
Kini Riyan dan Putri tengah melaju di jalan yang cukup rame,dan ketika mereka tengah melaju di jalan mata semua orang tertuju pada mereka berdua.
Tapi bagi mereka berdua hal itu adalah wajar karena emang wajah Riyan dan putri bisa dibilang di atas rata-rata.
"Sayang liat tuh kita di liatin semua orang" ucap Putri.
"Udah biarin,kan cuman liatin doang gak lakuin hal aneh mereka" kata Riyan.
"Heheh bener juga kata kamu sayang" ucap Putri.
Setelah itu mereka berdua pun diam tanpa berbicara,dan Riyan kembali fokus kepada jalan yang mereka lewati.
Dan tak lama Setelah itu mereka berdua pun tiba di kawasan perumahan elit Riyan.
Brumm brumm
Suara kenalpot motor Riyan menarik perhatian security yang tengah berjaga.
"Berhenti kalian siapa?" tanya salah satu security.
"Halo pak ini saya Riyan" sapa Riyan.
Security yang mengenal Riyan pun segera membuka gerbang agar kendaraan milik Riyan dapat masuk.
"Silahkan tuan" ucap security tadi.
"Heheh makasih pak" ucap Riyan.
Dan setelah itu Riyan dan Putri pun segera pergi menuju ke kerumah Riyan.
Brumm brumm.
Setelah didepan rumah mewah Riyan Fany pun segera menyambut Riyan dan Putri dengan gembira.
"Horee kak Riyan pulang" ucap Fany.
"Ya kak Hany mana dek?" tanya Riyan
"Kak Hany belum pulang kak" jawab Fany.
"Hmm yaudah kalo gitu kamu masuk temenin kak Putri di dalam kak mau jemput kak Hany bentar" ucap Riyan.
"Hmm oke kak,ayo kak Putri kita masuk" ajak Fany.
"Hmm bentar dek,kamu masuk dulu aja entar kak nyusul" ucap Putri.
"Oke kak jangan lama-lama" kata Fany.
Dan setelah itu Fany pun segera masuk kedalam rumah meninggalkan Riyan dan Putri yang tengah berduaan.
"Ya kamu jangan lama-lama jemput Hany entar kita main ya bentar sayang" ucap Putri.
"Ya sayang Setelah jemput Hany aku langsung pulang kesini lagi" ucap Riyan.
"Yaudah kamu hati-hati di jalan,jangan ngebut bawah motor ya" kata Putri memperingati Riyan.
"Ya ibu negara siap" kata Riyan.
Dan tiba-tiba Putri pun mencium mulut Riyan dengan lembut,Riyan yang kaget pun segera membalas ciuman dari putri.
"Hah hah" suara nafas Putri.
Dan setelah 5menit akhirnya mereka berdua pun melepaskan ciuman mereka.
"Hmm kenapa kamu jadi bar-bar sayang?" tanya Riyan.
"Gak papa,aku cuman takut kamu tertarik sama cwe lain kalo aku gak bar-bar" jawab Putri.
"Hmm gak mungkin lah kamu aja udah cukup kok" ucap Riyan.
"Hmm bohong gimana kalo Liska?" tanya Putri.
"Itu kan beda cerita sayang" kata Riyan.
"Ya tanda ya kamu gak cukup sama aku doang" ucap Putri.
"Hmm yaudah aku jemput Hany dulu entar telat" kata Riyan.
"Hmm Yaudah tapi langsung pulang inget" kata Putri.
"Ya ya sayang" ucap Riyan.
Dan setelah itu Riyan pun segera pergi menuju ke arah sekolahan Hany.
Baru Riyan keluar dari kawasan perumahan elit dia pun mendapat sedikit masalah.
"Wey lu kalo bawah motor hati-hati" ucap pemuda.
"Ya bang maaf saya gak sengaja" kata Riyan.
"Hmm oke gw maafin tapi lain kali gak bakalan" ucap pemuda itu.
"Ya bang makasih maafin saya sekali lagi" ucap Riyan.
"Ya lain kali hati-hati" ucap pemuda itu.
Brumm brumm
Setelah itu Riyan pun segera pergi meninggalkan pemuda tadi.
Dan setelah 17 menit akhirnya Riyan pun tiba di sekolahan Hany.
Dan ketika Riyan tiba dia pun melihat Hany yang tengah menunggu jemputan.
Brumm brumm
Suara motor Riyan yang Berhenti tepat di depan Hany, Hany yang melihat motor Riyan langsung senang.
"Horee akhirnya kak Riyan jemput juga" ucap Hany.
"Heheh maaf kak Riyan telat, tadi kak Riyan anterin kak Putri dulu" ucap Riyan.
"Ya kak gak papa,yaudah ayo pulang Hany capek" ucap Hany mengajak Riyan pulang.
'Ya adek kakak ayo pulang"kata Riyan.
Dan setelah itu Hany pun segera naik ke atas motor Riyan, dan setelah Hany naik motor Riyan pun segera pergi dari sana.
Brumm brumm
Kini Riyan dan Hany tengah melaju di jalan yang cukup padat oleh kendaraan.
