
Ketika Riyan keluar dari kelas dia sudah di tunggu oleh Putri dan teman-teman lainnya.
"Halo sayang akhirnya kamu keluar juga" ucap Putri.
"Ya maaf lama tadi aku harus bantuin guru dulu" kata Riyan.
"Ya gak papa sayang kan udah biasa kamu gitu heheh" ucap Putri sambil ketawa.
"Yaudah ayo pulang" ajak Ahmad.
"Ya Mad lu naik apa kesekolah?" tanya Riyan.
"Naik motor Yan kenapa?" tanya Ahmad balik.
"Itu gimana kalo lu anter pulang Riska?" tanya Riyan.
"Boleh tapi gimana Riska mau emang?" tanya Ahmad.
"Gimana Riska mau apa gak?" tanya Riyan
"Boleh lumayan hemat ongkos juga" jawab Riska.
"Nah Riska mau jadi lu harus anter dia Mad" kata Riyan.
"Ya siap yaudah Ris ayo kita pulang" ajak Ahmad.
"Yaudah kalo gitu kita pamit pulang duluan Ya Putri Riyan sampe ketemu besok" kata Riska
"Tunggu bentar, ya Riska boleh minta wa kamu?" tanya Riyan.
"Buat apa emang Yan?" tanya Riska.
"Entar gw buat guild,jagi gw minta wa lu buat masukin kedalam grup gitu" ucap Riyan.
"Owalah yaudah ini wa ku" kata Riska.
"Oke makasih Riska" kata Riyan.
"sama-sama Yan" balas Riska.
Setelah itu Ahmad dan Riska pun pergi pulang meninggalkan Riyan dan Putri disana berdua.
"Ya sayang kamu mau ikut gak jadi?" tanya Riyan.
"Gak sayang aku masih belum siap" kata Putri.
"Yaudah kalo gitu ayo pulang" ajak Riyan.
"Ayo sayang" bales Putri.
Setelah itu mereka berdua pun pergi ke arah parkiran sepeda,dan ketika mereka tiba disana mereka melihat anak-anak IPS.
"Wey liat pasangan miskin wkwkwk" kata siswa dengan rambut mohawk
"Ya pasangan miskin,tapi si Putri cantik bisa kali buat nemenin kita semalam bener gak?" ucap pimpinan geng tersebut.
"Heheh bener kata bos,si Putri bisa tuh buat muasin kita entar malam" ucap siswa dengan rambut botak.
"Heheh yaudah tunggu apa lagi ambil Putri dari tangan dia" ucap bos tersebut.
"Heheh ini yang kita tunggu dari tadi" kata siswa dengan kepala botak.
Dan ada sekitar 4 siswa maju ke arah Riyan dan Putri,tapi Riyan tetap tenang tanpa ada rasa takut.
"Heheh anak miskin apa kamu takut sampe tidak bisa bergerak?" ledek siswa dengan kepala botak.
"Udah jangan banyak ngomong langsung habisin aja dia, setelah itu kita nikmatin Putri" perintah bos.
__ADS_1
"Serang siswa miskin itu" ucap semua siswa kompak.
Ketika mereka berempat maju tanpa mereka sadari kini Riyan telah berada di belakang mereka.
"Heheh apa kalian yakin bisa habisin gw?" tanya Riyan.
Dan setelah pertanyaan tersebut kini Riyan langsung menghajar mereka berempat.
Riyan memukul kepala dari siswa kepala botak dengan sangat keras.
"Sial kepala gw sakit" ucap siswa kepala botak.
"Katanya kalian mau habisin gw mana?" tanya Riyan.
Dan kini siswa dengan rambut mohawk maju dengan tinju yang siap memukul lawannya.
"Terimah ini tinju kematian lu" ucap siswa rambut mohawk.
Tapi Serang an tersebut bisa dihindari oleh Riyan dengan sangat muda.
Dan tanpa siswa itu sadari Riyan sudah memegang tangan dia dan segera mematahkan tangan siswa tersebut.
krekkk
arghttt
"Sial tangan gw Patah" teriak siswa rambut mohawk
"Gimana kalian berdua masih mau lanjut?" tanya Riyan kepada 2orang yang tersisa.
"Ampunn jangan sakitin kita ampunn"ucap kedua siswa.
" Heheh kalo gitu kalian cepet pergi dari sini kalo gak mau di hajar"ucap Riyan.
"Oke kita pamit" ucap kedua siswa
Setelah itu kedua siswa tersebut segera pergi dengan lari yang sangat kencang.
"Sial emang gw takut sama lu?" teriak bos para siswa.
