
k****amar kos Riyan
setelah matahari terbit Riyan pun terbangun dari tidurnya yang nyenyak waktu malam.
setelah Riyan bangun kini dia tengah duduk di atas tempat tidurnya sambil melihat jam pada Hp nya
"ternyata sekarang udah pagii.Gak kerasa tidur gw nyenyak banget mungkin karena kelelahan kemaren kan habis jalan-jalan sama putri" kata Riyan ngomong sendiri
setelah selesai melihat jam kini Riyan segera bangun dari tempat tidurnya dan langsung bergegas menuju ke arah kamar mandi tempat kos.
setelah sampai di kamar mandi kini Riyan tengah siap-siap buat mandi.
di dalam kamar mandi
"aiss mandii pagii dingin juga ternyata" kata Riyan
setelah itu Riyan langsung mambasuh semua anggota tubuh dan tidak lupa dia gosok dengan sabun.
setelah selesai menggosok tubuh dengan sabun kini Riyan tengah mencuci rambutnya dengan shampo yang biasa dia pakai.
setelah selesai sama rambut kini Riyan langsung menggosok giginya yang udah putih dengan sikat gigi yang biasa di beli ditoko terdekat.
setelah selesai semua kini Riyan tengah mencari handuk yang biasa dia pakai tapi setelah lama mencari Riyan belum juga menemukan handuk tersebut.
kini Riyan terpaksa keluar dari kamar mandi hanya mengenakan celana pendek doang yang biasa dia pakai.
dalam kamar Riyan
"sialan siapa si yang berani mencuri handuk gw" kata Riyan kesall
"awas aja kalo sampe ketemu habis lu" lanjut nya
setelah itu Riyan langsung bergegas memakai pakaian sekolah dan siap-siap buat pergi ke sekolah.
setelah selesai siap-siap kini Riyan tengah melihat dirinya di cermin yang cukup besar.
"hmmm sempurna" ucap Riyan sambil melihat dirinya di cermin
setelah itu Riyan langsung keluar dari dalam kamar kosnya tersebut, dan langsung bergegas menuju ke arah kamar Ahmad.
depan kamar Ahmad
"madd bangun sekolah kagak?" kata Riyan
"maadd cepetan bangun ngapa dah jam 6 lebih ini" lanjut Riyan sambil teriak
"madd bangun kalo kagak gw tinggalin lu ya" ancam Riyan
tapi setelah itu masih belum ada balasan juga dari dalam kamar Ahmad.
"aiss yaudah mad gw duluan yah,lu jangan sampe telat mad inget" kata Riyan memperingatkan Ahmad
setelah itu Riyan langsung keluar dari tempat kos nya dan bergegas menuju ke arah halte bus.
di dalam perjalan ke arah halte bus Riyan melihat putri yang tengah membeli roti di pinggir jalan, namun walaupun putri makan di penggir jalan dia tetep cantik dengan riasan yang natural.
"hay put ngapain lu?" Tanya Riyan sambil menyapa putri
"hayy yan,ini aku lagi beli roti kamu mau?" tanya putri
"wihh boleh tuh yang rasa stawbery ya put" canda Riyan
"yann ini masih pagi jangan bikin emosi dong" ucap putri kesal
"heheh bercanda put,yaudah bang beli roti yang sama kek cwe ini aja 1" pesen Riyan
"ini dek pesanan ya" ucap penjual roti sambil menyerahkan pesanan dari Riyan
"makasih jadi totalnya berapa ya bang?" tanya Riyan
__ADS_1
"total semuanya 30 ribu rupiah dek" kata abang penjual roti.
"itu udah termasuk sama yang cwe kan bang?" tanya Riyan
"yaa dekk udah termasuk sama si mbanya juga" kata penjual roti
setelah itu Riyan langsung menyerahkan uang 50 ribu rupiah buat si abang penjual roti
"ini bang uangnya" kata Riyan
"apa gak ada uang pas dek?" tanya penjual roti
"gak papa bang ambil aja kembaliannya" kata Riyan
setelah itu Riyan dan putri langsung pergi ke arah halte bus dan ketika tiba di halte bus Riyan sungguh terkejut melihat putri yang tengah menyerahkan roti untuk anak jalanan yang tengah duduk di halte bus.
"putt jadi kamu berangkat pagi karena mau kasih makan buat anak-anak ini?" tanya Riyan
"heheh ya yan aku kasian liat mereka,mereka masih mudah tapi udah kerja keras bahkan dari pagi-pagi buta gini" kata putri dengan nada sedih
"aiss bener kata kamu put aku jadi teringat panti asuhan yang dulu pernah jadi tempat berlindung bagi aku" kata Riyan yang kini sudah mulai terbuka sama putri
"aiss maaf yan kalo aku ingetin kamu sama panti asuhan maaf banget ya" kata putri sambil meminta maaf
"aiss gak papa put lagian udah nasib dan peraturan dari panti juga jadi aku gak bisa apa-apa" kata Riyan
"ohh yaa put kamu mau ikut gak entar minggu depan aku sama Ahmad mau nyari motor gimana?" tanya Riyan
"aku si mau ikut yan tapi gak bisa deh soalnya minggu depan bibi aku yang pemilik kos nyuruh aku buat ikut dia belanja bulanan" kata putri
"aiss yaudah deh padahal kalo ada kamu pasti nambah seru put" kata Riyan
"hhhh bilang aja kamu gak bisa kalo gak ada aku kan?" tanya putri sedikit mengejek Riyan
"apaan si mana ada gitu geer" elak Riyan
"ayoo" kata Riyan
setelah itu Riyan dan putri langsung bergegas masuk ke dalam bus dan mencari tempat duduk yang nyaman.
