Sistem Kekayaan Kesasar

Sistem Kekayaan Kesasar
BAB. 2 MENDAPATKAN SISTEM


__ADS_3

Parjono dilarikan ke Rumah Sakit terdekat oleh seseorang wanita cantik yang kebetulan lewat setelah seharian ia bekerja.


"Pasien kecelakaan beri jalan!!!" teriak seorang perawat menuju UGD.


"Silahkan administrasi dulu mbak, mari saya antar" kata seorang perawat untuk melakukan pendaftaran dulu.


"Mari mbak" Agnez mengikuti arahan perawat tersebut.


Wanita cantik yang menolong Parjono bernama Agnez, wanita matang berumur 30 tahun ini amoy, blasteran tiongkok dan jawa, sungguh keindahan.


"Mau umum atau pakai kartu mbak?" tanya staf admin kepada Agnez.


"Umum aja mbak, silahkan ini data-datanya" Agnez dengan sigap menyerahkan dokumen Parjono.


"Oke mbak, mohon ditunggu"


"Siap Sus"


......................


Parjono mengalami koma, dia menderita beberapa memar di kepalanya yang bisa dikatakan gagar otak ringan, untuk keadaan fisik semua utuh hanya lecet-lecet


Terlihat sejauh mata Parjono memandang, semua adalah kabut putih dan putih, tersng tapi tidak silau tak ada noda satupun dalam warna putihnya.


"Dimana aku??" Parjono heran


[Ding!...


Selamat datang Host ke Dunia Jiwa...


Di Alam Nyata Host sedang mengalami koma...]


"Siapa kamu?" Parjono kaget sekaligus heran.


[Saya Sistem Alam Jiwa Host


Tersesat dalam Jiwa Host sewaktu Host mengalami pingsan dan akhirnya koma ini...


Saya akan selamanya terikat kontrak dengan Host selama Host masih bernyawa Host...]


"Masih bingung aku" Parjono yang pusing tujuh keliling.


[Host tak perlu risau...


Host akan mendapatkan keuntungan yang hanya Host satu-satunya manusia di dunia dengan sistem ini...


Apakah Host akan menerima kontrak?...


Ya/Tidak]


"Jika tidak bagaimana Sistem"


[Jika Host tidak menerima kontrak, Host akan mati karena tubuh Host dalam keadaan koma...


Jika menerima kontrak Host akan mendapatkan Kekayaan, Tahta, dan juga Wanita Host...


Tentunya melalui jalan yang benar dan harus ada usaha dalam mencapainya]


"Terima"


Parjono memutuskan untuk menerima Kontrak dengan Sistem Alam Jiwa yang Tersesat ini. Tidak ada salahnya mendapat anugerah alam, lagipula jika tidak menerima kontrak itu Parjono harus mati.


Lebih baik bagi dirinya untuk menerima saja sistem untuk bersanding bersamanya.


[Ding!...


Menyandingkan sistem dengan Host...


Proses...


10...40...80...100 %


Berhasil...


Memasang layar virtual di mata Host...


Berhasil...

__ADS_1


Memperbaiki tubuh Host...


Berhasil...


Selamat Host bersanding dengan Sistem]


[Ding!


Status...


Sistem Kesasar v.1.0 beta


Nama : Parjono


Pekerjaan : Pelayan Resto


Skill : Memasak level 3


 


Nilai


Pesona :50


Kekuatan :50


Kelincahan :50


Poin Sistem :0


Dana : 500rb


Aset : Honda beat 2015


Toko : Tutup


Gudang : -


Status...]


"Terimakasih Sistem"


Silahkan Host tutup mata...


Host akan sadar dalam 10 detik...


Proses otomatis dimulai saat Host nenutup mata...]


Kemudian setelah pemberitahuan sistem, Parjono memejamkan matanya...


10 detik berikutnya Parjono benar-benar siuman.


Ia perlahan membuka matanya, masih tampak serba putih, tapi bukan kabut. Semua ruangan itu dicat putih, ranjang yang putih dan 2 orang perawat yang berseragam putih.


"Hai bidadari, apakah aku di surga?" kata pertama yang di ucapkan Parjono setelah koma beberapa hari.


Parjono sudah 4 hari di RS dan dijaga oleh sahabatnya Aris, kebetulan sekarang Aris lagi makan di kafetaria bawah.


"Eh San panggil dokter, pasien sudah sadar" ucap seorang perawat kepada rekannya.


"Oke"


Segera setelah itu dokter memeriksa kondisi Parjono.


"Semua normal dan tak ada bahaya apapun" dokter menulis jurnal Pasien, Ia heran dengan keajaiban ini. Tadi pagi pemeriksaan semua kondisi penopang hidupnya mengalami penurunan fungsi.


Berita ini mengejutkan seluruh Dokter di RS tersebut.


"Bagaimana perasaanmu Pasien Jono?"


