
Parjono adalah seorang pemuda desa yang merantau ke Kota Yogyakarta. Ia merantau karena di kampung halamannya sudah tidak ada keluarga dan hanya hidup sebatang kara.
Sedangkan di Yogya ini, Parjono mempunyai seorang sahabat bernama Aris. Mereka tampak seperti pinang di belah dua soal perawakannya..
Parjono berwajah standar dengan tinggi badan 172cm dan berbobot 65kg sedangkan sahabatnya Aris juga berwajah standar dan tinggi badan 170cm serta berat badan 60kg, sedikit lebih cungkring daripada Parjono.
"Aduh, belum bayar kost lagi bulan ini. padahal nunggak baru 2 hari" gumamnya.
Aris yang sedang membawa piring kotor ke wastafel dan hanya sedikit mendengar gumaman Parjono menanggapinya "Ada apa Jon, diputusin pacarmu ya?"ujarnya
"Apaan kamu Ris, pacar juga gak ada ini, diputusin dari Hongkong"
"Ya siapa tau kan Jon?" goda Aris
"Alah ngaco kamu Ris, Awas kamu" ucap Jono dengan jengkel
beberapa saat kemudian...
PYARRR!!!
GEDEBUG!!!!
"Alamak!!! pecah ndesss!!??" gumam Aris sembari memunguti piring pecah dilantai.
"Ada apa Ris?, nah tuh salah siapa mengejek aku Ris? kena batunya kan?" Jono merasa sedikit terhibur.
Kemudian Tyas pun juga datang ke dapur, kebetulan Ia baru saja buang aur di toilet dan melawati dapur.
"Ya Allah berantakan sekali, ada apa ini dengan kalian berdua?" Tyas tampak emosi.
"Ini pasti kalian banyak bercanda jadi begini, seperti anak kecil aja kalian berdua nih!!!" Tyas terus berkicau seperti burung beo
Tyas ini juga karyawan Resto Bundo menjabat sebagai kasir. Wajahnya kalem, imut, manis tapi judes nya minta ampun deh
"Iya Yas, Aku yang bakal tanggung jawab" Aris mengakui kecerobohannya
"Ya sudah nanti laporan sama manajemen" ucap Tyas lalu pergi meninggalkan mereka..
"Duh Jon mengerikan kalau makhluk yang namanya cewek itu ya"
"Ya emang begitulah" Jono membenarkan
"Ya wes lanjut kerja dulu Jon, itu di depan rame lo pelanggan"
"Ayo, semangat Ris" dia menyemangati Aris, lalu lanjut kedepan melayani pelanggan seperti biasanya
...****************...
Siang hari para pekerja sebagian beristirahat di lantai 2. Resto tempat mereka bekerja yaitu Resto Masakan Padang cukup ternama di daerah sini dengan nama "Resto Masakan Bundo" didirikan oleh orang minang asli bermarga Chaniago degan nama lengkap Andreas Chaniago berumur sekitar 45 tahun dan berbadan gagah.
Resto ini seluas 100m² untuk kedua lantainya dengan tempat parkir lumayan luas muat beberapa mobil, dan juga motor.
Pada lantai pertama terdapat 20 set meja makan di dalam dan 4 set di luar apabila ingin merasakan angin sepoi-sepoi ataupun yang ingin merokok
__ADS_1
Sedangkan untuk lantai kedua, disana terdapat home studio, wifi, kamar, juga mushola dan tentunya juga dapur untuk memasak para karyawan.
"Ris gimana buat ganti piring aku gak ada uang nih Ris" kata Parjono.
"Dah gapapa Jon, aku ada ini tenang aja" Aris tak mau Jono merasa iba pada dirinya.
"Hey Ris, aku ada 50 nih buat bantu kamu" Tyas yang tiba-tiba maju dan mengulurkan uang kepada Aris.
"Eh eh gak usah, gak perlu bantuan, aku ada uang ini, tenang saja semuanya ya" Aris menolak,
"Ya sudah kalau begitu" Tyas lalu pergi begitu saja.
...****************...
Siang itu setelah mereka beristirahat untuk makan dan shalat, beberapa saat kemudian mereka melanjutkan pekerjaannya masing-masing dengan khidmat. Di Resto tersebut Parjono bekerja sebagai Pramusaji sedangkan Aris menjadi pencuci piring.
"Aris nanti ke ruangan Bapak sebelum pulang" Pak Bos menemui Aris ke belakang sambil mengecek kinerja Karyawannya.
"Siap Pak" Aris menjawab.
Aris sudah tau kenapa ia di panggil ke ruangan beliau dan tak banyak berkomentar.
