
Pria tua itu begitu pucat seperti seputih kertas. Jika Arya tidak membantunya, mungkin pria tua ini akan mati. Segera Arya melakukan metode penyembuhan kuno yang sudah ia ketahui untuk menolong pria tua ini.
" Tahan dengan sekuat tenaga." Ucap Arya mengepalkan tangannya perlahan energi batin terkumpul dan berniat memukul perut buncit tersebut.
" Kamu...." Ucap Isabella yang melihat Arya memukul perut pria tua. Orang di restoran panik kalau pria ini terbunuh karena meninju perut pria tua.
Sayangnya pergerakan tangan Arya begitu cepat tanpa mereka ketahui.
"Guaks....."
Beberapa orang yang memegangi pria tau tersebut terdorong.. Sedangkan orang tua yang kesakitan memuntahkan sesuatu dari mulutnya. Jelas itu adalah daging sapi yang dikonsumsi oleh pria tua tersebut, kemudian wajah pria tersebut kembali normal.
" Uhuk....! Uhuk...! Terima kasih, aku benar-benar tertolong." Ucap pria tua tersebut dengan bahagia.... Karena dia hampir mati tersedak, namum siapa sangka ada seseorang telah menyelamatkannya.
Semua orang di restoran tidak berharap pria tua tersebut tenggorokan tersumbat oleh daging sapi. Terutama Isabella yang paham ilmu kedokteran, jika tadi menunggu mobil ambulan pria tua tersebut akan mati karena kekurangan oksigen.
Pelayan restoran mengingat kalau pria tersebut memesan daging sapi berukuran besar.
" Tidak masalah.! Lain kali makan jangan terlalu tergesa-gesa, apa lagi makan dengan daging sapi berukuran besar, kamu bisa membagi nya sebelum memakan ya."Ucap Arya memberikan saran.
Pria tua tersebut malu dan menganggukan kepala ketika di beri saran oleh Arya. Semua orang yang melihat pria tua tersebut sudah kembali normal, kembali beraktivitas.
Setelah itu mobil ambulan datang, dan pria tua itu di periksa lebih lanjut.
Arya tidak peduli dengan imbalan, yang ia pedulikan menyelesaikan misi dari sistem. Ketika ia keluar dari restoran, suara sistem terdengar.
( Ding )
( Selamat tuan rumah telah menyelesaikan misi menyelamatkan pria tua dari kematian )
( Mendapatkan 5 M )
( Mendapatkan 10 poin )
( Mendapatkan keahlian beladiri kuno )
__ADS_1
( Mendapatkan vila distrik di laut barat )
" Tuing... ! Tuing...!" Suara hp Arya berbunyi
Arya tersenyum melihat uang masuk ke dalam akun bank miliknya. Arya tidak bisa menahan senyumnya.
......................
Nama : Arya Dirgantara
Level : 1 ( 20/100 )
Keterampilan : Pengobatan kuno
Poin : 20 poin
Inventori : ( Keperluan tuan rumah )
Toko: Tidak bisa di akses
Lotre : Tidak Ada
Tugas : Tugas Selesai
......................
Mengetahui kalau kondisinya baik-baik saja, pria tua itu berniat menemui Arya yang ada di luar restoran. Pria tua itu ingin berterima kasih secara langsung.
" Dermawan muda, tunggu sebentar." Ucap pria tua itu untuk menarik perhatian Arya.
" Ya, apakah memerlukan sesuatu.??" Ucap Arya dengan sopan.
" Karena tuan Darmawan telah menyelamatkan nyawa ku, jangan menolak hadiah dari ku." Ucap pria tua itu berniat memberikan uang kepada Arya.
Arya tidak kekurangan uang, jadi Arya ingin menolak secara langsung dan sopan." Paman, saya tidak bisa menerima uang darimu, jadi simpanlah uang ini."
__ADS_1
" Ini.?" Pria tua tersebut malu karena uang yang di berikan di tolak oleh Arya. Dia tidak marah kepada Arya karena ia memahami maksud dari Arya.
" Hahaha.... Sepertinya aku harus belajar dari yang lebih muda, ini adalah kartu nama saya, saya berharap tuan dermawan menghubungi nomor tertera di kartu nama tersebut jika butuh bantuan dari ku." Ucap pria tua tersebut menjelaskan secara perca diri, kalau Arya akan membutuhkan bantuannya.
" Paman, saya akan lakukan kalau saya membutuhkan bantuan darimu." Ucap Arya, karena ia tidak tau akan butuh bantuan atau tidak, namun Arya tetap menyimpan kartu tersebut.
" Hahaha... itu adalah sesuatu yang mau aku dengar, baiklah aku akan pergi." Ucap pria tua itu berpisah dengan Arya.
Arya hendak pergi tapi ada seseorang yang menghalanginya. Dia bukan pria maupun siapapun, ia adalah seorang wanita cantik dengan ekspresi rumit di wajahnya.
" Dosen Isabella, apakah ada hal yang ingin di bicarakan." Ucap Arya yang bertanya dengan senyum.
Dari pada berbicara dengan pria tua yang tadi, Arya lebih semangat berbicara dengan wanita cantik. Sayangnya dosen Isabella terkenal dingin dan susah untuk didekati. Bahkan setiap pria ingin dekat dengannya di tolak secara sepihak.
Isabella terlihat ragu-ragu. Bagaimanapun ia adalah dosen dan dokter yang sudah mempunyai lisensi penanganan pasien secara mandiri. Tetapi ia malu pada saat ini, karena ia kalah dengan mahasiswa yang 1 tahun tidak datang ke Universitas.
" Arya, aku tidak menyangka sekarang kamu penanganan medis yang sangat baik. Baik saja tidak cukup, kamu harus kembali ke universitas di mana 1 tahun tertunda." Ucap Isabella dengan bijak.
Walaupun ia tidak sebaik Arya yang menangani pria tua itu. Tapi karena ia dosen harus memberikan bimbingan kepada mahasiswanya.
Arya tidak berkata-kata, Arya tidak perlu lagi ke Universitas atau apapun tentang studi di kampus.
Dengan keberadaan Sistem, Arya dapat melakukan apapun dan keinginan terpenuhi. Arya hanya menyelesaikan misi dari sistem dan akan mendapatkan sebuah hadiah dari sistem.
Bahkan Arya sudah memiliki kemampuan pengobatan kuno. Arya merasa akan sia-sia pergi ke Universitas.
" Dosen Isabella, seperti yang kau katakan sebelumnya, aku sudah tidak menghadiri ke universitas selama 1 tahun terkahir, kamu memiliki wewenang untuk mengeluarkan ku dari universitas, jadi dosen Isabella kenapa kamu tidak melakukannya." Ucap Arya dengan tertawa ringan.
Arya merasa tidak ada lagi yang harus di lakukan di Universitas, jadi Arya tidak peduli masuk atau keluar. Arya juga terlalu males untuk menghadiri ke universitas, jadi mengapa arya tidak melakukan hal lain.
Kamu...!!" Ucap Isabella yang tidak menyangka jika Arya akan mengatakan itu.
Memang benar dengan kemampuan medis yang saat ini Arya miliki, tidak jauh beda dengan laki-laki dewasa yang memasuki taman kanak-kanak. Tetapi tetep saja seseorang harus menyelesaikan universitasnya sampai akhir.
" Tidak.. Kamu tidak akan di keluarkan dari universitas, jadi kamu harus hadir di universitas beberapa hari mendatang." Ucap Isabella yang menatap arya dengan dingin, setelah itu pergi dari mengatakan itu kepada Arya.
__ADS_1
Bersambung....