
Tadi malam Parjono setelah mentraktir dek Jono dan teman-temannya itu, kemudian ia langsung mengantar kelima anak tersebut ke kantor Polsek Ngaglik, Jono yang sudah mempunyai Skill mengemudi tingkat dewa dengan percaya diri menggunakan mobil sedan BMW e30 milik kekasihnya itu.
"Terimakasih mas, sudah mengantar adik-adik ini ke kantor Polisi, Anda telah membantu memudahkan Polisi untuk menjalankan tugas, Kami pihak Polsek Ngaglik dengan tulus mengucapkan Terima Kasih dan sebagai apresiasi Kami secara pribadi memberikan bingkisan ini kepada mas Parjono, tolong diterima" ucap Kapolsek tadi malam sesaat setelah membuat laporan tentang penculikan anak-anak ini.
"Terima Kasih Pak, semoga Polisi RI ini semakin baik kedepannya. Amin" ucapnya lalu pulang ke kost. sebelumnya Agnes sudah pulang kerumahnya naik taksi online. Karena mobilnya di bawa Parjono kemarin, maka pagi ini Parjono harus mengantar kekasihnya. Dan sekarang ia sedang otewe ke rumahnya dengan alamat yang sudah diketahuinya.
"Ealah cuma 10 menit dari kostku" gumam Jono saat membuka maps di mobil Agnez. Dia dengan. gaya cool mengendarai mobil tua tapi tak kalah dengan kenyamanan mobil baru sekalipun.
Agnez memang mencintai mobil peninggalan Ayahnya itu, sebuah BMW e30 tahun 1993. Dia dengan telaten merawat mobil tersebut.Maka tak heran jika kenyamanan mobil itu setara dengan Toyota Camry ataupun Mercy s-class apalagi mobil lcgc ketinggalan jauh.
*Yang udah sampai ni" tulis wa Jono ke Agnez.
Tak lama kemudian munculah sosok yang cantik bak bidadari yang turun dari negeri khayangan.
"sesuai aplikasi ya mas* canda Agnez.
"hmm* Parjono cuma berdehem
"Ciee yang marah nih" ucap Agnez lalu mencium pipi kesayangannya itu.
Merekapun melanjutkan perjalanan ke Hotel Neo, melaju dengan aman dan nyaman.
"Yang kamu ternyata pintar mengemudi deh, gak nyangka aku" Puji Agnez
"Biasa aja yang, orang pakai BMW baru ini, mungkin mobilnya aja yang nyaman" ucap Parjono.
"Hemm begitu toh Yang, tapi ini kamu yang bawa bikin aku mau tidur" ujar Agnez.
"Ih yang baru juga pagi, udah mau tidur aja"
Sekitar 20 menit perjalanan, mereka sampai di Hotel bintang 5 itu, Jono tidak ditegur sekuriti karena parkir di depan hotel tepat, sekuriti sudah hafal dengan mobil Bos Besarnya itu, yang tak lain adalah Agnez.
Parjono belum tahu jabatan apa yang di sandang kekasihnya, tapi dia segera tau saat semua karyawan yang ada di lobby memberinya salam hormat.
"Pagi Bu Manager"
"Pagi Bu Manager"
"Ya pagi" ucap Agnes dengan judes, nampak berbanding terbalik saat berhadapan dengan Jono.
Parjono cuma bisa melongo dengan situasinya saat ini. Dia menyangka Agnez punya jabatan yang lumayan di hotel itu, melihat dia mengendarai BMW, tapi ia tak menyangka bahwa pacarnya itu sebenarnya adalah Manager sebuah Hotel berbintang.
Jika dirinya adalah Parjono yang dulu mungkin dia akan minder, tapi Parjono yang sekarang mempunyai sistem kekayaan dan aura kepemimpinan juga tampak jelas pada dirinya sekarang.
"Itu pria yang bersama Bu Bos, pemimpin perusahaan mana ya?" bisik seorang staf front office kepada rekannya.
"Gak tau juga tapi kok pakaiannya seragam pelayan resto" jawabnya.
"Tapi lihat dia dengan seksama, ada wibawa pemimpin di sana."
"Iya sih" timpal rekannya lagi.
"Sttt diam, nanti ketahuan, kalian dimarahi lo" tegur rekannya yang lain.
Parjono sadar dengan tatapan semua orang di lobby itu kepada dirinya, tapi ia cuek aja dan tetap jaim didepan pacarnya daripada kesalahan dan malu-maluin Agnez.
