Sistem Kekayaan Kesasar

Sistem Kekayaan Kesasar
BAB. 7 AMANAH


__ADS_3

Semalam adalah malam yang lagi-lagi panas bagi mereka berdua.


Sebanyak tiga ronde mereka lomba naik ke puncak. Agnez masih tertidur dengan pulas karena terlalu lelah.


Parjono sudah bangun dan duduk disisi ranjang.


"Sistem tampilkan status" Parjono memerintahkan sistem untuk menampilkan status dirinya yang terbaru.


[Ding!


Status...


Sistem Kesasar v.1.0


Nama : Parjono


Pekerjaan : Pelayan Resto


Skill :




Memasak level 3,




Mengemudi Tingkat Dewa




Hipnotis Tingkat Dewa




Nilai


Pesona :50


Kekuatan :50


Kelincahan :50


Konstitusi : 70


Poin Sistem :0


Dana Rp. 5.087.000


Aset Honda beat 2015


Toko : Tutup


Gudang : -


Misi utama : Membongkar sindikat penculikan anak (0 % kemajuan)


Waktu : -


Hadiah : Sentosa Palace Villa, Tepus Beach, Gunungkidul


Hukuman : Host kesetrum tegangan 1 juta kilo watt


—————————


Misi bonus :


Waktu :

__ADS_1


Hadiah :


Hukuman :


Status...]


"Cara hipnotis bagaimana sistem?" ia bertanya lagi.


[Host hanya perlu menatap mata target dan membatin kemudian berkata kepada target sesuai apa yang Host inginkan...]


"Oke Sistem


"Yang, mau berangkat kerja gak" tanya Parjono melihat Agnez yang baru saja membuka matanya.


"Hoamm... bentar yang"


"Yaudah aku mandi dulu, cuss berangkat kerja" Parjono memutuskan untuk mandi dulu.


"Siap deh sayangku mas Jon" panggilan Agnez mode manja.


Parjono mandi sekitar 10 menit sudah selesai. dan bersiap untuk memakai pakaian kerja.


Ia memanggil Agnez untuk gantian mandi, "Yang, mandi sana, aku kerja naik ojek online saja ya, Sayang pakai mobilnya, gak usah mampir SPBU, bensinnya udah aku penuhin"


"Gak diantar aja Yang?" tanya Agnez.


"Gak usah lah, kita beda arah sayang" ucap Parjono ngeles.


"Ya sudah deh, aku mandi dulu gak usah ngintip!"


"Iya ibu Ratu"


"Hihihihi" Agnez cekikikan.


Agnez pun mandi lumayan lama. Ketika dia keluar kamar mandi, Parjono sudah kabur duluan.


"Ih sebel deh gak romantis banget punya pacar" gerutu Agnez.


Di Resto.


"Parjono, ke ruangan ku ya segera!"


Parjono dipanggil Pak Bos keruangannya untuk mendiskusikan sesuatu hal.


Atas pantauan sahabat karib dan diteruskan laporannya ke atasan, sehingga Parjono secara otomatis sekarang dipanggil.


"Parjono, Bapak mau ke pointnya langsung aja ya tanpa basa-basi. Jadi gini, menurut laporan yang Saya terima dari rekan-rekanmu, kinerja kamu cukup baik, sehingga Bapak terhitung hari ini mempromosikan kamu sebagai pengurus Resto ini dan terhitung mulai hari ini kamu menjabat" Pak Bos mengutarakan maksudnya dengan singkat dan padat.


"Tapi pak, Saya tid-"


"Jangan menolak!!"


"Siap menjalankan amanah Pak"


Parjono tau kalo Bosnya tersebut tidak bisa ditolak, dan jika memiliki kemauan harus dituruti. lebih baik pasrah saja


"Oke nak, sekarang kamu resmi menjabat jadi manajer Resto ini, dan ini id card mu"


"Terimakasih banyak Pak, semoga Saya bisa menjalankan amanah bapak dengan baik"


"Oh ya, ini kunci mobil dan ini surat kendaraan nya, dan ini juga kunci rumah mu yang baru, ini semua Bapak berikan kepada kamu, karena kamu sudah Bapak anggap sebagai anak kandung Bapak" Pak Bos menyerahkan semua itu ke Parjono.


Parjono sedikit kaget dengan apa yang ia dapatkan dari Ayah angkatnya ini.


Tetapi sekali lagi karena dia memiliki sistem sehingga perlahan bisa menerimanya dengan cukup baik.


"Sekali lagi terimakasih Pak" Jono mencium punggung tangan beliau dengan Takzim.