"Aduh kak gimana ini kok macet" protes Hany.
__ADS_1
"Heheh gak papa gini doang mah gampang buat kakak" kata Riyan
"Ya adek pegangan yang erat ya" lanjut Riyan.
"Oke kakak" ucap Hany.
Dan setelah itu Hany pun segera pegangan dengan erat kepada pinggul Riyan.
Dan tanpa waktu lama Riyan pun langsung melaju melewati kerumunan kendaraan yang ada disana.
Dan setelah 5 menit akhirnya Riyan dan Hany pun bisa keluar dari kemacetan itu.
"Horee akhirnya keluar juga,tapi kakak hebat bisa kaya gitu tadi" ucap Hany kegirangan.
"Heheh kakak kan manusia super" ucap Riyan.
"Mana ada manusia super naik motor gini kak" ledek Hany.
Dan setelah itu mereka berdua pun tertawa bersama di atas motor yang tengah melaju di jalan.
Dan tanpa Riyan sadar ternyata mereka telah tiba di kawasan perumahan elit Riyan.
Dan setelah itu Riyan pun menyuruh security untuk membukakan gerbang.
"Pak tolong bukain gerbang ya" suruh Riyan.
"Bentar tuan" ucap security.
Dan tak lama akhirnya gerbang pun terbuka,dan tanpa buang waktu Riyan pun segera masuk menuju kerumahnya.
Brumm brumm
Setelah tiba di rumah Riyan pun segera mematikan motor ya dan segera masuk kedalam rumah.
"Ayo dek masuk" ajak Riyan.
"Oke kak ayo" ucap Hany.
Dan setelah itu Riyan dan Hany pun segera masuk kedalam rumah.
Dan ketika masuk kedalam rumah Riyan pun nelihat Putri dan Fany yang tengah bercanda bersama.
"Halo sayang" sapa Riyan mengagetkan mereka.
"Eee sayang kamu udah pulang?" tanya Putri.
"Ya aku udah pulang" jawab Riyan.
"Ya mana Hany sayang?" tanya Putri.
"Dia masuk ke kamar buat ganti baju" ucap Riyan.
"Ya sayang mana abang penjual bakso bakar yang kita temuin di wahana bermain itu?" tanya Putri.
"Entah mungkin mereka pulang buat ambil barang-barang mereka" jawab Riyan.
"Emang buat apa sayang?" tanya Putri.
"Kan entar mereka tinggal disini sayang" jawab Riyan.
"Ohh gitu yaudah sayang" ucap Putri.
Dan setelah itu Putri pun pergi ke arah dapur untuk mengambil minuman.
"Sayang kesini bentar" teriak Putri.
"Ada apa sayang sampe teriak gitu" ucap Riyan.
"Ini kulkas kamu kosong gak ada makanan gimana dong?" tanya Putri panik.
"Emang gitu tapi kan ada bahan-bahan buat makanan sayang" ucap Riyan.
"Emang siapa yang mau masak?" tanya Putri.
"Kamu lah masa aku" jawab Riyan bercanda.
"Kok aku si sayang,kamu kan tau aku gak hebat dalam memasak" ucap Putri sedih.
"Heheh bercanda entar aku yang masak kok" kata Riyan.
"Emang kamu bisa masak?" tanya Putri heran.
"Bisa lah sedikit-sedikit mah sayang" jawab Riyan.
"Terus kalo minuman dingin sama makanan gimana sayang?" tanya Putri.
"Entar aku suruh Ahmad buat beli" kata Riyan.
"Yaudah oke sayang" ucap Putri.
Dan setelah itu Putri pun pergi menuju ke arah ruang tengah menunggu teman-teman yang lain tiba.
Kembali kali ke Riyan, kali ini Riyan tengah siap-siap untuk segera memasak masakan yang sangat enak.
"Sistem beli skil memasak" ucap Riyan.
[membeli skil memasak]
[point sistem dikurangi 1000]
[ ya/tidak ]
"Ya" ucap Riyan tanpa buang waktu.
[ proses pemasangan skil ]
[ proses pemasangan di mulai 1%....50% ....100% ]
[ proses pemasangan berhasil ]
Setelah itu kepala Riyan rasa ya sakit karena banyak informasi tentang memasak yang secara paksa masuk ke dalam otak ya.
"Huh sial banyak banget resep masakan yang belum pernah aku liat" batin Riyan.
"Heheh waktu nunjukin kehebatan gw pada mereka" ucap Riyan.
Dan setelah itu Riyan pun mulai memasak hidangan pertama yaitu ayam kecap sambel mata.
Disaat Riyan tengah asik memasak Fany pun datang dan menggangu Riyan.
"Heheh kak masak apa itu wangi banget?" tanya Fany.
"Masak ayam dek, Yaudah kamu jangan ganggu kakak dulu ya" perintah Riyan.
__ADS_1
"Heheh Fany gak ganggu Fany cuman kepo doang kok kak" ucap Fany.
Riyan pun gak peduli dengan ucapan adek dan dia tetap fokus memasak.