Agnez mendekat kearah Jono .
__ADS_1
"Yang mobilnya bawa aja nanti aku jemput ya, kemudian ia meraih tangan Parjono dan mengecup punggung tangan Parjono, kemudian ia masuk kantornya di lantai atas menggunakan lift khusus petinggi.
Adegan ini membuat semua orang tercengang, tidak pernah melihat Bosnya berlaku seperti ini kepada lawan jenis. Mereka berpikir dalam hatinya bahwa Bosnya sebenarnya tidak judes dalam kehidupan di luar pekerjaan.
Parjono tak memperdulikan orang-orang tersebut, dan langsung berangkat ke Resto tempat kerjanya.
Tiba-tiba ada notifikasi sistem di layar virtualnya.
[Ding!...
Selamat Host mendapat hadiah khusus dari Sistem...
Uang tunai sebesar 5 juta rupiah...]
[Ding!...
Hadiah sudah di transfer ke rekening Host...
Semua hadiah dari sistem bersumber dari legalitas dan bebas hukum...]
[Ding!...
Status...
Sistem Kesasar v.1.0 beta
Nama : Parjono
Pekerjaan : Pelayan Resto
Nilai
Pesona :50
Kekuatan :50
Kelincahan :50
Konstitusi : 70
Poin Sistem :0
Dana Rp. 5.387.000
Aset Honda beat 2015
Toko : Tutup
Gudang : -
Status...]
"Eh hadiah apa ini sistem?, padahal aku belum menjalankan misi"
[Karena Host sudah menolong anak-anak itu yang sekarang sudah berada di orang tuanya masing-masing...]
__ADS_1
"Terimakasih sistem" Parjono mengucapkan terimakasihnya atas rezekinya pagi ini.
Setelah Parjono pergi menjauh, 2 orang satpam hotel tersebut berbincang.
"Siapa tuh bro, gila auranya bossy banget, sangat cocok sama Bu Boss kita ini, ya walaupun tampangnya biasa aja"
"Iya kayaknya itu kekasih Bos kita deh, setahuku Bu Bos gak pernah merespon pria manapun yang mencoba dekat dengan Bu Agnez itu" jawab rekan satpam tersebut.
"Iya ya, dulu pernah ada pria tampan anak juragan Karto itu lo, ditolak mentah mentah"
Hahahahahahha
Mereka tertawa bersama
Tak sadar ada orang berada didekatnya dari tadi.
"Heh Ardi, Ryan. Bicarakan Bu Agnez apa kalian? hayo ngaku daripada saya laporin nanti"
Ternyata yang berada di dekat mereka adalah Nisa, wanita yang juga cantik dan juga manis berumur 25 tahun adalah asisten manager Agnez.
"Eh Bu asisten, udah lama bu" tanya Ardi dengan wajah merah padam karena panik.
"Heh gak usah basa basi kamu, cepat jelaskan" Nisa dengan garang khas macan betina yang kehilangan anaknya.
"Gini bu, tadi Bu Agnez diantar cowok pakai mobil Bu Agnez yang itu" jelas Ryan.
Rian sudah lebih tenang, sedangan Ardi ketakutan setengah mati.
Giliran Nisa yang melongo tak percaya.
"Yang bener kamu Yan, ngaco kamu awas aja" ancamnya.
"Bener Bu, saya berani makan Bakso deh bu kalo saya berbohong" ucap Ryan.
"Ardi, bener gak ini ?" Nisa masih tak percaya.
"Bener bu, kami gak berani berbohong" Ardi memastikan.
"Ya sudah"
Nisa juga pergi ke kantornya setelah finger print absen dengan lift khusus.
Sesampainya Nisa di kantornya, dia langsung menemui Agnez.
"Agnez agnez gila kamu, kamu sama siapa tadi pagi?, kemarin juga kemana kok seharian gak balas wa ku" Cecar Nisa ke sahabat sekaligus atasannya itu.
"Apaan sih Nis, datang-datang sudah heboh saja" jawab Agnez sambil mengambil soft drink di minibar nya.
Nisa fokus dengan cara berjalan Agnez yang sedikit berbeda.
"Nez, jalan kamu kok gitu?, jangan jangan bener? kamu sudah..."
"Nis udah diem dulu, diminum dulu biar gak cerewet kamu tuh"
Hening sejenak.
"Iya Nis sebenarnya yang kamu kepo itu adalah kekasihku, dah infonya gitu aja" jawab Agnez tentang pertanyaan Nisa tadi
__ADS_1