
Jam 09.00 pagi Parjono dan Agnez masih tertidur lelap di yang hanya kamar ukuran 3x5 meter itu, tadi malam mereka lembur mengerjakan tugas makul biologi sampai larut malam.
Sedangan sahabatnya Aris yang sudah berangkat kerja masih dalam suasana hati yang buruk. Bagaimana tidak jengkel, Aris tadi malam sehabis mengantar Lena alias Luna ke kontrakannya, pulangnya Aris harus mencari bengkel tambal ban, terpaksalah dia dorong motor sejauh 5 kilometer baru ada bengkel yang masih buka.
Nah pagi harinya ketika di tengah jalan saat berangkat kerja ,ban yang satunya juga bocor, Aris hari ini emang lagi apes, udah bangun kesiangan, tidak sarapan, ban bocor, akhirnya telat.
"Ris, Parjono udah sembuh kabarnya dan udah pulang?" tanya rekan di bagian belakang.
"Iya udah, tadi malam di antar yang nolongin" kata Aris.
"Oh yang nolongin tante amoy cantik itu kah Ris? yang mengabari kita dan minta data Parjono itu?
"Iyups, tapi tadi malam aku gak antar soalnya aku ngantar pacarku" ujar Aris dikit pamer punya pacar.
"Wah, kamu tuh Ris gak setia kawan coba teman pulang dari RS malah pacaran" kata temannya itu.
"Yo gak lah, orang aku juga disana jadi obat nyamuknya Parjono., Feeling ku sekarang udah pacaran mereka berdua" curhat Aris.
Tyas yang baru saja dari toilet kebetulan mendengar obrolan mereka
"APA?? PARJONO PUNYA PACAR???" batin Tyas tak bisa menerima berita itu.
"Apa bener Ris yang dibicarain itu?" Tyas tiba-tiba nyahut.
"Eh Tyas, enggak-enggak Yas cuma canda aku hehe" Aris sengaja menutupinya.
"Ih gitu Ris, kamu cowok ghibah Ris" Tyas menimpal
Sebenarnya Tyas juga tidak percaya begitu saja omongan Aris, tapi memang perasaan Tyas tidak begitu baik sekarang, Dia pernah bertemu orang yang menolong Parjono sekali. Menurutnya memang Agnez saingan yang cukup berat, mereka pernah mengobrol juga sewaktu Agnez ke Resto
Siang harinya saat jam makan siang Aris di undang lagi oleh Pak Andreas ke kantornya,
"Gimana Ris kabar Jono?" tanya Pak Bos
"Sudah di bawa pulang ke kost Pak"
"Oh ya sudah, kamu terus pantau kerjaannya ya Ris, nanti Bapak kasih bonus ke kamu"
"Siap Pak Terimakasih banyak" lalu dia pamit untuk bekerja lagi.
Tenyata Aris membayar kompensasi piringnya itu dengan menjadi mata-mata Pak Bos, tapi di khususkan untuk Parjono saja.
Entah apa tujuan Pak Andreas itu, tapi Aris tidak akan menjelekkan Parjono, juga tak akan mencarikan muka untuk Jono. Dia akan melaporkan kinerja Parjono apa adanya terlepas dari bonus apa yang akan diberikan pada dirinya.
Sahabat sejati tak akan memanfaatkan situasi, meskipun dia dibayar mahal sekalipun. Baginya Parjono sudah dia anggap saudaranya sendiri.
"Ris nanti pulang kerja antar ke kost Parjono yuk, mau lihat kondisinya" pinta Tyas kepada Aris, saat ia berpapasan dengan Aris di belakang.
"Oke nanti langsung otewe kesana" Aris kebetulan mau jenguk Jono juga.
Pada saat yang sama di tempat kost nya Jono, dua sejoli itu seharian berada di sangkar, makanan juga delivery. Seperti mendapat mainan baru mereka tanpa lelah bermain petualangan di lembah dan hutan gunung, mendaki sampai berkeringat basah dan lengket, aroma surga itu Parjono hirup dengan bahagia, Ia tak menyangka bahwa hutan yang dia jelajahi belum pernah terjamah oleh siapapun. Agnez juga serasa mendapatkan pengalaman yang luar biasa karena menjelajah alam bersama sang kekasih hati.
"Sayang udah?" Jono bertanya.
__ADS_1
"Hemm" Agnez menjawab dengan lemas.