Dan setelah 10 menit akhirnya masakan Riyan pub selesai dan kini Riyan memasak menu ke terakhir.
"Heh waktu ya memasak menu terakhir" batin Riyan.
Dan tanpa buang waktu Riyan pun segera mengambil bahan-bahan untuk membuat menu terakhir ya.
Dan setelah selesai mengambil semua bahan,Riyan pun segera memulai memasak.
Dan kali ini Riyan memasak nasi goreng hitam, warna hitam itu berasal dari tinta cumi yang Riyan olah.
Dan tak butuh waktu lama akhirnya menu terakhir pun telah selesai dibuat.
"Huh capek juga memasak banyak kaya gini" ucap Riyan
"Kakak capek?" tanya Fany.
"Ya dek pijitin kakak ya" suruh Riyan.
"Heheh ya kak tapi entar Fany di bagi ya makanan ya" ucap Fany.
"Ya entar kakak bagi deh makanan ya sama kamu" ucap Riyan.
Fany yang mendengar itu segera berjalan menuju Riyan dan segera memijit Riyan.
"Gimana kak enak?" tanya Fany.
"Enak tapi kurang kenceng dek" ucap Riyan
"Oke Fany kencangin ya" kata Fany
Dan setelah itu pijatan Fany pun semakin kencang dan enak.
Dan setelah 5menit memijit akhirnya Riyan pun menyuruh Fany berhenti.
"Udah dek cukup makasih ya" ucap Riyan
"Heheh sama-sama kak" ucap fany
"Yaudah kalo gitu kakak ke ruang tengah dulu ya" pamit Riyan.
"Oke kak Fany masuk ke kamar ya" ijin Fany
"Ya masuk gih" ucap Riyan.
Setelah itu Riyan dan Fany pun pergi ke arah yang berbeda,Fany ke kamar dan Riyan ke ruang tengah.
Setelah tiba di ruang tengah Riyan pun melihat Putri yang tengah menonton tv sendirian.
"Yang lain belum tiba?" tanya Riyan.
"Belum sayang" jawab Putri.
"Hmm kenapa ya?" tanya Riyan.
"Kenapa kamu gak telpon mereka aja?" tanya Putri.
"Bener juga kata kamu sayang" ucap Riyan
Dan setelah itu Riyan pun segera menghubungi Ahmad dan menanyakan mereka telah sampai mana.
tut tut tut
akhirnya telpon Riyan pun di jawab oleh Ahmad.
"Halo kalian ada dimana?" Riyan
"Kita di gerbang depan, lu kesini bentar Yan" Ahmad.
"Oke tunggu gw kesana" Riyan
"Oke gw tunggu" Ahmad.
Dan setelah itu telpon pun terputus oleh mereka, dan Riyan segera mengajak Putri untuk pergi ke gerbang depan.
"Ayo sayang kita ke gerbang depan" ajak Riyan.
"kenapa emang ya?" tanya Putri balik.
"Ahmad dan Riska ditahan disana" jawab Riyan.
"Lah pantesan lama ternyata mereka di tahan di gerbang depan" ucap Putri.
"Yaudah ayo sayang" lanjut Putri mengajak Riyan.
"Ya dari tadi juga aku ajak kamu" ucap Riyan.
Dan setelah itu mereka berdua segera pergi ke arah gerbang depan.
Dan setelah mereka berdua tiba di depan gerbang, security pun memberi hormat kepada Riyan.
"Selamat datang tuan, ada apa tuan kemari?" tanya salah satu security.
"Heheh saya mau menjemput teman saya yang di tahan oleh kalian" jawab Riyan.
"Apa yang itu tuan?" tanya security itu.
"Bener mereka berdua teman saya" jawab Riyan.
Degg security yang mendengar jawaban dari Riyan merasa takut karena dirinya nembuat kesalahan yang besar.
"Hmm maafkan saya tuan, saya tidak tau kalo itu teman tuan" ucap security meminta maaf.
"Heheh gak papa ,yaudah kalo gitu kalian ijinin mereka masuk" ucap Riyan.
Dan tanpa buang waktu security tadi langsung membuka gerbang dan membiarkan Ahmad dan Riska masuk.
"Gila ternyata kamu orang kaya yan?" tanya Riska.
"Heheh ya tapi gw mohon sama kalian jaga rahasia ini dari teman-teman yang lain bisa?" tanya Riyan.
"Bisa tenang aja yan" ucap mereka berdua kompak.
"Yaudah ayo kita ke rumah Riyan" ajak Putri.
"Ayo kerumah Riyan" ucap mereka berdua kompak.
Dan setelah itu mereka semua segera pergi ke arah rumah mewah Riyan.
**Oke segini dulu upnya maaf kalo ada kata typo dan maaf kalo ada kalimat yang susah di pahami oleh kalian sekali lagi autor minta maaf.
__ADS_1
Dan makasih buat kalian yang terus dukung karya ini dengan cara like dan vote sekali lagi autor ucapin makasih.
Dan terus tunggu up-up selanjutnya dadahh**.