[Ding!


Misi bonus : Naikkan Omset Resto 100 % atau 2x lipat dari sebelumnya


Waktu : Satu minggu


Hadiah : Skill Manajemen Tingkat Dewa

__ADS_1


Hukuman : Penjara karena kasus korupsi...


Selamat mengerjakan Host...]


"Duh kampret kamu Sistem, mencuri uang aja tidak pernah apa lagi jadi koruptor"


Parjono sedikit emosi dengan hukuman sistem.


[Tenang aja Host, Sistem tahu tugas ini bisa dilaksanakan asal Host, sungguh-sungguh...]


"Oke laksanakan misi" jawab Parjono akhirnya.


Di Hotel Neo.


"Nez kamu itu gila apa gimana sih?" cecar Nisa ke sahabatnya tersebut


"Emang gimana Nis?, Perasaan aku masih waras deh"


"Aku takut Roy ngapa-ngapain Kamu, atau mungkin pacarmu itu" kata Nisa


"Lah Roy kenapa Nis?, aku gak ada hubungan sama dia sama sekali, kenal juga enggak"


Dari awal kenal Roy dia sudah gak suka sejak pandangan pertama, dari awal dia tau Roy tidak ada ketulusan dimatanya, melainkan ada jejak mata yang sembrono, maka dari itu dia seakan gak pernah mengenal yang namanya Roy Karto tersebut.


"Tapi dia ngejar kamu terus kan Nez?,. itulah sebabnya mengapa aku khawatir tentang ini, dia bukan orang baik"


"Aku sudah menduga dari awal lihat matanya Nis, instingku gak pernah salah dan.......'


Nisa dan Agnez terus bercakap tentang ini itu, tapi mereka tak lupa akan kewajiban pekerjaannya.


Di Perusahaan Roy.


"Tuan, Target tak bisa di lacak dengan jelas, hanya ada Nama dan Umur dan data di catatan sipil pun seperti ada yang menghalangi"


"KURANG AJAR!!!"


PLAKKK!!!!


"KAMU BISA KERJA TIDAK???"


"GAK BECUS KAMU, KATAMU AHLI IT?"


"HASILMU APA??"


BUGGG!!!!


Roy memaki dan menendang maupun menampar bawahan nya tersebut dengan brutal


"AHHHH"


"AMPUN TUAN" ucap ahli IT itu memelas ke Roy, dia juga membatin "Kalo bukan anak juragan Karto sudah kau hancurkan kau Roy"


Tak ada seorangpun yang tahu jika data Parjono yang melindungi adalah Sistem, bahkan Parjono sendiri tak tahu dan tak diberitahu Sistem.


Di Kontrakan Lena.


"Luna, aku sudah menemukan kekasihmu Aris, Demi kamu tenang disana, aku rela menjadi dirimu Lun.... hiks....hiks....hiks"


Lena pun menangis sambil memegang foto kembarannya Luna yang merupakan mantan kekasih Aris sahabatnya Parjono tersebut.


Setelah selesai menangis, Lena keluar dari Kontrakan untuk sekedar menghilangkan penat, Lena sendiri adalah seorang peretas tingkat internasional dan bekerja di rumah tanpa seorang pun yang tahu, sepengetahuan orang tuanya Lena hanyalah pengurus server platform jual beli online terkemuka di Indonesia.


"Tolong tolong" terdengar suara teriakan anak kecil dari sebuah gang dan kemudian menghilang.


Lena secara alami menajamkan inderanya, Kemudian tak lama ia melihat mobil Avanza hitam berplat asing keluar dari gang dengan sangat cepat hampir menabrak Lena


"AHHHH!!" Lena kaget hampir saja tertabrak. untungnya ia sudah menajamkan telinga dan matanya secara refleks pun dapat menghindari tragedi tersebut


"AA-XXXX" Dia melihat plat nomor Avanza tersebut.


"Apakah dia ada hubungan sama teriakan anak kecil tadi ya?" siap bertanya dalam hati.


Tapi tak lama Kemudian Lena berjalan ada wa masuk dari Aris.


"Selamat pagi Beb, Aku kerja dulu ya nanti sore aku ke rumah, Bye"

__ADS_1


"Iya Sayang" Lena balas pacar kakaknya dengan singkat tapi menyentuh hati Aris. Lali ia memasukkan handphone ke sakunya


"Hemm nanti cerita ke Aris aja lah" gumamnya lalu mencari sarapan untuk dirinya sendiri di Warung Makan terdekat.


__ADS_2