"Ris, kamu dipanggil Pak Bos ya tadi?" tanya seseorang rekannya"
"Iya bro" jawabnya singkat.
"Wihh mungkin mau naik jabatan lu?" tebak rekannya itu.
Seluruh karyawan disitu memang belum tau insiden tadi pagi, makanya rekan-rekan kerja tidak menanyakan secara serius masalah pemanggilan atas Aris ke ruangan Pemilik.
Sore hari segera tiba setelah hiruk-pikuk Kota Yogya yang tak kenal lelah ini, lalu lalang kendaraan di depan Resto tampak semakin ramai. Aris sekarang nampak telah duduk manis di depan Bos nya tersebut.
"Ris, kamu tau kenapa kamu saya panggil kesini?" tanya Pak Bos
"Iya Pak, saya tau karena telah melakukan kecerobohan dalam bekerja" jawabnya tanpa basa basi.
"Ya betul kamu Ris, Jadi gini......."
Pak Bos pun menjelaskan sesuatu ke Aris panjang lebar. Sementara Aris di kantor Pemilik, sedangkan untuk seorang Parjono sedang di parkiran bersiap untuk pulang ke Kaliurang tempat kostnya.
"Aris mana ini?, tumben gak nemu diparkiran ini" batin Jono heran.
Beberapa saat kemudian munculah kecantikan. Tak lain dan tak bukan adalah Tyas Ayu Pramesti, gadis 23 tahun ini menebarkan pesona yang khas, siapapun yang berada dekat dengannya akan merasa nyaman dan ingin terus bersamanya, tapi di balik wajahnya yang ayu dan kalem, tersimpan kejudesan seperti singa betina yang kehilangan anaknya.
"Eh Jono bentar-bentar, aku nebeng" cegah Tyas saat Jono mulai menghidupkan motor maticnya.
"Lah Tyas kok tumben?, gak bawa motor kamu?, lah kan searah sama Aris, gak nebeng dia aja?" tanya Jono lebih mirip wartawan.
"Ihh cerewet kamu Jon, nanya satu-satu napa?" kesal Tyas
"hehehe iya cantik"
blusss....
__ADS_1
wajah cantik nya memerah hanya karena dipuji. "Ih gombal kamu Jon" pura-pura marah matanya sambil melotot. Tapi namanya juga orang cantik, mau melotot pun bikin detak jantung meronta-ronta.
"Ya kalau dibilang jelek nanti kamu ngambek" Jono Parjono berkilah.
"Hemm ayok ah berangkat"
Tyas dengan tanpa persetujuan Jono, langsung duduk dibelakang jok motor dengan nyaman.
"Eh eh belum dijawab juga dah main nemplok aja" protes Parjono.
"Ayok, nanti aku ceritain sambil jalan" pinta Tyas.
"Oke oke Nyai" Jawab Jono tanpa daya.
Kembali lagi ke Aris yang sedang sidang dengan Pak Bos.
"Bagaimana Ris?" tanya nya setelah Pak Chaniago menjelaskan situasinya.
"Ya sudah pak Aris terima saja kalau itu keputusan Bapak"
"Oke kalo begitu Ris, selamat bekerja sama"
"Siap pak"
Ternyata Pak Bos dan Aris telah menyepakati sesuatu hal disana, mungkin untuk kompensasi atas kerusakan aemua piring tersebut, ataukah hukuman atas kecerobohan Aris sehingga harus melakukan sesuatu hal untuk menebus kesalahannya.
Parjono saat ini bermotor ria dengan Tyas menuju kost Angels Avail daerah seturan.
"Oh gitu ya Yas, Aris dipanggil Bos karena tadi pagi" Parjono memastikan.
"Iya Jon, tadi aku ketemu Aris katanya mau ke ruangan Bos gitu karena masalah piring"
"Eh Yas sudah sampai nih, Aku langsung cuss aja ya"
Mereka sudah sampai depan kostnya Tyas, Jono pun langsung pamit.
"Oke hati-hati Jon, makasih ya"
"Siap cantik"
Beberapa belas menit kemudian ketika Jono melewati sebuah persimpangan menuju kost hal yang tak di inginkan pun terjadi.
TINNN!!!
CITTTT!!!
DYARR!!!!
"Tyas i love you"
Aghhh!!
Parjono mengalami kecelakaan dengan mobil dump truck dari arah Kaliurang dan tak bisa menghindarinya. Ia hanya bisa pasrah dan bersiap untuk hal ini. Parjono terpental beberapa meter ke depan dan menabrak pohon tak sadarkan diri, sedangkan untuk motornya sudah tak berbentuk lagi.. hancur terlindas dump truk.
__ADS_1