
Parjono telah sampai di Resto dengan selamat, dan memarkir mobilnya diparkiran khusus karyawan paling pojok.
Bertepatan dengan Parjono yang baru saja keluar mobilnya, datang juga Tyas yang berangkat kerja dengan diantar ojek online.
Mereka pun berpapasan
"Eh Jon, dah berangkat kamu? pakai mobil?"
"Hmm Tyas, iya ini pinjam kok adanya mobil gak ada motor lain"
"Oh gitu ya Jon, ya udah yuk masuk"
"Yups" Jono menjawab.
Mereka masuk ke Resto bersama dan menuju lantai atas meletakkan barang-barangnya.
"Jono, aku kemarin sama Aris ke kost mu tapi tak ada orang" kata Tyas.
"Oh iya kah?, Kenapa tidak wa aku?" Jono heran juga biasanya jika ada apa-apa mereka berhubungan lewat wa.
"Ya kan kirain kamu di kost Jon"
"Oh kemarin sore aku mengantar anak-anak korban penculikan ke Polsek Yas" ucap Jono.
"Eh eh masih ada seperti itu?" tanya Tyas heran.
"Iya Yas, aku juga kaget mendengar pengakuan anak-anak tersebut" kata Jono.
Tiba-tiba muncul suara sistem.
[Ding!
Misi utama terpicu
Tugas : Membongkar sindikat penculikan anak
Waktu : -
Hukuman: Host kesetrum tegangan 1 juta kilo watt
Hadiah : Sentosa Palace, Tepus Beach, Gunungkidul.
Selamat mengerjakan Host...]
"Apa??!!" rutuk Jono.
"Ada apa Jon?" Tyas pun bingung.
"Eh gapapa Yas, refleks aja tadi, memikirkan penculikan anak itu".
"Ya udah Jon aku ke depan dulu, dah waktu gantian shift kan?, Ayok kerja dulu"
"Gaskeun sayang" ucap Jono tanpa sadar.
"Sayang?"ucap Tyas dengan wajah yang memerah.
"Eh hehehe" Jono ketawa sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.
"Huh sebell!!!" Tyas langsung berjalan cepat meninggalkan Jono yang masih melongo.
"Ya nasib, ini mulut kenapa lolos begitu aja sih?" gumam Jono tanpa daya.
Kerjaan di Resto seperti biasa dan tak ada hal yang menarik di sana, hari ini Aris mengambil jatah libur makanya gak datang.
Sampai jam waktunya pulang, Tyas sudah kabur duluan karena tak mau bertemu dengan Jono sekarang. Menurutnya Jono itu gombal mukiyo, suka tebar pesona membuat baper wanita.
Jono pun isi bahan bakar di SPBU terdekat.
"Isi berapa mas? eh Parjono?" tanya seorang petugas SPBU, yang ternyata adalah tetangga kost nya, dia bernama Sigit.
"Lah kamu Git?? kerja disini kamu? full aja Git"
Sambil mengisi BBM, Sigit pun berkata.
"Iya Jon, bosan jadi kurir aku, Lah kamu ngapain pakai mobil jadi sopir kamu? bukannya di Resto situ?" ia menunjuk arah ke arah Resto Jono.
"Masih di Resto kok Gitu, cuma ini mobilnya pacarku"
"Wuih keren Jon, tampang pas-pasan dapat cewek tajir"
"Ya gantengan aku Git"
__ADS_1
Hahahahahaha.....mereka tertawa bersama, banyak orang yang berada disekitar melihat mereka dengan heran.
300 ribu Jon" Sigit berkata lagi.
"Ini makasih ya Git, Bye"
Parjono kemudian pergi ke Hotelnya Agnez untuk menjemput kekasih hati.
Parjono dengan tenang berkendara menuju Hotel untuk menjemput Agnez.
Namun dibelakang mobilnya ada mobil lain yang membuntuti sedari tadi setelah ia keluar dari parkiran Restoran.
Ia terus membuntuti Parjono sampai lobby hotel. Terlihat layar virtual dan suara mekanik di pihak Parjono memunculkan notifikasi
[Ding!
Upgrade Sistem otomatis ke versi yang sudah disempurnakan dan menambah beberapa fitur .
Memulai ..
10....40....70....80....100 %
Upgrade Berhasil....]
—————
[Ding!...
Misi terpicu...
Misi : Kalahkan saingan cinta host dengan cara yang cerdas.
Waktu : 10 menit
Hadiah : Skill Hipnotis Tingkat Dewa (langsung aktif saat misi dikerjakan)
Hukuman : Agnez Nikah sama Roy.
Selamat mengerjakan Host...]
—————
[Ding!
Status...
