Sistem Kekayaan Kesasar

Sistem Kekayaan Kesasar
BAB. 8 MANAGER JOHN


__ADS_3

Mohon perhatian untuk tokoh, latar tempat adalah fiktif apabila ada kesamaan harap dimaklumi.


Di Resto,


"Jadi, Mulai hari ini Saya atas nama Pemilik dari Resto Masakan Bundo dengan ini menyatakan bahwa semua Kepengurusan Resto ini sepenuhnya diamanahkan kepada Parjono sebagai pimpinan kalian yang baru. Mohon kerjasamanya"


Siang ini, Pak Andreas mengumumkan kan bahwa Parjono sekarang yang memimpin adapun beliau akan menikmati masa tua, gak akan mengurus lagi Restoran tersebut. Beliau percaya sepenuhnya kepada Parjono bisa mengurus dengan baik.


"Terimakasih atas kepercayaan Bapak Andreas selaku pemilik Resto ini dan sekaligus Ayah angkat Saya yang telah memberi amanah kepada Saya untuk mengurus Rumah Makan ini.


Tak lupa teman-teman semua atas kerjasama selama ini sehingga kita dapat maju bersama di Rumah Makan ini, Saya atas nama Pemimpin Baru kalian Kami ucapkan banyak terimakasih.


Sekian sambutan singkat Saya, mohon maaf bila ada kekurangan dan kelebihannya, saya mohon diri, Sekian dan terimakasih"


Parjono berpidato singkat di depan teman-teman rekan kerja nya.


Plokk Plokk Plokk !!!


Tepuk tangan meriah menggema di ruangan khusus karyawan tersebut dilantai 2.


Untuk acara khusus seperti saat ini biasanya Resto tutup pada siang hari dan akan buka lagi setelah acara selesai


Dikarenakan acara hari ini spesial, maka hari ini diadakan makan besar di Rumah Makan. para karyawan dibebaskan untuk makan apa saja dan semuanya gratis.


"Selamat Pak Jon"


"Selamat Pak Jon"


"Selamat dan sukses selalu Pak Jon"


Para karyawan mengucapkan selamat atas kenaikan jabatan Parjono yang sangat signifikan ini.


"Terimakasih banyak teman-teman semua semoga Kami bisa menjalankan tugas ini dengan baik. Amin"


"Amin"


"Amin"


"Amin"


Semuanya mengaminkan, Namun Tyas yang masih jengkel hanya diam saja sedari tadi. Aris sendiri sekarang tak lagi jadi pencuci piring melainkan sekarang jadi kurir pengantar makanan, dan sedang berada di lapangan.


"Ya sudah, mulai detik ini Saya Andreas secara resmi undur diri dari kepengurusan, dan di gantikan oleh Pak Jono,


Terimakasih"


Pak Andreas kemudian pulang kerumahnya untuk menikmati hari tua yang selama ini dia impikan.


Hotel Neo.


"Permisi pak, ada pesanan atas nama Bu Agnez" Ucap Aris sopan.


Ryan memandang Aris sejenak dan melihat logo Rumah Makan yang sama dengan pacar Agnez. "Oke bentar saya telepon asisten beliau dulu mas, tunggu disini" ucap Ryan ramah.

__ADS_1


Padahal di Hotel pun ada Restoran yang cukup mewah tapi Agnez memilih delivery dari Rumah Makan kekasihnya tersebut tak lain hanya karena cinta.


Di tempat Nisa.


"Halo Ryan ada apa?" tanya Nisa di telepon.


"Bu Asisten, ini ada delivery makanan untuk Bu Agnez, bisa di infokan ke beliau, Terimakasih sebelumnya" jawab di seberang.


"Oke bentar Ryan, nanti Saya telepon balik"


"Siap Bu...tuutt tuutt"


Nisa berjalan menuju kantor Agnez. "Nez, kamu pesan delivery makan siang?"


"Iya bener Nis, ada apa?" Agnez tanya balik.


"Itu sudah datang dan ada di bawah" kata Nisa.


"Oke Nis"


Agnez langsung keluar kantor dan menuju ke lantai bawah.


"Eh Nez tunggu!" Nisa heran dengan sikap sahabatnya itu. Nisa juga terbaru ikut ke bawah, tapi lift sudah meninggalkannya. "Huftt kampret dasar Agnez, bukannya disini ada makanan yang lebih enak" gerutu Nisa dengan kesal.


