Sistem Kekayaan Kesasar

Sistem Kekayaan Kesasar
BAB. 9 MULAI TERUNGKAP


__ADS_3

"Sistem tampilkan status"


[Ding!


Status...


Sistem Kesasar v.1.0


Nama : Parjono


Pekerjaan : Manager Resto


Skill :




Memasak level 3,




Mengemudi Tingkat Dewa




Hipnotis Tingkat Dewa




Nilai


Pesona :50


Kekuatan :50


Kelincahan :50


Konstitusi : 70


Poin Sistem :0


Dana Rp. 7.607.000


Aset Honda beat 2015, Honda Brio RS New, Rumah Tipe 72 Perumahan Citra Ngaglik


Toko : Tutup


Gudang : -


Misi utama : Membongkar sindikat penculikan anak (0 % kemajuan)


Waktu : -


Hadiah : Sentosa Palace Villa, Tepus Beach, Gunungkidul


Hukuman : Host kesetrum tegangan 1 juta kilo watt


—————————


Misi bonus : Naikkan Omset Resto 100 % atau 2x lipat dari sebelumnya


Waktu : Satu minggu


Hadiah : Skill Manajemen Tingkat Dewa


Hukuman : Penjara karena kasus korupsi


Status...]


Saat ini Parjono tak tau apa apa yang terjadi diluar sana.


Parjono saat ini sedang memonitor status dirinya dengan sistem.


"Sistem gak ada petunjuk kah buat sindikat itu?" tanya Parjono.


[Host pasti menemukan jalan...]


"Jawabanmu mengambang Sistem"


Tak ada jawaban dari Sistem.


"Ah sudahlah, belajar pembukuan dulu aja lah" gumamnya.

__ADS_1


Sementara Jono bereksplorasi dengan pekerjaan barunya, Aris sudah sampai di tempat Lena dan kebetulan order pengantaran makanannya searah.


"Ada apa Lun?" tanya Aris.


"Gini, jadi kemarin mobil yang mau menyerempet aku udah ketemu yang" Lena menjelaskan.


"Lah kamu kok bisa tau gitu yang" Aris heran.


"Kebetulan aku sedikit mengerti komputer yang" jawabnya


"Oke yang, ya sudah aku lanjut kerja dulu, nanti kita ketemu Parjono mungkin ada hubungannya"


"Heem, hati hati kerjanya jangan ngebut" nasihat Lena kepada Aris.


Menurut cerita dari Lena kemarin, Aris tahu kalau Lena alias Luna mendengar ada teriakan anak kecil sebelum dirinya hampir saja terserempet sebuah mobil Avanza tersebut.


Aris menduga kalau semua itu ada hubungan dengan kasus yang Parjono ceritakan.


Di kantor Roy.


"Halo ada apa" kata Roy kepada orang diseberang telepon.


"Bos, kita dapat anak kecil satu Bos" kata Bos kecil.


"Bagus, sekarang posisi dimana?" jawab Roy


"Di markas Bos" jawabnya tegas.


"Oke, rawat anak itu dengan baik" perintahnya, kemudian menutup telepon.


Roy tersenyum senang mengetahui anak buahnya bekerja dengan baik.


Semakin baik pekerjaan itu, semakin baik pula dompet Roy.


"Ndul, kita gak bisa dengan cara baik-baik menghadapi laki-laki yang dekat dengan Agnez itu.


Temukan orang terdekatnya, kita culik dia tapi ingat jangan Agnez" perintahnya ke Gundul salah satu anak buahnya.


"Baik Bos" jawab Gundul singkat.


Gundul sigap menjalankan tugasnya, ia segera pergi mencari informasi terkait Parjono.


Di Kasir Resto,


Tyas masih diam karena Jono beberapa waktu lalu memanggil sayang kepada dirinya entah itu disengaja atauoun tidak disengaja.


Intinya Tyas baper, dan jengkel kepada Jono.


"Eh enggak Ris, cuma lapar aja, nunggu giliran istirahat hehehe"


"Ealah Yas Yas, kirain mikirin Pak Jono... pfttt"


Aris menahan tawa.


"Ih apaan sih Ris,Gak Jelas!!!" Tyas marah marah


"Loh marah, atut ah, kaburrr"


Aris langsung naik ke lantai atas untuk makan dan istirahat sejenak sebelum ada order online lagi.


Aris sepertinya lebih bahagia menjadi kurir antar pada hari pertama ini, daripada dirinya cuma cuci piring gelas dan gajinya minim otomatis ia menjadi senang jadi kurir bisa menghirup udara bebas dan pikiran fresh.


Rencananya nanti sepulang kerja Aris akan memberitahu perihal terduga mobil penculik yang sudah di ketahui pemiliknya.


Pada saat ini Parjono belum mengetahui apapun tentang hal tersebut.


Dirinya sedang merencanakan untuk promosi secara online dan lebih luas, sebenarnya Restorannya sudah menjadi partner ijo dan Oren food serta via nomor wa ataupun fb


Dia keluar kantornya Kemudian ke tempat Tyas.


