
Tengah malam,
Qin Chen membuka matanya, dia pura-pura tidur menunggu Yan Zhiya tertidur lelap. Bagaimanapun, besok adalah hari acara pertemuan antara perusahaan, dia mau mengecek sesuatu agar tidak terjadi bencana buruk yang menimpanya.
Smartphone-nya di sita oleh Yan Zhiya sampai sekarang, karena itu dia tidak bisa menghubungi Ketua Hotel Longtian untuk mengirimkan berkas penting.
Apa dia sudah tidur?
Qin Chen bergerak pelan-pelan, dia beranjak dari tempat tidurnya sembari mengambil smartphone-nya, Qin Chen mengendap-endap keluar kamar.
Tanpa dia sadari, Yan Zhiya melihatnya keluar kamar secara diam-diam.
Kenapa dia keluar mengendap-endap?
Ruangan tengah, Qin Chen buru-buru menghubungi Ketua Hotel Longtian.
"Kirimkan data yang aku minta."
Yan Zhiya berada di lorong sedang mendengarkan Qin Chen bicara dengan seseorang di telepon, dia penasaran tentang apa yang di bicarakannya.
Data? Data apa yang membuatnya bangun tengah malam untuk melihatnya?
Selama beberapa menit, ia melihat daftar nama-nama tamu undangan yang akan datang ke pertemuan, dan di sana tidak ditemukan satupun kejanggalan yang membuatnya mendapat bencana.
Qin Chen mencari tahu lebih dalam, tetapi tetap tidak menemukan kejanggalan. Nama-nama di sana murni baru dan bukan sesuatu yang familiar di telinganya, ia menutup smartphone-nya.
"Seharusnya besok aman, tapi tetap waspada tidak buruk juga."
Prang!
Qin Chen langsung menoleh kesamping, ada suara benda pecah, Qin Chen buru-buru ke sumber suara, tetapi tidak menemukan apapun selain kaca album pernikahan mereka berdua yang pecah.
Qin Chen memperbaikinya, "Setelah pertemuan, akan aku perbaiki."
Qin Chen meninggalkan album pernikahannya di atas lemari, di mana foto mereka terbelah menjadi dua bagian yang terpisah tanpa dia sadari memberikan takdir yang tak berujung yang penuh dengan masalah rumit.
***
Hotel Longtian,
"Ayo masuk," Yan Zhiya menggandengnya, itu membuat Qin Chen tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikutinya masuk kedalam Hotel Longtian.
Keduanya masuk kedalam di mana tempat tersebut sudah ramai akan orang-orang penting di kota, Qin Chen melihat pemandangan yang luar biasa.
__ADS_1
Yan Zhiya membawanya ke tempat mereka, karena dia akan meluncurkan produk kecantikan terbaru di perusahaan. Sebagai Perusahaan Farmasi, dia mempunyai status sangat tinggi di kota sebagai salah satu perusahaan farmasi terbesar.
Sementara itu, suaminya, Qin Chen. Dia hanya mahasiswa biasa, tidak mempunyai latar belakang yang kuat untuk mempertahankan posisinya.
Dia serba kekurangan, mau dari penampilan ataupun keuangan!
Sangat menyakitkan, mereka orang-orang penting di kota, aku hanya mahasiswa beruntung punya istri kaya?
Sambil menutup mulutnya, dia mencoba menahan kesedihannya. Qin Chen menemukan Hong Yu sedang menunggunya di belakang layar, "Zhiya, aku mau ke toilet sebentar, kamu tidak apa-apa, kan menunggu di sini sebentar?"
"Sekarang?" Katanya.
"Benar, aku sudah tidak tahan lagi sekarang, bagaimanapun ini acara kelas atas membuatku sedikit berkeringat menghadapi momentum mereka."
"Baiklah ... Jangan lama-lama."
"Tunggu aku sebentar."
Qin Chen buru-buru pergi meninggalkan ruangan tersebut, dia menuju ke tempat Hong Yu berada. Yan Zhiya sedikit melihatnya, Qin Chen bertemu dengan seorang di Hotel Longtian.
Sedangkan di tempatnya, Qin Chen dan Hong Yu menuju ruangannya untuk melakukan evaluasi semalam.
Didalam ruangan, Qin Chen duduk sembari membaca dokumen orang-orang penting yang ada di acara pertemuan, dan di sana terdapat foto mereka sehingga Qin Chen mudah mengingat wajah mereka.