"Heheh oke kalo lu gak takut maka terimah akibatnya" kata Riyan dengam senyum mengerikan.
Dan setelah itu Riyan langsung menyerang kearah bos para siswa dengan tinju yang mengarah ke perut.
"Terimah ini siswa sampah" teriak Riyan.
"Heheh serangan gitu mah gampang gw hindar" ucap bos para siswa dengan sombong.
Tapi tanpa dia sadari,itu hanya Serangan tipuan dari Riyan dan serangan Riyan yang asli mengarah kepada kepala bos itu.
"Heheh matiii!!" teriak Riyan.
"Tunggu gw minta ampunn" kata bos para siswa.
Tapi kata ampun itu gak didengar sama Riyan bahkan sekarang Riyan sudah memukul kepala bos tersebut dengan sangat kuat.
bugghhh
krekkk
arghhhh
"Ampunnn gw salah ampun jangan pukul gw lagi" kata bosa para siswa memohon ampun.
"Heheh mana tadi lu yang katanya mau habisin gw?mana tadi lu yang mau ambil cwe gw?mana hah!" tanya Riyan dengan penuh emosi.
Tapi untung sebelum nyawa bos siswa melayang Putri segera menyadarkan Riyan.
__ADS_1
"Cukup sayang apa kamu di tahan di kantor polisi karena bunuh orang?" kata Putri.
Dan seketika Riyan pun tersadar dan segera berlari kearah Putri dan langsung memeluk Putri dengan erat.
"Huhuhh maaf aku udah bikin kamu takut" ucap Riyan sambil menangis.
"Aku gak takut sama kamu sayang tapi aku takut kehilangan kamu jadi kamu jangan nyalahin diri sendiri lagi oke?" tanya Putri.
"Hmm oke sayang" jawab Riyan.
"Yaudah ayo kita pulang entar kamu telat ke kantor kamu lagi" ucap Putri.
"Ya aku lupa soal itu" ucap Riyan baru inget kalo ada rapat.
"Yaudah kalo gitu ayo kita ambil sepeda dulu" ajak Riyan.
"Ohh ya inget kalian jangan pernah macem-macem atau gangguin Putri lagi inget!!" ucap Riyan.
"Oke kita bakalan inget" kata semua siswa yang tengah kesakitan.
Setelah itu Riyan dan Putri segera mengambil sepeda Riyan, untuk segera pergi dari sini.
Kini Riyan dan Putri tengah naik sepeda berboncengan dengan romantis.
"Sayang kamu serius gak mau ikut?" tanya Riyan.
"Serius sayang jadi jangan nanya itu lagi ya gak suka aku" jawab Putri.
"Ya sayang maaf" kata Riyan.
"Ya gak papa tapi jangan sering maksa gitu ya sayang" pesan Putri.
"Heheh siap sayang" bales Riyan.
Setelah itu mereka berdua pun diam dan pokus sama jalan walaupun putri sering gangguin Riyan pas sedang goes sepeda.
Dan sekitar 20menit akhirnya mereka berdua pun tiba di tempat kos Putri dengan selamat.
"Nah udah sampai sayang" ucap Riyan.
"Ya sayang makasih ya udah anterin aku" kata Putri.
"Apaansi sayang pake bilang makasih segala ini kan udah jadi tanggung jawab aku buat anter jemput kamu" kata Riyan.
"Yaudah ya sayang,ya kamu pulang gih entar telat ke kantor ya" kata Putri
"Ish kamu ngusir aku sayang?" tanya Riyan.
"Gak ngusir sayang,tapi gimana kalo kamu telat Entar? " tanya Putri balik.
"Heheh Yaudah kalo gitu aku pamit pulang dulu sayang" pamit Riyan.
"Ya sayang hati-hati inget jangan ngebut" pesan Putri.
"Siap tapi cium dulu" ucap Riyan.
Dan tanpa tunggu lama Putri pun langsung pencium pipi Riyan dengan lembut.
"Udah ya sayang yaudah pulang gih" kata Putri.
"Heheh makasih yaudah kalo gitu aku pamit dulu" ucap Riyan
"Ya sayang" kata Putri.
Dan setelah itu Riyan pun segera pergi dari tempat kos Putri.Dan sekarang Riyan tengah menuju ke rumahnya.
**Oke segini dulu up ya maaf kalo ada typo Ada kalimat yang susah di pahami.
__ADS_1
dan makasih buat kalian yang terus dukung karya ini dengan like dan vote
dan ya jangan lupa tidur jaga kesehatan dan sampe ketemu di up-up selanjutnya dadah semua**.