sekarang.! Aji tidak bisa mendapatkan informasi apa yang telah terjadi.


Aji hendak menarik tangannya kembali, tetapi seberapa banyak Aji menarik tangannya, tangannya tidak sama sekali bergerak. Aji mengatupkan giginya dengan kebencian dan berkata." Lepaskan tanganku.! Cepat lepaskan tanganku.!"


" Tidak semudah itu." Ucap Arya yang tidak mungkin mendengarkan perkataan Aji begitu saja dan Arya akan memberikan pelajaran kepada orang yang memukulnya.


" Tangan ini adalah tangan yang sempat memukul wajahku, untuk itu saya akan memberikan pelajaran yang setimpal." Ucap Arya, Aji ketakutan dan berusaha untuk melepaskan tangannya dari genggaman tangan Arya, Arya melihat itu tersenyum, setelah itu Arya mematahkan tangan dari Aji


" Krakkk.!"


Suara patah tulang bisa di dengar. Bahkan orang yang mendengarnya menggigit jarinya.


" Arggggggg...!"


Suara Aji terdengar setelah tangannya patah dan melihat ke arah lain, di sana Aji menjerit kesakitan.


" Tanganku.! Sial apa yang telah kamu lakukan.?" Ucap Aji yang harus mengakui kesakitan tangannya. Aji menangis setelah apa yang ia rasakan di tangannya.


Membutuhkan kekuatan nyata untuk membalikkan tangan seseorang. Bahkan petarung MMA tidak memiliki kekuatan seperti itu. Tetapi Arya mematahkan tangannya tanpa usaha sedikitpun.


Nadia yang melihat itu tidak tahan untuk menjerit ketakutan. Tetapi mengingat tindakan Aji yang menyulitkannya jadi begitu senang.

__ADS_1


" Sial.! Aku akan membuat dirimu menyesal." Ucap Aji dengan wajah gelap dan jelek, memulai ancaman dengan Arya.


Sayangnya ancaman seperti itu tidak berlaku dengan Arya, Arya berjalan ke arah Aji untuk mematahkan kaki dan tangan tersisa.


" Krakkk..!"


" Argggg....'"


Arya tidak peduli dengan Aji yang begitu kesakitan. Arya hanya peduli dengan misi dari sistem untuk membantu Nadia terlepas dari Aji pria tua cabul ini.


Tangan dan kaki aji di lumpuhkan dan meraung kesakitan sampai Aji pingsan.


" Penjaga.!!" Ucap Arya memanggil penjaga yang ada di depan gerbang.


" Ada yang bisa kami bantu tuan.?" Ucap penjaga dapat mengenali Aji yang tergeletak di halaman vila, walaupun dulu mereka harus menyenangkan pria tua itu, tetapi sekarang mereka tidak peduli dengannya.


" Bawa dia pergi, aku tidak mau melihat batang hidungnya lagi di sini." Ucap Arya dengan malas


Setelah itu tubuh Aji di pindahkan dari Vila laut barat itu dan tidak ada yang tau kepadanya setelah ini.


Setelah menyingkirkan tubuh Aji, Arya berbicara dengan Nadia membahas sesuatu dengan Nadia.


" Nona Nadia, seharusnya saya tidak melihat tindakan kejahatan seperti tadi di depan.! Aku sangat menyesal." Ucap Arya dengan menyesal.


" Tuan Arya, itu bukan salahmu." Ucap Nadia dengan canggung, Aji adalah atasannya, tatapi Nadia diam saja melihat atasannya tersebut bernasib malang.


Selain itu, Nadia tidak menyangka Arya akan melakukan tindakan seperti itu, begitu kuat dan berfikir mandiri. Kemudian, Nadi begitu ragu-ragu berkata." Tuan Arya, saya masih ada kontrak kerja dengan Tuan Aji, jadi saya harus pergi."


" Tunggu Nona Nadia, apakah kamu membawa kontrak kerja dengan Tuan Aji." Tuan Arya dengan tenang.


Nadia begitu bingung atas perkataan Arya. Tetapi Nadia tetep mengambil surat-surat yang Arya minta.

__ADS_1


Arya langsung mengambil tanpa melihat surat-surat tersebut, kemudian langsung merobek surat itu menjadi banyak bagian dan membuangnya ke lantai.


" Tuan Arya, apa yang anda lakukan." Ucap Nadia begitu panik tapi tidak mencegah kelakuan Arya


Dengan kertas kontrak yang di hancurkan, secara tidak langsung Nadia telah keluar dari pekerjaan. Dia harus mencari pekerjaan lain.?


Arya memahami kecemasan dari wajah Nadia, dan berkata." Kenapa tidak masuk ke dalam, ada hal yang saya bicarakan denganmu."


Segera Arya memimpin jalan, sedangkan Nadia tidak memiliki pilihan lain selain mengikutinya. Nadia memiliki firasat burut membuatnya untuk tidur dengannya pria yang tidak di kenal, hanya untuk mendapatkan pekerjaan.


Dengan gugup dan kecewa di hatinya, Nadia segera duduk kembali di tempatnya dengan Arya yang kembali duduk dengan wajah tersenyum.


Selain itu, Nadia cukup binggung dengan Arya yang terus memanggil namanya, padahal Nadia belum memperkenalkan diri.


" Bagaimana mungkin saya tidak mengenal keindahan Universitas Kota A." Ucap Arya


" Kamu juga dari Universitas Kota A.? Kamu dari fakultas mana." Ucap Nadia dengan mata berkilau. Nadia tentu tidak mengenal Arya ketika di Universitas.


" Saya berasal dari fakultas kedokteran, Anda bisa memanggil saya Arya karena kita rekan mahasiswa di universitas." Ucap Arya


" Oh.. jadi dari fakultas kedokteran." Ucap Nadia mencari dari ingatannya, Nadia memiliki rekan dari fakultas kedokteran. Tetapi Nadia tidak pernah mendengar tentang Arya dan membuat Nadia binggung.


" Arya apa yang ingin kamu bicarakan denganku." Ucap Nadia yang tidak keberatan begitu dengan pria seperti Arya, selama ia mendapatkan uang.


Nadia merasa jika ia begitu memalukan, ia dikenal karena menolak pria tanpa peduli uang mereka tawarkan. Tapi sekarang ia benar-benar membutuhkan uang hampir saja Nadia melakukan dengan pria yang sudah beristri.


Jika Nadia tidak bertemu dengan Arya, maka itu akan benar-benar terjadi.


" Nadia, sebenarnya saya hanya ingin membantumu, Kamu mencari pekerjaan sebelum selesai dari Universitas. Mungkinkah kamu berhenti tanpa lulus terlebih dahulu dari Universitas." Ucap Arya dengan rasa ingin tau.


Sebenarnya Arya ingin menggunakan Nadia untuk menjadi Agen real estate vila miliknya yang baru. Tetapi Arya belum sepenuhnya tau kesulitan yang menimpa Nadia. Sehingga Arya langsung menyatakan langsung kepada Nadia.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2