"Kerja bagus, aku hanya penasaran akan sesuatu, lanjutkan tugasmu." Balas Qin Chen, dia sudah mengecek dan tidak satupun yang familiar baginya.
"Terimakasih,"
"Aku akan kembali, kau lanjutkan tugasmu. Masalah mengenai hotel, bisa kau kumpulkan di ruangan, aku akan mengeceknya setelah ini."
"Baik."
Setelah membaca dokumen di ruangannya, ia kembali ketempat Yan Zhiya berada karena sudah sepuluh menit dan dia khawatir kalau Yan Zhiya mencarinya sampai ke toilet pria.
Setibanya di acara itu, orang-orang pada duduk di kursi masing-masing. Qin Chen menyusul ketempat Yan Zhiya berada, dimana banyak dari tamu undangan penasaran dengan identitasnya.
"Apa sudah selesai?"
"Ya, terimakasih karena sudah menungguku. Ngomong-ngomong, apa acaranya baru di mulai?"
"Benar, kamu tidak terlambat."
Acara tidak lebih untuk menunjukkan pencapaian dan perkembangan setiap perusahaan. Dimana para investor besar akan mengevaluasi masing-masing perusahaan yang mempunyai pontensi berkembang di masa depan.
__ADS_1
"Selanjutnya adalah presentasi dari Presiden Zhiya, dari Perusahaan Farmasi Zhiya mengenai produk ramuan kecantikan yang mereka kembangkan."
Semua orang bertepuk tangan, di mana pandangan mereka menuju kearah Yan Zhiya yang tengah duduk. Yan Zhiya sedikit membungkuk, dia berjalan menuju panggung untuk presentasi!
Sementara dari kejauhan, seorang wanita yang tengah duduk memperhatikan Qin Chen dengan seksama seolah-olah mengenalinya. Qin Chen samar-samar merasakan tatapan tersebut tetapi tidak menemukan darimana asalnya, itu membuatnya bingung.
Perasaan ini? Aku harus hati-hati dengan bencana buruk yang aku dapatkan!
Sejauh ini presentasi Yan Zhiya berjalan mulus sampai seorang wanita berjalan mendekati Qin Chen dengan membawa seorang gadis kecil di gendongnya.
Yan Zhiya di atas sana terdiam melihat wanita itu mendekati Qin Chen.
"Papa~" kata gadis kecil itu dengan suara gembira menatap Qin Chen yang dekat dengannya.
Qin Chen langsung menoleh, melihat gadis kecil itu tampak familiar. "Papa? Aku? Gadis kecil, paman bukan papamu."
"Tidak, papa~ papanya Ling Ling!"
"Benar, dia adalah putrimu." Jelas wanita yang membawa gadis kecil itu membuat semua orang di sana tercengang.
Apa!
"Pria brengsek! Ternyata dia mempunyai wanita simpanan! Padahal dia sudah punya Presiden Zhiya, tapi tidak puas dengan satu wanita dan mencari wanita lain, sampai mempunyai anak dengan wanita selingkuhannya? Bajingan!"
Oi ... Oi ... Apa maksud kalian! Jika aku bajingan, aku tidak jauh berbeda dengan para leluhur kalian!
"Dasar bajingan!"
"Jika aku jadi Presiden Zhiya. Aku pasti menceraikannya langsung! Bagaimana tidak, dia diam-diam mempunyai hubungan dengan wanita lain sampai mempunyai anak? Jika dia bukan pria brengsek lalu apa? Bajingan munafik?!"
Qin Chen memperhatikan mereka, di antara semua orang yang mengutuknya, Yan Zhiya hanya diam di atas panggung itu. Dia melihat Qin Chen, tatapan matanya seolah-olah sudah lelah.
Yan Zhiya berlarian meninggalkan panggung pertemuan, Qin Chen yang melihat itu hendak mengejarnya, namun wanita itu menahannya.
"Mau kemana, aku masih di sini. Biarkan dia pergi, dia tidak pantas denganmu." Ucap wanita itu dengan nada menekan membuatnya geram.
"Diam!" Bentak Qin Chen.
Wanita itu terdiam, dia sedikit takut dengan suara Qin Chen yang menekan. Qin Chen berlari menyusul Yan Zhiya yang meninggalkan pertemuan itu.
..
*Bersambung ...
__ADS_1