setelah hampir 30 menit perjalanan akhirnya bus yang di naikin Riyan dan putri telah tiba di halte dekat sekolah.
setelah turun dari bus Riyan dan putri langsung bergegas menuju ke arah sekolah yang masih sepi itu.
dalam sekolah
setelah masuk ke sekolah kini Riyan dan putri langsung pergi ke arah kantin sekolah untuk sarapan pagi karena roti yang mereka beli semuanya di kasih buat anak-anak jalanan.
setelah berjalan melewati banyak kelas dan orang kini Riyan dan putri telah tiba di kantin sekolah yang masih sepi.
kantin sekolah
setibanya di kantin sekolah kini Riyan dan putri langsung mencari tempat duduk yang paling pojok.
setelah duduk kini Riyan tengah melihat putri yang tengah sibuk dengan Hp nya sendiri bahkan melupahkan Riyan yang ada di depannya
"weyy put kamu lagi ngapain si?" tanya Riyan
"ini yan aku lagi liat soal kelas IPS 1 teryata disana ada salah satu murid yang dari keluarga miskin dan pas ketauan dia langsung di buly habis - habisan sama semua murid IPS 1" kata putri dengan nada kesal
"emang para guru gak ada yang berani melawan murid-murid itu put?" tanya Riyan
"guru bukanya gak berani sama murid tapi mereka takut sama orang tua mereka yan" kata putri menjelaskan
"emang orang tua mereka seberpengaruh gimana si?" tanya Riyan heran
"orang tua dari murid IPS 1 semuanya itu adalah donatur bagi sekolah an ini yan" kata putri
"aiss pantesan para guru gak ada yang berani sama murid-murid itu" kata Riyan dengan nada lesuh
__ADS_1
"gimana kalo kita minta kepala sekolah buat pindahin dia ke kelas IPA aja put?" tanya Riyan
"emangnya gampang gitu yan pasti susah kalo gitu mah apalagi si anak itu dapat biaya siswa buat ke jurusan IPA bukan IPS" kata putri dengan nada sedih
setelah mendengar penjelasan dari putri kini Riyan pun gak tau harus berbuat apa.
"hemm coba sistem udah selesai di uptude nya" ucap Riyan dalam hati
"yann kok malah bengong" panggil putri yang menyadarkan Riyan dari bengong nya
"heheh maaf put aku cuman mikir gimana caranya biar gak di buly terus sama anak-anak IPS 1" kata Riyan
"susah yan kita harus punya kekuatan dulu baru bisa melindungi orang itu" kata putri
setalah itu Riyan kembali bengong dan putri kembali melihat Hp nya kembali.
tak lama setelah itu bel masuk sekolah pun bunyi dan membuat Riyan dan putri langsung bergegas menuju ke arah kelas masing-masing.
setelah berjalan melewati banyak kelas dan orang kini Riyan dan putri telah tiba di kelas masing-masing.
"putt semangat belajarnya" ucap Riyan yang membuat putri salting
"yaaa kamu juga yan" kata putri dengan pipi yang memerah
setelah itu Riyan langsung masuk ke dalam kelas dan segera duduk di samping lusi
"yann kamu baru sampai?" tanya lusi yang melihat Riyan baru tiba
"gak kok lus tadi ke kantin dulu buat sarapan dan ngobrol sama putri" jawah Riyan
"putri maksud kamu yang dari kelas sebelah?" tanya lusi heran
"yaa putri itu kenapa emang?" tanya balik Riyan
"dari kapan kalian dekat?" tanya lusi lagi
"udah dari pertama masuk sekolah lus" jawab Riyan
"kok bisa udah kenal sebelum masuk sekolah?" tanya lusi tambah heran dengan jawaban dari Riyan
"heheh kan gw tinggal di tempat kos bibinya putri" kata Riyan
" aiss kenapa kamu gak cerita yan?"tanya lusi
"lahh emang penting yah lus?" kata Riyan tanya balik ke lusi
"gak penting si tapi kamu kan teman aku yan dan aku sering denger kalo putri itu banyak yang suka,aku takut kamu malah jadi sasaran para murid cwo yang suka sama putri yan" kata lusi menjelaskan situasinya
"hahah santai aja lus lagian gw sama putir cuman teman untuk sekarang" kata Riyan sambil ketawa pelan
"maksudnya untuk sekarang yan?" tanya lusi heran
"kan jodoh gak ada yang tau mangkanya gw bilang gitu siapa tau masa depan gw itu si putri" kata Riyan
"aiss terserah kamu aja yan" ucap lusi pasrah
"heheh ya lusi makasih udah kasih tau aku" kata Riyan
setelah itu mereka berdua langsung diam dan mendengar kan guru yang sudah mulai menerangkan pelajaran.
sekitar 2 jam berlalu akhirnya pelajaran pertama selesai dan sekarang akan dimulai jam pelajaran ke dua.
tak lama setelah itu guru yang mengajar jam pelajaran kedua telah tiba di kelas dan langsung kasih soal buat murid-murid.
setelah itu para murid langsung mengerjakan soal yang di berikan oleh guru tersebut.
setelah 1 jam setengah akhirnya pelajaran tersebut selesai dan kini jam istirahat pun tiba.
ok mungkin segini dulu ya up dari autor maaf juga kalo masih banyak yang salah dan susah di pahami oleh kalian dan autor harap kalian jngan lupa like and vote novel ini makasih.
__ADS_1