Pos sekuriti.


"Tunggu sebentar ya mas" kata Ryan kepada Aris.


"Oke Pak, gapapa"


"Loh Aris!!" Agnez kaget ternyata Aris yang mengantar makanan tersebut.


"Lah, mbak Agnez!!!" Aris juga kaget.


Dua sekuriti disana hanya bisa melongo melihat atasannya dan kurir tersebut saling mengenal.


Nisa yang menyusul Agnez pun terengah-engah menyusul Agnez.


"Huh huh huh..... Agnez, kenapa kamu gak tunggu aku" Nisa protes.


"Hem maaf Nis, keburu lapar hehehe" jawab Agnez tanpa dosa.


"Oh ya Aris kenapa kamu yang antar makanan?" tanya Agnez ke Aris kemudian.


"Sekarang aku jadi kurir mbak, bosen cuci piring terus" kata Aris jujur.


"Hem kenapa gak Ayang Jono" gumam Agnez tanpa sadar.


"Apa mbak?" Aris menanggapi karena tak jelas.


"Eh gak gak, itu gimana kabar mas Jono Ris?"


"Cie yang kangen mas Jon" goda Aris

__ADS_1


"Ih apaan Aris kesel deh, orang cuma tanya juga" Agnez pura pura jengkel.


"hehehehe, Jono sekarang diangkat jadi Manager Resto mbak" jawab Aris.


"Syukurlah, Ya sudah Ris mana makananku dah lapar nih"


"Oh iya mbak ini" Aris memberikan makanan sekalian nota Bond.


'Ini Ris uangnya, gak usah dikembalikan sisanya buat tips mu aja Ris" Agnez memberikan uang pecahan 100 ribu


"Oke deh mbak makasih ya, aku pamit" Aris pamit dan kemudian pergi, lupa menyapa yang lain


"Oh dasar sableng tuh orang" batin Ryan. Tapi melihat atasannya akrab sama Aris dia meredam emosinya hanya karena tak dihiraukan.


Di lift khusus.


Agnez dan Nisa menuju lantai atas ke kantor lagi.


"Nez kamu itu ada ada saja, di Hotel ada makanan kenapa pesan di luar?" tanya Nissa akhirnya.


"Lah emang ga boleh ya Nis?" jawabnya.


"Bukannya gitu, tapi aku heran aja sih" kata Nisa lagi.


"Alasannya karena Lelakiku ada disana apalagi kata Aris Dia adalah manager nya" jawab Agnez dengan antusias.


"Dasar gila!" batin Nisa.


"Gak usah batin batin kaya gitu Nis, kamu belum tahu aja rasa itu sungguh indah"


Tapi sebelum Nisa bereaksi lagi, lift sudah terbuka dan mereka masuk kantornya masing masing untuk makan siang.


Di suatu tempat yang terisolir.


"Bos kita apakan anak kecil ini?" tanya seorang kepala Bos nya.


"Kita rawat dulu, kemudian kita jadikan mesin uang untuk kita.... hahahahahaha" Bos tersebut berkata dan tertawa jahat.


"Oke Bos" jawab anak buah tersebut


Anak kecil tersebut tak lain adalah orang yang sama kemarin yang berteriak minta tolong dan di dengar oleh Lena.


"Jaga anak itu, aku akan menelepon Bos Besar dulu"


Di tempat lain.


"Ya Halo.....Oke Siap...tunggu aku segera ke sana" Jawab Aris diserang telepon.


Di kontrakan Lena.


Di layar komputer tampak serangkaian deretan alfanumerik dan bagi orang awam hanya membuat kepala pusing. Tapi bagi Lena, itu adalah uang.


Lena waktu sekarang bukan untuk mencari uang tapi dia sedang melacak Plat Mobil yang kemarin hampir menabraknya yang si sinyalir ada hubungan dengan teriakan anak kecil tersebut

__ADS_1


"Nah kena kau" kara Lena dengan kegirangan seperti anak kecil mendapatkan permen.


Lena telah menemukan identitas mobil yang digunakan, mobil tersebut ternyata adalah mobil milik perusahaan rental di daerah Bantul dan terkenal dengan harga yang murah serta sewa bulanan yang kompetitif. Tapi sangat disayangkan karena disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab.


__ADS_2