"Sehat dok" Jono menjawab


"Ya baik, nanti sore boleh pulang" ujar Dokter


Aris pun tiba di bangsal VIP Jono sesaat setelah Dokter keluar.


"Loh Jon kamu dah siuman?" Aris kaget dan senang Parjono sadar.

__ADS_1


"Ris, makasih ya dah jagain aku, kenapa kamu bawa aku ke ruang seperti ini, siapa yang bayar? kita miskin Ar" ucap Jono ketika menyadari bahwa ruangan ini adalah ruangan VIP kelas kakap.


"Yang bawa kamu kesini itu yang menyelamatkanmu Jon, kamu kecelakaan dan koma selama 4 hari 5 malam" Aris menjelaskan situasinya.


"Oh seperti itu, Aku harus membalas budi orang baik itu Ris, kapan beliau kesini" Parjono bertanya.


"Tadi malam Ia yang menjagamu, sekarang gantian eh kamunya dah hidup lagi" Aris mulai menggoda Jono.


"Kok Ia? Masih muda kah Ar??" Jono kepo


"Kamu akan tau nanti sore, habis kerja pasti kesini'


"Bikin penasaran aja kamu Ris" Jono protes


...****************...


Sore harinya Agnez datang ke RS membawa makanan buat Aris dan dirinya sendiri.


"Mas Aris makan dulu ini" Agnez nyelonong masuk tak memperhatikan Jono yang sudah duduk di ranjangnya.


"Eh mbak Agnez datang, makasih banyak terlalu ngerepotin ini" Aris tanpa malu-malu menerima makanan dari Agnez.


Sedangkan dalam hati Parjono sedang terjadi bunga sakura yang berguguran dan terbang diterpa angin.


"Duh ini bidadari darimana lagi, cantiknya, apakah ini Dewi Penolongku?" Ia bertanya dalam hati.


[Ding!


Host jangan melongo...]


"Diam kamu Sistem, orang lagi menikmati keindahan juga" protes Jono karena diganggu kesenangannya.


[...]


"Eh Mas Parjono sudah siuman?? Syukurlah" Agnez baru sadar jika Jono sudah dari tadi menatapnya..


Agnez memeluknya dan menangis bahagia...


Jono hanya bisa membatin "Oh Surga" dan lama-lama tak bisa nafas, saking eratnya Agnez memeluknya


"Eh emm embakk ma.. ma...aff ga..kkk bii...saa. naa... naa..fass" Jono tersendat kehabisan nafas.


"Eh maaf mas Jon" Agnez baru sadar Ia kelewatan, belum kenal juga sudah memeluknya, pacar bukan, teman juga bukan.


Apalagi Jono, Ia terlalu syok menerima keindahan seperti ini, Ia berpikir apakah ini gara-gara ada sistem dan ada aura magnet untuk keindahan seperti ini.


[Itu betul Host...


Host secara tidak langsung mendapatkan anugerah murni inti dari Dewi Cinta Host...


Kedepannya jangan kaget apabila ada banyak keindahan yang akan menempel sama Host meskipun tampang Host yang standar]


"Kamu memuji sekaligus membual aja Sistem" batin Host


"Jon malah diam kamu diajak bicara mbak Agnez juga" Aris yang sedari tadi juga syok melihat adegan yang membuat iri hati didepan matanya sudah tersadar kembali.


"Eh iya gimana mbak?" Jono dengan tampang tak berdosa mengajak bicara Agnez.


"Ini mas, Agnez minta maaf udah lancang sama mas Jono, jujur aja refleks mas Jon" Agnez dengan masih menunduk dan wajah tersipu.


"Gak apa-apa mbak, Parjono juga seneng kok" Jono mencoba mencairkan suasana.


"Ihh Mas Jono, bikin malu Agnez aja" Agnez tambah merona. Hati Agnez entah kenapa merasa bahagia dan bahagia saat kontak dengan Jono.


"Ngeenngggg obat nyamuk mana ini ada nyamuk" Aris protes dengan mereka berdua.


"Eh maaf ada mas Aris, maaf mas, Agnez lupa" Agnez memang benar benar melupakan ada orang lain.


"Apa sih Ris, sana cari makan buatku dulu, pengen makan tahu walik aku Ris"


"Ohh dasar cinlok" gumam Aris. Tapi dia tetap berangkat membelikan tahu walik untuk sahabatnya itu.


"Apa Ris?" tanya Jono yang mendengar sedikit gumaman Aris


"Gapapa Jon, yo wes tak pesan 3 porsi"


Aris kemudian pergi untuk membeli tahu walik di seberang rumah sakit.

__ADS_1


Saat Aris memesan tahu, dia dikejutkan dengan kemunculan orang yang paling ia cintai. "Loh itu kan Luna?, ngapain dia disini? kenapa gak ngabarin aku ternyata sudah pulang merantau?" batin Aris bergejolak tanda tanya.


__ADS_2