"Tyas belum istirahat? nanti sehabis makan, keruangan saya"


"Oke Pak" Tyas kikuk, tapi mencoba untuk tetap profesional.


Parjono naik kelantai 2, disana kebetulan bertemu Aris.


"Ris?"


"Oh Ya Pak" jawabnya


"Kalo berdua gini biasa aja Ris, malah geli aku, tapi kalau banyak orang gapapa manggil Pak"


"Hahaha, oke deh Jon, aku juga kikuk manggil kamu Pak, rasanya aneh aja"


"belum terbiasa Ris"


"Oh ya Jon, aku punya kabar penting nih, Sekarang aja ya ngomongnya"


"Ada apa Ris" tanya Jono penasaran.

__ADS_1


"Gini Jon, pacarku kan kemarin hampir aja diserempet mobil kan Jon, nah sebelum itu terjadi dia mendengar suara teriakan anak kecil minta tolong.


Luna secara kebetulan lagi bisa melacak Plat nomor mobil itu, karena tak sengaja melihat dengan jelas"


"Terus gimana lagi Ris?"


"Mobil tersebut ternyata adalah mobil Perusahaan Rental di daerah Bantul" jelasnya kemudian.


"Ya sudah ayok Ris kita kerumah pacarmu, ajak Tyas pakai mobilku sekarang" kata Jono semangat"


"Ya sudah gas aja Jon"


Mereka bergegas turun, kebetulan berpapasan dengan Tyas.


"Ayok Yas kita ada acara mendesak, makan nanti aja"


Aris menyeret Tyas dengan sedikit memaksa.


"Ih lepasin Ris sakit"


"Eh maaf Tyas nya Jono"


"Hus apaan sih Ris dari tadi gak jelas melulu" Tyas protes.


Sedangkan Parjono cuma senyum, dia tau jika Tyas ada rasa sama dirinya tapi gengsi dan juga Tyas belum tahu kalo Parjono punya pacar Agnez, jangankan Tyas, Aris pun belum tahu pasti apakah Agnez dan Jono pacaran atau sekedar teman.


Mereka menuju mobil baru Jono.


"Wuih baru Jon" Aris kegirangan, sedangkan untuk Jono sendiri biasa saja.


Ia sudah bermental layaknya orang kaya yamg sudah lama.


"Rezeki anak soleh Ris hahahaha" jawab Jono.


Jono mengemudi sementara Tyas duduk di depan dan Aris di belakang.


"Tunjukkan jalan Ris"


"Oke Bos"


Sementara Aris jadi navigator, Jono berkata ke pada Tyas: "Tyas, kamu kan kasir sekalian jadi admin promosi Resto kita ya?"


"Selagi gak melayani pelanggan kamu bisa tuh posting menu andalan kita, nanti kita juga pakai jasa advertising berbayar di berbagai platform online"


"Oke mas Jon" Jawab Tyas singkat.


"Tenang aja nanti kamu dapat insentif, pokoknya ya Yas kalau Omset kita bisa 100% dalam Seminggu ini nanti aku kasih bonus"


Parjono menambahkan.


"Jon, aku juga keliling sambil promosi bisa kayaknya" Aris menimpali.


"Oh ide bagus tuh Ris, cerdas kamu"


"Oh jelas dong, Aris gitu loh" jawab Aris dengan sombong.


"Kemana lagi kita Ris" tanya Jono ketika mereka sampai pertigaan.


"Belok kiri Jon terus ada pohon mangga itu kontrakannya"


Mereka hampir sampai di kontrakan Lena, ketika mereka sudah dekat dengan kontrakan Lena, Aris mengirimkan pesan Wa kepada Lena tersebut.


"Len, kami sudah di depan Rumahmu"


Beberapa saat kemudian pintu Rumah pun terbuka, munculah sosok wanita anggun nan cantik pujaan Aris.


"Eh kalian, silahkan masuk" Lena mempersilahkan masuk mereka bertiga.


Setelah diruang tamu, mereka bertiga duduk, sementara Lena menuju dapur untuk menyiapkan minuman jus.


"Tyas kenapa diemin aku akhir-akhir ini" tanya Jono


"Eh enggak mas Jon, perasaan mas Jon aja kali" Tyas mengelak.


"Ehemm Ehemm" Aris berdehem.


"Apa sih Ris?" ucap Jono sambil menepuk dahi Aris pelan.


"Aduh sakit Jon" omel Aris


"Nih minum dulu kalian"


Lena menaruh 4 gelas jus ke atas meja ruang tamu itu.


"Makasih Lun" ucap Jono, sementara Aris tak bergeming karena masih mengelus dahinya yang panas.


"Lah ini mbak nya siapa ya? pacar Jono?" tanya Lena tanpa dosa.


"Eh enggak mbak, saya karyawan nya, nama saya Tyas"

__ADS_1


"Oh iya mbak, kenalin nama saya Luna, pacar Aris" ucap Lena.


"Oh ya salam kenal mbak Luna" Tyas bersalaman pada Lena.


__ADS_2