Nama : Parjono
Pekerjaan : Pelayan Resto
Skill : Memasak level 3, Mengemudi Tingkat Dewa
Nilai
Pesona :50
Kekuatan :50
Kelincahan :50
Konstitusi : 70
Poin Sistem :0
Dana Rp. 5.387.000
Aset Honda beat 2015
Toko : Tutup
Gudang : -
Misi utama : Membongkar sindikat penculikan anak (0 % kemajuan)
Waktu : -
Hadiah : Sentosa Palace Villa, Tepus Beach, Gunungkidul
Hukuman : Host kesetrum tegangan 1 juta kilo watt
__ADS_1
—————————
Misi bonus : Kalahkan saingan cinta host dengan cara yang cerdas
Waktu : 10 menit
Hadiah : Skill Hipnotis Tingkat Dewa
Hukuman : Agnez nikah sama Roy
Status...]
"Oke sistem, laksanakan"
[Baik Host musuh di mobil belakang]
"Oke"
"Hey turun kamu" Roy dengan arogan menyuruh Parjono dari mobil.
Parjono turun dengan tenang tanpa berkata apapun
Roy maju seakan ingin meninju Parjono tapi sebelum itu terjadi terdengar teriakan dari arah samping kiri.
"BERHENTI!!!" teriak Agnez, kemudian Agnez maju dan memeluk Parjono.
Roy tercengang, ia tak percaya apa yang terjadi di depan matanya ini. Dia melihat adegan yang membuat hatinya hancur seketika.
"Ag Ag nezz Ka kamu??" dia terbata bata menyebutkan nama Agnez.
"Ayok Suamiku kita pulang" Agnez menarik Jono kedalam mobilnya. "Ayok Sayangku" Parjono tak menyia-nyiakan adegan romantis ini.
Roy Karto pun lelaki mapan dan tampan anaknya juragan Karto hanya bisa diam dan berwajah merah padam. "Kurang ajar, siapa lelaki itu" geram Roy. Ia pusing dan pulang dengan perasaan yang campur aduk"
Agnez yang menyopir saat ini, sedangkan Parjono sedang menerima notifikasi dari sistem.
[Ding!
Misi berhasil...]
Hadiah skill Hipnotis telah ditambahkan ke dalam diri Host...]
"Yang, malah melamun ih" Agnez yang sedang menyopir melirik kekasihnya sedang melamun seperti orang gila.
"Eh enggak sayang, cuma lagi mikir itu laki-laki siapa kamu?" tanya Parjono dengan sedikit berbohong kenapa ia melamun.
"Em itu lelaki yang suka sama aku Yang" jawab Agnez jujur.
"Oh gitu"
Padahal Jono tau kalo dia adalah saingannya karena sudah diberi petunjuk oleh sistem jika dia adalah saingan cinta nya, yang jelas jelas targetnya adalah Agnez.
Di pihak lain sekarang yaitu Roy saat ini sedang menelepon seseorang.
"Cari tau orang yang merebut bidadari ku, cepat!!!"
"Baik Tuan" jawab seseorang diseberang telepon.
Roy menyuruh tangan kanannya untuk mengetahui latar belakang Parjono.
Di Hotel Neo.
"Ardi, Ryan, Bu Agnez kemana?" tanya Nisa.
"Sudah pulang Bu sama kekasih nya" jawab Ryan.
"Iya betul Bu, tadi juga ada Roy anak Juragan Karto"
"Wah gawat, ada Roy juga?" tanya Nisa lagi.
Dia khawatir dengan Agnez dan Parjono. Walaupun belum pernah bertemu Parjono, ia percaya kalau Parjono adalah orang yang baik.
Nisa adalah teman dari Roy, tapi juga sahabat baik Agnez. Nisa merasa bersalah kepada sahabat nya karena telah mengenalkan Agnez ke Roy.
Tapi tak selalu salah Nisa juga karena ia sebelumnya tak mengenal sifat asli Roy, taunya belakangan ini setelah salah satu teman Nisa menjadi korban Roy, Roy menjebak teman Nisa dengan obat yang dicampur dengan minuman jus saat dia makan malam bersama Roy. setelah reaksi obat naik, dia membawa teman Nisa itu ke tempat yang sudah Roy siapkan sebelumnya, dan terjadilah pesta bersama teman-teman Roy.
Di Rumah Agnez.
"Yang, nginep rumahku ya udah aku siapin baju baru untuk sayang" Agnez meminta Parjono bermalam di kediaman Agnez yang cukup minimalis modern.
"Ya sudah deh, ikut kata nyonya aja" Parjono dengan senang hati menerima tawaran keindahan tersebut.
__ADS_1