Sistem Asisten : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Asisten : Kekayaan Dan Kekuatan
Bab 7


__ADS_3

Arya melihat panel sistem yang memberitahukan kalau Nadia mempunyai masalah.


Jika bukan karena sistem Arya tidak tau kalau Nadia yang tersenyum ada masalah.


Hal yang membuat Arya tidak senang adalah Arya melihat tatapan pria tua yang merupakan agen real estate memandang tubuh Nadia dengan rasa cabul.


Walaupun hanya sesaat, Arya dapat menyadari kalau pria tua agen real estate adalah pria hidung belang. Dia adalah pria yang sudah menikah tapi tertarik dengan daun muda


" Tuan Arya, mari kita bicara tentang bisnis kita." Ucap Pria tua itu.


" Tunggu sebentar, aku harus pergi ke kamar mandi." Ucap Arya langsung berdiri, seolah dia ingin membuang air kecil kapan saja.


" Silakan tuan Arya." Ucap pria tua tersenyum sambil menunjukkan tempat kamar mandi.


Tentu Arya hanya berpura-pura. Tepat setelah Arya pegi dan bersembunyi, Arya mendengar apa yang di katakan pria tua itu dengan Nadia. Setelah memperhatikan Arya telah pergi, Pria tua itu tersenyum mengerikan dan melihat Nadia yang di sampingnya dengan senyum cabul.


" Nadia, bagaimana hari pertamamu bekerja." Ucap pria tua itu. Dia mengulurkan tangannya ke bahu kecil Nadia.


Nadia langsung bergetar tubuhnya dikarenakan Nadia tidak biasa bersentuhan dengan pria. Di matanya semua pria ingin mengincar tubuhnya.


Bahkan tatapan pria tua itu selalu bertemu dengannya tidak lepas dengan tubuhnya. Semua pria rela mengeluarkan uang hanya untuk tidur dengannya.


Sejak lama Nadia berhasil menolak. Nadia selalu memiliki alasan kuat dan menolak setiap pria yang ingin dengannya.


" Tuan Aji bisa menjauhkan tanganmu dariku." Ucap Nadia kepada pria bernama Aji agen real estate, Nadia tidak tahan dengan sikap pria tua itu.


Jika bisa, Nadia ingin menendang bagian bawah sampai puas karena Nadia tidak tahan dengan sikapnya sebagai atasan.

__ADS_1


Aji menyempitkan matanya dan berkata dingin." Nadia, kamu tau dengan sikap kamu seperti ini, kamu bisa kehilangan pekerjaan."


Segera Nadia bergidik ketakutan. Walaupun masih melanjutkan universitas dengan nilai baik. Dengan kondisi keluarganya kalangan menengah kebawah Nadia harus menemukan pekerjaan.


Jadi dengan wajah cantik dan tumbuh yang begitu seksi sehingga menjadikan Nadia incaran perusahaan yang ada di kota A ibukota Kartanegara.


Namun cantik dan nilai baik di universitas tidaklah cukup. Pekerjaan real estate adalah pekerjaannya yang ke-10 setelah ia keluar masuk perusahaan.


Hal yang membuat Nadia tidak nyaman adalah atasan setiap perusahaan yang ia tepati karena perilaku cabul dan melihat atas sampai bawah. Membuat Nadia memutuskan pekerjaan lain.


Benar-benar sulit mencari pekerjaan yang baik, tetapi ia tidak ingin menjual tubuhnya dengan uang, seperti perempuan murahan yang menjual tubuh mereka dengan uang.


Suara dingin Aji terdengar." Nadia jika malam ini kita melakukannya. Maka kamu akan secara resmi menjadi manajemen real estate dan aku tidak akan membohongimu."


" Tapi.!!" Ucap Nadia memperlihatkan gigi putihnya. Nadia begitu tertekan harus memberikan kesuciannya dengan pria hidung belang apa lagi ia udh beristri.


Aji hanyalah berbohong kepada Nadia, mana Aji mau memberikan posisi pekerjaan terhadap Nadia. Tapi aji bisa mengambil keuntungan dari gadis malang seperti Nadia.


Arya yang bersembunyi bisa mendengar perkataan Aji kepada Nadia dengan baik. Arya akhirnya paham kesulitan dimiliki Nadia dan Arya di beri misi dari sistem, tentu Arya akan membatu Nadia sampai akhir.


" Baiklah, mari kita menyelesaikan berdatangan." Ucap Arya berpura-pura dari kamar mandi.


Aji yang mendengar itu tersenyum dan berkata." Tuan Arya ini adalah berkas yang harus di tandatangani."


Aji sebenarnya sangat binggung kepada Arya, pemilik sebelumnya menjual kepada pria muda yang datang ntah dari mana.


Arya membaca dengan seksama dan mengeluarkan pena, setelah itu menandatangi. Menurut Arya isi berkas biasa saja dan tidak ada keraguan.

__ADS_1


Sampai saat ini Arya memikirkan cara untuk menolong Nadia agar terbebas dari Aji namun belum menemukan ide sama sekali.


" Tuan Arya ini adalah berkas lainnya yang harus di tandatangani." Ucap Aji kepada Arya.


" Berikan saya ingin membacanya." Ucap Arya yang membaca berkasnya,. akhirnya Arya memiliki ide untuk membuat Aji mengalami kesulitan dan menolong Nadia.


Berkas ke dua adalah berkas Vila barat yang bertanggung jawab real estate vila laut barat bernama Arya.


" Tuan Arya, dengan saya menjadi manajemen real estate anda, vila laut barat berada di tangan yang tepat. Saya adalah seorang yang profesional dan anda tidak akan menyesali memperkejakan saya untuk tahun kedepannya." Ucap Aji dengan percaya diri, dan pada saat yang lain membuat Arya ingin memuntahkannya.


Andaikan Arya tidak mengenali sifat asli Aji. Pasti Arya mempekerjakan pria cabul ini di bawah namanya. Hanya saja pria seperti Aji mudah korupsi dan menipu orang lain. Hal ini tidak mungkin membuat Arya menjadikan Aji karyawannya.


" Sepertinya saya akan menolak, dan mencari agen real estate yang lain untuk vila laut barat saya." Ucap Arya kepada Aji


" Apa.??" Ucap Aji yang langsung berdiri karena kaget. Karena Arya menolaknya untuk menjadi agen real estate.


Aji mencoba berbicara lagi." Tuan Arya saya memiliki pengalaman 20 tahun di bidang agen real estate dan saya bisa meminta mengurangi jumlah biaya tahun depan."


Sayang sekali Arya tidak mungkin mempertimbangkannya. Arya bisa menemukan agen real estate lainnya dan Nadia menjadi kandidat yang tidak buruk juga.


" Tidak ada kepentingan lagi, tinggalkan vila laut barat sekarang juga." Ucap Arya dengan senyum percaya diri.


Aji langsung marah dan membenci Arya. Kemudian menatap Nadia dan berkata." Nadia, ayo kita pergi dari sini banyak yang membutuhkan agen real estate seperti kita."


Nadia terlihat begitu ragu-ragu. Nadia tidak menyangka Arya akan menolak agen real estate yang berpengalaman selama 20 tahun dan apa lagi orang baru sepertinya.


Kemudian Nadia pergi dan melangkah pergi. Tetapi suara Arya terdengar lagi." Nona Nadia, tidak harus pergi, karena ada hal yang inginku bicarakan dengan mu." Ucap Arya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2