Jono mengecup kening Agnez sebagai tanda bahwa Ia juga mencintainya sepenuh hati. Lalu merekapun tidur lagi sampai jam 5 sore.
Setelah mandi, mereka berdua makan bersama. kali ini mereka makan di warung makan depan gang langganan Jono. Agnez memang selalu sedia beberapa setel pakaian di mobilnya dan tentunya perlengkapan mandi. Untungnya ibu kost lagi keluar kota jadi tak ada masalah apapun, kalaupun lagi di rumah tak apa juga karena kost miliknya adalah kost bebas, boleh bebas bertamu mau nginep cewek cowok, asal gak melakukan hal yang merugikan Ibu Darmi tak akan mempermasalahkan hal itu. Tetangga kost pun semuanya kenal dengan Jono dan mereka tau bahwa yang ada di kamar Jono adalah kekasihnya dan kelihatan bukan orang biasa makanya lebih baik tak mengganggu Jono daripada kena batunya.
"Minumnya apa yang?" tanya Agnez.
"Teh anget aja yang" jawab Parjono.
"Teh angetnya dua Bu" Tyas memesan minumannya setelah 2 mangkok soto empal ditaruh di atas meja.
"Ditunggu dek" jawab Ibu pemilik warung.
"Ya bu makasih" jawab Agnez.
Ding!...
Misi terdeteksi...
Misi Sistem : Mentraktir makan anak jalanan
Hadiah : Penambahan poin konstitusi senilai 70 poin
Hukuman : Tidak ada
Terima/Tidak...
"Apa itu poin konstitusi Sistem?"
[Wibawa Host, jadi Host secara alami akan di hormati oleh orang lain Host dan 70 poin sudah di atas rata-rata orang biasa Host..]
"Oke diterima" Jawab Parjono didalam hatinya.
Mereka selesai makan dengan segera dan Jono segera membayar. Agnez juga tau pasti kalo kekasihnya tak mau dia yang membayar, nanti dikira lelaki bayaran.
Setelah mereka keluar tampak segerombolan anak jalanan, salah satunya memegang perutnya Jono dan Agnes segera menghampiri.
"Kenapa dek?" tanya Agnez ke salah satu anak itu.
"dia sakit perut tan belum makan dari pagi" jawab anak itu.
"adik namanya siapa?" tanya Jono.
"nama aku Jono mas" jawab anak 10 tahun itu.
"Pffttt... " Agnez menahan tawa.
Jono tanpa daya melotot ke Agnez. lalu ia lanjut bertanya lagi " dek Jono darimana berasal kok sampai sini berlima?"
"Aku dari desa sumber banyu mas, tapi gak tau daerah mana, kita kita semua dari sana mas, kita kabur dari orang jahat itu" jawabnya
Degghh.. Jono kaget bukan main. Masih ada penculikan anak jaman sekarang.
__ADS_1
"Ya udah kita bahas nanti, yang penting sekarang dek Jono dan teman-teman makan dulu di warung itu, nanti mas yang bayar, kalian makan sepuasnya"
Merekapun berjalan ke warung makan . Tampak ibu Warung makan heran dengan Jono yang datang lagi.
"Loh dek dah lapar lagi?"
"Hehehe, enggak bu. Ini loh mau traktir adik adik ini makan disini, biar mereka makan apapun sepuasnya Jono yang bayar Bu" Jono menjelaskan.
"Ya udah, terserah kamu aja Jon" ibu menjawab.
Anak anak itu dengan lahap memakan makanannya, ada yang pesan soto, ada nasi goreng, ada pula mi goreng. Jono terenyuh hatinya. Dia teringat saat pertana merantau ke sini juga mau makan pun harus sehemat mungkin, lama kelamaan bisa beli motor sendiri dan bisa mendapat kerja di Resto yang pemiliknya menggaji karyawan lebih dari cukup untuk UMK Yogyakarta sekarang.
[Ding!...
Misi berhasil...
Hadiah telah ditambahkan...]
[Ding!
Status...
Sistem Kesasar v.1.0 beta
Nama : Parjono
Pekerjaan : Pelayan Resto
Skill : Memasak level 3, Mengemudi Tingkat Dewa
Nilai
Pesona :50
Kekuatan :50
Kelincahan :50
Konstitusi :70
Poin Sistem :0
Dana 387 ribu rupiah
Aset Honda beat 2015
Toko : Tutup
Gudang : -
Status...]
__ADS_1